Hari ini adalah Pesta St Markus (Penulis Injil), dengan Injil dari Markus 16:15-20. Tentang Markus, lambangnya adalah Singa, raja gurun pasir, yang diambil dari permulaan Injilnya yang menyinggung soal gurun pasir.
Lebih dari pada itu, Markus juga adalah orang yang pergi ke Mesir dan disebut oleh Hieronimus sebagai bapa para pertapa di gurun pasir Mesir. Dia pergi ke Mesir setelah St Petrus dan Paulus dibunuh oleh Kaisar Nero.
Kutipan Injil hari ini, pun menggambarkan semangat (spiritualitas) dari St Markus yang sangat menghidupi semangat untuk mengabarkan Injil. ”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” adalah perintah yang terus menggaung bukan hanya pada jaman Markus ada. Namun, setiap kali kita membaca kalimat itu, kita diingatkan bahwa perintah itu pun terus relevan (sesuai) untuk kita perjuangkan di Jaman ini.
Mewartakan Injil bukan soal membicarakan ayat-ayat yang tertulis di dalam Kitab Suci saja. Akan tetapi, mewartakan Injil berarti mewartakan kabar suka cita, karena Injil berarti adalah Kabar Gembira. Maka, mencari wujud kabar gembira dan mewartakannnya di jaman ini adalah adalah penting, agar kita bisa melaksanakan tugas sebagai murid-murid Nya.
Kabar gembira selalu menantang, dan menarik kita untuk melihat jauh ke masa depan. Bahkan, pandangan mata kita harus melampaui dunia. Agar, kita tidak meletakkan tujuan hidup hanya pada perkara hidup di dunia ini. Sebab, tak ada yang abadi di dunia ini. Oleh sebab itu, suka dan duka dunia ini pun tidak pernah abadi. Itulah alasannya, mengapa orientasi hidup kita terus ada dalam upaya mencari kebahagiaan yang kekal sifatnya.
”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” adalah perintah Yesus Kristus sebelum Ia naik ke surga, menurut tulisan Injil Markus dalam kutipan Injil hari ini.
Perintah Agung ini kekal selamanya. Oleh sebab itu, kita bisa menemukan jejak para pendahulu yang tekun mewartakan kebenaran, keadilan, dan cinta kasih dengan menanggung segala resiko; entah mereka itu adalah awam, imam atau uskup. Bahkan, jelas dalam kisah Santo Santa, mereka sampai menanggung resiko siksa dan kematian demi mewartakan Injil. Dan, kematian mereka menjadi warta suka cita bagi kita semua. Sebab, kematian mereka menjadi peneguh bagi kita bahwa mengabarkan Injil di jaman ini bukanlah sia-sia.
Oleh sebab itu, hari ini ketika COVID-19 masih menjadi berita yang menimbulkan ketakutan dan kekawatiran, kita diteguhkan untuk membuka dan memeluk Injil kita. Bahkan, kita semua diajak menulis kisah perjuangan hidup kita sebagai Injil kita yang hidup pada jaman ini.
Maka, bersyukurlah anda yang tetap menyalakan harapan dan membagikannya kepada banyak orang. Sehingga, banyak orang tetap mempunyai harapan akan hidup yang lebih baik kendati situasi sedang tidak menentu dengan berita PHK, krisis ekonomi, bantuan yang belum cair dari Pemerintah, larangan mudik dan seterusnya. Mari, kita terus mengabarkan kabar suka cita seperti para pendahulu kita semua.
Tuhan memberkati. Amin
Berkah dalem

