"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Markus 4:21-25;

Mrk 4:21
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Mrk 4:22
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Mrk 4:23
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Mrk 4:24
Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Mrk 4:25
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
----------

Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadam

Saudaraku,
ketika kita mempertimbangkan ukuran pemberian kita, kita cenderung hanya memikirkan kualitasnya.
“Seberapa besar porsinya?” Tetapi itu adalah ukuran yang tidak lengkap.
Yang perlu kita fokuskan bukanlah volume pemberian, tetapi kualitas pemberian dan sikap yang kita tunjukkan saat memberikannya.
Dalam segala hal, manusia pada hakikatnya berpusat pada diri sendiri, demikian pula saat memberi.
Konsumerisme, yang pada hakikatnya berpusat pada diri sendiri dan mengabaikan kebutuhan kaum miskin.
Konsumerisme yang tak terkendali yang dikombinasikan dengan ketidaksetaraan terbukti dua kali lebih merusak tatanan sosial.
Ketidaksetaraan pada akhirnya menimbulkan kekerasan.

Saudaraku,
orang yang cinta kasihnya besar, itulah yang berbuat banyak.
Barangsiapa yang mempunyai cinta kasih yang sebenarnya, dalam segala hal tidak mencari dirinya sendiri, demikian pula saat ia memberi.
Orang yang berbuat baik ialah orang yang lebih mengabdi kepwda kepentingan masyarakat daripada kemauan sendiri.
Kita harus hati-hati dalam "berbuat baik".
Sebab kadang-kadang perbuatan baik, terkadang hanyalah mencari "kenikmatan daging" saja.
Memang tidak mudah, berbuat baik tanpa mengharapkan balas jasa atau ganjaran, sebab itu wujud dari "nafsu memperoleh keberuntungan".
Tetapi ada "Roh Kudus" yang hidup dan bergerak dalam diri kita, taatlah kepadaNya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 29 Januari 2026

Tuhan Yesus
Engkau adalah wujud dan bukti cinta kasih yang sempurna
Kami percaya Engkau memberikan rahmat kekuatan kepada kami supaya kami tetap berada dalam kasihMu
Engkau menghendaki hidup kami menjadi kabar baik bagi semua orang
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dibawah perintah

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)