Cetak halaman ini

Suatu ketika ada yang bertanya, mengapa kita harus mengikuti Yesus yang sering diajarkan sebagai jalan,kebenaran dan hidup? Bukankah kita ini dicipta bebas untuk menentukan jalan hidup kita masing-masing?

Apalagi di era komunikasi digital seperti ini. Banyak bacaan yang bisa kita pakai. Bacaan terusan dari sosial media pun banyak yang keren. Sedang, membaca Kitab Suci itu membosankan, tulisannya kecil dan tidak ada gambarnya.
*

Sebetulnya, adalah serupa jelajah alam di sebuah gunung dengan puncak gunung sebagai finish-nya.

Kita diberi kebebasan untuk menentukan arah dan jalan yang mau kita lewati. Namun, kita tidak tahu, di depan apakah ada jalan yang bisa membawa kita menuju puncak atau tidak. Apalagi gunung ini mempunyai hutan yang sangat lebat.

Dari sebab itu, Tuhan Yesus memberi jalan dengan sabda: Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Barangsiapa mengikuti Aku akan menemukan hidup yang kekal

Jadi, ini adalah pilihan. Menentukan jalan sendiri yang berujung penyesalan karna sudah salah jalan. Atau, sejak sekarang terus belajar mengenali Tuhan Yesus agar kita selamat sampai tujuan. Pilih yang mana?

Kita tahu bahwa semua Agama mempunyai Kitab Suci. Kita tahu, Kitab itu disebut Suci karena menuntun manusia menuju keselamatan abadi.

Namun, tak selalu kita mau untuk membacanya demi menemu Sang Sumber Hidup itu sendiri... Janganlah kita menjadi Ahli Kitab yang ditegor Gusti Yesus dalam bacaan hari ini (Yoh 5:31-47).

Ahli Kitab itu menyelidiki Kitab Suci dan mereka menemu nubuat tentang Gusti Yesus. Namun, mereka tidak mau datang kepada-Nya. Serupa kita, yang mengenal siapa Gusti Yesus karna Baptisan, namun tidak mau datang dan mengikuti Dia.

Kita juga tahu ada aneka nasehat bijak selama Pandemi Corona (COVID-19) ini. Kita diajak menebarkan berita positif yang membangun optimisme, namun masih banyak yang posting berita menakutkan yang membesarkan ketakutan. Kita tahu dalam menggunakan sosial media, kebenaran informasi (validitas) diperlukan, namun kita kadang masih latah untuk meneruskan berita yang kita sendiri belum yakin kebenarannya.

Prapaskah 2020 ini, kita masih menggenggam semangat untuk bertobat, terlibat, dan menjadi berkat. Dari rumah kita masing-masing, kita terus berupaya berubah untuk menjadi orang yang suka membagikan semangat yang positif. Ini adalah wujud keterlibatan nyata kita. Agar semua, boleh menemukan jalan, kebenaran dan hidup: secara khusus untuk tim medis yang masih terus berupaya keras demi selamat kita semua.

Semoga Tuhan memberkati kita semua

Amiinn
Berkah dalem

Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Terakhir diubah pada Rabu, 19 Agustus 2020 11:22

Terkini dari Yohanes K. Sugiyarta