Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 5:17-30;
Yoh 5:17
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."
Yoh 5:18
Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Yoh 5:19
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Yoh 5:20
Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
Yoh 5:21
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Yoh 5:22
Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
Yoh 5:23
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Yoh 5:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Yoh 5:25
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
Yoh 5:26
Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Yoh 5:27
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Yoh 5:28
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
Yoh 5:29
dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
Yoh 5:30
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
--------
Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup
Saudaraku,
berbahagialah yang melihat dan percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah yang hidup.
Bagi saya itu sangat-sangat penting, bukan hanya tentang iman.
Namun jika setiap detik kita menyadari bahwa kita memiliki Allah yang hidup, mata kita akan melihat perbuatan Allah.
Dengan demikian kita sangat mengerti dan memahami apa yang harus kita lakukan atau perbuat.
Jadi hidup iman kita bukan lagi tentang "aturan agama", tetapi oleh karena penglihatan kita akan Allah.
Saudaraku,
baiknya kita selalu menyadari bahwa pikiran dan perasaan kita sering menyesatkan.
Hal-hal itulah yang setiap hari diperdebatkan oleh orang-orang yang TIDAK MELIHAT ALLAH.
Mereka sibuk dengan pengertian dan pemikirannya sendiri.
Hidup mereka hanya penuh dengan "benar dan salah".
Dan jika pun mereka melakukan yang menurut mereka benar, belum tentu itu benar di hadapan Allah.
Sebab semua itu hanya "katanya".
Maka mari saya ajak Saudara untuk sungguh-sungguh mengucap syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup.
Sebab Ia telah memelekkan mata kita, sehingga kita melihat perbuatan-perbuatan tangan Allah.
Lalu hidup kita tetap berada dalam kehendak Allah bukan oleh karena "aturan-aturan manusia" namun oleh karena penglihatan kita akan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 30 Maret 2022
Tuhan Yesus
Baiknya kami mengucap syukur dan selalu memuliakan Engkau
Sebab Engkau nyatakan perbuatan-perbuatan-Mu dan Kuasa-Mu kepada kami setiap hari
Sehingga kami tidak tersesat
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk melakukan kehendak-Mu
Dan berilah kami keberanian untuk menolak dunia
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 5:1-16;
Ayat 1-11:
Yoh 5:1
Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yoh 5:2
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
Yoh 5:3
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Yoh 5:4
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
Yoh 5:5
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Yoh 5:6
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Yoh 5:7
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Yoh 5:8
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Yoh 5:9
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Yoh 5:10
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
Yoh 5:11
Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
--------
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Saudaraku,
saya melihat Injil Yohanes pagi ini bukan hanya tentang kesembuhan seorang yang sudah 38 tahun lumpuh.
Saya juga melihat tentang orang lumpuh dalam kemalasan.
Pernahkah Saudara melihat orang yang tidak berani berjuang atau takut berkompetisi?
Orang yang menyerah begitu saja dengan keadaannya, karena takut resiko.
Misalnya: bekerja begitu-gitu saja, sedangkan punya kesempatan dan kemampuan untuk meningkatkan kompetensi atau kemampuan.
Ada yang hanya pasrah dengan jenjang karir dan kerja gitu-gitu saja seperti robot.
Saudaraku,
dengarlah Tuhan Yesus memanggil: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Bangun dan kembangkan talentamu dengan maksimal.
Ingat bahwa kita dipilih untuk menjadi berkat, kabar sukacita dan kesembuhan bagi setiap orang.
Jangan mudah menyerah dengan keadaan dan jangan mau ditipu oleh keluh kesah daging.
Manfaatkanlah setiap detik dengan maksimal dan kalahkanlah rasa malas.
Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjuanglah!
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 29 Maret 2022
Tuhan Yesus
Ampunilah kemalasan kami
Ampunilah keluh kesah kami
Kami mohon sembuhkanlah kami
Dan kami mohon berilah kami semangat untuk berjuang setiap hari
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 4:43-54;
Yoh 4:43
Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,
Yoh 4:44
sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.
Yoh 4:45
Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.
Yoh 4:46
Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
Yoh 4:47
Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
Yoh 4:48
Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
Yoh 4:49
Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
Yoh 4:50
Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Yoh 4:51
Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
Yoh 4:52
Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
Yoh 4:53
Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
Yoh 4:54
Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.
--------
Pergilah, anakmu hidup!
Saudaraku,
seorang pegawai istana datang kepada Tuhan Yesus, untuk kesembuhan anaknya.
Tuhan Yesus menjawab: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
Saudaraku,
mari saya ajak melihat diri sendiri, seberapa sering kita "tidak percaya kepada Tuhan Yesus?"
Terlebih di zaman ini banyak teknologi baru dan penemuan-penemuan baru yang bisa bisa mempengaruhi pola pikir.
Cenderung untuk berpikir realistis, lalu pengajaran tentang iman dianggap seperti sejarah atau dongeng.
Maka jika kita tidak hati-hati, kita ataupun anak-anak kita akan kesulitan melihat "karya Allah".
Saudaraku,
baiknya kita menyadari bahwa kemajuan teknologi dalam segala bidang tidak akan pernah bisa menggantikan kuasa Allah.
Dokter tambah pintar, obat semakin baik, teknologi semakin canggih tetapi kita harus tetap percaya tanpa tangan Tuhan, kesembuhan tidak akan terjadi.
Dengan kepintaran, kecerdasan, ketekunan dan kerja keras memang manusia bisa menghidupi dirinya sendiri, memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi mari kita ingat manusia tidak pernah punya kuasa atas nyawanya.
Dan manusia tidak pernah punya kuasa atas kesehatan dan kedamaian hidupnya.
Hidup senang dengan sukacita dunia dan melimpah hartanya dan banyak kawannya, tetapi KESEHATAN dan KEDAMAIAN hanya diperoleh di dalam Tuhan Yesus.
Coba arahkan pandangan kita ke dunia, banyak orang pintar dan nampak sehat, tapi ucapan dan perbuatannya mengatakan "bahwa ia sakit".
Saudaraku,
hidup bukan hanya sekedar hidup.
Setiap manusia mencari kedamaian hidup.
Kesehatan dan damai sejati itu hanya diperoleh dengan "hidup didalam Kristus".
Kedamaian di dunia tidak pernah bisa kita peroleh jika "kita terpisah dari Allah".
Maka mari kita selalu menyadari bahwa "Tuhan Yesus hidup didalam hidup kita", coba rasakan Ia bergerak dan memerintah kita.
Kemuliaan dan keindahan Kristus ada di dalam batin kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 28 Maret 2022
Tuhan Yesus
Setiap pagi kami buka hati untuk kuasa-Mu
Kami memulai hari dengam tunduk kepada-Mu
Mendengarkan perintah-Mu
Kami mohon kuasailah kami dengan Roh-Mu
Dan berilah kami kekuatan untuk selalu taat melaksanakan kehendak-Mu
Supaya kami hidup
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 15:1-3, 11-32;
Ayat :11-14, 21-24:
Luk 15:11
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
---------
Luk 15:21
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Luk 15:22
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Luk 15:23
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Luk 15:24
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
---------
Bapa, aku telah berdosa
Saudaraku,
melalui perumpamaan anak yang hilang, Tuhan Yesus mengatakan kepada kita bahwa Allah sangat mengasihi kita.
Allah tidak ingin manusia binasa dalam dagingnya.
Saudaraku,
tidak mudah untuk menjaga "kekudusan", maka kita harus menyadarinya dan selalu semangat untuk mengusahakannya.
Yaitu dengan mengutamakan kerohanian.
Kata orang, itu tidak mudah.
Namun sesungguhnya tantangannya adalah diri kita sendiri.
Yaitu TAKUT menghadapi kesulitan.
Saya sampaikan lagi: "daging ini harus diberi sedikit kurang DARI apa yang dibutuhkannya", supaya ia tidak menjadi jerat.
Jangan takut dengan "ancaman daging", sebab daging pada akhirnya memang harus mati.
Gunakanlah setiap kesempatan untuk mencapai kemajuan rohani.
Dengan mengusahakan mata tetap mengarah kepada karya-karya Allah.
Saudaraku,
mari kita waspada terhadap diri sendiri.
Bangunlah semangat dan mengarahkan hasrat hanya untuk kemuliaan Allah.
Kendalikanlah hawa nafsu dalam diri kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 27 Maret 2022
Allah Bapa kami
Terimakasih untuk pengampunan-Mu
Terimakasih untuk pemeliharaan-Mu
Terimakasih untuk bimbingan-Mu
Terimakasih oleh karena mata ini melihat kemuliaan-Mu
Dan terimakasih Engkau nyatakan perbuatan-Mu setiap hari
Menjadi kekuatan dan penuntun kami agar tetap setia dan teguh di jalan-Mu
Kami mohon Roh Kudus-Mu senantiasa menerangi langkah kami dan kasih-Mu yang besar itu menjadi kekuatan kami
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Lukas 18:9-14;
Luk 18:9
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
Luk 18:10
"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
Luk 18:11
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
Luk 18:12
aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
Luk 18:13
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
Luk 18:14
Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
---------
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan
Saudaraku,
perlu kita ketahui bahwa Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada orang Farisi.
Orang Farisi sangat percaya diri bahwa mereka taat kepada hukum Musa.
Seperti sepuluh perintah Allah dan perintah-perintah lainnya yang bernilai moral tinggi.
Orang Farisi yang merasa mengerti hukum menganggap bahwa dirinya lebih benar dan lebih suci dibanding orang lain.
Mereka percaya bahwa hukum itu lah yang mampu menyelamatkannya.
Padahal hukum Tuhan, misalnya 10 perintah Allah bukan hanya tentang menghormati Allah tetapi juga ada nilai moral yang sangat tinggi dalam hubungan dengan sesama.
Saudaraku,
sangat baik jika kita hafal atau memahami injil.
Sangat baik jika kita mengerti hukum-hukum Allah.
Sangat baik jika kita mengerti hukum-hukum gereja.
Semua itu dasar dari iman kita.
Tetapi jika iman itu tidak menjadikan hidup kita berguna bagi Tuhan dan sesama, sesungguhnya kita hidup dalam "kebohongan".
Tentunya kita mengetahui bagaimana rasanya hidup dalam kebohongan, setiap detik yang dilalui adalah ketakutan.
Lalu selalu berusaha menutupinya dengan apapun yang bisa dibanggakan, merasa "paling" dalam segalanya, termasuk merasa "paling benar".
Saudaraku,
tanpa kerendahan hati, kita tidak akan pernah bisa melihat sesuatu yang baik dan tidak akan bisa melihat Allah.
Sebab segala yang baik berasal dari Allah.
Sangat baik aktif melayani di gereja, namun jangan sampai "paling merasa terlibat atau paling berjasa".
Mari tetap teguh dalam keutamaan dalam mengabdi kepada Allah, taat dan setia sebagai pelayan-pelayan-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 26 Maret 2022
Tuhan Yesus
Terkadang kami ingin menjadi seperti bintang di angkasa
Yang cahayanya indah dalam gelap malam
Tetapi kami sadar bahwa saat semua mata mengarah kepada cahaya itu
Godaan kesombongan sunguh sangat berat untuk ditolak
Kami mohon ajarilah kami untuk tetap rendah hati dalam segala keadaan
Supaya hidup kami menjadi cahaya bagi setiap orang yang merindukan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
