"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 7:6, 12-14;

Mat 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
-----------
Mat 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
-----------

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa ada 2 pintu, pintu menuju kehidupan dan pintu menuju kebinasaan.
Dan Tuhan Yesus mengatakan bahwa pintu menuju kehidupan itu sempit.
Ia datang dari tempat itu dan Ia membuktikan dengan pengajaran yang penuh kuasa dan mujizat yang telah dibuat-Nya.
Oleh karena kita umat kristiani telah berada di jalan yang benar.
Tuhan kita Yesus Kristus akan menuntun kita melalui pintu yang sempit itu dan menemani kita untuk masuk melalui pintu itu.
Dan sesungguhnya Ia telah mengatakan Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.(Bdk Yoh 14:6)

Saudaraku,
Tuhan Yesus adalah hidup bagi kita.
Jika kita bersama-sama dengan Tuhan Yesus maka segala-galanya berjalan dengan baik.
Ia selalu memberikan kekuatan dan penghiburan.
Namun dapat bersama-sama dengan Tuhan Yesus tidaklah mudah.
Sebab kita harus sanggup menyalibkan daging, dan menjaga supaya hati kita murni tidak dirintangi oleh makhluk-makhluk duniawi yaitu segala yang membawa kepada cinta diri.

Saudaraku,
Selama kita mampu menikmati penghiburan Ilahi, tidak lah sulit mengabaikan penghiburan manusia.
Maka mari jangan membohongi diri dengan hal-hal yang tidak perlu.
Bergembiralah dan berbahagialah dengan apa yang kita terima saat ini dari Allah.
Dan jangan biarkan daging mengusai hati kita, sebab kita mengetahui daging itu akan berakhir di kuburan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 22 Juni 2021

Tuhan Yesus
Tidak ada satupun di hidup ini yang berkuasa seperti Engkau
Oleh karena itu kuserahkan seluruh keinginan kami kepada-Mu
Kami mohon pimpinlah kami
Kami mohon kuatkanlah kami
Dan kami mohon cukupkanlah kami dengan belas kasih-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

 

 

 

Injil Matius 7:1-4;

Mat 7:1
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Mat 7:2
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mat 7:3
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Mat 7:4
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Mat 7:5
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
----------

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?


Saudaraku,
kebiasaan menyalahkan orang lain, mempengaruhi cara pandang kita terhadap orang lain.
Menyalahkan masalah atau keadaan selalu didorong oleh karena berusaha membenarkan diri sendri.
Maka bukan orang yang dikritik atau disalahkan yang perlu menjadi perhatian kita.
Tetapi orang yang selalu mengkritik atau menyalahkan yang sesungguhnya patut dikasihani.
Sebab akan membuat hatinya semakin keras dan akan sulit untuk peduli dan mengasihi.
Dan hidup batinnya tidak akan pernah tenteram.

Saudaraku,
apakah lalu kita tidak boleh mengkritik orang lain, menegur orang lain?
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk melihat, menilai, dengan ukuran keadilan(bdk Yoh 7:24) dan dengan belas kasihan.
Tetapi apakah itu mudah?
Menurut saya itu hal yang sangat sulit, sebab jarang sekali ada orang yang menilai orang lain dengan ukuran yang sama untuk melihat dirinya sendiri.
Maka tentunya "adil" itu tidak pernah bisa tercapai.
Oleh karena itu marilah kita selalu melihat diri sendiri dan jangan terburu-buru menilai orang lain.
Periksalah diri kita dengan perlahan-lahan, supaya kita menemukan segala jerat tersembunyi, yang dipasang oleh hawa nafsu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 21 Juni 2021

Tuhan Yesus Kristus
Kami mohon kuasailah kami dengan Roh-Mu
Supaya hati kami tidak dikuasai oleh perasaan-perasaan sendiri
Sehingga kami tidak mudah untuk menilai dan menghakimi orang lain
Dan ajarilah kami supaya tetap rendah hati

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 4:35-40;

Mrk 4:35
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
Mrk 4:36
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Mrk 4:37
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Mrk 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Mrk 4:39
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Mrk 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
-----------

Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

Saudaraku,
kisah Tuhan Yesus menenangkan badai di danau Galilea adalah pengajaran yang sangat menarik.
Bukan hanya tentang kuasa-Nya atas seluruh alam ini yang membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan.
Namun para murid semakin dikuatkan Tuhan sungguh-sungguh memperhatikan umatnya.

Saudaraku,
seberapa sering kita melupakan Tuhan?
Jika kita mau jujur hampir setiap hari ada saat-saat tertentu kita melupakan Tuhan.
Janganlah buta dan begitu acuh sehingga kita lupa bahwa kita anak-anak Allah.
Dunia selalu menawarkan ketakutan dalam segalah hal, kecil atau besar dan dengan berbagai cara supaya kita mati didalamnya.
Maka dalam segala hal hendaknya kita harus yakin mampu mengatasinya bersama Tuhan kita Yesus Kristus yang hidup.
Kita harus yakin bahwa Ia ada di sisi kita.
Dengan selalu membiasakan mengarahkan hati kita kepada-Nya sesering mungkin.
Kita tidak sendirian, Tuhan Yesus selalu memberi nada dan warna pada semua pikiran, keinginan dan usaha kita.
Bagian kita adalah berjaga-jaga dan berdoa supaya kita tidak jatuh dalam pencobaan.(Bdk Mat 26:41)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 20 Juni 2021

Tuhan Yesus
Dengan senang hati kami meyerahkan segala-galanya kepada-Mu
Kuasailah hato dan pikiran kami
Kuasailah keinginan kami
Dan kami mohon kuasa Roh Kudus-Mu untuk menguatkan kami
Supaya kami tidak mudah dipengaruhi pertimbangan-pertimbangan kami sendiri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 6:24-34;

Mat 6:24
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Mat 6:25
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Mat 6:26
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Mat 6:27
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Mat 6:28
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
Mat 6:29
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Mat 6:30
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Mat 6:31
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Mat 6:32
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Mat 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Mat 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
-----------

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Saudaraku,
tidak ada satupun manusia yang tidak kuatir.
Maka hal utama yang seharusnya kita lakukan adalah mengelola kekuatiran itu dalam Tuhan.
Sebagai orang kristiani kita harus percaya bahwa Tuhan pun melihat kekuatiran kita dan Dia melihat bagaimana kita melaluinya.
Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong.(Mzm 34:15)
Itulah yang seharusnya menjadi fokus kita bukan fokus kepada kekuatiran itu.
Dengan demikian maka pola pikir kita akan seirama dengan kehendak dan rencana Allah.

Saudaraku,
pengalaman menghadapi kesulitan, mengembangkan ketekunan dan hanya dengan ketekunan yang mampu membawa kepada keberhasilan.
Dan ingat, semua orang bisa memulai tetapi tidak semua orang tekun sampai akhir.
Maka marilah selalu kita sadari bahwa jangan sampai segala kekuatiran itu melemahkan ketekunan kita.
Dan janganlah kita kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.
Lagipula siapa yang bisa memastikan bahwa esok kita masih ada?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 19 Juni 2021

Tuhan Yesus Kristus
Engkau mengerti bagaimana keadaan kami
Dan kami percaya Engkau tidak akan membiarkan kami kekurangan
Maka kami mohon ikatlah kami dengan belas kasih-Mu yang besar itu
Supaya dalam segala keadaan
Kami tidak kuatir dengan apa yang kami makan dan apa yang kami minum

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 6:19-23;

Mat 6:19
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
Mat 6:20
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Mat 6:21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Mat 6:22
Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
Mat 6:23
jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
-----------

Mata adalah pelita tubuh, jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu

Saudaraku,
apabila kita melihat hidup kita sebagai korban, maka kita akan membiarkan orang lain menjadi korban seumur hidup kita.
Apabila kita selalu melihat kegagalan, maka hidup kita mungkin akan penuh dengan kegagalan.
Sebab apa yang kita lihat adalah apa yang kita dapatkan.

Saudaraku,
cara berpikir kita, menentukan cara kita bertindak.
Dan sangat penting kita sadari bahwa banyak hal yang kita yakini, salah.
Kita akui saja bahwa seringkali kita bertindak berdasarkan informasi yang salah atau tidak akurat, tentang diri kita sendiri ataupun tentang orang lain.
Ya atau ya seringkali kita sok tahu.
Bahkan terkadang, sok tahu itu sungguh-sungguh DISADARI sebelum berucap atau bertindak, supaya nampak paling benar atau paling pintar.

Saudaraku,
mari kita arahkan mata kita kepada perbuatan-perbuatan Allah, catatlah semua itu di dalam hati.
Tunduklah kepada kehendak Allah, jangan menyesuaikan dengan kehendak diri kita.
Jika ada orang kristiani matanya tidak melihat perbuatan Allah dan lalu tidak tahu kehendak Allah, itu adalah kebohongan besar.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 18 Juni 2021

Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami keberanian
Agar lebih tajam melihat diri sendiri
Dan bantulah kami untuk memurnikan hati
Supaya mata kami melihat jalan-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa