"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 4:12-17, 23-25;

Saya kutip sebagian:

Mat 4:12
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
Mat 4:13
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
Mat 4:14
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
Mat 4:15
"Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, ?
Mat 4:16
bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
Mat 4:17
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
--------
Mat 4:23
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
--------

Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah terbit Terang

Saudaraku,
seperti apa orang yang diam dalam kegelapan itu?
- Kurang informasi karena menolak dan percaya dengan dirinya sendiri.
- Tidak mudah percaya.
- Tidak mengetahui sedang berada dimana sehingga tidak mengetahui tujuan hidupnya.
- Menutup matanya sendiri sehingga tidak mengetahui jalan keluar.
- Tidak memiliki pengharapan.
- Berpikir aneh-aneh.
- Mudah cemas dalam segala hal.
- Diperbudak dan memperbudak diri sendiri.

Saudaraku,
"cahaya" memberikan pengetahuan, menyatakan kebenaran dan melihat pengharapan.
Maka orang yang hidup dalam terang:
- Tidak mengingkari atau menolak realita.
- Tidak berpandangan sempit.
- Tidak lagi hidup dalam kebohongan.
- Jujur dengan dirinya sendiri.
- Pikirannya bersih.
- Melihat pengharapan.

Saudaraku,
memang tubuh ini lemah namun jangan merasa kalah sebelum berperang.
Kehadiran Tuhan Yesus menjadi Terang dalam hidup kita.
Terang itu membuat kita "melihat" dan menjadi sumber kekuatan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 6 Januari 2020

Allah Bapa kami
Kami mohon Terang-Mu selalu ada di depan langkah kami
Dan menyinari jiwa dan raga kami
Supaya kami hidup dalam terang iman yang sejati
Sehingga musnahlah kegelapan
Tak ada lagi selubung dalam hidup kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 2:1-12;

Saya kutip sebagian:

Mat 2:1
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
Mat 2:2
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.
-------
Mat 2:7
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
Mat 2:8
Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
Mat 2:9
Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
Mat 2:10
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
Mat 2:11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
--------

Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya

Saudaraku,
ada banyak "bintang" tanda kehadiran Allah sampai hari ini.
Dan ada juga "Herodes" dan "orang majus" pada zaman ini.
Apakah kita termasuk seperti Herodes atau orang-orang majus?

Saudaraku,
ada banyak cara-cara halus yang mencoba membujuk kita untuk melawan Firman.
Sebut saja herodes-herodes kecil dalam perjalanan iman kita.
Pemberontakan-pemberontakan yang selalu berusaha memisahkan kita dengan Allah.
Dan apabila kita tidak tegas melawannya maka akan muncul pembenaran-pembenaran halus yang tidak menyakitkan sehingga kita merasa masih di jalan yang benar.
Ada pula yang seperti para imam dan ahli taurat, mereka mengerti firman dan mengajarkannya tetapi dirinya sendiri tidak percaya dan hidup dengan pendapatnya sendiri.

Saudaraku,
penolak-penolak Allah semakin hari semakin "pintar", maka sekarang ini tidak cukup hanya dengan menengadah ke langit melihat bintangnya dan percaya.
Tidak cukup dengan melihat orang melakukan perbuatan Allah, lalu berdoa.
Namun kita harus terlibat aktif dalam kehendak Allah, aktif menghadirkan Allah.
Maka dengan demikian "pekerjaan" itu sendiri menjadi benteng iman kita dalam Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 5 Januari 2020

Allah Bapa kami
Selalu ada dua perkara yang ada di hadapan kami
Dan semuanya nampak benar dan menarik
Hanya dengan terang Roh-Mu supaya kebenaran itu nyata
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk menjaga Roh-Mu tetap menyala dalam hidup kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 1:35-42;

Saya kutip sebagian:

Yoh 1:40
Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
Yoh 1:41
Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."
Yoh 1:42
Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."
--------

Engkau Simon akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)

Saudaraku,
baptisan adalah "tanda mulai" menuju kepada keselamatan kekal, sekaligus "tanda milik Allah".
Umat katolik memakai nama Santo atau Santa yaitu orang-orang yang hidupnya dihadapan Allah patut dijadikan teladan dalam menjaga kesucian hidup dan kepatuhannya kepada Allah.
Siap menjadi rasul-rasul Kristus dengan mewujudkan pekerjaan-pekerjaan Allah dalam hidupnya.
Pertanyaannya: Apakah itu susah? Sebab ada orang yang memakai nama Santo atau Santa namun terlibat kejahatan.

Saudaraku,
tidak sedikit umat kristiani yang hidupnya "tidak membutuhkan Allah".
Mungkin mereka merasa mampu berjalan menuju keselamatan sendirian.
Memang rajin ibadat atau bahkan rajin berdoa, namun jika tidak menjadikan Allah sebagai Raja atas hidupnya, ia akan tetap hidup dengan kesombongannya.
Simon tetap Simon tidak akan menjadi Petrus.

Saudaraku,
mutlak dibutuhkan kesatuan dan kepatuhan.
Menyatukan kehendak kita dengan kehendak Allah dan taat melakukannya.
Apabila kita berjalan sendiri, sangat-sangat pasti kita akan tersesat.
Sebab tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi dalam dirinya 5 menit lagi.
Allah ada dan hidup dalam batin kita, Santo dan Santa ada di pustaka hidup kita, mengapa kita lebih sering berjalan sendirian?
Maka mari jangan lagi menyibukkan diri dengan hal-hal lahiriah yang sebenarnya kita sendiri "tidak paham" bahkan tidak membutuhkannya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 4 Januari 2020

Allah Bapa kami
Engkau nyatakan perbuatan tangan-Mu setiap hari
Supaya menjadi teladan bagi hidup kami
Ampunilah kami ya Bapa
Jika kami masih sering menyimpang dari jalan-Mu
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami berani mengakui kekurangan dan kelemahan kami
Sehingga kami tidak jatuh oleh karenanya

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 1:29-34;

Yoh 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Yoh 1:30
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
Yoh 1:31
Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
Yoh 1:32
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
Yoh 1:33
Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
Yoh 1:34
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
--------

Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus

Saudaraku,
baptisan adalah "tanda mulai" menuju kepada keselamatan kekal, sekaligus "tanda milik Allah".
Rasul Paulus dalam 2 Korintus 1:22: memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
Maka sesungguhnya kita umat kristiani tidak akan "tersesat", apabila kita "mengikuti arah Roh Kudus".
Dan karena kita adalah milik-Nya maka Ia akan senantiasa menjaga kita dan memberikan kekuatan kepada kita supaya kita tetap bertekun dalam iman.

Saudaraku,
pandanglah orang-orang dunia, karena mereka menolak melihat Allah, mereka sibuk dengan "benda-benda dan kalimat-kalimat jimat" yang mereka percaya bisa membawa mereka kepada keselamatan kekal.
Maka marilah kita mengucap syukur mata kita melihat dan telinga kita mendengar: "Akulah keselamatanmu!"
Dan berbahagialah kita karena bisa melihat rahasia-rahasia surgawi dan kebenaran nyata dihadapan kita.
Maka marilah kita menjaga hidup sebagai anak-anak Allah dengan tetap berada dalam Terang Roh Kudus.
Sebab Roh Kudus yang berkuasa menerangi akal budi kita dan membersihkan batin kita dari hawa nafsu duniawi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 3 Januari 2020

Kunjungilah kami selalu ya Bapa dengan pengajaran-Mu
Supaya bebaslah kami dari keinginan-keinginan duniawi
Dengan demikian perbuatan kami tidak akan mencemarkan nama-Mu
Dan Cahaya Roh-Mu bersinar terang dalam hidup kami
Menjadi tanda bagi setiap orang yang mencari keselamatan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 1:19-28;

Saya kutip sebagian:

Yoh 1:23
Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
Yoh 1:24
Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
Yoh 1:25
Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
Yoh 1:26
Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
Yoh 1:27
yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."
--------

Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak

Saudaraku,
jikapun terjadi Yohanes Pembaptis ingin membuka tali kasut Tuhan Yesus, saya sangat-sangat yakin Tuhan Yesus lah yang justru akan membuka tali kasutnya Yohanes Pembaptis.
Ia datang ke dunia untuk menjadi teladan kerendahan hati dan belas kasih, bahkan memberikan nyawa-Nya demi "kemenangan manusia" yang dikasihi-Nya.
Jadi adakah sesuatu dalam hidup kita yang patut kita sombongkan atau perbuatan kita yang bisa dijadikan alasan untuk sombong?
Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus telah memberikan teladan tentang kerendahan hati untuk kita.

Saudaraku,
Yohanes Pembaptis adalah "saksi pertama" Mesias, dan caranya memberikan kesaksian sangat sederhana: "membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak".
Lalu permenungannya: apakah orang-orang yang terkenal, kaum intelektual, orang-orang kaya, politikus, pejabat, pengusaha sukses, yang menjadi saksi Kristus?
Tidak ada satu pun rasul-rasul Kristus dari "orang-orang yang terkenal", mereka orang-orang biasa dan sederhana.

Saudaraku,
mari singkirkan "keakuan" yang begitu hebatnya menguasai diri kita.
Berkenalanlah dengan diri sendiri, apa adanya, lepaskanlah semua atribut yang selama ini kita pakai, yang sebenarnya menjadi penyebab semua kepalsuan.
Karena kita adalah saksi-saksi Kristus, hidup bukan untuk mendengar tepuk tangan.
Namun untuk memberikan diri dengan rendah hati kepada rencana Allah.
Supaya setiap orang melihat keselamatan melalui hidup kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 2 Januari 2020

Terimakasih ya Bapa
Engkau nyatakan perkara-perkara Ilahi di hidup kami
Engkau nyatakan kuasa-Mu di setiap pekerjaan kami
Dan Engkau nenghendaki kami menjadi saksi-Mu
Oleh karena itu ya Bapa
Kuasailah keinginan kami
Pimpinlah kami
Sehingga karya-Mu Engkau nyatakan melalui hidup kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin