"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 4:12-17;

Mat 4:12
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
Mat 4:13
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
Mat 4:14
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
Mat 4:15
"Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, ?
Mat 4:16
bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
Mat 4:17
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
--------

Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang

Saudaraku,
Rasul Paulus dalam Surat Efesus:
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.(Ef 4:17-18)
Tanpa Allah hati dan pikiran manusia tidak bisa jernih, hanya penuh dengan dengan "pemikirannya sendiri".
Maka lalu mengutamakan kepentingannya sendiri dan jika dibiarkan terus menerus bisa "rakus" dan tidak lagi peka terhadap kepentingan orang lain.
Dan Tanpa Allah, pengertian manusia hanya berdasarkan "suka dan tidak suka" dan cenderung tidak konsisten.

Saudaraku,
setiap saat kita dihadapkan dengan pilihan, dan atas pilihan kita hari ini, kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Dan jalan hidup yang dilalui tidak selalu rata, ada banyak gundukkan, kerikil dan bahkan batu besar.
Allah datang sebagai Terang, yang bukan hanya menerangi hati dan pikiran kita, namun juga menerang jalan-jalan yang akan kita lewati.
Dan Ia pun membuka telinga kita sehingga kita mendengar suara-Nya.

Saudaraku,
Hanya Allah yang punya kuasa atas hari esok.
Maka mari berusaha dengan segala cara agar selalu melibatkan Allah dalam segala hal.
Kita tidak punya kuasa menghentikan hujan tetapi "Ia pasti akan menyediakan payung " untuk kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 26 Januari 2020

Apabila kami lihat diri kami sendiri
Kami sering lebih mudah percaya perkataan orang daripada perkataan-Mu
Kami mudah tertarik hiburan daging daripada penghiburan batin

Ya Bapa
Kami membutuhkan Engkau setiap saat
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan Sabda-Mu
Dan kami mohon terangilah dengan Roh Kudus

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 16:15-18;

Mrk 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Mrk 16:16
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Mrk 16:17
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
Mrk 16:18
mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
---------

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru

Saudaraku,
permenungan pagi ini saya awali dengan Surat Rasul Paulus:
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya._(Bdk Rm 1:19)
Injil adalah kekuatan Allah yang "mengubah" secara total hidup setiap orang yang percaya sehingga "hidupnya menjadi tanda Allah".
Hidup bukan lagi untuk dirinya sendiri namun untuk menghadirkan Allah.

Saudaraku,
tentunya banyak hal-hal baik yang telah kita terima dan tentunya banyak orang yang berbuat baik kepada kita.
Bukankah kita merasa gembira apabila kita mengingat itu?
Apabila kita membiasakan diri mengingat semua kebaikan maka akan mampu mengalahkan keinginan buruk yang ada dalam hati dan pikiran kita.
Dan jangan lupa bahwa orang secara spontan memandang kita dari permukaannya saja.
Oleh karena itu kita harus bijaksana dalam tingkah laku, dengan tidak mudah percaya kepada setiap keinginan diri supaya kita tidak hidup dalam kemunafikan.
Dan ada baiknya kita tidak selalu merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain, lalu lupa untuk berbuat baik.

Saudaraku,
marilah selalu mengarahkan pandangan kita kepada Allah.
Ia selalu memberikan "cara baru" dalam menghadapi setiap godaan dunia, supaya kita tidak celaka.
Dan supaya hidup kita menjadi bukti kehadiran-Nya dan membawa keselamatan bagi banyak orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 25 Januari 2020

Jiwaku penuh dengan ucapan syukur kepada-Mu ya Bapa
Terlebih saat kami merenungkan mujizat-mujizat-Mu
Kami mohon ya Bapa
Supaya Injil-Mu menjaga jiwa dan raga kami agar tetap dalam kuasa-Mu
Dan menjadi kekuatan bagi kami untuk melakukan kehendak-Mu
Terjadilah seperti apa yang Engkau kehendaki
Sehingga kehadiran-Mu dalam hidup kami
Menjadi warta keselamatan bagi setiap orang

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 3:13-19;

Mrk 3:13
Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
Mrk 3:14
Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
Mrk 3:15
dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
Mrk 3:16
Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,
Mrk 3:17
Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
Mrk 3:18
selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
Mrk 3:19
dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
--------

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

Saudaraku,
tidakkah hati kita berkobar untuk mewujudkan belas kasih Allah dalam setiap ucapan dan perbuatan kita?
Atau kita tidak yakin akan segala apa yang kita terima dari Allah?
Dan merasa apapun yang kita peroleh sampai hari ini atas perbuatan tangan kita?

Saudaraku,
dengan teladan yang baik ditaburkan benih-benih yang baik.
Rahmat Allah akan membawa benih-benih itu, dan janganlah pedulikan benih itu akan jatuh dimana.
Yakinlah bahwa benih itu akan jatuh di tanah yang subur, berakar dan berbuah.

Saudaraku,
kita adalah rasul-rasul Kristus, jika kita tidak merasakan damai sejahtera, mungkin kita "tidak mengikuti Kristus dari dekat".
Atau baptisan kita hanya seperti tiket nonton sebuah pertunjukkan dan kita hanya jadi penonton, itupun berada di kursi paling belakang.
Mari lihatlah di sekitar kita, tidak adakah satu orang saja di sekitar kita yang melihat kita sebagai rasul-Nya?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 24 Januari 2020

Kami bersyukur kepada-Mu ya Bapa
Engkau buat mata kami melihat pekerjaan-Mu
Engkau buat telinga kami mendengar sukacita kemenangan
Semua itu menjadi teladan bagi kami dan menjadi kekuatan kami untuk terlibat dalam pelayanan-Mu

Sabda-Mu menyembuhkan dan sumber penghiburan kami
Dan yang menuntun langkah kami agar tetap berada di dekat-Mu
Kami mohon buatlah kami mengerti apa yang harus kami mengerti
Dan nyatakanlah karya-Mu kepada kami setiap hari

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 3:7-12;

Saya kutip sebagian:

Mrk 3:9
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Mrk 3:10
Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Mrk 3:11
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."
Mrk 3:12
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
--------

Sebab Ia menyembuhkan banyak orang

Saudaraku,
orang-orang mengikuti Tuhan Yesus karena "penyembuhan ajaib", bahkan hanya dengan menjamahnya saja, tidak ada seorang pun yang bisa melakukan seperti itu.
Tentunya yang telah menerima jamahan-Nya mengalami sukacita, kegembiraan dan penuh dengan ucapan syukur.

Saudaraku,
saya yakin kita dijamah Tuhan Yesus setiap hari.
Maka jika kita tidak mengalami kegembiraan, ada baiknya kita cari apakah ada "penghalang" antara kita dengan Allah.
Misalnya "egois", mementingkan diri sendiri, hanyalah kegembiraan sesaat, puas dengan dirinya sendiri.
Kegembiraan sejati adalah saat kita merasakan kasih persaudaraan Kristus.
Yaitu saat kita "berguna" bagi anak, istri, suami dan setiap orang yang berada dalam hidup kita.
Maka sebagai murid-murid Tuhan Yesus, kuta tidak boleh bersikap masa bodoh terhadap orang-orang di sekitar kita.
Kita harus mempunyai keinginan besar untuk membuat orang lain bahagia, kegembiraan itu menyembuhkan.
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.(Ams 17:22)

Saudaraku,
penghalang yang lain adalah "prasangka".
Maka mari jauhkanlah hati dan pikiran kita dengan prasangka-prasangka.
Sebab prasangka bisa membawa kita kepada kecemasan.
Teruslah membangkitkan semangat untuk berbuat baik dan jangan hiraukan segala "pikiran buruk tentang apapun dan siapapun".
Ingatlah selalu bahwa kita diutus untuk menyembuhkan banyak orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 23 Januari 2020

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah menjamah kami
Engkau menyembuhkan kami
Dan belas kasih-Mu menyertai kami setiap hari

Hanya kepada-Mu kami percayakan hidup kami ya Bapa
Dan kami mohon berkatilah kami dan kuduskanlah kami
Sehingga hidup kami pun bisa memberi kesembuhan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 3:1-6;

Mrk 3:1
Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
Mrk 3:2
Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
Mrk 3:3
Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"
Mrk 3:4
Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.
Mrk 3:5
Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
Mrk 3:6
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
-------

Supaya mereka dapat mempersalahkan Dia

Saudaraku,
ada di setiap hati manusia keinginan untuk "mencari dirinya sendiri" didalam setiap ""pekerjaannya".
Maka jika demikian ada pula keinginan untuk "tidak menghargai" keterlibatan orang lain atau bahkan ada keinginan untuk "menyingkirkan" orang lain.

Saudaraku,
ada baiknya kita tidak menilai perbuatan-perbuatan orang lain.
Karena siapa manusia yang bisa "melihat hati dan pikiran" orang lain?
Dengan demikian menilai orang lain pasti "salah kira" dan akan lebih banyak melihat keburukannya dari pada menilai kebaikannya.
Dan seringkali menilai suatu perkara sesuai kepentingan dirinya sendiri.

Saudaraku,
sebagai anak-anak Allah kita sangat-sangat tahu tentang "kerendahan hati".
Menilai setiap kejadian dengan "tidak melihat diri sendiri" adalah cara yang baik untuk melatih dan menjaga diri agar tetap rendah hati.
Lagi pula jika kita menilai orang lain pasti memakai "ukuran-ukuran" yang adil menurut kita dan beresiko memicu "kesombongan".

Saudaraku,
marilah kita selalu menyadari untuk "menarik keinginan diri" dari setiap kejadian supaya kita terhindar dari kesombongan.
Arahkanlah selalu pandangan kita kepada "salib Kritus", disana ada pengorbanan dan kemuliaan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 22 Januari 2020

Allah Bapa kami
Meninggalkan kebiasaan lama itu memang sangat sulit
Oleh karena itu kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Dan doronglah kami untuk membarui diri setiap hari
Untuk menyerahkan diri kepada-Mu
Sehinga cinta kasih-Mu selalu berkobar
Dan mengatasi segala keinginan buruk dari hati dan pikiran kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin