"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 13:1-15;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 13:1
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Yoh 13:2
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yoh 13:6
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
Yoh 13:7
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
Yoh 13:8
Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
--------

Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya

Saudaraku,
apabila kita adalah Petrus, maka pasti kita mengatakan hal yang sama.
Melihat dan bersama Tuhan Yesus dalam kesehariannya, Petrus mengetahui siapa Tuhan Yesus, Ia adalah Allah yang layak disembah dan ditinggikan.
Petrus yang lebih tepat mencuci kaki Tuhan Yesus, ia yang harus melayani bukan sebaliknya.
Para murid belum bisa memahami apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
Juga tentang wafat-Nya di kayu salib, tetapi setelah Tuhan Yesus dimuliakan dan naik ke surga mereka baru mengerti.

Saudaraku,
saya kira kita lebih beruntung sebab kita memperoleh pengertian yang sangat lengkap melalui hidup para rasul.
Terlebih melalui kesaksian hidup mereka dan ketaatan mereka menjaga hidup supaya Tuhan Yesus tetap hidup dan berkarya untuk semua orang.
Dan oleh karena semua orang kudus dan semua orang yang hidupnya membawa kebaikan Allah, sehingga hari ini kita bisa menikmati kebahagiaan hidup dalam Allah.
Dan kita semua mengetahui apa maknanya, Tuhan Yesus membasuh kaki para murid.
Bahwa kita diutus untuk membawa kasih dan kebaikan Allah kepada setiap orang dengan rendah hati dan melayani.
Lalu pertanyaannya: selama ini kita lebih sering minta dilayani atau melayani?

Saudaraku,
jika tanpa kasih, kita tidak akan pernah bisa dengan tulus melayani.
Sekecil apapun yang kita lakukan untuk orang lain, jika disertai dengan cinta kasih akan sangat besar faedahnya.
Melayani dengan kasih Tuhan, tidak akan pernah mencari keuntungan diri.
Harapannya adalah supaya Tuhan dimuliakan dan semakin banyak orang menerima kebaikan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 17 April 2019

Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu Bapa
Hidup kami sangat berharga dimata-Mu
Kasih-Mu besar dan tak henti-hentinya menolong kami
Melalui Tuhan kami Yesus Kristus Putera-Mu
Engkau mendekat dan memberikan teladan kepada kami

Ampunilah kesalahan kami ya Bapa
Dan kami mohon Roh-Mu memberikan kekuatan kepada kami
Untuk kami memperbaiki kekurangan-kekurangan kami

Dan kami mohon
Kasih-Mu yang besar itu membuat kami rendah hati
Dan menjadi semangat untuk melayani siapapun dengan tulus ikhlas

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 16:14-25;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 26:20
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Mat 26:21
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Mat 26:22
Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
Mat 26:23
Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
Mat 26:24
Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Mat 26:25
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
---------

Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya"

Saudaraku,
Yudas mendapatkan kepercayaan untuk menjadi bendahara dalam pelayanan bersama Tuhan Yesus.
Saya yakin motivasi awal Yudas mengikut Tuhan Yesus adalah melayani.
Yang patut dipertanyakan adalah: mengapa Yudas bisa menyimpang?
Dengan menyaksikan langsung apa yang sudah dilakukan Tuhan Yesus, baik mujizat ataupun pengajaran-Nya, saya yakin sebagai manusia normal tidak akan berani macam-macam atau berlaku menyimpang.
Pasti Yudas mengetahui bahwa Tuhan Yesus bisa mengetahui apa yang ada di hati dan pikirannya.
Tetapi Yudas nekat melupakan pengetahuan atau kepercayaannya itu, atau mengingkari iman.

Saudaraku,
oleh karena iman kita memiliki pengharapan.
Mengingkari iman akan kehilangan pengharapan.
Mengejar kebahagiaan semu, bisa menjadi penyebab mengingkari iman.
Yang biasanya diawali dengan kurang bisa mengucap syukur, selalu merasa kurang dengan apa yang telah dimilikinya.
Misalnya: Ah.. kalau saja saya seperti si A itu, cantik dan uangnya banyak.
Pemikiran seperti itu jika tidak disikapi dengan benar, bisa mendorong orang untuk mengejar kebahagiaan semu.
Hidup dalam kebohongan dan mengingkari kenyataan, jika demikian akan berpotensi untuk memadamkan iman.
Seperti Yudas misalnya: bukan akau ya Rabi.

Saudaraku,
mari menjaga mata hati dan pikiran kita supaya tetap mengarah ke surga-nya Tuhan Yesus, bukan surga-surga yang lain.
Karena Tuhan Yesus sendiri adalah Allah dan Ia telah mendatangi kita, mengajar, memberikan teladan dan menuntun kita kepada keselamatan.
Hemdaklah tidak mementingkan diri sendiri, supaya tidak terbawa kepada kebahagiaan semu, yang akan membawa kepada kebinasaan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 17 April 2019

Allah Bapa kami
Setiap orang mengalami kegagalan
Kami pun pernah gagal karena mengabaikan ajaran dan perintah-Mu
Ada banyak orang benar yang hidup di sekitar kami
Ada banyak rasul-Mu disekitar kami
Dan Engkau menjadikan alam ini kitab suci-Mu
Tetapi oleh karena kesombongan kami
Kami berjalan dengan cara kami sendiri
Kami berjalan menurut arah kami sendiri
Ampunilah kami ya Bapa ampunilah kami

Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami berani hidup jujur
Berani melihat diri sendiri apa adanya
Sehingga kami selalu bersyukur dan hati kami tenang
Maka kami bisa membuat rencana hidup yang baik sesuai dengan kehendak-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 13:21-33, 35-38;

Yoh 13:21
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Yoh 13:22
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
Yoh 13:23
Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Yoh 13:24
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
Yoh 13:25
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
Yoh 13:26
Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Yoh 13:27
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
---------
Yoh 13:33
Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
---------
Yoh 13:37
Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
Yoh 13:38
Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis

Saudaraku,
dalam perjamuan terakhir yang dikisahkan oleh Yohanes, yang sudah sangat kita hafal ini, saya mengajak untuk mencermati tenntang Yudas Iskariot.
Ia menerima roti pertama kali, seharusnya roti itu menjadi kekuatan dan berkat tetapi yang terjadi sebaliknya Yudas kerasukan Iblis.
Ia mengambil bagian dalam perjamuan tetapi hatinya sesungguhnya MENOLAK Kristus.
Ini menjadi permenungan bagi kita sekaligus peringatan:
Jika kita menghadiri misa kudus dan kita sungguh-sungguh menerima Kristus, Ia berkuasa menyembuhkan dan berkuasa mengampuni dosa.
Tetapi sebaliknya jika hanya berpura-pura, akan menjadi pengkhianat seperti Yudas Iskariot.
Dan sepertinya 2 kondisi tersebut sampai hari ini masih terjadi di Gereja Tuhan.

Saudaraku,
seperti para murid yang dipilih oleh Tuhan Yesus, kita pun telah dipilih Allah untuk tumbuh dan menghasilkan buah.
Dan mari kita tak henti-hentinya menyadari bahwa kita memiliki kelemahan rohani.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.(1Pet 5:8)
Yudas Iskariot punya kelemahan: ketamakan, uang dan kekuasaan, dan ia tidak berani melawannya.

Saudaraku,
marilah kita mengenali dan mengakui kelemahan-kelemahan diri kita masing-masing, jangan disangkal.
Sadarilah itu dan akuilah, lalu datang kepada Tuhan Yesus memohon kekuatan untuk mengalahkannya.
Dan Tubuh Kristus yang kita terima dalam Ekaristi Kudus pasti akan menjadi mujizat, jika kita dengan sungguh-sungguh menerima Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 16 April 2019

Bapa sumber pengharapan kami
Saat berjalan bersama Engkau
Setiap kejadian dalam hidup kami
Menuntun kami menuju kepada-Mu
Tetapi jika kami tidak menuruti perintah-Mu
Langkah kami akan menuju kebinasaan

Untuk itu kami mohon ya Bapa
Roh Kudus-Mu menerangi hati dan pikiran kami
Dan Firman-Mu menjadi senjata dan kekuatan kami
Sehingga kami berani melihat kekurangan-kekurangan kami
Dan berani menolak bahkan menjauhkan dari kehidupan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 12:1-11;

Yoh 12:1
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
Yoh 12:2
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
Yoh 12:3
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Yoh 12:4
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
Yoh 12:5
"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
Yoh 12:6
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Yoh 12:7
Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Yoh 12:8
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
Yoh 12:9
Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
Yoh 12:10
Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
Yoh 12:11
sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
---------

Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus

Saudaraku,
terlepas dari kenyataannya bahwa dosa-dosa kita manusia, yang membuat terpisah dengan Allah, Allah menginginkan kita jadi mempelainya.
Maka Allah dengan penuh kasih selalu menantikan pertobatan kita manusia yang dikasihi-Nya.
Allah ingin membangkitkan kita dan memenuhi kita dengan Roh Kudus.
Namun perlu kita sadari bahwa ketika hidup kita mulai menjadi saksi akan kasih Allah, seiring dengan itu ancaman untuk memadamkan kasih itu juga semakin besar.
Maka dengan segala daya upaya kita harus menjaga api Roh Kudus itu agar tetap menyala.
Berani mengorbankan kepentingan diri sendiri, kesenangan diri dan keinginan diri, seperti Maria yang meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya, karena hormat dan kasihnya kepada Tuhan Yesus.
Ancaman juga datang dari luar diri, godaan-godaan yang datang dari luar, jika tidak dipahami dengan benar, bisa menjerumuskan.
Contohnya pendapat Yudas Iskariot, bahwa minyak itu bisa dijual dan diberikan kepada orang miskin, bukankah jika dilihat sekilas juga masuk akal dan baik?

Saudaraku,
melalui baptisan kita hidup baru dalam Kristus, dan Roh Kudus tinggal dalam hidup kita dan Tuhan Yesus menghendaki hidup kita menjadi saksi-Nya.
Supaya semakin banyak orang melihat kebenaran dan hidup.
Maka mari perhatikan: ucapan, sikap dan perbuatan.
Sekecil apapun, kita harus selalu menyadari bahwa kita adalah ciptaan baru, seperti kata Rasul Paulus: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.(2Kor 5:17).
Sehingga apapun yang keluar dari diri kita adalah saksi kasih dan kebaikan Allah.
Saya ingatkan kembali bahwa suara gemuruh lautan terbentuk dari suara gelombang ombaknya.
Begitu juga dengan kasih yang terwujud dalam setiap kita akan menjadi kabar baik ke seluruh dunia.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 15 April 2019

Sungguh kami bergembira Ya Bapa
Kami melihat banyak anak-anak-Mu yang hidupnya berkenan dihadapan-Mu
Membawa warta sukacita dan penuh dengan belas kasih

Hati kami pun tergerak untuk mewujudkan kebaikan-Mu
Maka kami mohon ya Bapa
Kuasailah mulut dan tangan kami
Dan jika perlu paksalah kami
Supaya setiap hari kami semakin peduli kepada siapapun yang membutuhkan uluran tangan kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 22:14-23, 56;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 22:14
Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.
Luk 22:15
Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
Luk 22:16
Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."
Luk 22:17
Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.
Luk 22:18
Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."
Luk 22:19
Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
Luk 22:20
Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.
---------

Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu

Saudaraku,
dalam peristiwa hari minggu Palma ini, saya kembali mengajak Saudaraku untuk mengucap syukur kepada Allah.
Oleh karena kita memiliki Raja Baru dan kita dibawa masuk ke dalam Kerajaan-Nya, yang membuat orang buta melihat, yang membuat orang tuli mendengar, yang membebaskan orang tawanan dan yang memberi kabar baik kepada orang miskin.
Kerejaan Baru yang dibangun dengan kerendahan hati, melalui penderitaan dan salib.
Allah sendiri yang menghadirkan kerajaan-Nya kepada manusia, dan tidak bisa dipaksakan dengan cara apapun.
Sebab Kerajaan itu tumbuh dari dalam Roh dan mengubah hati dan pikiran orang yang mendengar Firman-Nya.
Maka untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Baru tersebut, orang harus taat kepada suara Roh Kudus.

Saudaraku,
kita semua dipanggil untuk menjadi kudus, bukan untuk menjadi orang terkenal.
Dan kita tidak dipanggil bukan hanya untuk sekedar baik dan menghindari dosa.
Namun untuk mengusahakan hidup kudus, sebab Tuhan kita adalah kudus dan kita telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Kristus, Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu.
Apakah itu berat?
Memang berat sebab harus melawan arus dunia, namun jika kita taat hidup dalam Roh Kudus kita akan tetap berdiri tegak dalam kekudusan.
Maka marilah kita tetap setia dalam doa dan saling mendoakan, saling menguatkan dengan demikian kita tetap hidup setia dalam pengharapan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 14 April 2019

Termakasih ya Bapa
Kami mendengar suara-Mu untuk masuk ke dalam kerajaan-Mu
Kami sangat berbahagia sebab telah Engkau pilih
Engkau selalu menyertai kami
Engkau memberikan kekuatan kami untuk hidup kudus

Kami mohon ya Bapa
Engkau menjauhkan hati dan pikiran kami dari hal-hal yang tidak berguna
Dan kami mohon Roh-Mu selalu menguatkan kami
Sehingga setiap hari Engkau mendapatkan kami tetap hidup dalam kebenaran

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin