"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 11:45-56;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 11:45
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
Yoh 11:46
Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
Yoh 11:47
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
Yoh 11:48
Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
Yoh 11:49
Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa,
Yoh 11:50
dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
Yoh 11:51
Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
Yoh 11:52
dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Yoh 11:53
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
---------

Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat

Saudaraku,
sebentar lagi ada pesta demokrasi di negara kita tercinta ini.
Pesta itu gembira dan sukacita dalam arti setiap warga negara memilih pemimpinnya dengan senang hati tanpa intimidasi dan paksaan.
Saya kira kita pantas mengucap syukur kepada Allah, atas berkatnya untuk bangsa kita sehingga hidup rukun dan damai.
Dan kita harus berdoa untuk para politikus dan calon pemimpin bangsa kita, supaya mata mereka melihat dan telinga mereka mendengar.
Sehingga agenda politik mereka tetap mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan sebagian kelompok.
Sebagai rakyat biasa kita hanya memiliki kuasa doa, tetapi untuk Saudaraku yang punya jabatan politik buatlah mujizat.

Saudaraku,
Tuhan kita Yesus Kristus mati disalibkan, memang dalam rencana besar Allah.
Tetapi... celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan.(Bdk Mat 26:24)
Kira-kira dalam 1 minggu sebelum menangkap Tuhan Yesus, orang-orang Farisi, ahli taurat dan para imam memainkan konspirasi politik, agar posisi mereka aman, juga tentang kekhawatiran mereka bahwa orang-orang Roma akan datang menguasainya.
Ini menjadi bahan permenungan kita bahwa: walaupun dunia menolak, orang kristiani itu hidupnya dalam rencana Allah untuk menghadirkan mujizat.
Saya sangat percaya bahwa Saudaraku semua mampu membedakan calon pemimpin, mana yang membawa mujizat dan mana yang hanya berlindung dibalik label agama.
Jika ada Saudaraku caleg atau mendukung calon tertentu, jangan merasa sok paling tahu lalu ikut koar-koar menyebarkan kekurangan dan keburukkan lawan, jika ingin orang mengikuti pilihan Saudara, buatlah mujizat, buatlah kebaikan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 13 April 2019

Terimakasih ya Bapa
Kasih-Mu yang sangat besar kepada kami
Dan karya-karya-Mu yang agung nyata dalam hidup kami
Engkaupun membuka mata iman kami
Sehingga kami melihat salib itu
Membuka pikiran kami bahwa dunia tidak selalu menerima kebaikan-Mu
Sehingga kami tetap bisa mengucap syukur apabila karena kasih-Mu kami ditolak

Kami mohon rahmat kekuatan Roh-Mu ya Allah
Untuk selalu bersemangat mewujudkan jubah kemenangan
Walaupun kami ini hanya sehelai benang
Namun kami percaya kasih-Mu akan menyatukan anak-anak-Mu
Dan Engkau sendiri yang akan menenunnya

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 10:31-42;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 10:33
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
---------
Yoh 10:36
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Yoh 10:37
Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
Yoh 10:38
tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
---------

jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu

Saudaraku,
saya senang apabila mendengar kesaksian orang-orang Kristiani yang mengalami mujizat, mengalami pertolongan Tuhan.
Betapa hebatnya *iman* kita, selalu memberikan jalan jika mengalami kesulitan dan memberi penghiburan saat-saat dalam kecemasan.
Sekaligus memelekkan mata kita bahwa Allah bekerja sampai hari ini, bukan hanya di zaman para nabi.

Saudaraku,
banyak pekerjaan Allah yang harus kita kerjakan, kita ini adalah anak-anak Allah.
Seperti alat yang jika tidak dipakai akan berkarat atau lapuk.
Apakah kita akan membiarkan diri kita berkarat?
Apakah kita akan membiarkan hidup kita lapuk?
Setiap hari Allah menyatakan kebaikan-Nya kepada kita, Ia menghendaki kita juga mengerjakan kebaikan itu, supaya semua orang melihat perbuatan yang baik dan memuliakan Bapa di sorga.(Bdk Mat 5:12)

Apakah ada diantara kita yang belum mengerti pekerjaan iblis?
Setiap perkataannya adalah dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.(Bdk Yoh 8:44)
Iblis adalah musuh kita, *menjadi pengeras suara bagi musuh adalah puncak dari kebodohan*.

Saudaraku,
tidakkah kita melihat karya-karya Allah nyata sampai hari ini?
Jika kita mau, kita bisa masuk dan terlibat dalam karya-karya itu.
Mungkin kita tidak bisa seperti bintang atau bulan dilangit, tetapi cukup berharga apabila hidup kita bisa menjadi lilin dikegelapan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 12 April 2019

Allah Bapa kami
Terkadang kami merasa kurang semangat
Dan merasa sudah kehilangan jalan
Kami menyadari itu godaan dari musuh
Tetapi sering kali kami tidak mau mengalahkannya

Ampunilah kami ya Bapa
Dan kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami rajin mengumpulkan senjata-senjata dan perbekalan untuk mengalahkan musuh
Yaitu dengan firman-Mu dan semua kebaikan-Mu yang menjadi perbendaharaan hidup kami
Sehingga hidup kami sepenuhnya adalah milik-Mu
Dan hidup kami adalah perwujudan pekerjaan-pekerjaan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 8:51-59;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 8:53
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
Yoh 8:54
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
Yoh 8:55
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
Yoh 8:56
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
Yoh 8:57
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
Yoh 8:58
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
--------

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita

Saudaraku,
Tuhan Yesus berkata bahwa Abraham bersukacita melihat-Nya.
Secara implisit menegaskan bahwa kehidupan kekal itu ada.
Tetapi orang-orang Yahudi yang punya pengalaman hebat bersama Allah dan punya tradisi turun-temurun menceritakan kebesaran Allah, tidak mengerti apa yang dikatakan Tuhan Yesus dan pekerjaan-pekerjaan Allah yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus.
Dan sampai hari ini pun tidak semua orang mengerti, memahami dan percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Allah sendiri yang oleh karena kasihnya kepada manusia, Ia berkenan menjadi manusia, menderita, dicaci dan disalibkan.

Saudaraku,
apabila kita saat ini melihat Tuhan Yesus dan percaya bahwa Ia adalah anak Allah, kita wajib bersuka-cita dan mengucap syukur.
Sebab semuanya itu bukan kita peroleh dari pikiran kita atau usaha kita sendiri melainkan oleh karena rahmat Allah dan Allah berkenan kepada kita.
Allah memilih kita untuk membawa kabar sukacita surga.
Seperti Tuhan Yesus ditolak oleh orang-prang Farisi dan ahli-ahli Taurat, kita pun agak ditolak.
Tetapi mari kita tetap hidup dalam Allah, menyatakan karya-karya Allah dalam kehidupan kita.
Ingatlah bahwa hidup kita dipilih Allah, dan hidup kita bercahaya.
Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang(Bdk Mrk 4:21), karena Kristus hidup kita diperhatikan oleh banyak orang.
Maka kita harus selalu menjaga ucapan, sikap dan perbuatan kita sebagai anak-anak Allah.
Sehingga dimanapun kita berada, kita selalu *membawa kehidupan*.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 11 April 2019

Terimakasih Bapa
Setiap hari ENgkau mencukupkan kebutuhan kami
Dan setiap hari Engkau mmeberikan penghiburan surgawi
Engkau menhendaki membawa kebaikan-Mu itu kepada setiap orang
Supaya setiap orang melihat dan merasakan kehidupan

Untuk itu kami mohon ya Bapa
Roh-Mu memberikan pengertian supaya kami selalu belajar dan taat kepada perintah-Mu
Dan dengan rendah hati kami datang kepadam-Mu
Jamahlah selalu hati dan pikiran kami
Agar tetap tulus kepada ketetapan-ketetapan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 8:21-30;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 8:31
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
Yoh 8:32
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Yoh 8:33
Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
--------
Yoh 8:39
Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
Yoh 8:40
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demiki
--------

Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu

Saudaraku,
apa yang kita yakini benar itu menjadi sangat-sangat penting, karena itu akan menentukan bagaimana kita hidup dan bagaimana kita melihat hidup.
Sebagai umat kristiani sangat-sangat jelas apa itu kebenaran yaitu jika kita tetap hidup dalam firman-Nya.
Tetapi apakah kebenaran itu selalu selaras dengan keinginan dan rencana kita?
Jawabanya: TIDAK
Rasul Paulus dengan sangat jelas menulis dalam Ibrani 4:12:
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Saudaraku,
pikiran dan perasaan kita sering menyesatkan, sebab daging ini lemah dan selalu menuntut.
Tetapi firman Allah selalu mengajak kita untuk memikirkan lebih dahulu apa yang akan kita perbuat.
Maka kita harus memiliki standar yang lebih tinggi dan lebih mulia daripada keinginan diri.
Jangan lantas berkata: ah namanya juga manusia..!
Mari coba kita melihat para martir, orang kudus santo dan santa dan semua orang yang hidupnya berkenan dihadapan Allah, mereka manusia biasa sama seperti kita.

Saudaraku,
banyak orang yang lebih suka menjadi orang ternama daripada orang yang rendah hati.
Baik dalam kehidupan sehari-hari atau hanya sekedar di medsos dan WA group misalnya.
Banyak yang merasa paling pintar, merasa paling tahu segalanya, lalu ujung-ujungnya juga menghakimi orang lain atau mengatakan orang lain bodoh.

Maka kesimpulannya:
Kebenaran itu mudah dilihat dan dipahami:
Lebih baik mengasihi daripada menyakiti.
Lebih baik membangun daripada merusak.
Jika tidak bisa memuji janganlah mencela.
Jika pernah melakukan kesalahan jangan menghakimi.
Dan seterusnya.. silahkan Saudaraku lanjutkan..

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 10 April 2019

Allah Bapa kami
Firman-Mu tinggal menetap dalam hati kami
Yang mendorong kami untuk hidup bijaksana dihadapan-Mu

Kami mohon ya Bapa kuatkanlah kami
Supaya tetap tekun hidup dalam perintah-Mu
Disaat pencobaaan datang dan menganiaya kami
Rasa khawatir dan takut seringkali membuat kami gelisah

Kami pegang Firman-Mu
Bahwa kesusahan sehari cukuplah sehari
Dan kami percaya kami akan bergembira di esok hari
Saat kami setia dan tekun hidup dalam kebenaran-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 8:21-30;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 8:23
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
Yoh 8:24
Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."
Yoh 8:25
Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
Yoh 8:26
Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."
Yoh 8:27
Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
Yoh 8:28
Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
--------

Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia

Saudaraku,
kita bisa menemukan dalam kitab perjanjian lama bagaimana Allah melepaskan bangsa Israel dari perbudakan.
Menyeberang laut kering, makanan turun dari langit, pagi dituntun dengan tiang awan dan malam hari dituntun dengan tiang api.
Allah bukan hanya menunjukkan kasih tetapi juga *demontrasi kekuasaan.*
Tetapi... mereka tidak pernah bisa bersyukur dan lebih banyak bersungut-sungut.

Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
(Bil 21:5-6)
Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
(Bil 21:9)

Saudaraku,
kita berada di minggu terakhir dalam masa prapaskah, penting untuk kembali memeriksa diri kita kembali.
Memeriksa kebiasaan-kebiasaan kita sehari hari yang kurang menghargai pemeliharaan Allah, keluh-kesah dan sunggut-sungut.
Juga memeriksa pula kebiasaan-kebiasaan yang membawa kita kepada perilaku jahat.
Dan memeriksa pengeluaran kita mungkin ada yang boros, mungkin lebih banyak untuk memikirkan perut dan kesenangan diri, sehingga lupa sedekah.

Saudaraku,
Tuhan Yesus semasa hidupnya telah mengajar dan memberikan banyak teladan tentang hidup yang berkenan dihadapan Allah.
Tuhan Yesus telah ditinggikan di kayu salib, untuk kemenangan kita.
Dan sampai hari ini, Roh-Nya hadir dalam hidup setiap orang yang percaya dan memberikan kekuatan untuk mengalahkan dosa, supaya tidak binasa.
Mari bersama Tuhan Yesus kita menghadirkan kasih Allah, supaya setiap orang hidup.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 9 April 2019

Dengan penuh pengharapan atas cinta kasih-Mu yang besar itu
Kami menghadap-Mu seperti seorang yang sakit yang memohon kesembuhan
Kami datang kepada-Mu ya Bapa sumber hidup
Kami mohon sembuhkanlah kami
Kuasailah hati dan pikiran kami
Sehingga hari-hari yang kami lalui adalah untuk kemuliaan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin