"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 10:31-42:

Ayat 31-28:

Yoh 10:31
Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
Yoh 10:32
Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
Yoh 10:33
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
Yoh 10:34
Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
Yoh 10:35
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah?sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan?,
Yoh 10:36
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Yoh 10:37
Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
Yoh 10:38
tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
---------

Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?

Saudaraku,
Orang Yahudi melihat yang telah diperbuat oleh Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak bisa melihat "perbuatan" itu.
Melihat tidak cukup dengan mata, tetapi membutuhkan "telinga yang mendengar".
Maksudnya mata kita tidak bisa meng-identifikasi atau mengenali apa yang dilihatnya, jika belum punya ada dalam "pustaka hidup" kita.

Saudaraku,
dengan berbagai cara dan usaha, hendaknya kita selalu membarui pustaka hidup kita.
Dan kita harus selalu menyadari dan mengakui kekurangan-kekurangan kita.
Seperti seorang anak yang bijaksana, jika merasa "lemah" ia akan berusaha selalu dekat dengan ayahnya.
Janganlah menjauh dari Allah.
Dan perhatikan dengan seksama, "dunia" selalu berusaha dengan segala cara untuk menjauhkan kita dari Allah.
Ketika kita jauh dari Allah, coba perhatikan hidup kita selalu "bimbang", oleh karena keinginan daging.
Tetapi jika kita selalu "hidup didalam Allah", dari pandangan pertama saja kita dengan sangat mudah "mengenali" keinginan daging.
Dan Ruh Kudus memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap hidup dalam ketaatan.

Saudaraku,
banyak pekerjaan-pekerjaan Allah "yang dipercayakan kepada kita".
Maka mari kita jaga hidup kita dengan sungguh-sungguh supaya "tidak dikalahkan oleh kelemahan-kelemahan kita".
Percayalah, Tuhan Yesus telah melalui salib, Ia pasti tidak akan membiarkan kita sendirian dalam kelemahan kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau hidup dalam hidup kami
Supaya mata kami melihat jalan keselamatan
Tetapi dunia selalu lebih menarik
Maka kami mohon rahmat kekuatan untuk menolak keinginan daging
Dan jika perlu paksalah kami supaya kami setia hidup dalam ketaatan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 8:51-59:

Yoh 8:51
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Yoh 8:52
Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Yoh 8:53
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
Yoh 8:54
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
Yoh 8:55
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
Yoh 8:56
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
Yoh 8:57
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
Yoh 8:58
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Yoh 8:59
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
--------

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati!

Abraham, adalah “bapak iman” kita.
Dia percaya bahwa, meskipun dia dan Sarah sudah tua, mereka akan mempunyai seorang anak.
Dan dengan kuasa Allah, Sarah mengandung dan melahirkan Ishak.
Namun Ishak bukanlah anak perjanjian yang sesungguhnya.
Janji yang dijanjikan bukanlah tanah yang luas dan keturunan yang banyak.
Karena Abraham berdedikasi total dalam melakukan kehendak Tuhan, ia bahkan rela menyerahkan putranya, Ishak, sebagai korban persembahan.
Tuhan menahan tangannya dan Ishak tidak jadi dikorbankan.
Dan di dalam Yesus, anak perjanjian yang sejati, Bapa menggenapi sumpah itu.
Abraham tidak harus menyerahkan Ishak, namun Allah Bapa kita memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk membawa keselamatan bagi kita.

Saudaraku,
saat ini kita berjalan di jalan keselamatan itu.
Maka marilah kita tetap fokus kepada tujuan kita, yaitu hidup kekal dalam kemuliaan Allah.
Terlebih dalam masa prapaskah ini, kita diajak untuk mengendalikan dan menolak segala bentuk hawa, nafsu dan rasa.
Dan kita harus selalu melatih diri agar selalu siap "menyalibkan" segala bentuk cinta diri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah menjadikan kami anak-anak perjanjian
Melalui Tuhan Yesus Putera-Mu, Engkau menuntun setiap langkah kami di jalan keselamatan
Kami mohon ampunilah kekurangan dan dosa kami
Dan kami selalu merindukan rahmat-Mu setiap hari
Yang menjadi sumber kekuatan kami untuk tetap setia hidup dalam kehendak-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Yohanes 8:31-42:

Yoh 8:31
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
Yoh 8:32
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Yoh 8:33
Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
Yoh 8:34
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Yoh 8:35
Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
Yoh 8:36
Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Yoh 8:37
"Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
Yoh 8:38
Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
Yoh 8:39
Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
Yoh 8:40
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
Yoh 8:41
Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
Yoh 8:42
Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
--------

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka

Saudaraku,
inilah sifat manusia:
Selalu ingin bebas melakukan sesuatu, dengan caranya.
Selalu ingin hidup bebas dengan aturannya sendiri.
Selalu ingin bebas mengambil keputusan dengan caranya sendiri.
Lalu tentunya selalu ingin menolak perintah dari orang lain.
Maka ketika menolak perintah orang lain, sesungguhnya ada "konflik" dengan dirinya sendiri.
Demikian pula dengan perintah-perintah Allah.

Saudaraku,
saya percaya hampir setiap orang, percaya keberadaan Allah, entah bagaimana caranya mengungkapkan atau menyikapi kepercayaan itu.
Tetapi tidak semua sanggup menerima "batasan-batasan" dari Allah.
Padahal jika percaya bahwa Allah adalah Mahabaik dan Maha Mengetahui, tentunya segala bentuk batasan adalah untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Misalnya supaya kita tidak masuk kedalam jerat dosa dan dalam bahaya.
Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. bukan lagi orang yang merdeka.

Saudaraku,
Tuhan Yesus telah membeli kita dengan darah-Nya dengan wafat di kayu salib.
Tuhan Yesus telah memerdekakan kita dari budak dosa.
Kalau saya menyikapinya dengan menjadi "budak Tuhan Yesus", tetapi bukan berarti hubungannya seperti budak dan tuan.
Tetapi oleh karena belas kasih Allah, yang telah memelihara saya.
Dengan menyikapi seperti itu, "ketaatan" bukan lagi oleh karena "perintah", tetapi oleh karena mengasihi Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Melalui salib Engkau telah membebaskan kami dari budak dosa
Dan dengan kebangkitan-Mu Engkau menyediakan tempat bagi kami di sorga
Kami percaya Engkau selalu menjaga kami supaya kami tidak kembali kepada dosa
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Sehingga dalam segala keadaan Kau dapati kami setia

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 1:16, 18-21, 24;

Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
--------
Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
--------
Mat 1:24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
--------

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri

Saudaraku,
banyak orang yang kesulitan bahkan menolak dengan konsep "kelahiran dari perawan".
Karena hal itu belum pernah terjadi di sunia ini.
Ini adalah peristiwa yang unik dan tidak bisa diulang.
Termasuk Bunda Maria saat menerima kabar sukacita itu:
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"(Luk 1:34)
Faktanya jika kita mau melihat mujizat yang dibuat Tuhan Yesus, itu juga suatu ketidakmungkinan.
Namun itu semua yang membentuk landasan kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus.
Dan tentunya sayapun percaya kita masing-masing "punya pengalaman ajaib" dalam hidup bersama Tuhan Yesus.

Saudaraku,
bukti kebangkitan Tuhan Yesus adalah suatu penjelasan yang masuk akal dan sesuai fakta.
Sekaligus menguatkan bahwa Yesus adalah manusia sekaligus Tuhan.
Maka saya mengajak, pikirkan apa yang Saudara percayai tentang Tuhan Yesus.
Apakah yang Saudara harapkan dari Tuhan Yesus.
Menurut saya itu sangat penting bagi perjalanan hidup kita di dunia ini.

Saudaraku,
manusia terpisah dengan Allah karena "dosa".
Dosa seperti jurang pemisah yang besar antara manusia dengan Allah.
Tuhan Yesus lahir didunia sebagai manusia "menjadi jembatan" supaya kita bisa sampai kepada Allah.
Jadi Tuhan Yesus lahir ke dunia, wafat dan bangkit bukan hanya sekedar cerita sejarah.
Tetapi untuk "menjadi jalan" bagi setiap manusia supaya selamat sampai kepada kekekalan bersama Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Sungguh kami mengucap syukur Engkau mengampuni dosa-dosa kami
Dan melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau membawa kami kepada hidup
Kami mohon jagalah kami dan berilah kami keberanian dan kekuatan untuk tetap menjaga kekudusan
Supaya kami tidak kembali kepada keduniawian

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Yohanes 8:1-11;

Yoh 8:1
tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
Yoh 8:2
Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Yoh 8:3
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Yoh 8:4
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Yoh 8:5
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Yoh 8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Yoh 8:7
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Yoh 8:8
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Yoh 8:9
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Yoh 8:10
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Yoh 8:11
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
--------

Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu

Saudaraku,
tampaknya orang-orang Farisi tidak berani menampilkan "kemunafikannya" di depan Tuhan Yesus.
Tidak ada seorangpun diantara mereka yang melempari batu kepada perempuan yang kedapatan berbuat zinah itu.
Disi lain Tuhan Yesus juga mengajak perempuan itu untuk menyadari dosa-dosanya dan bertobat.
Orang-orang Farisi yang semula ingin menjebak Tuhan Yesus, terjebak sendiri oleh hukum yang sama.

Saudaraku,
manusia selalu mengidentifikasi orang berdosa dengan dosanya, misalnya oow.. itu si Anu yang korupsi itu ya, kapan keluarnya dari penjara.
Sikap seperti itu "menutupi jalan pengampunan" untuk dirinya sendiri.
Sebab akan sangat sulit melihat dan mengakui kekurangan dan kesalahannya sendiri.

Saudaraku,
manusia hanya bisa melukai dan menghancurkan, tetapi tidak bisa menyembuhkan dan menciptakan.
Engkau bisa memotong ranting pohon, tetapi engkau tidak bisa menumbuhkan ranting.
Oleh karena itu setiap saat kita harus menyadari, jangan pernah melukai apapun dan siapapun.
Kita telah menerima pengampunan, maka mari kita *menempatkan diri dalam hubungan yang benar sengan Allah*.
Supaya kita tidak kembali kepada dosa.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah mengampuni dosa-dosa kami
Dan Engkaupun memberikan rahmat kekuatan untuk hidup dalam kekudusan
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak-Mu
Dan terangilah jalan kami dengan Terang Roh Kudus
Supaya dalam keadaan apapun, Kau dapati kami setia hidup dalam kehendak-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa