"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 2:13-25;

Ayat 13-22:

Yoh 2:13
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yoh 2:14
Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Yoh 2:15
Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Yoh 2:16
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
Yoh 2:17
Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."
Yoh 2:18
Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
Yoh 2:19
Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
Yoh 2:20
Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
Yoh 2:21
Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
Yoh 2:22
Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
--------

Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri

Saudaraku,
Tuhan Yesus marah karena dalam Bait Suci didapatinya banyak pedagang dan penukar uang.
Kemarahan adalah bagian dari "keberadaan manusia".
Dengan sangat jelas Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa kita harus marah kepada segala sesuatu yang mengganggu atau merusak "kesatuan kita dengan Allah".
Bait Suci adalah simbol atau tempat dimana manusia "bersekutu dengan Allah".

Saudaraku,
kita harus "marah" dan mengusir segala hal yang merusak persekutuan kita dengan Allah.
Yaitu semua keinginan hati yang tidak teratur dan yang lekat dengan kenikmatan daging.
Kita harus berani melawan segala bentuk keinginan hawa nafsu dan segala bentuk dorongan hati yang mementingkan hal-hal lahiriah.
Janganlah kita "terjebak" oleh segala bentuk "kebanggaan diri".

Saudaraku,
Tuhan Yesus wafat disalibkan supaya kita "hidup".
Maka hanya dengan melalui salib, kita bisa memperoleh hidup.
Yaitu dengan hidup mengikuti "jejak Kritus".
Tetaplah rendah hati dalam segala hal, sebab "pengetahuan kita" tidak selalu cukup untuk menyikapi segala sesuatu.
Dan bersabarlah dalam setiap ketidaknyamanan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami sangat sadar, pikiran dan perasaan sering menyesatkan
Maka kami ingin selalu berada didekat-Mu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Supaya tidak terjebak dalam keramaian duniawi

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil lUkas 5:1-3, 11-32;

Ayat 1-2:

Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
----------

Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka

Saudaraku,
dalam banyak perumpamaan, Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk menghakimi orang berdosa.
Tetapi menyelamatkan mereka supaya mereka memperoleh hidup.

Saudaraku,
masalah utama dalam diri manusia terhadap dosa atau kejahatan adalah bahwa kejahatan adalah sesuatu yang diluar diri kita.
Padahal semua kejahatan bersumber dari dalam diri manusia yaitu dorongan hawa, nafsu dan rasa.
Jarang sekali orang yang mau meihat dirinya sendiri atas setiap kejadian yang dialaminya.
Cenderung menyalahkan segala sesuatu diluar dirinya.

Saudaraku,
Injil dengan jelas mengajarkan kepada kita:
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
(Yak 1:14-15)
Maka jika seseorang tidak berani melihat dirinya sendiri, ia tidak akan pernah bisa menerima ajaran Tuhan Yesus.
Oleh karena itu menjadi permenungan untuk kita.
Bagaimana hidup kekristenan kita, apakah Tuhan Yesus sungguh-sungguh hadir dalam hidup kita sehari-hari?

Saudaraku,
kehendak Tuhan selalu ditujukan untuk kebaikan kita.
Dosa menghalangi kita melakukan kehendak Allah, menghalangi kita untuk mengalami kebaikan dan melakukan kebaikan.
Maka setiap detik kita harus menyadari bahwa kita telah diselamatkan, jangan berbuat dosa lagi.
Kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."(Bdk Yoh 8:11)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami
Engkau membawa kami dari kematian menuju hidup
Setiap hari kami mendengarkan Engkau
Dan selalu berusaha untuk taat kepada-Mu
Kami pun menyadari daging ini lemah
Maka kami mohon berilah kami keberanian dan kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk dorongan cinta diri
Dan kami mohon kuasailah hati kami dengan belas kasih-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 21:33-43,45-46;

Ayat 33-43:

Mat 21:33
"Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Mat 21:34
Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Mat 21:35
Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
Mat 21:36
Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
Mat 21:37
Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
Mat 21:38
Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Mat 21:39
Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
Mat 21:40
Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
Mat 21:41
Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
Mat 21:42
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Mat 21:43
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
---------

Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu

Saudaraku,
dalam perumpamman ini:
Allah tentu saja adalah pemilik tanah.
Kebun anggur adalah kerajaan Allah.
Penggarapnya adalah orang Israel.
Hasilnya adalah "buah kehidupan", "buah kasih", yaitu cinta kepada Tuhan dan cinta kepada sesama.
Para hamba adalah barisan panjang nabi yang diutus Tuhan untuk memperingatkan Israel agar mengubah cara hidupnya.
Dan tentu saja, putranya adalah Tuhan Yesus, yang di sini menyatakan nubuatan lain, bahwa ia juga akan dibunuh.
Penyewa baru adalah orang-orang terpilih yang baru.
Mereka adalah orang-orang bukan Yahudi.
Mereka adalah kita.

Saudaraku,
jadi peringatan bagi kita, bahwa Allah menuntut kita untuk "berbuah".
Ingat pohon berbuah bukan untuk dirinya sendiri.
Ingatlah pula jumlah buah masing-masing pohon tidaklah sama.
Maka marilah dengan berbagai cara mengusahakan supaya hidup kita "bermanfaat baik" bagi setiap orang dihidup kita.
Selalu membarui iman kita, waspada dan rajin berbakti kepada Allah.
Pergunakanlah setiap sarana dan kesempatan untuk mencapai kemajuan dan perkembangan rohani.
Pencapaian kita dalam kehidup rohani selaras dengan makin kuatnya kita dapat mengendalikan nafsu di dalam diri kita.
Kerohanian kita tumbuh selaras dengan seberapa kuatnya kita mengendalikan segala bentuk hawa nafsu rasa di dalam diri kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus Kristus
Engkau memilih kami untuk berbuah
Maka setiap detik kami membutuhkan rahmat-Mu
Untuk menolak segala bentuk godaan hawa nafsu rasa
Dan kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan belas kasih-Mu
Terangilah jalan kami dengan Cahaya Roh Kudus

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 16:19-31;

Luk 16:19
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Luk 16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
Luk 16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Luk 16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Luk 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Luk 16:24
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Luk 16:25
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Luk 16:26
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
Luk 16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
Luk 16:28
sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Luk 16:29
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Luk 16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Luk 16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
---------

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham

Saudaraku,
saat orang kaya tersebut mati pasti banyak sekali yang menangisinya dan mengantarkan sampai ke pemakaman.
Tetapi saat Lazarus mati, tidak ada yang menangisinya.
Bahkan mungkin mayat Lazarus tidak ada yang menguburkannya, hanya dibuang saja ke tempat sampah.

Saudaraku,
kematian selalu menjadi hal yang menakutkan, termasuk bagi orang kristiani, sekalipun percaya Tuhan Yesus telah menyediakan tempat di surga.
Ketakutan itu menurut saya sangat wajar.
Tetapi yang paling utama yang harus kita sadari setiap detik adalah: setiap detik kita harus hidup layak dihadapan Allah.
Terlebih kita tidak pernah mengetahui kapan waktu itu tiba.
Oleh karena itu "manfaatkanlah waktu" untuk bersiap masuk kedalam kekekalan.

Saudaraku,
untuk mengikuti jejak Kristus kita harus sanggup mengabaikan segala kesia-siaan dunia.
Didalam Kritus kita mendapat terang dan kita telah dibebaskan dari kebutaan.
Kesia-siaanlah mencari kekayaan yang fana.
Kesia-siaanlah mengejar kehormatan dan membanggakan diri.
Kesia-siaanlah menuruti keinginan daging.
Karena segala bentuk kenikmatan hawa nafsu adalah "noda" dan akan kehilangan rahmat Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah membuat kami melihat
Terimakasih Engkau telah membuat kami mendengar
Dan kami mengucap syukur Engkau dengan sabar dan penuh kasih mengajari kami untuk matiraga
Berani menyalibkan daging dan tunduk kepada pimpinan-Mu
Kami sadar setiap detik adalah pertempuran
Maka kami mohon rahmat-Mu untuk selalu waspada terhadap setiap dorongan hawa nafsu rasa

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Matius 20:17-28;

Ayat 20-28:

Mat 20:20
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Mat 20:21
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
Mat 20:22
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."
Mat 20:23
Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
Mat 20:24
Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
Mat 20:25
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Mat 20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
Mat 20:27
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Mat 20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
---------

Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu

Saudaraku,
apakah salah jika seorang ibu menginginkan anaknya memperoleh yang terbaik?
Saya kira ibu anak-anak Zebedeus adalah ibu ynag baik.
Dan saya yakin jika anak-anaknya mendengar keinginan ibunya tersebut, maka mereka juga ingin memberikan yang terbaik kepada ibunya.

Saudaraku,
semua pencapaian di dunia ini tidak ada yang didapatkan tanpa kerja keras.
Termasuk usaha kita untuk menjaga kesetiaan hidup kita dalam iman.
Kita membutuhkan kalori rohani yang banyak.
Sebab pengabdian kita kepada Tuhan di dunia ini adalah "bekal" untuk kelak masuk kedalam kekekalan.
Pengabdian kita kepada Allah di dunia ini harus melebihi pengabdian kita terhadap hal-hal duniawi.
Oleh karena itu jangan cepat puas diri dalam pencapaian hidup rohanimu.

Saudaraku,
semua kegiatan lahiriah hendaknya tidak terpisah dengan "muatan rohani".
Artinya libatkanlah Allah dalam semua aktivitas kita.
Supaya dalam segala keadaan, hidup kita tetap berada dijalan Allah.
Hiduplah dalam ketekunan dengan cinta kepada Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon ampunilah kami
Sebab terkadang kami kurang semangat saat mengalami pencobaan-pencobaan
Kami sadar bahwa daging ini selalu menuntut dan selalu ingin dilayani
Maka kami mohon ajarilah dan doronglah kami untuk matiraga setiap hari
Supaya dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia hidup dalam kehendak-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa