Bangunlah adalah kata pertama yang dipakai oleh Gusti Yesus ketika menyembuhkan orang lumpuh di kolam Betesda.
Mukjijat terjadi lagi hari ini, sehingga refrein suka cita menggema lagi dalam batin kita yang membaca dan merenungkan sabda. Kita semua diingatkan bahwa Gusti Allah sungguh hadir dan menemani perjalanan kita.
Dari antara kita, ada yang menghayati panggilan sebagai selibater, tidak menikah dan panggilan hidup ber-keluarga. Di atas semua itu, kita semua dipanggil untuk bahagia karena karya baiknya...
Ada kisah ketika seseorang selalu merasa hatinya teriris ketika mengingat sebuah peristiwa. Seluruh waktu terasa gelap dan sesak, manakala teringat pengalaman itu. Marah dalam hati tiba-tiba terasa menggunung seperti mau pecah. Sekian lama, dia tidak bisa melihat suka cita. Sekian lama pula hatinya tak sanggup merenung tentang Gusti Allah yang maha baik.
Namun, ketika hatinya bisa menerima dan mengampuni seketika itu pula suka cita memenuhi hati. Bagaikan taman, hatinya penuh dengan bunga warna warni dan keharuman. Dengan mudah, bibirnya menyunggingkan senyuman dan melontarkan sapaan ramah yang jenaka.
Harinya terasa ringan dan apapun yang terjadi baik yang menyenangkan maupun tidak, hatinya tak lagi gampang was-was dan kawatir..
Bangunlah adalah sabda yang membuat kita terhenyak dan bangkit. Bangunlah menjadi kata yang penuh dengan daya agar kita meninggalkan pikiran manusia kita dan mengikuti Gusti. Sebab, seperti orang lumpuh itu, ketika ia percaya dan bangkit ia disembuhkan Gusti
Sering kita mengatakan sulit. Memberi maaf seolah kita memberi anugerah tak terkira. Padahal, memberi maaf sebetulnya adalah upaya kita menyembuhkan diri sendiri.
Dalam masa pertobatan ini, pergulatan kita adalah dua (2), yaitu pertama membangun penyesalan untuk mendapat pengampunan dan kedua membangun suka cita agar bisa mengampuni.
Maka, bangunlah menjadi ajakan untuk kita semua menjadi sembuh dan mengembalikan hati kita penuh dengan suka cita. Inilah panggilan hakiki kita semua.
Banyak karya baik Gusti Allah mengalir bagaikan air (bacaan I, Yeh 47:1-9.12) yang membuat kita ber suka cita. Namun, penderitaan manusia (Yoh 5:1-16) membuat kita sulit bersuka cita mengidungkan pujian Mazmur hari ini
Sdri/sdr... Kendati Corona masih meliputi media sosial dan berita, mari bangunlah jangan kehilangan suka cita. Agar hati kita tidak dipenuhi rasa was-was dan kawatir. Kita doakan para pejuang kita, tim medis yang berjibaku demi kesehatan kita semua kendati kelelahan dan minim alat perlindungan diri. Kita doakan juga semua saudara yang bekerja harian, yang membuat mereka terpaksa pergi dari rumah. Semoga semua mengupayakan PHBS (Pola Hidup Bersih & Sehat) dengan baik.
Dengan percaya dan suka cita, kita doakan semua agar tetap bergembira dan sehat menjalani semua tugas dan pekerjaan agar Corona segera dituntaskan.
Tuhan memberkati kita semua
Berkah dalem
