"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 12:39-48;

Luk 12:39
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
Luk 12:40
Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."
Luk 12:41
Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
Luk 12:42
Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
Luk 12:43
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Luk 12:44
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
Luk 12:45
Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
Luk 12:46
maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.
Luk 12:47
Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
Luk 12:48
Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
-----------

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang

Saudaraku,
kewaspadaan disamakan dengan pengelolaan yang teliti, sedangkan perlakuan yang kasar terhadap orang lain atau pemanjaan diri disamakan dengan kurangnya kewaspadaan dan perselingkuhan.
Hukuman didasarkan pada tingkat tanggung jawab.
Tidak ada pembebasan berdasarkan ketidaktahuan.
Gambarannya adalah sebuah rumah tangga besar yang hidup dalam ketegangan.
Sang majikan sedang pergi.
Ia dapat kembali kapan saja.
Kesiapsiagaan adalah inti dari perumpamaan ini.

Saudaraku,
konsekuensinya adalah tuan hamba itu akan datang pada hari yang tak terduga dan pada waktu yang tak diketahui, lalu menghukum hamba itu dengan keras dan menempatkannya bersama orang-orang yang tidak setia.
Ada cerita:
letakkan katak di dalam wadah yang dipanaskan dengan sangat lambat dan ia akan kehilangan kekuatannya untuk melompat keluar ketika air itu mulai membakar kulitnya.
Perumpamaan hamba yang setia ini, mengajarkan bahwa beberapa dosa pantas mendapatkan “hukuman ringan,” sementara yang lain pantas mendapatkan hukuman yang lebih berat dan hamba pertama dikutuk oleh dosa berat, yang menghancurkan kasih di hati manusia dengan pelanggaran berat terhadap hukum Tuhan, dosa ini menjauhkan manusia dari Allah.

Saudaraku,
manusia mengumpulkan perbendaharaan perbuatan baik mereka sendiri melalui Kristus.
Setiap orang akan menerima pahala segera setelah kematian sesuai dengan perbuatan dan iman mereka.
Dan yang sangat penting untuk kita perhatikan: Tuhan Yesus akan datang menemui kita saat Dia siap, BUKAN saat kita siap.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 22 Oktober 2025

Tuhan Yesus
Kami mohon rahmat kekuatanMu untuk setia hidup dalam ketaatan
Bukan oleh karena takut hukuman, tetapi karena Engkau telah mengangkat kami dari keduniawian kepada hidup
Dan Engkaupun telah memiiih hidup kami untuk menghadirkan belas kasih dan kuasa dari Allah yang hidup

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Lukas 12:35-38;

Luk 12:35
"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
Luk 12:36
Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
Luk 12:37
Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
Luk 12:38
Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.
------------

Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang

Saudaraku,
ada dua keadaan manusia, satu bermusuhan dengan Allah dan yang lainnya berdamai dengan Allah.
Mereka yang berdamai dengan Allah telah mencapai keadaan itu melalui akses kepada kasih karunia Yesus Kristus.
Melalui Kristus, kita memiliki harapan bahwa kita akan hidup damai selamanya dalam pelukan Tritunggal Mahakudus.
Tanda keberadaan itu setiap hari adalah bekerjanya Roh Kudus di dalam kita.
Ketaatan Kristus kepada Bapa, dengan rela menyerahkan diri-Nya kepada maut meskipun Ia tidak layak menerimanya, mendatangkan pembebasan dan kehidupan bagi semua orang yang menerima kasih karunia-Nya.

Saudaraku,
kita dipanggil untuk waspada dan aktif dengan setia dalam kehidupan ini, untuk memelihara orang lain melalui pelayanan kita.
Oleh karena itu kita harus setia hidup dalam kekudusan.
Artinya kita harus selalu siaga dan berjaga-jaga supaya kita tidak mudah disesatkan oleh berbagai macam tipu daya keinginan daging.
Menekankan kesatuan kebenaran.
Hanya ada satu kebenaran dan kebenaran itu menunjuk pada Kebenaran Tertinggi, yaitu pribadi Kristus.
Ia menegaskan bahwa iman dan akal budi tidak hanya selaras, tetapi juga tak terpisahkan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 21 Oktober 2025

Allah Bapa kami
Engkau membawa kami kepada PuteraMu Tuhan kami Yesus Kristus
Didalam Kristus Engkau nytakan belas kasih dan kuasaMu
Dan kami sungguh-sungguh mnegalami Allah yang hidup
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kewaspadaan
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh segala bentuk cinta diri

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa

Injil Lukas 12:13-21;

Luk 12:13
Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
Luk 12:14
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
Luk 12:15
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
Luk 12:16
Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
Luk 12:17
Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
Luk 12:18
Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
Luk 12:19
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
Luk 12:20
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Luk 12:21
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
---------

Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Saudaraku,
pagi ini, Tuhan Yesus berkata, bayangkan kita memenangkan undian berhadiah satu milyar rupiah.
Apa yang akan kita lakukan dengan uang itu?
Apakah pikiran kita langsung tertuju pada semua barang menyenangkan yang bisa kita beli, apakah pikiran kita tertuju pada masa pensiun, rumah yang lebih besar atau apakah pikiran kita tertuju pada apa yang Tuhan inginkan dari kita dengan uang itu, karena Dia telah memberkati kita dengan uang itu?
Bukannya Tuhan tidak ingin kita menikmati hidup, Tuhan menyediakan agar kita dapat menyediakan bagi orang lain.
Tuhan memberkati kita, agar kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Pria dalam perumpamaan itu bahkan tidak berhenti sejenak untuk merenungkan mengapa ia menerima kekayaan yang melimpah, ia berasumsi itu semua untuk kebaikannya.

Saudaraku,
kita hidup dalam masyarakat yang berkelimpahan dan kita cenderung bertindak seolah-olah hidup DIUKUR dari seberapa banyak yang kita miliki.
Kapankah kelimpahan menjadi keserakahan atau materialisme di mana kita hanya mengumpulkan barang-barang atau memberikannya hanya karena kita bisa?
Kita akhirnya mengumpulkan lebih banyak harta di bumi.
Terkadang motivasi kita menimbun harta di bumi terutama kekayaan bukanlah keserakahan atau materialisme, melainkan kekhawatiran, kekhawatiran bahwa suatu hari nanti tidak akan ada cukup uang.
Itu adalah pola pikir "kekurangan".
Tentu saja tidak ada yang salah dengan menabung.
Saya percaya menabung untuk masa depan adalah baik dan sesuai prinsip dalam Injil.
Saya percaya Tuhan menghendaki kita menabung dan merencanakan masa depan.
Namun, kita bisa bertindak berlebihan dan terus mengumpulkan harta, lebih banyak harta, dan lebih banyak uang.
Ini bisa sama berbahayanya dengan menimbun harta karena keserakahan, dilakukan karena kekhawatiran atau kecemasan akan masa depan.

Saudaraku,
bagaimana dengan iman?
Apakah kita percaya kepada Tuhan yang menyediakan kebutuhan kita?
Tuhan Yesus ingin kita mematahkan "belenggu keserakahan dan materialisme", seperti apa yang Tuhan Yesus katakan, "di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."
Jika kita menempatkan harta kita pada harta benda, di mana hati kita?
Pada hal-hal yang materialistis.
Jika kita menempatkan harta kita pada prioritas Tuhan, di manakah hati kita?
Hati kita perlahan-lahan akan terfokus pada Tuhan dan prioritas-Nya.
Keduanya selalu terkait karena kita menempatkan uang kita pada prioritas kita yang sebenarnya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 20 Oktober 2025

Tuhan Yesus
Terimakasih unruk berkatMu dan pemeliharaanMu
Sungguh kami percaya semuanya itu ENgkau sedikan untuk kemuliaanMu
Engkau telah memilih kami untuk menyatakan belas kasih dan kuasaMu
Kami mohon berilah kami hati yang penuh ucapan syukur
Supaya kami tidak terikat oleh segala bentuk tipu daya keinginan daging

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 18:1-8;

Luk 18:1
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Luk 18:2
Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
Luk 18:3
Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
Luk 18:4
Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
Luk 18:5
namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
Luk 18:6
Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Luk 18:7
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Luk 18:8
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
-------

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Saudaraku,
Salah satu hal yang menggetarkan dalam Injil adalah ketika kita membaca kisah-kisah penyembuhan ajaib yang Tuhan Yesus lakukan. Berkali-kali Ia "berdoa".
Hal ini menginspirasi kita untuk melihat belas kasihan Allah atas penderitaan umatNya.
Bahkan hingga hari ini, kita menyaksikan Tuhan Yesus berdaulat atas hidup kita.
Seseorang dapat memperoleh kekekalan dengan tubuh yang sakit dan berpenyakit, tetapi seseorang dengan jiwa yang sakit dan berpenyakit tidak akan pernah bisa masuk surga, inilah nilai doa, makna yang kekal.

Saudaraku,
ketika Petrus hampir gagal, Tuhan Yesus tidak melakukan mukjizat untuk melindunginya, tetapi Ia berdoa untuk Petrus.(Lukas 22:32)
"Tetapi Aku telah berdoa untukmu, Simon, agar imanmu jangan gugur. Dan ketika engkau berbalik, kuatkanlah saudara-saudaramu." Sebagaimana peristiwa penyaliban Yesus terjadi, kita tahu bahwa Petrus gagal total dan menyangkal Yesus tiga kali pada malam yang mengerikan itu. Tuhan Yesus berdoa memohon kekuatan Tuhan untuk melindungi Petrus dan membangun imannya.
Ia tidak mengambil tanggung jawab untuk melindungi Petrus dari kekuatan yang bekerja malam itu.
tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.(Lukas 22:32)

Saudaraku,
berkali-kali dalam kisah-kisah Injil, Tuhan Yesus menunjukkan kepada kita bahwa doa itu berharga, sebuah waktu untuk pembaruan dan penguatan.
Tuhan Yesus mewariskan teladan kehidupan doa yang dinamis dan penuh pengabdian untuk kita ikuti.
Rasul Paulus mengingatkan kita dalam segala doa dan permohonan: Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.(Bdk Ef 6:18)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 19 Oktober 2025

Tuhan Yesus
Engkaulah teladan yang sempurna dalam kehidupan iman kami
Dan Engkau menghendaki kami untuk setia hidup bertekun dalam doa
Kamipun selalu percaya bahwa doa adalah mahakuasa
Kami percaya Engkau memberikan rahmat kekuatan kepada kami untuk setia berharap dan hidup dalam ketekunan
Kami mohon ajarilah kami berdoa dan setia hidup dalam pengharapan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Lukas 10:1-9;

Luk 10:1
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Luk 10:2
Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Luk 10:3
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
Luk 10:4
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
Luk 10:5
Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
Luk 10:6
Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Luk 10:7
Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
Luk 10:8
Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
Luk 10:9
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
----------

Sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu

Saudaraku,
kita tidak boleh melupakan kehendak Bapa bagi semua manusia.
Hal itu terjadi ketika di sekitar kita, kita melihat keserakahan, perebutan kekuasaan dan satu orang menyakiti atau menghancurkan orang lain.
Allah Bapa tidak pernah bermaksud demikian menjadi takdir kita.
Yang Bapa inginkan bagi setiap manusia adalah mengangkat kita kepada kehidupan ilahi, mengilahikan kita dengan menyempurnakan kita, yaitu menjadi gambar sempurna dari Putra-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus.

Saudaraku,
Tuhan Yesus kemudian mendirikan kerajaan baru melalui pengorbanan-Nya dan melanjutkannya saat kita memperingati wafat-Nya dalam Ekaristi.
Dalam Injil hari ini, kita melihat Dia mengutus para misionaris, memberi mereka petunjuk tentang bagaimana berperilaku.
Mereka akan bertindak seperti Tuhan Yesus, miskin namun murah hati, mengandalkan kemurahan hati orang lain bahkan untuk makanan. Mereka mendirikan kerajaan Kristus bukan dengan pedang dan api, melainkan dengan kerendahan hati dan pembebasan rohani.
Hal itu memenangkan hati banyak orang dan mempersiapkan mereka untuk sukacita mendengar, melihat dan menyentuh Sang Mesias ketika Dia datang ke kota-kota mereka.

Saudaraku,
Di zaman kita, kita dapat memenangkan jiwa bagi Kristus dan Gereja-Nya dengan cara yang sama, dengan rendah hati dan hidup penuh dengan belas kasih, memberi kepada orang lain dan membantu mereka menemukan bahwa hanya di dalam Kristus kita dapat mencapai kepuasan dan menyelesaikan masalah manusia terbesar, yaitu masalah yang menyebabkan perpecahan.
Kita harus hidup didalam kasih Kristus, ingatlah "kasih itu menyembuhkan", kasih itu menyelamatkan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 18 Oktober 2025

Tuhan Yesus
Belas kasihMu yang menyembuhkan kami
Belas kasihMu yang menyelamatkan kami
Dan Engkau adalah teladan kasih yang sempurna
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam belas kasihMu
Supaya hidup kami selalu menjadi perwujudan belas kasih dan kuasaMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa