Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 14:15-24;
Luk 14:25
Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
Luk 14:26
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Luk 14:27
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Luk 14:28
Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Luk 14:29
Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
Luk 14:30
sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
Luk 14:31
Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
Luk 14:32
Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
Luk 14:33
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
---------
Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku
Saudaraku,
melepaskan kepemilikan menunjukkan ketidakkekalan bahwa semua keberadaan manusia, tempat dan benda, tunduk pada proses perubahan yang berkelanjutan dan akhirnya lenyap dari pandangan kita.
Menerima kebenaran ini, alih-alih menolaknya, dapat menuntun pada pemahaman yang lebih mendalam tentang apa yang kita miliki sehingga "ia tidak memiliki kita" dan pendekatan hidup yang lebih damai dan luwes dengan mengurangi keterikatan pada hal-hal yang bersifat sementara, yang mencakup berbagai masalah.
Dalam menghadapi penghakiman yang sudah pasti, keterikatan pada harta benda tidak ada artinya.
Menggambarkan kesiapan untuk secara spiritual meninggalkan semua bentuk keduniawian.
Saudaraku,
seperti halnya “membenci hidup sendiri”, yang berarti menyangkal diri untuk menyerahkan pikiran manusia kepada pikiran Tuhan, kepada kehendak-Nya, rencana-Nya dan tujuan-Nya, untuk memiliki hubungan yang intim, instruktif dan meneladan dengan Sang Guru, Tuhan Yesus.
Dunia ini merepresentasikan nilai-nilai sosial, budaya dan juga institusi yang korup dan bertentangan dengan kehendak Allah.
Daging melambangkan kodrat manusia yang telah jatuh beserta keinginan dan hawa nafsunya yang berdosa dan tidak teratur.
Iblis adalah musuh pribadi yang nyata yang berusaha menipu dan menjauhkan manusia dari Allah.
Oleh karena itu manusia membutuhkan "campur tangan ilahi" jika ingin melakukan apa yang menyenangkan Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 5 Nopember 2025
Tuhan Yesus
Mengikut Engkau memang tidak mudah
Namun kami percaya Engkau selalu memberikan rahmat kekuatan untuk menolak segala bentuk keduniawian
Dan kami percaya rahmatMu lebih dari cukup
Kami mohon jauhkanlah kami dari segala bentuk cinta diri dan keserakahan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 14:15-24;
Luk 14:15
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
Luk 14:16
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
Luk 14:17
Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
Luk 14:18
Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
Luk 14:19
Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
Luk 14:20
Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Luk 14:21
Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
Luk 14:22
Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
Luk 14:23
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
Luk 14:24
Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."
-----------
Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah
Saudaraku,
Tamu undangan pertama memberikan alasan berdasarkan harta bendanya.
Tamu undangan kedua menggunakan alasan profesi.
Tamu undangan ketiga menggunakan alasan dia baru saja menikah.
Allah telah menyediakan pengampunan dari segala dosa kita, dari segala hal buruk dalam hidup kita, pengampunan dari segala kejahatan yang pernah kita lakukan.
Namun, seringkali kita menolak undangan ini.
Saudaraku,
ketiganya memang alasan yang lemah, tetapi juga merupakan contoh hal-hal, preferensi, gangguan, komitmen, harta benda, pekerjaan, dan hubungan yang mungkin kita sendiri gunakan sebagai alasan untuk menghindari hal-hal terpenting dalam hidup.
Tuhan Yesus sedang berbicara tentang undangan terpenting yang pernah diberikan kepada umat manusia.
Kita diundang untuk menjalani hidup bersama Tuhan Yesus.
Kita diundang untuk diubahkan menjadi pribadi yang Tuhan rancangkan, sampai hidup ini berakhir.
Kita diundang ke Perjamuan Tuhan Yesus.
Saudaraku,
jelas bahwa kita harus mencintai kebaikan dan berusaha melakukannya dan bahwa kita harus membenci kejahatan dan berusaha menghindarinya.
Masalahnya adalah jika seseorang melakukan kejahatan berulang kali, menikmati atau mendapatkan keuntungan darinya, tuntutan kewarasan memaksa mereka untuk mulai percaya bahwa kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat.
Jika tidak, mereka akan menjadi gila.
Yang terjadi adalah kebiasaan mereka melakukan kejahatan mengubah otak mereka, merusak pikiran mereka, sehingga mereka kehilangan kemampuan untuk membuat penilaian yang bijaksana.
Kita semua dipanggil untuk menjangkau orang-orang yang belum percaya Kristus.
Hal ini penting, jiwa-jiwa terhilang karena kurangnya pemahaman.
Kita bisa mendoakan mereka.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 4 Nopember 2025
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah memanggil kami untuk datang kepada PuteraMu
Melalui Puteramu kami mengalami belas kasihMu dan melihat hidup
Kami mohon jadikanlah kami pewarta sabdaMu dan jadikan hidup kami menjadi perwujudan belas kasih dan kuasaMu
Supaya setiap orang dalam kehidupan kami mengalami belas kasih dari Allah yang hidup
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Injil Lukas 14:12-14;
Luk 14:12
Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
Luk 14:13
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Luk 14:14
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."
---------
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta
Saudaraku,
Tuhan Yesus selalu memiliki pelajaran moral.
Pengendalian diri merupakan suatu kebajikan yang mengatur diri kita sendiri, kita harus terus-menerus mengevaluasi kembali sikap dan perilaku kita agar dapat menyesuaikannya bila diperlukan.
Salah satu cara untuk menyeimbangkan keinginan untuk mendapatkan kehormatan itu adalah dengan mempertimbangkan bahwa kerendahan hati memberi kita kebebasan untuk mengendalikan 'refleks kompetitif' yang mendorong kita untuk mengalahkan atau mengungguli orang lain atau untuk bereaksi terhadap ancaman yang dirasakan terhadap "citra diri" kita.
Saudaraku,
Kerendahan hati berkaitan dengan kenetralan emosional; dengan otonomi emosional.
Kerendahan hati juga mengurangi kecenderungan untuk bertindak defensif dan dapat melindungi kita dari beban psikologis akibat "mengkhawatirkan citra diri".
Kerendahan hati adalah pengalaman pertumbuhan dimana seseorang tidak perlu lagi menempatkan dirinya di atas atau di bawah orang lain.
Dalam Injil, kerendahan hati dipahami sebagai suatu tindakan.
Kita tidak akan membandingkan isi hati kita dengan isi hati orang lain.
Karena itu, kerendahan hati dikatakan sebagai "fondasi kehidupan rohani".
Saudaraku,
dengan menumbuhkan kesadaran diri dan pandangan akurat terhadap kekuatan dan kelemahan diri sendiri, kerendahan hati memungkinkan penerimaan terbuka terhadap kritik dan pembelajaran yang membangun.
Mempraktikkan kerendahan hati, budaya membangun hubungan dan kepercayaan dengan menyediakan "pintu yang terbuka", rendah hati dan penuh hormat kepada orang lain.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 3 Nopember 2025
Tuhan Yesus, Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sempurna
Maka kami mohon ubahlah hati kami seperti hatiMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh kerendahan hati yang palsu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 6:37-40;
Yoh 6:37
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Yoh 6:38
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Yoh 6:39
Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
Yoh 6:40
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
----------
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang
Saudaraku,
Tuhan Yesus mendengar ketidakpercayaan dan penolakan.
Mereka tidak akan pernah percaya kepada-Nya.
Jawaban-Nya kepada para pemimpin yang tidak mau percaya dan menerima-Nya adalah, "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang."
Saudaraku,
dalam kalimat itu, Tuhan Yesus menyatakan bahwa Allah berdaulat, bahwa Ia memerintah dan memilih dan tidak ada manusia atau kelompok yang dapat mengalahkan kehendak-Nya.
Bahwa Allah telah memilih suatu umat, telah menyerahkan mereka kepadaNya dan mereka milik Kristus dana akan diselamatkan.
Namun kita masing-masing bertanggung jawab atas keputusan dan perilaku kita, bahkan keputusan iman dan bahwa siapa pun yang datang kepada Tuhan Yesus akan diselamatkan selamanya.
Pernyataan ini tanpa batasan apa pun.
Hal ini membuka anugerah Allah dan siapa pun yang mau datang dapat yakin bahwa ia tidak akan ditolak.
Saudaraku,
setiap kehidupan memiliki titik ujiannya masing-masing.
Oleh karena itu kita harus hidup setia berharap dalam iman.
Sebab suatu saat bisa saja kita tidak memahami apa yang terjadi dalam hidup kita.
Suatu saat kita bisa saja meragukan pemeliharaan kasih Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 2 November 2025
Tuhan Yesus
Kami sungguh percaya bukan kami yang memilihMu tetapi Engkaulah yang memilih kami
Engkau bawa kami dalam pelukan kasihMu
Kami mengucap syukur dan terimakasih
Engkau setia dan tidak pernah meninggalkan kami
Kami mohon rahmat kekuatan untuk selalu mengarahkan mata dan telinga kami kepadaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 5:1-12;
Mat 5:1
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Mat 5:2
Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
Mat 5:3
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:4
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Mat 5:5
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Mat 5:6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Mat 5:7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Mat 5:8
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mat 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Mat 5:10
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:11
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Mat 5:12
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
----------
Berbahagialah...
Saudaraku,
Injil Matius ini sering disebut "Sabda Bahagia".
Dengan sangat jelas memberi tahu kita untuk lemah lembut, untuk haus kebenaran, berbelas kasih sebagaimana Tuhan berbelas kasih, untuk hidup kudus, dengan demikian menyatakan kemuliaan Tuhan dan untuk membawa kedamaian.
Sabda bahagia inilah yang dihidupi Gereja saat ini.
Saudaraku,
Tuhan Yesus mendefinisikan kebahagiaan dalam Injil Matius hari ini dan itu justru kebalikan dari apa yang dunia lakukan.
Dunia menuntut kekayaan tanpa batas sehingga apa pun bisa dibeli, maka Tuhan Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah."
Semakin sedikit yang kita miliki, semakin kita mengandalkan pertolongan Ilahi.
Kemiskinan tidak membuat kita bahagia, tetapi jika kemiskinan membawa kita lebih dekat kepada tujuan akhir kita, tujuan hidup kita, persatuan dengan Allah, maka kehilangan banyak harta benda telah membebaskan kita untuk apa yang sebenarnya akan membuat kita bahagia.
Saudaraku,
dunia menyajikan kepada kita "gangguan tanpa batas", sering disebut "nafsu mata".
Hubungan manusia sejati, murni dan bebas dari hawa nafsu, jauh lebih memuaskan.
Dan, jika dijalankan dengan benar, hubungan tersebut memberi kita kemurnian jiwa yang mempersiapkan kita untuk hubungan sejati dengan Tuhan kita, untuk masuk ke dalam kerajaan Allah.
Kita yang telah dibaptis dalam Kristus, dipenuhi Roh Kudus-Nya, hanya benar-benar bahagia ketika kita setiap hari berusaha menghadapi tantangan dan menjalani hidup itu, ya, hidup yang penuh pergumulan dan penderitaan.
Memang tidak pernah mudah, dunia mungkin mencela kita, tetapi Tuhan merayakan kita, terutama dengan bahagia karena kita tahu akhir hidup kita dan memiliki gambaran tentang kebahagiaan seperti apa yang menanti dalam pelukan Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 1 November 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami hati yang lemah lembut dan berbelas kasih
Berilah kami rahmat kekuatan untuk melawan segala bentuk cinta diri
Dan ajarilah kami untuk selalu mengucap syukur
Kami percaya kehendak dan rencanaMu lah yang terbaik dalam hidup kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
