Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 6:39-45;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 6:39
Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
--------
Luk 6:41
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Luk 6:42
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Luk 6:43
"Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
Luk 6:44
Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
Luk 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
--------
Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik
Saudaraku,
sudah sering saya menulis bahwa karena Kristus kita mampu melihat kehidupan ini dari dimensi Allah.
Sebab Roh Allah ada dalam setiap orang kristiani.
Dengan demikian jika kita selalu mendengarkan Roh Kudus, maka akan menghasilkan buah-buah Roh.
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri(Bdk Gal 5:22-23)
Lalu tentunya akan selalu memikirkan yang terbaik untuk orang lain dan memberikan yang terbaik untuk orang lain.
Memahami orang lain apa adanya dan tidak menghakimi.
Demikian pula bagi dirinya sendiri, saat mengalami berbagai persoalan, akan memiliki kekuatan untuk menyelesaikannya dengan cara Allah.
Dan pasti bukan hanya untuk diri sendiri saja, orang lain pun akan melihat Allah melalui kehidupannya.
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik.
Saudaraku,
Roh Kudus membuat hati kita faham menimbang perkara, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.
Oleh karena itu, hidup bukan lagi tentang umur panjang atau kekayaan, melainkan tentang Sabda Tuhan yang menjaga mulut dan hati.
Maka Allah akan memberikan kepada kita hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga kita menjadi pohon yang baik.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 3 Maret 2019
Allah Bapa kami
Engkau telah memilih kami
Untuk memberitakan kasih setia-Mu
Kami percaya Engkau ada dan hidup
Namun seringkali kami memalingkan pandangan kami kepada-Mu
Hanya untuk memperoleh kepuasaan diri
Kami mohon ya Bapa
Bentuklah hati kami dengan cara-Mu
Supaya hati kami kuat dan teguh
Yang tegas dan berani menolak keinginan jahat
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 10:13-16;
Mrk 10:13
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Mrk 10:14
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Mrk 10:15
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
Mrk 10:16
Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.
---------
Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka
Saudaraku,
saya awali pagi ini dengan pertanyaan:
Yakinkah bahwa Saudara tidak menghalangi anak-anak untuk datang kepada Allah?
Memang benar, anak Saudara dibaptis, memang benar Saudara mengajak ibadat di gereja.
Tetapi apakah Saudara telah memberi teladan hidup sebagai orang yang mengenal Allah?
Saudaraku, anak-anak memang sering mengabaikan kata-kata atau ucapan orang dewasa.
Tetapi... mereka tidak mengabaikan apa yang orang dewasa lakukan.
Orangtua selalu khawatir akan anak-anaknya, tetapi kekhawatiran itu hendaknya disertai dengan teladan hidup.
Supaya anak-anak tidak menafsirkan iman mereka sendirian.
Menafsirkan apa yang orang dewasa lakukan.
Apa yang dipahami anak-anak ketika orang dewasa berbicara dengan nada tinggi?
Apa yang dipahami anak-anak ketika terlambat menghadiri misa kudus?
Apa yang dipahami anak-anak ketika melihat orang memberi sedekah?
Apa yang dipahami anak-anak jika orang tuanya tidak rukun?
Saudaraku,
jangan kiranya hidup kita menjadi penghalang atau batu sandungan.
Mata kita telah melihat dan tidak lagi buta, telinga kita telah mendengar dan tidak lagi tuli.
Karena Tuhan Yesus, kita mengetahui bagimana kita harus hidup dalam Allah.
Marilah kita sadar dan menjaga agar penglihatan dan pendengaran kita tidak terhalang oleh keinginan diri dan hawa nafsu.
Sehingga setiap orang disekitar kita, melalui hidup kita, mereka melihat Allah dan merasakan kebaikan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 2 Maret 2019
Allah Bapa kami
Kasih setia-Mu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya
Untuk orang-orang yang setia dan teguh hidup dijalan-Mu
Untuk orang-orang yang hidupnya berpegang pada perintah-Mu
Terimakasih ya Bapa
Engkau buka mata dan telinga kami
Sehingga kami melihat, mendengar dan mengerti kehendak-Mu
Kami datang sebagai anak-anak-Mu ya Bapa
Kami mohon peluklah kami dan berkatilah kami
Bersihkanlah diri kami dari permainan yang kotor
Dan kuatkanlah kami selalu dengan Roh-Mu
Untuk hidup kudus sesuai dengan teladan-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 10:1-12;
Saya kutipkan sebagian:
Mrk 10:2
Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
Mrk 10:3
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
Mrk 10:4
Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
Mrk 10:5
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
Mrk 10:6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
Mrk 10:7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
Mrk 10:8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Mrk 10:9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
--------
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Saudaraku,
cinta adalah kehendak dan pernikahan adalah persetujuan kehendak.
Dan cinta adalah untuk kebaikan orang lain, bukan hanya untuk menuruti keinginan diri.
*Pernikahan adalah Sakramen,* maka Allah ada didalamnya.
Dan saya sangat yakin, jika hidup berkeluarga selalu menyadari bahwa Allah hadir maka tidak akan ada perceraian.
Sama seperti Allah Tritunggal, yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus, dicerminkan dalam keluarga yaitu bapak, ibu dan anak.
Saling mencintai dan dengan cinta itu selalu berusaha untuk membangun cinta selamanya.
Saudaraku,
mujizat pertama Tuhan Yesus adalah merubah air menjadi anggur, saat menghadiri pernikahan di kana.
Maka hadirkanlah Tuhan Yesus dalam hidup pernikahan kita, maka pernikahan Kristen akan menjadi mujizat ditengah-tengah dunia yang kejam yang menelantarkan perempuan dan anak-anak, oleh karena perceraian.
Dalam kisah penciptaan ada Adam, Hawa dan Allah, dan karena hanya menuruti keinginan diri, manusia terpisah dari Allah.
Mari datang kepada Allah dengan rendah hati, akui kesalahan dan dosa-dosa kita dan memohon agar Allah hadir dalam keluarga kita.
Kristus adalah kasih, kasih itu tidak melukai siapapun.
Perceraian bukan hanya meninggalkan luka kepada pasangan, tetapi anak, seluruh keluarga, orang tua, mertua, saudara, teman.
Saudaraku,
jatuh cinta itu mudah, semua orang mengalaminya, tetapi membangun cinta membutuhkan komitmen dan telah banyak orang yang mengingkari komitmen.
Maka bagi yang belum menikah, pikirkan dengan baik, apakah Saudara dan calon pasangan Saudara berani berkomitmen membangun cinta?
Bagi yang sudah menikah, kita semua telah berjanji dihadapan Allah untuk mebangun cinta terus menerus, kita harus selalu sadar akan janji itu dan berkomitmen mewujudkannya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 1 Maret 2019
Allah Bapa sumber cinta kasih sejati
Kami selalu berharap dan selalu memohon
Agar Engkau berkenan hadir dalam setiap rencana dan aktivitas kami
Dan kami memohonm mujizat-Mu untuk keluarga-keluarga yang sedang menghadapi berbagai persoalan
Berikanlah mereka pengertian bahwa kesempurnaan hanya ada dalam Engkau
Sehingga mereka bukan selalu menuntut satu dengan yang lainnya
Tetapi saling berlomba untuk memberikan yang terbaik
Dan kami mohon ya Bapa
Sadarkanlah kami selalu
Bahwa harus mengusahakan cinta kasih yang sempurna
Yang tidak lagi mencari kepuasan diri sendiri
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 9:41-50;
Saya kutipkan sebagian:
Mrk 9:42
"Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
Mrk 9:43
Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
-------
Mrk 9:49
Karena setiap orang akan digarami dengan api.
Mrk 9:50
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
--------
Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain
Saudaraku,
saat membaca injil pagi ini, tiba-tiba saya teringat pohon kelapa.
Supaya bisa memetik buah kelapa, dibatang pohon kelapa dibuat pijakan untuk orang memanjat.
Ada orang yang mengejar kehormatan, kekayaan, kesuksesan dengan menginjak bahkan melukai orang lain.
Saya sangat berharap semoga kita sebagai umat kristiani, tidaklah demikian.
Dan saya mengingatkan kembali bahwa hidup anak-anak Allah adalah untuk melayani sesama, bukan memanfaatkan atau menginjak sesamanya untuk memperoleh kehormatan dan kesuksesan.
Saudaraku,
ingatlah bahwa pilihan kita hari ini, selalu akan mengarahkan langkah kita dalam sisa perjalanan hidup kita.
Apabila kita hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli kepada orang lain, akan mengantar kita menuju kebinasaan.
Mari mengejar kesuksesan dengan berpijak kepada sabda Tuhan, bukan dengan menginjak sesama.
Bagi yang pengusaha, sejahterakan karyawan Saudara.
Bagi yang pekerja, gunakan tangan untuk bekerja dengan maksimal dan penuh tanggung jawab, bukan untuk menjatuhkan teman Saudara hanya supaya Saudara terlihat paling berperan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 28 Februari 2019
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik
Yang tidak berdiri di jalan orang berdosa
Dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh
Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN
Dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam
Ya Tuhan kami dan Allah kami
Sabda-Mu bukan hanya menguatkan kami
Namun selalu menerangi jalan kami
Sehingga kami tidak disesatkan oleh mata, tangan dan kaki kami
Terimakasih ya Bapa Engkau buat telinga kami mendengar
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 9:38-40;
Mrk 9:38
Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
Mrk 9:39
Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Mrk 9:40
Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
--------
Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Saudaraku,
pagi ini saya awali dengan pertanyaan:
Apakah kita telah bisa *berdamai* dengan diri sendiri?
Mungkin lebih dari puluhan kali saya mendengar kotbah di gereja: ibadat jalan terus, berbuat dosa juga jalan terus?
Mari kita refleksi diri sejenak:
Bagaimana cara bicara kita, sikap kita terhadap suami/istri?
Bagaimana cara bicara kita, sikap kita terhadap orang lain?
Bagaimana tanggung jawab dan kejujuran kita di tempat kerja?
Jadi jika di hari minggu mulut kita memuji Allah, mungkinkah di hari yang lain mulut kita untuk marah-marah atau mencaci?
Itu sangat-sangat mungkin, maka jika demikian hidupnya tidak akan pernah membawa mujizat.
Kekistrenan yang seharusnya bisa menjadi berkat, bisa membuat mujizat dan membawa damai, justru menjadi batu sandungan.
Saudaraku,
mari teguh dan berakar dalam Tuhan supaya tidak perlu mencari hiburan lain.
Dan supaya tidak mudah tergoda oleh pikiran-pikiran yang jahat.
Rajin-rajinlah melihat diri sendiri, supaya tidak ada setitik debu pun yang tersembunyi dihati kita.
Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.(Gal 6:4)
Dan mari selalu mengingat bahwa kita dipanggil untuk mengabdi, untuk melayani dan melakukan pekerjaan Allah.
Supaya semua orang di kehidupan kita menerima berkat dan mujizat.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 27 Februari 2019
Damai sejahtera apabila hidup kami setia dalam Firman-Mu
Dan selalu memperhatikan peringatan-peringatan-Mu
Kami mohon ya Bapa
Nyalakanlah Api Roh-Mu dalam hidup kami
Supaya membakar semangat kami untuk melakukan perintah-Mu
Dan menjadi sumber kekuatan untuk menolak pikiran yang jahat
Bapa di sorga
Kami mohon ajarilah kami menikmati dan memahami kebaikan-Mu
Sampai ke hati kami yang paling dalam
Sehingga kami tidak mudah mengeluh
Dan setia hidup di jalan-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
