Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 15:1-3, 11-32;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
--------
Luk 15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Luk 15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Luk 15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Luk 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Luk 15:21
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Luk 15:22
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
---------
Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan
Saudaraku,
apabila hari ini Saudaraku tambah 1 teman, maka Saudaraku harus menambah minimal 1 *pundi pengampunan*.
Sebab pertemanan, persahabatan tidak selalu seirama, sejalan dan sependapat maka harus selalu siap saling memaafkan.
Saudaraku,
apabila seseorang tidak mau mengampuni, akan menjadi *beban* selama hidupnya, karena akan terus menerus dalam pikirannya.
Memang sulit dan terkadang terasa sangat berat tetapi jika tidak dilepaskan maka akan memakan tempat di hati dann pikiran, bukankah itu hal yang sia-sia?
Dan suatu saat bisa saja tiba-tiba ingat dan marah-marah lagi.
Rasul Paulus memberikan nasuhat:
aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Selanjutnya harus mendoakan orang yang menyakiti kita, kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.(Bdk Mat 5:44)
Saudaraku,
jangan biarkan kemarahan merusak hidup kita, jangan biarkan kemarahan mengendalikan hidup kita.
Arahkanlah selalu hati kita kepada Allah, sehingga kita selalu memiliki penglihatan yang murni lalu tidak mudah menghakimi dan selalu siap untuk memaafkan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 22 Maret 2019
Allah Bapa kami
Engkau selalu tetap sama dan selama-lamanya Engkau baik
Dan selama-lamanya Engkau menantikan pertobatan kami
Kami mohon ulurkanlah tangan-Mu dan peluklah kami ya Bapa
Ampunilah kesalahan kami dan sembuhkanlah kami ya Bapa
Kamipun menghaturkan syukur kepada-Mu
Engkau selalu menyempurnakan hidup kami
Tak henti-hentinya Engkau menolong kami
Dan rahmat-Mu selalu menjadi kekuatan kami untuk mengasihi semua orang
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 21:31-43, 45-46;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 21:33
"Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Mat 21:34
Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Mat 21:35
Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
---------
Mat 21:37
Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
Mat 21:38
Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Mat 21:39
Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
---------
Mat 21:42
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Mat 21:43
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
---------
Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita
Saudaraku,
dari awal mula manusia diciptakan baik adanya, namun kemudian manusia lebih memilih mengikuti keinginan diri lalu menjadi serakah.
Allah mengetahui keserakahan membawa kepada kematian.
Apakah orang yang selalu merasa kurang bisa merasakan bahwa ia hidup?
Ia tidak akan pernah puas dengan berbagai macam hal, maka hidupnya dikuasai oleh hawa nafsu, dengan demikian tidak pernah merasakan hidup.
Keserakahan membuat manusia menjadi egois, tidak lagi peduli dengan siapapun, orang lain selalu dianggap sebagai ancaman.
Karena begitu besar kasih Allah kepada manusia, dengan berbagai cara Allah mendekat kepada manusia.
Banyak nabi-nabi besar dengan berbagai macam mujizat yang dahsyat, diutus Allah untuk memperingatkan manusia, tetapi ditolaknya, dan Putera-Nya sendiri pun juga ditolaknya.
Saudaraku,
dunia bukan tempat untuk bermain-main dan hidup ini bukan untuk bermain-main.
Manusia itu pun bertumbuh dewasa dan harus berbuah, dan Allah itu adil.
Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.(luk 3:8-9)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 22 Maret 2019
Sesungguhnya Sabda-Mu tercatat dihati kami ya Bapa
Perintah-Mu pun selalu ada di pikiran kami
Namun seringkali dikalahkan oleh kenikmatan daging
Bapa surgawi
Pandanglah kami ya Bapa
Ampunilah kami
Berikanlah rahmat kekuatan
Sehingga kami berani menolak keinginan-keinginan duniawi
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 16:19-31;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 16:19
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Luk 16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
Luk 16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Luk 16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Luk 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
---------
Luk 16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
Luk 16:28
sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Luk 16:29
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Luk 16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Luk 16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
---------
Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati
Saudaraku,
kejahatan orang kaya dalam Injil pagi ini, bukan karena kekayaannya, namun karena ke-egoisan-nya.
Dengan kekayaannya itu, tentunya ia bisa membawa Lazarus ke tabib, untuk mengobati boroknya, tetapi itu tidak ia lakukan.
Padahal Lazarus terbaring di dekat pintu rumahnya, berarti setiap hari ia melihatnya.
Saudaraku,
untuk memberi tidak harus kaya, yang diperlukan hanya kepedulian dan belas kasih.
Lalu pertanyaannya: apakah manusia itu tidak mengerti tentang belas kasih?
Bukankah setiap orang lahir dan tumbuh dari belas kasih orangtuanya, saudara-saudaranya, teman-temannya, gurunya, dll.
Apakah matanya buta sehingga tidak melihat?
Dan jika demikian apakah bisa mendengarkan kesaksian para nabi?
Saudaraku,
orang kaya bisa disibukkan oleh kekayaannya dan orang miskin bisa disibukkan oleh kekuatirannya.
Jadi bukan tentang kaya atau miskin untuk memperoleh keselamatan, tetapi lebih tentang bagaimana ia mendengarkan.
Maka, mari luangkan waktu untuk mengheningkan diri, mengheningkan batin.
Pikirkanlah bahwa kita masih hidup sampai hari ini, apapun keadaannya, keadaan kita hari ini bukan semata-mata hasil usaha kita sendiri, tetapi oleh karena belas kasih Allah.
Melalui, orang tua kita, teman kita, atasan kita dan semua orang yang ada dihidup kita.
Masihkah kita menutup mata untuk penderitaan sesama?
Dan mari selalu mengusahakan hidup sebagai rasul, sebagai nabi, kuncinya satu yaitu belas kasih.
Berhagialah kita, sebab kita memiliki Allah yang penuh belas kasih.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 21 Maret 2019
Seringkali kami tidak dapat menguasai hidup kami sendiri
Lebih percaya dan mengikuti perasaan kami sendiri
Dan menutup diri terhadap nasihat orang lain
Ya Bapa
Engkau maha kasih
Yang selalu menantikan pertobatan kami
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Semoga masa prapaskah ini sunguh bisa membawa kami menuju hidup yang baru
Hidup yang berkenan di hadapan-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 20:17-28;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 20:17
Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
Mat 20:18
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Mat 20:19
Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."
Mat 20:20
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Mat 20:21
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
---------
Mat 20:25
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Mat 20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
Mat 20:27
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Mat 20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
---------
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu
Saudaraku,
orang hebat dalam Kritus diukur dari bagaimana ia memberi dan bagaimana ia melayani, bukan dari kekayaan, jabatan atau kekuasaan.
Orang yang peka dan peduli kepada kebahagiaan orang lain, yang menyukakan hatinya bukan harta dan pujian, tetapi ketika bisa membuat orang lain bahagia.
Rasanya sangat berat sebab manusia lebih cenderung untuk cinta diri.
Untuk itulah Allah memberikan Roh-Nya, sehingga kita diberikan kekuatan untuk menempatkan diri kita dalam kehendak Allah.
Maka hidup kita akan dicukupkan dan dilengkapi dengan berbagai sarana untuk melakukan kehendak-Nya.
TUHAN TAHU WAKTU DAN CARANYA, bagian kita adalah menyerahkan diri kita kepada-Nya.
Saudaraku,
apabila kita mengenal diri sendiri dan menilainya dengan jujur, tidak ada sedikitpun alasan untuk menyombongkan diri.
Manusia hanyalah seperti setitik air dalam timba dan seperti sebutir debu pada neraca.(Bdk Yes 40:15)
Marilah kita singkirkan pikiran-pikiran yang sombong.
Manusia hanyalah seorang pengemis yang berpakaian bagus dan pakaian itu pun hanya pinjaman dari Allah.
Allah sewaktu-waktu dapat mengambilnya kembali.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 20 Maret 2019
Dengan rendah hati kami datang kepada-Mu, Bapa
Dan memohon kepada-Mu
Memohon kesabaran-Mu
Dalam menuntun langkah hidup kami
Tergadang beban langkah kami menjadi berat
Oleh karena berbagai keinginan untuk kesenangan kami
Bapa yang baik
Jauhkanlah kami dari segala hal yang merintangi pandangan kami kepda-Mu
Kami mohon kekuatan-Mu untuk menolak semua bentuk kesombongan
Berikanlah kami penghiburan yang manis dari Roh Kudus
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 2:41-51a;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 2:42
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Luk 2:43
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Luk 2:44
Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Luk 2:45
Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Luk 2:46
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Luk 2:47
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Luk 2:48
Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Luk 2:49
Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
---------
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya
Saudaraku,
setiap kali saya membaca Injil Lukas yang kita baca hari ini(ayat 42), saya langsung mengucap syukur kepada Allah.
Karena saat usia saya juga 12 tahun, mata saya melihat dan telinga saya mendengar, saya dipilih oleh Tuhan Yesus dan dibaptis di gereja Katolik.
Saya berterimakasih kepada teman-teman saya saat kecil dan orangtua mereka dan selalu mendoakan , karena mereka sungguh-sungguh menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupannya.
Mereka meninggalkan jejak-jejak kaki Kristus, untuk memandu saya menuju kepada damai sejahtera dan keselamatan.
Disaat orang-orang membenci, mereka tetap mengasihi.
Disaat orang-orang mudah marah, mereka tetap sabar dan tersenyum.
Disaat orang-orang tidak peduli, mereka mendekat dan memberikan penghiburan.
Saya menyebutnya Injil yang hidup.
Saudaraku,
kita tidak dituntut untuk hafal kitab suci.
Kita tidak dituntut untuk hafal doa-doa.
Tidak semua orang terpanggil untuk menjadi penginjil, biarawan, biarawati atau imam.
Karena mata kita bisa melihat Allah dan telinga kita bisa mendengar suara Allah dan kita mengetahui Allah sangat mengasihi kita.
Sehingga hidup kita damai sejahtera, maka menjadi kewajiban kita untuk membawa damai itu kepada semua orang.
Sebagai wujud ucapan syukur dan terimakasih kita kepada Allah.
Dan Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.(Mat 5:9)
Maka marilah gunakan kecerdasan iman kita, untuk membawa terang ditengah-tengah dunia yang semakin mencintai kegelapan.
Untuk membawa damai, walaupun banyak orang menebarkan kebencian dan permusuhan.
Tinggalkanlah jejak kaki Kristus, supaya semakin banyak orang, melihat keselamatan dan sampai ke rumah Bapa.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 19 Maret 2019
Kami bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu ya Bapa
Dan karena Roh-Mu membuka mata dan telinga kami
Sehingga kami melihat Allah yang benar
Allah yang dekat dan setia
Kami mohon Roh-Mu selalu menguatkan kami
Untuk melakukan perintah-Mu
Sehingga karya-Mu kau nyatakan melalui hidup kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
