Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 10:13-16;
Mrk 10:13
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Mrk 10:14
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Mrk 10:15
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
Mrk 10:16
Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.
---------
Saudaraku,
adakah diantara kita yang sebelum minum air mineral merk apapun terlebih dulu mengukur asam/basa dengan Ph meter untuk mengetahui layak atau tidak untuk diminum?
Lalu pertanyaan selanjutnya:
Seperti apa kepercayaan kita kepada Tuhan? Apakah kita membutuhkan alat ukur?
Dalam Injil Markus pagi ini Tuhan Yesus berfirman:
Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
Sifat kanak-kanak rohani: pasrah dalam kehidupan rohani.
Tetapi bukan lantas menjadi lemah, namun sehat, kuat dan tangguh dan diikuti dengan penyerahan akal-budi.
Menjadi seorang anak-anak dihadapan Allah, bukan menjadi anak-anak yang manja tetapi dewasa dalam segala hal.
Saudaraku,
karena kasih orangtua sangat besar kepada anaknya, maka anak-anak menjadi maha kuasa, yang lalu permintaannya menjadi semacam perintah untuk orangtuanya.
Orangtua cenderung akan selalu menuruti permintaan anak, karena ia sangat mengasihinya.
Dan hampir setiap saat perhatian orangtua selalu mengarah kepada anaknya.
Saudaraku,
kepercayaan mutlak diperlukan untuk hubungan apapun.
Allah telah lebih dulu percaya kepada kita, dengan memilih kita menjadi putra dan putri-Nya.
Mari datang kepada-Nya seperti anak-anak, mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Allah Bapa kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 26 Mei 2018
Allah Bapa di dalam surga
Kami anak-anak-Mu menatap Engkau
Supaya kami tidak tersesat
Dan kepada-Mu lah kami berlindung
Engkau Bapa yang baik, bahkan sangat baik
Engkau yang berkuasa atas gelora lautan
kami mohon kuasailah keinginan kami
Supaya hanya rencana-Mu yang terjadi dalam hidup kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 10:1-12;
Mrk 10:2
Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
Mrk 10:3
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
Mrk 10:4
Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
Mrk 10:5
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
Mrk 10:6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
Mrk 10:7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
Mrk 10:8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Mrk 10:9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
----------
Saudaraku, pernikahan seharusnya dibangun oleh karena alasan pemberian diri bukan pemenuhan keinginan diri.
Karena saling mengasihi masing-masing pribadi harus selalu menyadari untuk siap untuk memberikan diri seutuhnya.
Apabila didasari hanya oleh pemenuhan keinginan diri maka satu dan lainnya akan cenderung menuntut, inilah salah satu faktor yang paling banyak menghancurkan pernikahan.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
(1Kor 13-5-6)
Kasih yang sejati selalu memiliki semangat pemberian diri dan tidak mencari keuntungan diri.
Kasih adalah hidup orang kristiani
Kasih adalah tanda orang kristiani, seperti Tuhan Yesus mengawali karyanya merubah air menjadi anggur.
Kasih adalah mujizat yang dimiliki oleh orang kristiani.
Saudaraku, Tuhan Yesus mengajarkan dan memberi teladan bahwa kita harus menjadi pelayan.
Maka demikian pula dalam pernikahan, masing-masing bukan ingin dilayani tetapi selalu memiliki semangat melayani.
Pernikahan bukan untuk mencari pelayanan.
Bagi Saudaraku yang belum menikah, hendaklah tidak terpesona dengan bunga-bunga cinta yang sedang mekar,
namun gunakan waktu saat bersama untuk saling memahami satu dan lainnya.
Apakah memiliki komitmen untuk membangun cinta bersama.
Bagi kita yang telah menikah, jatuh cinta itu mudah, namun membangun cinta kasih dan melayani satu dengan yang lainnya membutuhkan komitmen.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 25 Mei 2018
Bapa di sorga
Engkau yang telah mengangkat kami dari dosa
Dan memahkotai kami dengan kasih dan rahmat
Kami mohon kasih dan rahmat-Mu
Menjadi tanda bagi banyak orang dalam kehidupan kami
Demikian pula pernikahan kami juga menjadi tanda kehadiran-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 9:41-50;
Mrk 9:41
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."
Mrk 9:42
"Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
Mrk 9:43
Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
Mrk 9:44
(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
----------
Mrk 9:49
Karena setiap orang akan digarami dengan api.
Mrk 9:50
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
----------
Tuhan Yesus memakai kalimat hiperbola untuk menggambarkan orang yang kecanduan perilaku jahat.
Kecanduan itu terikat, ada yang terikat harta dan kekayaan, hawa nafsu, kehormatan, dan kesenangan dunia lainnya.
Hal-hal yang mengikat itu lantas menjadi tuhan-nya atau menjadi berhala yang disembah-sembah.
Saudaraku, Allah memberkati kita dengan apa yang telah kita terima hari ini, yaitu pekerjaan, usaha, harta, dll.
Adalah untuk kita kuasai dan kita gunakan untuk menyatakan kemuliaan Allah.
Bukan sebaliknya, orang diperintah oleh uangnya.
Coba mari kita jujur kepada diri sendiri, lebih takut kita kehilangan uang daripada kerohanian.
Uang lebih cepat membuat gelisah, namun tidak misa selama 1 tahun tetap enjoy saja.
Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!(Yak 5:1-2)
Saudaraku, kita adalah putra dan putri Allah, kita mengetahui harta sebenarnya yang harus kita kumpulkan.
Yaitu orang-orang yang kelaparan, tuna wisma, yatim piatu dan mereka semua yang terpinggirkan dan teraniaya oleh karena berbagai macam hal.
Dan yang kedua adalah anak Allah harus menjadi kompas atau menjadi jalan untuk semua orang supaya melihat dan merasakan kasih dan kebaikan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 24 Mei 2018
Kami serahkan jiwa dan raga kami kepada-Mu ya Bapa
Kuasailah keinginan kami dengan Roh-Mu
Kami mohon bimbingan dan tutunan-Mu
Dalam setiap rencana dan langkah kami
Supaya kami tetap berada di jalan-Mu
Dan apapun yang dihasilkan oleh tangan kami
Menjadi tanda kebaikan-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 9:38-40;
Mrk 9:38
Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
Mrk 9:39
Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Mrk 9:40
Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
-----------
Tuhan Yesus mengajarkan tentang toleransi.
Toleransi bukan lantas tentang agama, namun bagaimana menyikapi terhadap segala sesuatu yang dilihat, didengar atau dialami.
Lalu biasanya dibandingkan dengan kondisi yang seharusnya menurut pemikiran/paramater masing-masing, lalu menerima perbedaan itu.
Salah satu arti kata toleransi: penyimpangan yg masih dapat diterima dl pengukuran kerja.
Saudaraku, perbedaan jika tidak bisa berjalan beriringan akan menyebabkan pergesekan dan seperti mengasah pisau, gesekan itu semakin lama akan semakin runcing dan tajam.
Ya lalu kemudian bisa melukai satu dan lainnya.
Menghindari perdebatan itu baik, sebab perdebatan biasanya lebih banyak dikuasai emosi, daripada konteks yang diperdebatkan.
Dan lebih cenderung menggunakan ukurannya masing-masing, misalnya yang satu memakai milimeter/centimeter yang lainnya pakai inchi.
Beberapa yang biasanya menyebabkan intoleran:
- Kecemburuan dan iri hati.
- Terlalu bangga dan arogan.
- Loyalitas yang berlebihan.
Saudaraku, lebih baik mengutamakan tanggung jawab diri kita sendiri daripada sibuk memikirkan urusan orang lain.
Supaya terhindar menilai orang lain.
Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya.(Bdk Luk 6:44)
Maka marilah kita berlomba untuk mengahasilkan buah yang baik dan melimpah.
Supaya semakin banyak orang menikmati kasih dan kedamaian Tuhan dari pohon kehidupan kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 23 Mei 2018
Allah Bapa di dalam sorga
Kami mohon Roh Kudus-Mu selalu menerangi pikiran kami
Sehingga kami sadar untuk menjaga tingkah laku dan ucapan kami
Dan mengarahkan hati dan pikiran kami hanya kepada-Mu
Jauhkanlah kami dari kesombongan
Berilah kami ucapan syukur dengan hati yang gembira
Dan berilah kami selalu pertimbangan-pertimbangan yang jujur
Sehingga kami menikmati damai yang berlimpah-limpah
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 9:30-37;
Saya kutipkan sebagian:
Mrk 9:31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
Mrk 9:32
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
Mrk 9:33
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
Mrk 9:34
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
Mrk 9:35
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Mrk 9:36
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
Mrk 9:37
"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."
--------
Ada yang berpendapat salib adalah gambaran penderitaan, lalu tidak mau melihat salib yang ada Tuhan Yesus.
Salib Kristus adalah perwujudan kerendahan hati sekaligus kemenangan dan kebesaran.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.(Mzm 25:9)
Para murid belum mengerti tentang kerendahan hati oleh karena itu mereka sibuk membicarakan siapa yang terbesar diantara mereka.
Keadaan ini juga masih terjadi sampai pada hari ini.
Banyak orang sibuk membesarkan diri, bahkan terlihat ada gereja yang berlomba-lomba supaya terlihat paling besar dan mungkin paling WAH, canggih, dll.
Yang katanya memiliki pengajaran alkitabiah namun yang dikejar hanyalah kenyamanan dan siapa yang paling besar.
Saudaraku, terkadang kita melihat anak kecil yang tidak masuk akal, ya begitulah polosnya anak-anak dan tulus tanpa tendensi.
Demikian pula tentang iman dan penyerahan diri kepada kristus harus bisa menaklukkan akal budi.
Tanpa bisa mengalahkan akal budi tidak akan tercapai kerendahan hati, sebab antara kodrat dan rahmat Allah berlainan gerak.
Kodrat itu cerdik, ia menjerat dan telah menipu banyak orang DENGAN ALASAN YANG MASUK AKAL
Sedangkan rahmat Allah, selalu mendorong untuk menghindari kesombongan, keangkuhan dan kejahatan.
Saudaraku, mari kita menjaga pancaindra, menghindari kesukaan diri dan keinginan selalu ingin menonjol.
Lalu dengan rahmat Allah, hidup dengan rendah hati.
Doa Hari Selasa 22 Mei 2018
Kami mengucap syukur dan memuji kebaikan-Mu
Engkau telah mengangkat kami dari keduniawian
Dan membawa kami kedalam kasih-Mu
Sehingga kami tidak lagi hanya mengejar kesenangan diri
Tetapi mengarahkan pancaindra kami kepada-Mu
Bapa
Setiap kali kami memandang salib Putera-Mu
Kami melihat keagunganMu
Saat itu pula kami sadar akan kelemahan kami
Maka kami mohon rahmat-Mu
Agar kami selalu menang melawan kesombongan dan tinggi hati
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
