Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 6:35-40;
Yoh 6:35
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Yoh 6:36
Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
Yoh 6:37
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Yoh 6:38
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Yoh 6:39
Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
Yoh 6:40
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
--------
Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi
Saudaraku,
tanpa Tuhan Yesus, kehidupan kita tidak lebih dari sekedar keberadaan.
Hanya menjalani hidup dengan biasa-biasa saja, hanya sekadar ada.
Dan saat kita terus menjalani kehidupan ini dan mencoba menemukan "makna keberadaan kita", usaha itu sia-sia.
Hidup dalam Kristus, artinya pikiran-Nya menjadi pikiran kita dan jalan-jalan-Nya menjadi jalan-jalan kita…
Kita berpikir seperti apa yang akan Dia lakukan, supaya kekuatan-Nya menjadi kekuatan kita.
Saudaraku,
ada berbagai cara hidup.
Kita hanya sekedar hidup atau kita benar-benar bisa menjalani kehidupan didalam Kristus.
Ada yang hidup "menjalani rutinitas”, hanya sekedar mengikuti arus, sampai kehilangan "makna".
Ada pula yang hanya bertahan hidup, tidak lagi punya gairah apapun.
Tuhan Yesus berkata: "Akulah roti hidup".
Tuhan Yesus menggambarkan Dirinya dengan mengatakan kepada kita bahwa sebagaimana roti memberi kita kehidupan fisik, Tuhan Yesus memberi kita "kehidupan nyata", menurut saya, ini maksud Tuhan Yesus.
Tanpa Tuhan Yesus, hidup kita hanya sekadar ada.
Didalam Tuhan Yesus, kita masing-masing dipilih untuk melanjutkan karyaNya, sampai akhir zaman.
Maka berbahagialah telinga yang mendengar dan berbahagialah mata yang melihat.
Berbahagialah yang mengikuti jejak Kristus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 7 Mei 2025
Tuhan Yesus
Engkaulah yang memilih kami
Engkau membuka mata dan telinga kami
Engkau membuka rahasia-rahasia yang tersembunyi
Engkau memberikan kekuatan kepada kami untuk melalui jalanMu
Dan Engkau memberi makna untuk setiap waktu dalam hidup kami
Kami mohon rahmatMu untuk selalu mengusahakan hidup yang selalu bermakna dihadapanMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Yohanes 6:30-35;
Yoh 6:30
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
Yoh 6:31
Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
Yoh 6:32
Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
Yoh 6:33
Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
Yoh 6:34
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
Yoh 6:35
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
--------
Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi
Saudaraku,
banyak orang telah menginvestasikan waktu dan usaha mereka untuk memuaskan rasa haus dan lapar akan hal-hal duniawi.
Tuhan Yesus mengingatkan kita, supaya kita memuaskan rasa lapar yang terdalam, rasa lapar rohani.
Dengan makanan yang tidak akan pernah rusak untuk selamanya.
Tentu saja kita memerlukan makanan dan minuman untuk menjaga tubuh kita tetap hidup, tetapi Tuhan Yesus bersikap kritis terhadap orang banyak karena satu-satunya alasan mereka mengikutiNya adalah karena kebutuhan fisik mereka yang mendesak tanpa mempedulikan kebutuhan rohani mereka, jiwa mereka dan hubungan mereka dengan Allah.
Saudaraku,
tidak ada yang salah jika kita mengusahakan untuk kebutuhan hidup, orang-orang di zaman Yesus datang kepada Tuhan Yesus karena banyak alasan, tetapi Tuhan Yesus mencoba mengatakan bahwa ada yang lebih utama daripada sekedar kebutuhan fisik.
Ada rasa lapar dan haus rohani yang harus kita sadari.
Kebutuhan akan Allah, khususnya lagi hubungan dengan-Nya, kita membutuhkan pengampunan atas dosa-dosa kita.
Kabar baiknya kita punya Allah yang sangat mengasihi kita, kemurahan hatiNya selalu menanggapi setiap hati yang datang kepadaNya.
Ia selalu siap menerima kita dan dengan belaskasihNya memuaskan dan menghibur kita, supaya kita tidak lagi tertarik dengan godaan hawa, nafsu, rasa.
Saudaraku,
perhatikan, betapa bersemangatnya manusia mengurusi perkara-perkara duniawi.
Impian akan kehormatan, ambisi dan kekayaan, kepuasan hawa nafsu.
Bahkan sebagian orang "cenderung mengabaikan" perkara-perkara jiwa.
Jika setiap maunusia mau menyadari "kebutuhan jiwanya", ia tidak lagi tertarik dengan "kehausan dunia".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 6 Mei 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendakMu
Dan berikanlah kami rahmat kekuatan untuk membina pikiran-pikiran yang kudus dan mulia
Supaya kami tidak lagi tertarik dengan segala bentuk dorongan kepuasan hawa nafsu rasa
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 6:22-29;
Yoh 6:22
Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
Yoh 6:23
Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
Yoh 6:24
Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
Yoh 6:25
Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
Yoh 6:26
Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
Yoh 6:27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Yoh 6:28
Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
Yoh 6:29
Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
--------
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu
Saidaraku,
“Jangan bekerja untuk makanan yang dapat binasa”.
Tuhan Yesus mengingatkan, manusia bisa kehilangan hakikat hidup jika lebih berfokus hanya memenuhi kebutuhan duniawi.
Rasa lapar rohani adalah rasa lapar di dalam diri yang tidak akan pernah terpuaskan oleh apa pun yang bersifat fisik.
Rasa lapar rohani adalah kerinduan untuk terhubung dengan Sang Pencipta.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita. bahwa tujuan hidup seseorang bukan lagi "pelestarian diri", tetapi persekutuan dan pelayanan kepada Allah dan sesama.
Saudaraku,
banyak martir telah memberikan kesaksian tentang iman.
Iman bukan hanya dimensi rohani namu termasuk dimensi duniawinya, yang menjadi daya dorong untuk mewujudkan keadilan dan kasih, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Oleh karena itu kehadiran Allah adalah kasih persaudaraan umat beriman yang bersatu dalam Roh dalam kehidupan seharo-hari.
Saudaraku,
setiap orang mengajukan pertanyaan mendasar: apa makna hidup?
Meskipun orang ateis dapat menjalani kehidupan yang baik dan bermoral, mereka dihadapkan pada pertanyaan utama: mengapa saya harus melakukannya?
Pada suatu titik, setiap orang akan "melihat lubang", lubang hampa.
Dan lubang itu hanya dapat diisi oleh Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 5 Mei 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau selalu hadir dalam kehidupan kami
Kami mohon Engkau memberi makna dalam setiap gerak hidup kami
Supaya belas kasih dan kuasa-Mu nyata melalui aktivitas dan pekerjaan kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 21:1-19;
Ayat 12:19:
Yoh 21:12
Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
Yoh 21:13
Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
Yoh 21:14
Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Yoh 21:15
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Yoh 21:16
Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Yoh 21:17
Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
Yoh 21:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
Yoh 21:19
Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."
--------
Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"
Saudaraku,
kadang-kadang dalam hidup kita ada saat-saat ketika kita membutuhkan pemulihan karena berbagai peristiwa yang terjadi.
Ada dua hal utama ketika saat pemulihan:
- Ketika kita merasa kehilangan harga diri.
- Ketika kita merasa gagal di masa lalu.
Saudaraku,
Petrus telah menyangkal Tuhan Yesus tiga kali dan sangat kecewa dengan kepengecutannya.
Petrus telah melalui masa-masa sulit, dengan penangkapan Tuhan Yesus dan penyaliban-Nya, ia telah melalui banyak hal.
Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus, "Apakah engkau *mengasihi* Aku?" Petrus menjawab: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."
Dan kedua kalinya Tuhan Yesus bertanya, "Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?"
Ia menjawab, "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau".
Namun, untuk ketiga kalinya Tuhan Yesus turun ke level Petrus dan menggunakan kata-katanya untuk cinta dan bertanya, "Petrus, apakah engkau menyukaiku."
Dan Petrus menjawab dengan sedih, "Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihiMu."
Apakah kita memperhatikan jalan yang mengarah pada pemulihan penuh Petrus?
Itu dimulai dengan tingkat Ilahi yang tinggi dan berakhir pada tingkat pribadi.
Tuhan memanggil kita dari level-Nya dan kemudian memulai pekerjaan-Nya di dalam kita pada level pribadi, pada level kita di mana kita dapat berhubungan dengan-Nya.
Saudaraku,
kita harus menjalani hidup dari pemahaman kita tentang arti kasih bagi kita.
Kita tahu bahwa kasih Tuhan jauh lebih dari apa yang pernah kita alami, tetapi kita tidak dapat menghubungkan maknanya.
Tuhan harus mencapai tingkat pemahaman kita atau kita tidak akan pernah bisa mengambil langkah iman itu.
Roh Kudus memenuhi jiwa kita dan membuat hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus.
Kita harus fokus kepadaNya.
Kita tidak akan gagal dalam hidup ketika kita benar-benar setia hidup dalam kasih Tuhan Yesus.
Perhatikan, orang yang hatinya penuh kasih, jauh dari segala pikiran yang buruk.
Sedangkan hampir 100% ketakutan kita akan segala sesuatu adalah "buah dari pikiran".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 4 Mei 2025
Tuhan Yesus, Engkau tahu kami mengasihiMu
Dan kami telah menyerahkan hidup kami kedalam kuasaMu
Kami mohon ampunilah setiap keraguan kami
Dan jauhkanlah kami dari segala bentuk ketakutan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 14:6-14;
Yoh 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yoh 14:7
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
Yoh 14:8
Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
Yoh 14:9
Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Yoh 14:10
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
Yoh 14:11
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Yoh 14:12
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
Yoh 14:13
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Yoh 14:14
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
---------
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup
Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak hanya mengajarkan orang-orang bagaimana menjalani kehidupan moral yang baik.
Tuhan Yesus datang untuk mengajarkan kita bagaimana kita bisa menjalin hubungan dengan Allah, Bapa-Nya, sebagaimana Ia menjalin hubungan dengan Bapa dan bagaimana Allah akan bekerja dalam hidup kita, memberi kita kuasa untuk mengubah hidup kita.
Tuhan Yesus bukan hanya rambu jalan lain di antara banyak rambu jalan yang mengarahkan kita ke arah yang benar menuju Allah, Dia bukan hanya kompas atau GPS untuk mengarahkan jalan kita, Tuhan Yesus adalah jalan yang menghubungkan kita dengan Allah.
Tuhan Yesus berkata bahwa dia akan pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita di rumah Bapa-Nya sehingga kita bisa bersama Bapa dan suatu hari dia akan kembali untuk membawa kita bersama Bapa.
Kita tidak menemukan jalan menuju Bapa, ke surga, hanya dengan mengikuti ajaran tertentu, tetapi dengan mengikuti seseorang, Yesus, dengan percaya dalam iman bahwa dia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia dan bahwa Tuhan Yesus wafat dan bangkit untuk kita, sehingga Dia bisa datang tinggal di dalam kita, dan kita di dalam Dia.
Saudaraku,
“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
Tuhan Yesus membuktikannya melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati.
Tuhan Yesus adalah satu-satunya yang mampu pergi mempersiapkan tempat bagi kita bersama Bapa karena Dia adalah Tuhan.
Dan satu-satunya manusia yang pernah menjalani kehidupan yang benar-benar benar atau tanpa dosa(Ibr. 4:15).
Jika kita sedang dalam perjalanan ke suatu tempat dan kita belum pernah ke sana sebelumnya dan kita tidak memiliki peta, kita membutuhkan seseorang yang telah berada di sana untuk membimbing kita.
Saudaraku,
kita telah berada "dijalan yang benar", tetaplah waspada jangan sampai lengah.
Banyak orang berbelok arah dan "tersesat" oleh karena godaan.
Kalau kita cermati dari cara iblis menggoda, iblis selalu tampil dengan cerdik, bukan dengan sesuatu yang menakutkan.
Kadang kita pun tak bisa membedakan apakah itu godaan iblis atau bukan.
Godaan-godaan itu mengarah pada satu hal: ketidaksetiaan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 3 Mei 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau sendiri yang menyembuhkan kami dan menuntun kami sehingga kami melihat jalan
Dan kami menyadari bahwa setia berjalan dijalanMu tidaklah mudah
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan supaya kami tetap berada didekatMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
