"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 14:25-33;

Luk 14:25
Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
Luk 14:26
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Luk 14:27
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Luk 14:28
Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Luk 14:29
Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
Luk 14:30
sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
Luk 14:31
Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
Luk 14:32
Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
Luk 14:33
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
------------

Yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku

Saudaraku,
ajaran Tuhan Yesus tidak mudah diterima oleh manusia.
Ajaran Tuhan Yesus adalah "salib", yaitu harus bisa mematikan daging untuk memperoleh hidup.
Sedangkan manusia lebih cenderung terikat oleh kedagingan.
Harta benda, kehormatan dan kekuasaan.
Lalu peremungannya: Apakah kita yakin telah menjadi murid Kritus?

Saudaraku,
banyak orang meskipun telah mendengar Injil tetapi tidak mengubah hidupnya.
Banyak orang kristiani yang masih terikat oleh "cinta diri".
Barangsiapa ingin menikmati hidup dalam Kristus, ia harus menyesuaikan hidupnya dengan hidup Kristus.
Janganlah mencoba berdebat dengan dunia, saya yakin kita akan kalah.
Lebih baik selalu mengarahkan mata dan telinga kepada Kristus, supaya kita tidak tergoda oleh kesia-siaan.
Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.(Pkh 1:8)
Mari kita perhatikan: jika kita menuruti kenikmatan nafsu rasa, kita pasti terpisah dari Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 4 September 2022

Tuhan Yesus
Kami hanya ingin tunduk dengan rendah hati kepada kepada-Mu
Dan kami sadar itu sangat berat
Maka setiap hari kami selalu berusaha untuk hidup dalam Firman-Mu
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk tetap setia dan taat kepada perintah-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 6:1-5;

Luk 6:1
Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
Luk 6:2
Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
Luk 6:3
Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
Luk 6:4
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
Luk 6:5
Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
-------

Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat

Saudaraku,
jika kita belajar dari Injil, sesungguhnya Tuhan Yesus tidak menghilangkan hari sabat.
Tuhan Yesus hanya meminta orang-orang Farisi tidak menuhankan hari sabat.

Saudaraku,
percaya kepada Tuhan Yesus artinya hidup kita harus TUNDUK kepada ketuhanannya.
Dan itu tidak mudah, mari kita lihat diri kita sendiri, seringakali kita justru menuhankan hal-hal duniawi.
Misalnya banyak orang kristen yang takut kehilangan kesenangan, jabatan, kekuasaan dan harta benda.
Atau ibadat di gereja hanya sekedar kewajiban.
Pesan hari sabat adalah supaya manusia "menyediakan waktu untuk Allah", jadi bukan tentang hari dan berbagai macam aturannya.
Oleh karena itu kita sebagai umat kristiani, "semangat sabat" harus menjadi sebuah kerinduan kepada Allah.
Sebab ya atau ya, hidup kita 6 hari dalam setiap minggu hanya penuh dengan hirup pikuk duniawi.
Lalu permenungannya: saat hari minggu kita datang ibadat di gereja, apakah sungguh-sungguh karena kerinduan kita kepada Allah?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 3 September 2022

Tuhan Yesus
Kami sadar bahwa daging ini tidak akan bisa tunduk dengan berbagai macam aturan
Maka setiap hari kami merindukan-Mu
Dan dengan berbagai cara kami mendekat kepada-Mu
Kami memohon rahmat kekuatan-Mu dan terang Roh Kudus
Supaya daging ini tunduk dengan sukarela kepada kehendak dan rencana-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 5:33-39;

Luk 5:33
Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum."
Luk 5:34
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?
Luk 5:35
Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa."
Luk 5:36
Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
Luk 5:37
Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
Luk 5:38
Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
Luk 5:39
Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."
--------

Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum

Saudaraku,
kembali saya ingatkan bahwa kekristenan "bukan tentang mengikuti aturan".
Kekristenan adalah tentang kasih karunia, cinta dan pengampunan.
Roh Kudus hidup di setiap orang yang percaya dan bekerja dari dalam.
Oleh karena itu jangan biarkan "pola dunia" mempengaruhi hati, pikiran dan perilaku kita.
Didalam Kristus kita adalah ciptaan baru, hidup di jalan Tuhan Yesus.
"Petualang iman", yang taat hanya kepada pimpinan Roh Kudus.

Saudaraku,
marilah kita selalu mengingat kasih Allah, di mana pun dan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan.
Supaya kita tidak lagi tertarik dengan hal-hal yang fana.
Orang-orang dunia "sibuk dengan aturan agama" yang pada akhirnya justru tidak menemukan Allah.
Mereka lebih tertarik tampilan lahiriah, sehingga segala sesuatu yang mereka lakukan hanya supaya untuk dilihat manusia.
Didalam Kristus kita adalah ciptaan baru, menyerahkan segala-galanya kepada pertimbangan Allah.
Maka mari arahkan hati dan pikiran kita hanya kepada pertimbangan-pertimbangan Allah.
Jika hubungan kita dengan Allah baik, kita pasti akan selalu mengutamakan pertimbangan-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 2 September 2022

Tuhan Yesus
Kami mohon lihatlah keadaan kami
Ampunilah kesalahan-kesalahan kami
Kami mohon bantulah kami untuk memperbaikinya
Dan kami mohon tangan-Mu selalu membimbing dan menuntun kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 5:1-11;

Luk 5:1
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
Luk 5:2
Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
Luk 5:3
Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Luk 5:4
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
Luk 5:5
Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Luk 5:6
Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Luk 5:7
Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Luk 5:8
Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
Luk 5:9
Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
Luk 5:10
demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
Luk 5:11
Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.
--------

Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga

Saudaraku,
sudah ratusan kali kita mendengar kotbah bahwa kita harus taat kepada perintah Allah.
Saya yakin kita semua berusaha untuk taat.
Sangat menarik untuk menjadi permenungan kita pagi ini: bukankah kita sangat ahli menipu diri sendiri?
Jika demikian, sangatlah sulit membedakan antara pekerjaan tangan kita atau karya tangan Allah.
Mari kita lihat Petrus dalam injil hari ini.
Jika kita jadi Petrus setelah memperoleh banyak ikan, mungkin kita bicara dengan diri kita sendiri, oh mungkin tadi saya salah tempat menebarkan jala.
Saya percaya kita semua taat, tetapi apakah hasil dari ketaatan itu untuk kemuliaan Tuhan atau kemuliaan diri kita sendiri?

Saudaraku,
saya yakin setiap hari Allah menyatakan kuasa-Nya dalam hidup kita.
Maka mari saya ajak untuk melihat diri sendiri.
Bagi yang saat ini hidup nyaman dan sukses dalam karir atau usaha, apakah lalu dengan rendah hati tersungkur dihadapan Allah, mengucap syukur atas pemeliharaan-Nya.
Atau menyombongkan diri atas semua pencapaian kita?
Bagi yang saat ini kurang beruntung, apakah Saudara mengikuti perintah Allah atau kehendak manusia?

Saudaraku,
perintah Allah terkadang bertentangan dengan akal budi.
Maka ingatlah selalu bahwa "kita harus menyesuaikan diri".
Jika perlu setiap detik tanyalah kepada diri sendiri.
Apakah saat ini kita melakukan kehendak Allah atau perintah daging.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 1 September 2022

Tuhan Yesus
Kami mohon ajarilah kami untuk mencintai kehendak-Mu
Kami mohon ajarilah kami untuk taat kepada perintah-Mu
Dengan sungguh hati, kami ingin berserah diri kepada kuasa-Mu
Dan kami bersyukur sebab Engkau memilih kami untuk membawa belas kasih dan mewartakan kebaikan-Mu
Supaya hidup kami menjadi mujizat bagi setiap orang di hidup kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 4:38-44;

Luk 4:38
Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
Luk 4:39
Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
Luk 4:40
Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
Luk 4:41
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
Luk 4:42
Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
Luk 4:43
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
Luk 4:44
Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
--------

Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka

Saudaraku,
kita percaya bahwa Tuhan Yesus masih bekerja hari ini sampai dengan akhir zaman.
Kita percaya mujizat masih terjadi sampai hari ini.
Permenungannya: apakah kepercayaan itu mampu menjadi pustaka hidup kita sehingga hidup kita lebih mengutamakan kehendak dan rencana Allah?

Saudaraku,
jika seorang kristiani tidak mengerti rencana dan kehendak Allah dan tidak melihat mujizat-mujizat masih terjadi, maka itu adalah sebuah "kebohongan besar".
Sebab jika kita mau melihat setiap kejadian yang kita alami setiap hari, saya yakin kita semua masih menerima keajaiban.
Contoh keajaiban sederhana yang sering kita lupakan: apakah Saudara punya kuasa atas hari esok?
Jika hari ini "kita masih hidup dalam ketaatan kepada Allah" apakah itu bukan keajaiban?
Sampai hari ini dunia tetap cantik, mempesona dan menawarkan berbagai macam "kenikmatan".
Jadi jika kita hari ini tetap hidup benar dalam kehendak Allah, itu adalah mujizat yang luar biasa.
Tanpa pertolongan Tuhan, manusia akan binasa dalam keinginan daging.

Saudaraku,
Roh Kudus menemani kita setiap hari.
Supaya hidup kita tidak terombang-ambing antara khawatir dan berharap.
Tanpa Roh Kudus kita tidak akan menang mengalahkan "sifat-sifat buruk" kemanusiaan kita.
Roh Kudus menuntun dan memberikan kekuatan untuk maju dalam keutamaan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 31 Agustus 2022

Tuhan Yesus
Ampunilah kami sebab seringkali kami mengabaikan kehadiran dan kuasa-Mu
Seringkali kami mengeluh hanya karena kesusahan sedikit saja
Mata kami melihat kuasa-Mu dan telinga kami mendengar keajaiban-Mu
Namun seringkali kami memilih mencari jalan sendiri
Ampunilah kami ya Tuhan dan sembuhkanlah kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa