"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 1:21-28;

Saya kutip sebagian:

Mrk 1:23
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
Mrk 1:24
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Mrk 1:25
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"
Mrk 1:26
Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
Mrk 1:27
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
--------

Apa ini? Suatu ajaran baru, Ia berkata-kata dengan kuasa

Saudaraku,
sebagai seorang kristiani, anak-anak Allah, semua bagian dari diri kita seharusnya memancarkan kuasa Allah.
Berusaha dengan rajin supaya dimanapun dalam segala sesuatu yang kita ucapkan dan yang kita kerjakan dalam kuasa Allah.
Supaya kita tidak dikuasai oleh ucapan atau pekerjaan itu, lalu kita terikat olehnya.
Dan memandang setiap kejadian dengan "mata Allah", yaitu belas kasih dan pengampunan.
Dengan demikian kita tidak mudah menuduh dan menghakimi siapapun, walaupun mungkin merasa memiliki cukup alasan.

Saudaraku,
perkataan Tuhan Yesus bukan dongeng, jika kita mau dan sungguh-sungguh berserah diri, Sabda itu berkuasa mengusir segala yang jahat dari dalam diri kita.
Terkadang saya tersenyum sendiri saat ada "ritual" pengusiran roh-roh jahat misalnya oleh paranormal.
Ada juga aliran yang sering mengadakan acara seperti itu, saya pun tertawa.
Pertanyaannya: apabila "Sabda Tuhan" hidup dalam diri manusia, apakah mungkin roh jahat ada dalam dirinya?
Menurut saya, kita telah mendengar Sabda Tuhan, hidupi Sabda itu sehingga kuat berakar dalam hidup kita.
Pasti segala yang jahat tidak akan berani mendekat kepada kita.
Hati dan pikiran menjadi bersih dan penuh kemuliaan-Nya.

Saudaraku,
janganlah hanya mencari kata dan kalimat indah dalam Injil lalu "latah mengucapkannya", ada banyak pula teguran yang keras.
Dan semoga karena "cinta kebenaran" lah yang mengarahkan telinga kita kepada Sabda Tuhan dan mengarahkan mata kita kepada pekerjaan Allah.
Sehingga hanya Tuhan yang berkuasa atas hidup kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 14 Januari 2020

Dengan rendah hati kami mendengarkan Sabda-Mu ya Bapa
Kami mohon kuasaliah hati dan pikiran kami
Dan nyatakanlah kuasa-Mu dalam hari-hari hidup kami
Supaya ucapan dan perbuatan kami
Mengukir belas kasih dan kabar baik dalam hidup setiap orang di kehidupan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 1:14-20;

Saya kutip sebagian:

Mrk 1:15
kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
Mrk 1:16
Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Mrk 1:17
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Mrk 1:18
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
--------

Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia

Saudaraku,
apa yang paling banyak menyita waktu dalam hidup kita?
Dan apa yang menghalangi Tuhan menjadi Tuhan atas hidup kita?
Dua pertanyaan yang sangat berat bagi saya.
Jujur saja, 99% bahkan lebih waktu saya hanya untuk mengurus diri sendiri.
Seluruh waktu yang tersedia hampir seluruhnya dikuasai oleh segala macam kecemasan, cemas tentang pekerjaan dan cemas akan hari esok.
Dan saya sering menjadi tuhan atas diri saya sendiri.
Setiap kali menyadari telah berpikir atau bertindak menyimpang, saat itu juga berusaha sangat keras untuk mencari pembenaran diri.

Saudaraku,
berapa banyak kalori rohani yang kita butuhkan, untuk menanggapi panggilan-Nya?
Sebab setiap kali ingin bertindak sebagai rasul-rasul Kristus, seakan-akan seluruh isi dunia ini melawan.
Oleh karena itu, marilah dengan bijaksana menjaga kehidupan rohani dan jika perlu dengan doa dan puasa, supaya kita memiliki cukup kalori untuk melaksanakan perintah-Nya.
Lihatlah banyak bunga bermekaran, namun tidak semua menjadi buah.
Maka marilah dengan segala usaha menyediakan ruang yang cukup bagi Allah, agar Ia yang bekerja dalam kehidupan kita.
Dan dengan demikian Ia akan selalu "memurnikan keinginan kita".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 13 Januari 2020

Kami bersyukur dan beterimakasih kepada-Mu ya Bapa
Engkau menyertai kami dengan sabar dan penuh kasih
Engkau selalu berusaha mendekat saat kami menjauh
Engkau nyatakan kuasa-Mu saat kami bimbang

Kami mohon
Berkatilah dan kuduskanlah jiwa kami
Agar menjadi tempat tinggal-Mu yang kudus

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 3:13-17;

Mat 3:13
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Mat 3:14
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
Mat 3:15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
Mat 3:16
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Mat 3:17
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
--------

Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan

Saudaraku,
apakah kita menyadari bahwa kita yang dibaptis, sesungguhnya kita juga dibaptis dalam kematian-Nya di kayu salib?
Sebab setelah Tuhan Yesus dibaptis dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis(Bdk Mat 4:1).
Tuhan Yesus berhasil mengalahkan daging dan puncaknya saat Ia wafat di kayu salib.
Oleh karena kita adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.(Bdk 2Kor 5:17).
Dan kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.(Bdk Rm 6:6)

Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak memerlukan pembaptisan, ia memberikan teladan kepada kita tentang "kepatuhan".
Sebab tanpa kepatuhan kita sangat sulit untuk tetap bertahan di jalan Allah.
Sebab siapakah yang mampu bertahan menolak godaan-godaan daging, tanpa kepatuhan?
Perangkap menghampiri kita setiap detik, kepatuhan mampu membangkitkan "kesadaran".
Dengan demikian kita tidak akan mudah jatuh dalam pencobaan.

Saudaraku,
tujuan akhir hidup kita adalah hidup kekal dalam sukacita Allah.
Tentunya kita semua rindu pada saatnya nanti semua penghuni surga bersukacita menyambut "kesuksesan kita".
Kita ingin mendengar sambutan Allah: "Inilah anak-Ku yang Kukasihi", saat kita masuk dalam kekekalan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 12 Januari 2020

Allah Bapa kami
Sebagai anak-anak-Mu
Kami ingin memuji dan menyembah Engkau setiap saat dan selama-lamanya
Karena hanya dengan cara itulah kami menyadari kelemahan kami dan menyerahkannya dalam kuasa-Mu
Sehingga kami selalu sadar untuk hidup sebagai anak-anak-Mu yang melakukan kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 3:22-30;

Saya kutip sebagian:

Yoh 3:22
Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
Yoh 3:23
Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
--------
Yoh 3:25
Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
Yoh 3:26
Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
Yoh 3:27
Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
Yoh 3:28
Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
Yoh 3:29
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Yoh 3:30
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
--------

Tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya

Saudaraku,
membanggakan diri dengan kekayaan, kesuksesan dan popularitas, sepertinya "penyakit" bawaan.
Hampir setiap orang mencari-cari dalam dirinya apa yang "pantas disombongkan".
Mari bersyukur kita memiliki Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus Kristus, satu paket dari surga yang memberikan teladan kepada kita tentang "kerendahan hati" dan pengorbanan.
Bagi saya sendiri tidak ada istilah di-bully, dihina, direndahkan, tidak dianggap dan lainnya.
Karena saya tidak pernah menanggapi hal-hal seperti itu.
Saya hanya berpikir melakukan yang terbaik untuk siapapun dan berusaha tidak merugikan siapapun.
Apalagi mengharapkan pujian atau pengin jadi orang terkenal.
Jika saya mendengar tepuk tangan keberhasilan, saya lebih senang menutup telinga dan justru berusaha mendengarkan kekurangan-kekurangan saya.

Saudaraku,
ada baiknya tidak terburu-buru dalam segala hal.
Marilah belajar mengendalikan "dorongan hati" dan "perintah akal budi".
Sebab hampir pasti bagian terbesarnya adalah untuk "kenikmatan, kenyamanan dan kesombongan diri sendiri".
Selalu memandang segala sesuatu dengan memperhatikan "pertimbangan-pertimbangan Allah".
Supaya kita tidak diombang-ambingkan oleh "kemauan" mementingkan diri sendiri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 11 Januari 2020

Allah Bapa kami
Kami mohon berilah kami keberanian untuk menyangkal diri
Supaya kami tidak dikalahkan oleh godaan-godaan
Dan tidak takut menghadapi rintangan-rintangan
Dan kami mohon
Semoga rahmat kekuatan Roh-Mu
Menjadi sumber daya ilahi
Untuk selalu berjaga-jaga dan berdoa
Supaya kami tidak jatuh ke dalam pencobaan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 5:12-16;

Saya kutip sebagian:

Luk 5:12
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Luk 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Luk 5:14
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
--------

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir

Saudaraku,
dalam Injil Lukas pagi ini saya melihat, Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta dengan menjamahnya.
Memang Ia Tuhan berkuasa atas dunia termasuk semua sakit penyakit, namun menarik jadi permenungan untuk kita: Tuhan Yesus menjamah yang tidak terjamah.
Dan menjadi teladan yang luar biasa bagi kita.
Apakah kita harus menjadi tuhan, untuk menyentuh orang sakit kusta? Supaya tidak tertular penyakit.
Sebab ada orang yang berat dan bahkan sangat berat untuk memberi atau berbagi karena takut kekurangan, dan katanya menunggu nanti kalau sudah kaya.

Saudaraku,
sebagai anak-anak Allah:
Wajib memberi kepada yang kekurangan.
Wajib mengasihi kepada yang membenci.
Wajib memaafkan dengan tulus hati kepada orang yang menghina.
Mencintai mereka yang ditolak dunia.
Memaafkan mereka yang tidak dimaafkan oleh dunia.
Melindungi mereka yang teraniaya.
Maka jika ada yang hanya memikirkan dirinya sendiri, takut oleh pemikirannya sendiri, sekarang ini juga datanglah kepada Tuhan Yesus, katakanlah: "Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku".
Sebab dimata Tuhan, orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri adalah "orang sakit".

Saudaraku,
mari memandang tiap-tiap kejadian dengan mata anak Allah.
Supaya tidak lagi terpikat dengan hal-hal yang fana.
Dan dengan tulus hati menggunakan sarana-sarana yang ada hanya untuk kemuliaan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 10 Januari 2020

Allah Bapa kami
Putera-Mu Tuhan Yesus Kristus ditolak oleh dunia
Kami berterimakasih Engkau berikan kami mata surgawi
Sehingga kami melihat kuasa dan karya kasih-Mu
Dan kami tak henti-hentinya berdoa memohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya hidup kami menjadi saksi-Mu
Sehingga setiap orang di hidup kami memperoleh kesembuhan dan melihat keselamatan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin