"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 11:20-24;

Mat 11:20
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
Mat 11:21
"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
Mat 11:22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
Mat 11:23
Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
Mat 11:24
Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."
---------

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya

Saudaraku,
mari kita lihat bahwa Tuhan Yesus ahli dalam mengubah garis-garis hidup kita yang bengkok menjadi lukisan yang indah.
Terkadang, bahkan ketika kita menolak mengikuti jalan-Nya, Dia mengubah pemberontakan kita menjadi hasil yang baik, tetapi umumnya hasil yang tidak kita sukai.
Khorazim dan Betsaida tampaknya sangat menentang pesan dan karya-Nya.
Tuhan Yesus melakukan mukjizat di sana, tetapi orang-orang menolak untuk percaya kepada-Nya.
Mengapa Tuhan Yesus mengecam kota-kota yang tidak bertobat?
Pesan Kristus bermuara pada dua tanggung jawab: mengasihi Allah di atas segalanya dan memiliki kasih yang sama efektifnya bagi sesama, bahkan musuh.
Itu berarti pengampunan setiap hari, bukan hanya atas penghinaan kecil yang dilakukan orang kepada kita, tetapi bahkan atas kejahatan besar yang mereka lakukan.
Jadi kita harus mengampuni dan kita harus berdoa bagi setiap orang yang membuat ketidaknyamanan dalam hidup kita.
Dan berbuat baik kepada setiap orang terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.
Sambil mendukung dan mendoakan mereka yang mengupayakan pertobatan.
Tuhan Yesus Kristus mengajak kita untuk "menyembuhkan dunia", tetapi memang tidak mudah.

Saudaraku,
dalam sejarah kekristenan sarat dengan penolakan dan penganiayaan.
Tetapi tidak menyebabkan hilangnya iman kepada Tuhan Yesus dan ketidaktaatan terhadap perintah-perintah-Nya.
Itu berarti tugas kita, baik rohaniwan maupun awam adalah menjadi saksi kedaulatan Allah dan kuasa sakramental yang ditunjukkan melalui Gereja.
Banyak orang sedang mengembara dalam kegelapan moral dan membutuhkan pengakuan dosa untuk mengatasi masalah terbesar mereka, dosa.
Dan mereka haus akan Sabda Allah, akan persatuan dengan Allah dan Gereja memiliki sarana untuk menyediakannya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 15 Juli 2025

Allah Bapa kami
Karena begitu besarnya belas kasihMu kepada kami, Engkau menyelamatkan kami
Melalui PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus, Engkau mengangkat kami dari kematian kepada hidup
Bahkan Engkau nyatakab belas kasih dan kuasaMu, setiap hari
Kami mohon bimbinglah kami dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Supaya kami tidak kembali kepada kegelapan

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa

 

Injil Matius 10:34-42, 11:1;

Mat 10:34
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Mat 10:35
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
Mat 10:36
dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Mat 10:37
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Mat 10:38
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Mat 10:39
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 10:40
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
Mat 10:41
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
Mat 10:42
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."
---------
Mat 11:1
Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
---------

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku

Saudaraku,
salib mengajarkan kita untuk "menyangkal diri" dari kepentingan pribadi demi melayani tujuan yang lebih tinggi.
Itulah cara kita untuk terus-menerus melakukan pengecekan diri agar kita setia hidup dalam kekudusan.
Sebab manusia, terkadang, memiliki kecenderungan yang mengakar untuk "hanya memikirkan diri sendiri", menganggap diri sendiri selalu benar dan memandang diri sendiri sebagai standar untuk mengukur segala sesuatu.
Cinta diri selalu mendorong kita untuk mencari makna hidup dalam kekuasaan, kekayaan dan kehormatan.

Saudaraku,
kita tidak boleh datang kepada Tuhan dengan cara kita sendiri, kita harus datang kepada-Nya dengan cara-Nya.
Ini adalah panggilan untuk berserah diri sepenuhnya.
"Pikullah salibmu dan ikutlah Aku."
Kita memikul salib kita ketika kita dengan rela menerima dan memenuhi tanggung jawab kita dalam hidup, terutama yang tidak menyenangkan. Supaya membantu kita menjadi semakin seperti Kristus, terutama dalam setiap kenyamanan dalam hidup.
Jika semua "penyaliban" kita mengarah pada kebangkitan, ini mengubah segalanya.
Disaat kita sanggup menempatkan Tuhan Yesus dan kehendak-Nya yang mengatur hidup kita, dorongan amarah, keegoisan, hawa nafsu, kecemburuan, dan kebencian, tidak akan menguasai hati dan pikiran kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 14 Juli 2025

Tuhan Yesus
Hanya melalui salibMu, kami akan mengalami kebangkitan dan hidup kekal bersamaMu
Dan kami sadar kami harus sangup menyalibkan keinginan-keinginan daging
Maka kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendakMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 10:25-37'

Luk 10:25
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Luk 10:26
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
Luk 10:27
Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Luk 10:28
Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Luk 10:29
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Luk 10:30
Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Luk 10:31
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:32
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:33
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Luk 10:34
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Luk 10:35
Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Luk 10:36
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
Luk 10:37
Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
---------

Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Saudaraku,
sikap Tuhan terhadap manusia adalah sikap seorang Bapa yang penuh kasih.
Tuhan selalu baik.
Ketika Tuhan menampakkan diri kepada Musa di gunung, Dia lewat di depan Musa, Dia berseru, "Tuhan, Tuhan Allah, penyayang dan pengasih, panjang sabar dan penuh belas kasihan dan benar."
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Dia memberikan Putra tunggal-Nya.
Kita perlu memahami bahwa murka Allah hanyalah sisi lain dari mata uang Kasih-Nya.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia berduka ketika kita menyakiti diri sendiri dan orang lain.
Dan jika kita bersikeras melakukan segala sesuatu dengan cara kita sendiri, mengabaikan atau meremehkan aturan-aturan-Nya yang telah dirancang dengan baik demi keselamatan kita, dalam murka-Nya atas dosa-dosa kita, Dia mungkin menarik "tangan perlindungan-Nya" dan membiarkan kita menanggung akibat dari keegoisan dan kebodohan kita sendiri.
Dia tidak perlu memukul kita untuk mengajari kita apa yang benar dan salah.
Ketika kita berbuat jahat, kita menyakiti diri kita sendiri.

Saudaraku,
jika orang melihat betapa baiknya kita, betapa baiknya kita memperlakukan orang lain, betapa bijaknya kita bertindak, mereka akan tertarik pada kebaikan itu dan kemudian pada kebenaran.
Itulah sebabnya, pertama-tama, kita harus membasmi semua perbuatan yang memisahkan kita dengan Allah, yaitu segala bentuk keinginan jahat dan cinta diri.
Sebagai individu maupun sebagai komunitas, kita harus menghadirkan dengan kebajikan-kebajikan yang kita temukan dalam diri Tuhan Yesus.
Perhatikan jika Tuhan Yesus sungguh-sungguh hidup dalam hidup kita, tidak ada keinginan jahat yang sanggup menguasai hati dan pikiran kita.
Sebab kita telah menerima kuasa untuk mengalahkan dunia dan hidup sebagai anak-anak Allah.
Mengapa banyak orang katolik yang hidupnya masih menyimpang?
Karena Tuhan Yesus hanya ada saat mereka di gereja.
Sedangkan dalam hidup kesehariannya mereka diperintah oleh hawa, nafsu dan rasa.
Maka marilah kita selalu "hidup dalam kehadiran-Nya" dan arahkan mata dan telinga kita hanya kepada kehendakNya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 13 Juli 2025

Tuhan Yesus
Kami sunggguh-sungguh sadae dan percaya bahwa Engkau hidup dalam hidup kami
Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Kami mohon ampunilah kami jika Kau dapati kami tidak setia
Dan kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalah segala bentuk cinta diri
Supaya dalam segala keadaan, kami tetap setia hidup dalam kehendakMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 10:24-33;

Mat 10:24
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.
Mat 10:25
Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
Mat 10:26
Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Mat 10:27
Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
Mat 10:28
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Mat 10:29
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
Mat 10:30
Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
Mat 10:31
Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
Mat 10:32
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 10:33
Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
---------

Janganlah kamu takut

Saudaraku,
ketakutan adalah Pembunuh Impian!
Takut adalah hambatan terbesar dan paling umum yang hampir dialami setiap orang.
Tetapi bagi sebagian orang, mungkin tidak pernah mengkhawatirkan apapun sehingga tidak pernah merasa takut dalam hal apapun dan dala keadaan sesulit apapun.

Saudaraku,
rasa takut bisa melumpuhkan dan bisa memperbesar kemungkinan mengalami kegagalan dalam hal apapun.
Yang terburuk, ketakutan bisa membuat kita tidak melakukan apapun.
Ketakutan adalah penghalang terbesar dan menyebabkan takut melangkah.
Meskipun kita tidak menyebut ketakutan kita, tanpa disadari ketakutan itu menjadikannya "teman tersembunyi" yang menghambat hidup kita.
Takut kehilangan kendali, takut gagal itu umum atau takut akan ketidakamanan finansial atau materi?
Atau takut mengecewakan orang lain, takut ditolak orang lain, takut sendirian, takut dianggap tidak berarti.
Semua itu wajar tetapi sangat membatasi hidup.
Dan "Jangan takut" tersebar di seluruh Injil, seperti "bintang-bintang" yang bertaburan di langit malam.
Mari kita perhatikan apa kata malaikat kepada Bunda Maria? “Jangan takut – Tuhan menyertaimu”.

Saudaraku,
Tuhan Yesus membagikan kasih-Nya kepada kita untuk mengusir rasa takut.
Dosa adalah satu-satunya hal yang perlu ditakuti dan karena setan menipu dan menggoda jiwa-jiwa agar berbuat dosa, ia harus ditakuti dan dilawan sebagai musuh kita.
Segala sesuatu adalah Ketetapan Ilahi, segala sesuatu diatur oleh-Nya, hingga ke detail terkecil.
Jika kita memiliki kesadaran akan "realitas Tuhan", maka ketakutan tidak akan pernah memenjarakan kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 12 Juli 2025

Tuhan Yesus
Engkau membawa kami untuk tinggal dalam kasihMu
Supaya kami tidak takut dalam kehidupan kami di dunia ini
Kami mohon bimbinglah kami untuk selalu hidup dalam kehadiranMu
Dan kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendakMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 10:16-23;

Mat 10:16
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Mat 10:17
Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
Mat 10:18
Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Mat 10:19
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
Mat 10:20
Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
Mat 10:21
Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
Mat 10:22
Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Mat 10:23
Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.
---------

Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu

Saudaraku,
Allah itu agung dan kita harus mengakuinya dan Allah sepenuhnya berkuasa, sehingga kita bertindak seperti hamba yang menuruti perintah Allah dan Guru.
Kita juga mengasihi Sang Guru, tetapi jika kita memikirkan kasihNya kepada kita, itu lebih mengasihi apapun dalam kehidupan di dunia ini.
Cara lain yang perlu kita kembangkan sebagai pengikut Tuhan Yesus, "takut akan Bapa yang Baik".
Seorang Bapa yang baik mendisiplinkan tetapi tidak mendominasi.
Ia cenderung berdiskusi tentang benar dan salah dengan anaknya sebelum memberi pengajaran.
Ia tidak memanjakan atau mencaci-maki, Ia mengambil jalan tengah.
Ia memberi anak apa yang dibutuhkan dan mengharapkan dari anak apa yang pantas.
Itulah sebabnya kita berdoa "Bapa Kami".

Saudaraku,
ketika Roh Kudus mendorong kita untuk berbuat baik, kita hendaknya mengenali semangat itu dan ketika kita merasa tenang dengan keputusan tersebut, lakukanlah dengan penuh tanggung jawab.
Namun, jika kita melihat orang lain lebih baik, kita hendaknya bersyukur bahwa mereka menanggapi panggilan Tuhan dan percaya bahwa mereka akan hidup dengan lebih taat dan bijaksana.
Kita hendaknya bersyukur untuk setiap pencapaian dalam setiap usaha kerohanian kita dan untuk keberhasilan dalam setiap usaha kita untuk taat kepada Roh Kudus.
Dengan kata lain, hendaknya kita harus semakin taat kepada pendengaran kita akan Allah dan bersyukur atas segala rahmatNya.

Saudaraku,
Santo Yakobus mengajarkan kepada kita: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Ketekunan itu haruslah matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.”(Bdk Yak 1:2-4)
Ketika kita menghadapi perlawanan, kita akan menjadi lebih kuat.
Semakin lama kita bergulat dalam tarik-menarik yang dibawa dunia di sekitar kita, kita akan menjadi semakin tangguh dan kuat.
Kita akan bertekun saat perlawanan berikutnya datang dan mampu menghadapinya dengan lebih baik.
Ketekunan untuk bertahan akan mendewasakan kita dan membuat kita semakin serupa dengan Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 11 Juli 2025

Tuhan Yesus
Engkau menghendaki kami semakin serupa dengan Engkau
Kami percaya Engkau menjadikan kami menjadi lebih kuat
Oleh karena itu kami mohon rahmat kekuatanMu untuk setia hidup dalam ketekunan dan ketaatan
Supaya melalui hidup kami setiap orang mengalami Allah yang hidup

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa