"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 9:2-13;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 9:2
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
Mrk 9:3
dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
Mrk 9:4
Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
Mrk 9:5
Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Mrk 9:6
Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
Mrk 9:7
Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
-------

Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia

Saudaraku,
iman tidak menjamin kita tidak akan khawatir, tidak menjamin kita tidak gelisah, tidak menjamin kita tidak lagi berbuat salah.
Sebab kita adalah manusia yang memiliki keterbatasan.
Tetapi iman kita dalam Kristus memberi jaminan bahwa Tuhan itu hidup dan penuh kasih, dan menyertai kita mengatasai keterbatasan.

Saudaraku,
para penulis Injil dengan sederhana menceritakan peristiwa-peristiwa yang menampilkan iman para Rasul.
Sehingga saat ini kita tidak kehilangan pengharapan dan hidup dari iman yang teguh.
Memberi jalan keluar dari kecemasan, memberi kedamaian dan memenuhi hati dengan harapan.

Saudaraku,
dengan kacamata iman, dengan sangat jelas kita bisa melihat jalan yang menyesatkan.
Dan dengan iman kita diberikan kekuatan tetap berada di jalan kebenaran.
Saya hanya mengingatkan pencobaan datang setiap saat, maka setiap saat kita harus mendengarkan Dia.
Supaya hati, pikiran, ucapan dan tindakan kita tetap mengikuti perintah Tuhan kita Yesus Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 23 Februari 2019

Setiap hari kami memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu
Supaya langkah kami tetap berada di jalan-Mu
Bapa Engkau baik dan sangat baik
Engkau setia menemani kami dalam semua keadaan
Sabda-Mu selalu menjadi jawaban setiap persoalan kami
Dan selalu menjadi penghiburan saat kami merasa sendirian
Terimakasih ya Bapa untuk semua kebaikan-Mu
Dan Kami mohon buatlah telinga kami selalu mendengar

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 16:13-19;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
---------

Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Saudaraku,
sejak kita dibaptis maka kita menjadi umat Allah.
Dan Tuhan Yesus memberikan selamat dengan menyebut nama kita masing-masing, berbahagialah Saudaraku sebab engkau telah melihat Allah.
Dan berbahagialah, sebab sejak saat itu kita menjadi bagian dari kerajaan Allah.
Kita diajak untuk ambil bagian dalam mewartakan kerajaan Allah.
Hari ini kita merayakan tahta suci Santo Petrus, yang dipilih oleh Tuhan Yesus untuk menggembalakan umat-Nya.
Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.(Bdk Yoh 21:15-17)
Maka marilah kita berdoa untuk para Imam supaya menjadi gembala yang baik yang selalu menuntun dan melindungi dombanya.
Dan marilah kita juga berdoa mohon panggilan, supaya semakin banyak orang menanggapi panggilan-Nya untuk bekerja di ladang-Nya.

Saudaraku,
tentunya kehidupan rohani kita harus selalu bertumbuh supaya kita bisa ambil bagian dalam mewartakan kerajaan Allah.
Berbahagialah yang dipilih Tuhan untuk bisa terlibat dalam berbagai pelayanan.
Tetapi jangan berkecil hati, bagi yang mungkin merasa tidak bisa terlibat secara langsung dalam setiap pelayanan, kita bisa ambil bagian dengan hidup yang mewujudkan kasih dan kebaikan Allah.
Jika kita selalu menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, maka kita juga akan memiliki kekuatan Allah.
Misalnya secara manusia Saudara sangat susah untuk mengampuni, tetapi jika Saudara menggunakan kekuatan Allah, Roh Allah, Saudara tidak akan pernah sempat membenci.
Kemarin pagi saya mendapat kiriman kalimat yang indah dari seorang Romo/Pastor: hal-hal duniawi jangan sampai menghapus yang ilahi.
Mungkin hampir kita semua pernah marah, tetapi jangan sampai kemarahan itu mengilangkan kesadaran kita bahwa kita ini adalah anak-anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 22 Februari 2019

Bapa sorgawi
Engkau memberikan kuasa kepada kami untuk menang atas setiap keadaan dalam hidup kami
Supaya kami tidak kehilangan rahmat dan belas kasih-Mu
Terimakasih ya Bapa
Dan kami mohon Roh-Mu selalu menyadarkan kami
Bahwa kami telah Engkau pilih untuk berperan aktif untuk ambil bagian dalam mewujudkan kasih-Mu

Kami juga berdoa untuk para Imam, Suster, Bruder dan semua orang yang memberikan hidupnya untuk karya-Mu
Berikanlah mereka kekuatan sehingga mereka tidak pernah lelah menggembalakan umat-Mu
Dan selalu dengan hati yang tulus dan gembira melayani

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 8:22-26;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 8:27
Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"
Mrk 8:28
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."
Mrk 8:29
Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"
Mrk 8:30
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.
Mrk 8:31
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
--------

Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?

Saudaraku,
saya sangat yakin kita mengenal Tuhan Yesus, maka pagi ini saya tidak akan bertanya kepada Saudara siapa Dia.
Tetapi saya bertanya; Siapakah tetangga Saudara??
Atau bahkan mungkin saya perlu bertanya: Siapakah istri Saudara? Siapakah suami Saudara?
Jika kita mengaku mengenal Kristus yang adalah Anak Allah yang hidup, yang membawa kasih, damai dan keselamatan tetapi kita tidak mengenal tetangga kita atau bahkan tidak mengenal istri/suami kita itu adalah kebohongan besar.
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.(Bdk Yoh 14:21)
Perintah Tuhan Yesus sangat jelas yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Saudaraku,
jangan berusaha menciptakan Tuhan Yesus dengan pikiran kita sendiri, salah satunya dengan memberikan tolerasi terhadap pikiran benci.
Hati-hati Saudaraku, jika kita biarkan sedikit saja rasa tidak suka maka akan sangat-sangat cepat berubah menjadi kebencian.
Sebab akan muncul berjuta-juta alasan dalam pikiran kita tentang kecintaan diri dan mengasihi diri sendiri.
Dan jika kita tidak tahan uji, maka akan melahirkan kebencian.

Saudaraku,
doa bisa menjadi senjata yang sangat ampuh untuk melawan cinta diri.
Dengan berdoa kita bisa menyatu dalam Kristus yang telah memberikan teladan kepada kita.
Dan kita sadar bahwa kita adalah pelayan Tuhan, pelayan kasih bukan pelayan kebencian.
Pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 21 Februari 2019

Allah Bapa kami
Kami sadar tanpa Engkau
Apapun hasil dari setiap usaha kami tidak ada gunanya
Segala sesuatu yang kami cari hanya untuk kepuasan diri
Dan seringkali menjauhkan kami dengan Engkau

Bapa yang baik
Kami serahkan setiap rencana kami hari ini kepada-Mu
Kami mohon tuntunlah kami dan jika perlu paksa kami ya Bapa
Supaya hati dan pikiran kami tetap menyatu dalam Engkau

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 8:22-26;

Mrk 8:22
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.
Mrk 8:23
Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
Mrk 8:24
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."
Mrk 8:25
Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.
Mrk 8:26
Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"
--------

Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.

Sudaraku,
pagi ini saya awali dengan pertanyaan:
Apakah Saudara bisa melihat Allah dengan cukup jelas?
Saya hanya mengajak untuk jujur terhadap diri sendiiri.
Apabila kita masih setengah-setengah melakukan kehendak Allah, berarti Allah hanya terlihat samar-samar, hanya tampak seperti pohon-pohon berjalan.
Apabila kita bisa jelas melihat Allah, parameternya sangat mudah yaitu saat kasih dan kebaikan kita telah menyentuh setiap orang di kehidupan kita.
Dan saat kita selalu tergerak oleh belas kasih.
Jika belum, maka kita membutuhkan sentuhan Tuhan Yesus supaya mata rohani kita sungguh-sungguh melihat.

Saudaraku,
Gereja mula-mula memberikan kesembuhan bagi banyak orang:
Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya, ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
(Bdk Kis 3:2-6)
Roh yang sama ada disetiap orang yang beriman dalam Kristus, yaitu Roh yang menyembuhkan.
Saya yakin ada orang di sekitar kita yang "sakit"(bukan sakit secara fisik), dan kita tidak bisa menyentuh dengan berbagai macam pertimbangan.
Tetapi.. kita bisa menyentuh melalui doa dan melalui teladan hidup.
Hidup benar di hadapan-Nya pasti akan berbuahkan teladan yang bisa menjadi kesembuhan bagi orang lain, percayalah Allah bekerja.

Saudaraku,
mungkin kita merasa belum memberikan kesembuhan bagi orang lain.
Tetapi mari selalu berusaha agar hidup kita bisa membawa orang kepada Tuhan Yesus.
Lihatlah anak Saudara.
Lihatlah istri Saudara.
Lihatlah suami Saudara.
Lihatlah saudara-saudara, Saudara.
Apakah telah benar-benar hidup dalam kasih Kristus??
JADILAH TELADAN buat mereka.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 20 Februari 2019

Bapa di sorga
Kami datang sujud di hadapan-Mu
Kami mohon pandanglah kami
Dan selalu segarkanlah kami dengan Firman-Mu
Supaya hati kami senantiasa mengarah kepada-Mu
Sehingga ucapan, sikap dan perbuatan kami
Mampu membuka mata setiap orang melihat kasih dan kebaikan-Mu
Sehingga mereka semua memperoleh kesembuhan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 8:14-21;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 8:15
Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
Mrk 8:16
Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."
Mrk 8:17
Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?
Mrk 8:18
Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,
Mrk 8:19
pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul."
--------

Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?

Mrk 8:21: Lalu kata-Nya kepada mereka: Masihkah kamu belum mengerti?

Suatu kali saya sedang menunggu di sebuah minimarket, kebetulan sebelah saya berdiri seorang wanita muda yang juga sedang menunggu seseorang.
Lalu datang seorang wanita muda juga datang menghampirinya langsung bertanya: eeeh.. Loe jadi nikah kapan?
Jawab wanita itu: ntar tanggal 32.
Spontan saya tertawa terbahak-bahak, dan teman wanita itu ikut tertawa setelah saya tertawa.
Lalu lain hari saya ceritakan kejadian itu ke beberapa orang, ada yang spontan tertawa ada juga yang tidak tertawa.

Saudaraku,
selalu ada kemungkinan kita mengalami kejadian-kejadian yang tidak terduga.
Dan mungkin kejadian saat ini ada hubungannya dengan hari-hari kemarin dan atau untuk hari esok.
Allah dengan berbagai cara membuka mata dan telinga kita.
Allah dengan berbagai cara mengajar kita.
Hanya supaya kita memiliki kecerdasan rohani.
Yang hidup rohaninya peka terhadap perintah Allah.
Peka terhadap karya-karya Allah sehingga ada Injil yang hidup di dalam hatinya.
Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.(Yos 28:1)

Saudaraku,
mari dengan baik-baik kita mendengarkan SUARA TUHAN dan berjuanglah demi Dia, untuk berkenan kepada-Nya.
Dan teguhkanlah hati dengan penuh pengharapan dalam Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 19 Februari 2019

Allah Bapa kami
Biarlah suara-Mu yang menguasai telinga kami
Dan yang mengatur hidup kami
Sehingga kami setia dijalan-Mu
Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Supaya kami melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin