Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 7:14-22;
Saya kutipkan sebagian:
Mrk 7:15
Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
Mrk 7:16
(Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)
--------
Mrk 7:18
Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
Mrk 7:19
karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
Mrk 7:20
Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
Mrk 7:21
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
Mrk 7:22
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Mrk 7:23
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
--------
Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat
Saudaraku,
saya kira kita semua setuju bahwa pada mulanya hati manusia adalah baik.
Sebab manusia diciptakan oleh Allah, baik adanya.
Lalu mengapa dari dalam hati manusia timbul pikiran yang jahat?
Penyebabnya adalah: MENJAUH DARI TUHAN, lalu mengandalkan pikiran dan kekuatannya sendiri.(Bdk Yes 17:5)
Bukan karena makanan yang menajiskan.
Namun juga harus bijaksana dengan makanan sebab tidak selalu baik buat tubuh.
Jadi makanan yang masuk mulut tidak ada korelasinya secara langsung dengan kesucian.
Tentang apa yang masuk mulut dalam injil Markus, Tuhan Yesus mengajar tentang kesucian bukan tentang kesehatan hati secara fisik.
Dan didalam Amsal 4:23,
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Yang dimaksud menjaga hati, bukan tentang makanan yang bisa merusak hati.
Saudaraku,
jika kita tetap berjalan bersama Tuhan,
Ia akan mengajarkan jalan hikmat dan memimpin kita di jalan yang lurus.(Bdk Ams 4:11)
Dan Ia memberi kehidupan untuk kita dan kesembuhan untuk seluruh tubuh kita.(Bdk Ams 4:22)
Ajaran agama atau kesaksian orang-orang kudus tidak akan mampu memperbaiki hati, jika tidak timbul dari dalam.
Jadi pertobatan harus timbul dari dalam hati.
Mari arahkan hati kita kepada Allah.
Ia akan akan mencurahkan air yang jernih, yang akan mentahirkan kita dari segala kenajisan.
Ia akan memberikan hati yang baru, dan roh yang baru, dan Ia akan memberikan hati yang taat.
(Bdk Yeh 36:25-26)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 13 Februari 2019
Allah Bapa kami
Engkau menghendaki kami supaya hidup kudus
Mempersembahkan tubuh kami sebagai persembahan yang hidup
Ya Bapa
Engkaulah yang berkuasa atas hidup kami
Kami siap untuk taat kepada kehendak-Mu
Kami mohon Roh Kudus-Mu
Menguasai keinginan kami
Sehingga kami hanya melakukan yang baik dan yang berkenan kepadamu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 7:1-13;
Saya kutipkan sebagian:
Mrk 7:1
Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
Mrk 7:2
Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
Mrk 7:3
Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
-------
Mrk 7:7
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Mrk 7:8
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
-------
ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia
Saudaraku,
Tuhan Yesus bukannya tidak mau mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan itu baik.
Namun Tuhan Yesus ingin membuka mata orang Farisi, bahwa adat istiadat mencuci tangan jangan dijadikan sebagai praktek keagamaan.
Cuci tangan atau tidak cuci tangan sebelum makan tidak akan mempengaruhi kualitas hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Allah.
Adat istiadat bisa menjadi semacam identitas, misalnya dengan adat istiadat-nya kita dapat mengerti apakah orang jawa atau orang batak.
Bukan itu yang dikehendaki oleh Allah.
Allah menghendaki setiap orang menjadi tanda Allah.
Tanda itu adalah KASIH.
Mencuci tangan sebelum makan bukan cara untuk membersihkan hati.
Dan Kasih yang sejati hanya ada dalam diri seseorang yang hatinya bersih.
Jika memiliki Hati yang bersih tidak menghakimi sesamanya.
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu.(Bdk Yak 4:8)
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati.(Bdk Yer 17:10)
Saudaraku,
mari kita memeriksa hidup kita, ibadat kita, ibadah kita.
Apakah memang oleh karena kasih Allah, atau hanya sekedar ritual keagamaan, atau mungkin hanya untuk dilihat orang.
Mari tampil baik dihadapan Allah, bukan untuk mencari pujian dihadapan manusia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 12 Februari 2019
Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi
Kami menyembah Engkau
Kami memuliakan Engkau
Sebab tangan-Mu telah menyelamatkan kami
Ya Bapa
Kami mohon Roh Kudus-Mu memperbarui hati kami
Supaya tidak ada lagi keangkuhan, kesombongan
Dan penuhilah dengan kasih-Mu yang besar itu
Sehingga tidak lagi hidup untuk diri kami sendiri
Dan tangan kami jadi pembawa kasih dan kebaikan-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 6:53-56;
Mrk 6:53
Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
Mrk 6:54
Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
Mrk 6:55
Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
Mrk 6:56
Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
--------
Orang segera mengenal Yesus
Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh
Saudaraku,
hidup kristiani adalah hidup yang menghadirkan Allah.
Melalui karya Roh Kudus, kita sebagai Gereja hidup dalam keyakinan dan kepastian bahwa Tuhan Yesus hidup dalam setiap orang yang percaya.
Lalu setiap kehadiran orang yang percaya kepada Kristus tentunya membawa kabar sukacita, damai sejahtera dan kesembuhan.
Pertanyaannya:
Apabila Saudara mengaku kristen, apakah Saudaraku dikenal sebagai anak Allah?
Apakah kehadiran Saudara dirindukan oleh setiap orang yang ada dalam kehidupan Saudara?
Saudaraku,
karena kasih-Nya kepada kita, Allah mendekati kita dengan berbagai cara.
Dan saya sangat percaya, Allah selalu bicara kepada kita.
Sebaliknya banyak cara untuk kita bersekutu dengan Allah, JIKA KITA MAU.
Injil bukan catatan sejarah, tetapi karya Roh Kudus, manifestasi Allah sendiri yang selalu ingin menyapa umat yang dikasihi-Nya.
Jika membaca Injil hanya sekedar untuk mengisi waktu luang, Injil hanya akan seperti buku sejarah.
Melalui Injil, Saudara bisa mengenal Yesus, tetapi belum tentu bisa mendapat kesembuhan.
Apakah Saudara yakin hidup Saudara sehat?
Tanyakanlah ke anak, istri/suami, atau ke orang-orang yang ada di kehidupan Saudara.
Mintalah mereka untuk menjawab dengan jujur.
Atau silahkan bercermin dengan Firman Allah.
Saudaraku,
janganlah kita menghalangi karya Tuhan untuk keselamatan kita ataupun untuk orang lain.
Mari selalu menjaga ucapan, sikap dan perbuatan, sehingga orang mengenal kita sebagai anak Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 11 Februari 2019
Kami memuji Engkau ya Bapa
Dengan penuh kasih Engkau mendekat kepada kami
Menyembuhkan kami
Dan Engkau jadikan kami sebagai anak-anak-Mu
Engkau memberkati kami
Supaya hidup kami membawa kesembuhan kepada setiap orang
Kami mohon
Urapilah kami selalu dengan kuasa Roh-Mu
Supaya kami berani menolak keinginan yang tidak pantas kami lakukan
Dan kehadiran kami membawa sukacita, damai sejahtera dan kesembuhan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 5:1-11;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 5:4
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
Luk 5:5
Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Luk 5:6
Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Luk 5:7
Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Luk 5:8
Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
-------
Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.
Saudaraku,
Petrus yang beberapa hari sebelumnya menyaksikan Tuhan Yesus yang menyembuhkan orang kerasukan setan dan menyembuhkan ibu mertuanya(Luk 4:33-38), ternyata tidak langsung percaya dan melakukan perintah Tuhan Yesus.
Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.
Bagi saya itu cukup manusiawi.
Saya pun sering mengalami, bertahun-tahun mengalami penyertaan Tuhan, namun saat menghadapi kesulitan, seolah-olah tidak ada Tuhan disamping saya.
Muncul kekhawatiran dan ketakutan, lalu berusaha keluar dari kesulitan dengan cara saya sendiri.
Saudaraku,
Allah ingin menampilkan kuasa-Nya dan keagungan-Nya melalui hidup anak-anak-Nya.
Mari bersikap yang benar di hadapan-Nya dan bersama Allah melakukan segala yang baik.
Baik menurut Allah, bukan menurut kita.
Tanda-tandanya sangat mudah dan jelas, segala sesuatu yang hanya untuk memuaskan keinginan diri, itu bukan kehendak Allah.
Contoh hal kecil saja, ada kawan minta tolong, tetapi karena mager alias malas gerak, maka tidak mau menolongnya.
Mager adalah satu contoh sederhana terpenjara oleh keinginan diri.
Saudaraku,
Akuilah kekurangan dan kelemahan kita dihadapan Allah, lalu hidup dalam kehendak-Nya maka Allah akan menjadikan kita sempurna untuk mewujudkan rencana-Nya.
Kitapun seperti Petrus yang telah dipilih Allah.
_Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, *supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.(Yoh 15:16)
Maka perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kita hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.
Janganlah bodoh atau pura-pura bodoh, tetapi berusahalah untuk mengerti mengerti kehendak Tuhan.(Bdk Ef 5:15-17)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 10 Februari 2019
Allah Bapa kami
Jika kami berada dalam kesesakan
Engkau mempertahankan hidup kami
Engkau mengulurkan tangan-Mu
Dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.
Engkau akan menyelesaikannya setiap persoalan kami
Engkau memberikan kekuatan saat kami mulai lemah
Ya Bapa Kasih setia-Mu untuk selama-lamanya
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami setia hidup dalam kehendak-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 6:30-34;
Mrk 6:30
Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
Mrk 6:31
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Mrk 6:32
Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
Mrk 6:33
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Mrk 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
--------
maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka
Saudaraku,
kita adalah Gereja, yang melanjutkan pelayanan Tuhan Yesus.
Pelayanan dengan hati yang tergerak oleh belas kasih.
Yang tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya, dan tidak untuk mencari muka atau pujian.
Jujur saja kita akui bahwa setiap kali kita akan memberi, selalu memikirkan dengan banyak pertimbangan.
Untuk siapa dan selalu ada godaan kesombongan serta ingin ada pengakuan untuk keterlibatannya.
Saudaraku,
hidup orang kristiani adalah hidup oleh karena belas kasih Allah.
Tuhan Yesus mengajarkan dalam sabda bahagia:
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.(Mat 5:7)
Jadi jika ada yang mengaku kristen tetapi *pelit* dan hanya memikirkan perutnya sendiri, perlu segera datang kepada Allah supaya *hatinya diubahkan*.
Allah melihat kita, hendaklah jangan mencoba mempermainkan-Nya.
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. *Tetapi siapa yang tidak mempunyai*, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.(Mat 25:29)
Orang yang pelit selalu merasa kurang, berarti ia tidak mempunyai.
Saudaraku,
gengsi, kesombongan, takut susah, takut tidak bisa makan dapat membutakan mata kita terhadap belas kasih allah.
Kita punya Allah yang penuh dengan belas kasih, jika kita taat kepadanya, hidup kita tidak akan kekurangan.
Sebab Allah juga menghendaki kita menjadi saluran belas kasih.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 9 Februari 2019
Kami mohon kepada-Mu ya Bapa yang mahakasih
Ajarilah kami untuk mengucap syukur
Ajarilah kami untuk hidup sederhana
Supaya kami terhindar dari jerat hawa nafsu
Supaya mata kami tidak buta terhadap penderitaan orang lain
Supaya hati kami penuh dengan belas kasih
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
