"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 1:21-28;

Mrk 1:21
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Mrk 1:22
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
Mrk 1:23
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
Mrk 1:24
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Mrk 1:25
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"
Mrk 1:26
Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
Mrk 1:27
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
Mrk 1:28
Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.
-----------

Apa ini? Suatu ajaran baru, Ia berkata-kata dengan kuasa

Saudaraku,
telah berapa kali kita menghadiri misa kudus?
Bagaimana tanggapan kita tentang pengajaran Tuhan Yesus?
Suatu ajaran baru kah?
Saya percaya kita telah berulang kali mendengarkan ajaran Tuhan Yesus.
Lalu permenungannya: apakah kita telah melaksanakannya atau hanya sekedar takjub lalu memperbincangkannya?

Saudaraku,
Tuhan kita Yesus Kristus berkuasa untuk mengusir segala yang jahat.
Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Dalam diri kita setiap detik selalu ada pertempuran antara kebaikan dan kejahatan.
Kita anak-anak Tuhan, sangat-sangat sadar punya kuasa untuk mengalahkan segala kejahatan, tetapi tidak semuanya berani berkata: "Diam, keluarlah dari padaku!"

Saudaraku,
"kehendak baik" selalu saja disertai dengan perdebatan.
Orang-orang kudus BERANI menghadapi perdebatan itu, BUKAN menghindarinya.
Sebab mereka berani "mati raga", berani mengalahkan diri sendiri.
Jika kita perhatikan, kuasa jahat selalu memanfaatkan "kenyamanan diri".
Contoh paling nyata adalah hal peduli dan memberi, selalu saja muncul berjuta-juta pertimbangan, untuk dirinya sendiri.

Saudaraku,
ada pepatah: "Tinggalkanlah segala sesuatu dan kamu akan memperoleh segala-galanya."
Apabila kita tidak melepaskan diri dari jerat keinginan, kita tidak akan pernah mengerti dan merasakan kuasa Allah.
Dan hanya kagum sesaat atau bahkan mungkin terkejut, saat menyaksikan kuasa Allah menyelamatkan banyak orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 31 Januari 2021

Tuhan Yesus
Engkau berkuasa atas hidup kami
Engkau mengetahui kelemahan kami
Dan Engkau melihat kejahatan kami
Engkau tahu yang kami tidak tahu

Kami datang kepada-Mu dengan rendah hati ya Tuhan
Kami siap menerima teguran
Kami mohon ampunilah kesalahan-kesalahan kami
Dan berilah kami keberanian untuk menghardik semua keinginan yang jahat

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Markus 4:35-41;

Mrk 4:35
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
Mrk 4:36
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Mrk 4:37
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Mrk 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Mrk 4:39
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Mrk 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Mrk 4:41
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
-----------

Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

Saudaraku,
pagi ini saya ajak Saudara untuk "sadar" bahwa setiap detik Tuhan Yesus berkata kepada kita: Mengapa kamu tidak percaya?
Mari mengambil sikap hening sesaat saja, melihat diri kita sendiri, mengingat apa yang kita lakukan, terutama tanggapan dan sikap kita atas berbagai kejadian sehari-hari dalam hidup kita.

Saudaraku,
manusia memang memiliki kemampuan untuk merespon dengan cepat melindungi diri dari berbagai macam ancaman.
Maka Egois, memikirkan diri sendiri, ingin menang sendiri, dan ingin menguasai segala hal adalah wajar.
Oleh karena itu lalu kesadaran akan keberadaan Tuhan akan menjadi nomer 2 bahkan mungkin 3 atau 4.
Dan hampir setiap saat Tuhan Yesus bertanya: Mengapa kamu tidak percaya kepada-Ku?

Saudaraku,
sebisa mungkin hindari perdebatan dengan dunia.
Di dalam Tuhan Yesus kita dengan mudah mengenali "angin kehidupan", ada berbagai macam godaan datang setiap saat, jangan berusaha untuk berdebat "ya atau tidak", langsung katakan TIDAK.
Mari saya ajak sesaat saja mengarahkan pandangan kepada dunia, apa yang mereka perdebatkan? Bukankah setiap hari mereka berdebat dengan dirinya sendiri?
Coba lihat penguasa selalu berusaha mempertahankan kekuasaannya, artis berusaha mempertahankan ketenarannya.
"Dunia menghendaki kita", maka mari senantiasa kita menyadari bahwa "kita milik Allah".
Supaya kita tidak takut menghadapi segala kesulitan dan tetap teguh setia berada dalam perahu Tuhan Yesus Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 30 Januari 2021

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya
Sabda-Mu ada dan hidup dalam hati kami
Namun seringkali kami kalah oleh keinginan diri
Ampunilah kami ya Tuhan Yesus ampunilah kami
Ampunilah kami yang kurang percaya ini
Dan kami mohon ya Tuhan
Engkau memberikan kami rahmat kekuatan
Supaya kami berani menghidari perdebatan-perdebatan dengan dunia
Dan tetap setia taat kepada perintah-Mu dalam segala keadaan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 4:26-34;

Saya salin ayat 26-32:

Mrk 4:26
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mrk 4:27
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Mrk 4:28
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Mrk 4:29
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Mrk 4:30
Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Mrk 4:31
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Mrk 4:32
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
-----------

Benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu

Saudaraku,
bagaimana terjadinya tunas itu tumbuh tidak diketahui, sangat menarik bagi saya.
Saya memahaminya bahwa kita tidak boleh mengabaikan "tatanan Allah".
Perlu kita sadari dengan sungguh-sungguh bahwa "iman" kita yang menjadikan kita sebagai bagian dari kerajaan Allah.
Kuasa Kerajaan Allah itu lah yang kemudian membuat kita mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi lalu berbuah, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.

Saudarku,
Roh Kudus selalu menyadarkan kita bahwa Ia ada dan bekerja dalam diri kita.
Jika kita mengikuti tatanan-Nya, kita akan hidup dalam damai sejahtera dan kehadiran kita akan menjadi kabar baik bagi setiap orang.
Setiap hari kita akan mengalami keajaiban dan mengalami dunia baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Maka mari dalam segala hal kita berusaha untuk menyenangkan Tuhan.
Sehingga seluruh hati dan pikiran kita mengarah kepada-Nya, jika ada yang menghalangi singkirkanlah segera janganlah ditunda.
Seperti tunas yang membutuhkan sinar matahari, kita pun bisa hidup dan berbuah jika berada dan taat dalam tatanan-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 29 Januari 2021

Segala sesuatu yang baik datang dari Engkau ya Bapa
Maka kami hanya berharap kepada-Mu
Kami bawa hati dan pikiran kami ke dalam terang-Mu
Dan kami serahkan keinginan kami dalam kuasa-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Markus 4:21-25;

Mrk 4:21
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Mrk 4:22
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Mrk 4:23
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Mrk 4:24
Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Mrk 4:25
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
-----------

Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu

Saudaraku,
sabda Tuhan hari ini, kita akan menerima dalam ukuran yang sama dengan apa yang kita berikan.
Ukuran bukan hanya sekedar "kuantitas" atau jumlahnya, namun juga "kualitas" yaitu tingkatan baik buruknya.
MIsalnya kita mampu memberikan beras yang harga perkilonya Rp 15.000, namun kita memberikan beras yang harga Rp 9.000.
Satu hal lagi yang Tuhan ajarkan adalah "sikap" dibalik pemberian itu, misalnya yang memberikan sumbangan selalu lebih banyak dengan orang lain supaya "namanya" nampak sangat jelas, bahkan jka nama donatur diumumkan ia akan memberi lebih banyak lagi.

Saudaraku,
kita diutus untuk membawa kebaikan supaya setiap orang menerima belaskasih Allah dan melihat Allah.
Tuhan memelihara kita dengan sangat baik dan penuh kasih bukan untuk diri kita sendiri.
Pemberian bukan hanya tentang harta benda, bisa pula dengan "waktu dan keahlian atau kompetensi".
Dan kita harus selalu membangun sikap diri, "peduli dengan kebutuhan orang lain".
Mari janganlah kita selalu tergantung atau melihat keadaan bahkan ada yang menyalahkan keadaan, tetapi kita harus "mengkondisikan keadaan".
Sehingga dimanapun kita ditempatkan Tuhan, hidup kita selalu menghadirkan kebaikan dan belas kasih Allah.
Dan ingatlah kita mampu melakukan itu, sebab kita telah dipilih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 28 Januari 2021

Allah Bapa kami
Kepekaan kami akan kasih-Mu masih lemah
Dan keutamaan sering terlihat hanya samar-samar
Setiap saat kami membutuhkan Engkau ya Bapa
Kami mohon bebaskanlah kami dari nafsu jahat
Dan sembuhkanlah kami dari segala keinginan yang tidak terkendalikan

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Markus 4:1-20;

Saya salin ayat: 3-9. 14-20:

Mrk 4:3
"Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Mrk 4:4
Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
Mrk 4:5
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Mrk 4:6
Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
Mrk 4:7
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
Mrk 4:8
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."
Mrk 4:9
Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
----------
Mrk 4:14
Penabur itu menaburkan firman.
Mrk 4:15
Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Mrk 4:16
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
Mrk 4:17
tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Mrk 4:18
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
Mrk 4:19
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mrk 4:20
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
-----------

Yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah

Saudaraku,
Injil Markus pagi ini sudah sangat jelas menjelaskan pengajaran Tuhan Yesus dalam perumpaan penabur.
Tanpa firman Tuhan, pengharapan kita akan Allah mudah goyah oleh karena berbagai macam keinginan yang tidak terkendali.
Maka supaya firman Tuhan itu tumbuh dan berbuah, kita harus "menyangkul diri kita, hati dan pikiran kita" supaya menjadi tanah yang baik.
Rasul Petrus mengajarkan:
Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
(1Pet 1:13-14)

Saudaraku,
sabda Tuhan adalah "roh dan hidup"(Bdk Yoh 6:63), yang melebihi segala ilmu pengetahuan di dunia ini.
Dengan Sabda itu kita hidup untuk memperoleh hidup.
Dengan Sabda itu pula, Ia mengajar para nabi.
Dan sampai hari ini Ia tetap bersabda kepada semua orang dengan berbagai cara.
Tuhan menciptakan kita masing-masing dan memilih kita untuk terlibat dalam rencana Allah.
Yaitu supaya seluruh bumi ini penuh dengan buah-buah kasih-Nya.
Tuhan menghendaki manusia di bumi ini hidup sukacita dalam belas kasih-Nya dan Ia pun menghendaki agar manusia selamat sampai hidup kekal bersama-Nya.
Tuhan berduka saat ada manusia yang mati karena mengabaikan keberadaan Allah, yaitu yang mati karena kerakusannya, kesombongannya dan yang menolak Sabda Tuhan.

Saudaraku,
"suara dunia" memang terdengar lebih jelas dan nampak sangat menarik.
Ada baiknya kita hati-hati dan coba perhatikan dengan seksama, suara-suara dunia itu selalu menggoda kepuasan daging.
Sedangkan kita semua mengetahui dan sadar bahwa daging ini pada saatnya nanti akan membusuk dan menjadi tanah.
Maka marilah kita mengabdi kepada Tuhan dalam segala hal dan perbuatan.
Dan mari kita ingat pula bahwa Tuhan telah memilih kita supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 27 Januari 2021

Allah Bapa kami
Engkaulah harta dan kekayaan kami
Kami ini milik-Mu
Dan Engkau hadir dalam hidup kami
Menuntun langkah kami dan mencukupkan kebutuhan kami supaya hidup kami berbuah
Supaya setiap orang dihidup kami mengalami belas kasih-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin