Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 18:1 - 19:42;
Ayat 25-30;
Yoh 19:25
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Yoh 19:26
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
Yoh 19:27
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Yoh 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia?supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci?:"Aku haus!"
Yoh 19:29
Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Yoh 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
-----------
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai."
Saudaraku,
saya sering berpikir bahwa pendekatan terbaik untuk permenungan Jumat Agung adalah dengan berdiri dan memandang salib, memandang patung Tuhan Yesus di kayu salib, lalu fokus pada penderitaan dan siksaan yang dialami Tuhan Yesus dua ribu tahun yang lalu.
Saudaraku,
mengapa Tuhan Yesus harus wafat?
Alasan sederhananya adalah karena Bapa menghendakinya.
Dalam penciptaan manusia, laki-laki dan perempuan, Allah memberikan instruksi sederhana.
Mereka memiliki taman yang sempurna tetapi perlu merawatnya, menjadi pengelolanya.
Dan mereka harus bersatu dalam kebahagiaan perkawinan dan dalam kesatuan dengan maksud ilahi, melahirkan dan mendidik banyak anak. Ada satu pengecualian, yang diberikan sebagai larangan untuk "memakan buah dari pohon pengetahuan tentang baik dan jahat."
Tetapi mereka tergoda untuk melakukan itu sebagai jalan pintas menuju "status ilahi", dan mereka melakukannya.
Karena hukuman yang telah dikatakan sebelumnya, apabila tidak taat kepada Allah, adalah kematian, maka semua manusia harus mati.
Saudaraku,
rencana Allah sejak semula adalah untuk mengangkat manusia ke status ilahi, jadi Dia memperkenalkan rencana “B”.
Putra Allah akan mengambil sifat manusia kita dan menjadi satu-satunya "Allah-manusia".
Dia lahir ke dunia dengan pesan kasih.
Karena dosa manusia, Dia akan menyerahkan hidup-Nya untuk kita, dan memberi kita misteri, sakramen, yang dengannya kita akan tergabung ke dalam Tubuh mistik-Nya sendiri.
Itulah mengapa Tuhan Yesus harus wafat.
Dia mengambil sifat manusia kita sehingga Dia dapat wafat menggantikan kita.
Ketika kita dibaptis, kata Santo Paulus, kita dibaptis kedalam kematian-Nya.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?_
Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.(Rm 6:3-4)
Saudaraku,
hari ini kita harus bersyukur atas karunia Tuhan Yesus.
Pengorbanan diri-Nya tidak mengenal batas dan tidak berhenti memberi bahkan sampai hari ini.
Kita telah dibaptis dalam kematian Tuhan Yesus.
Tantangan bagi kita yang sudah berada di dalam Kristus, adalah untuk memikul salib kita setiap hari dan mengikuti Kristus sampai ke Kalvari.
Hanya kita yang tahu apa salib itu, tetapi kita juga harus menyadari bahwa kita mengikuti jejak Tuhan Yesus dan dikuatkan di setiap langkah oleh kasih dan anugerah-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 3 April 2026
Allah Bapa kami
Karena belas kasihMu yang sangat besar itu
Engkau menyelamatkan kami melalui Salib PuteraMu
Sudah layak dan sepantasnya ucapan syukur kami, terwujud dalam kehidupan kami setiap hari
Maka kami mohon rahmat kekuatanMu, untuk menyalibkan segala bentuk keinginan cinta diri
Supaya belas kasih dan kuasamu, nyata dalam kehidupan kami
Sehingga setiap orang dalam kehidupan kami melihat keselamatan dan mengalami belas kasihMu
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin
INjil Yohanes 4:16-21;
Luk 4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Luk 4:17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Luk 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Luk 4:19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Luk 4:20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Luk 4:21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
----------
Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta
Saudaraku,
dosa akan diampuni, orang berdosa akan dibebaskan dari perbudakan, orang-orang buta secara fisik dan rohani akan disembuhkan dan akan tercipta era pembebasan.
Tentu saja, Ia berbicara tentang kerajaan Allah dan pemerintahan Mesias.
Dia membuat tanda-tanda dan mukjizat tetapi selalu menggunakan mukjizat-mukjizat itu untuk memperkuat kata-kata-Nya, ajaran-ajaran-Nya.
Saudaraku,
kita telah melihat kenyataan bahwa iman melahirkan kasih, tetapi kasih memberi kita semacam pengetahuan yang pada gilirannya menguatkan iman kita.
Pengetahuan iman terkait dengan perjanjian dengan Allah yang setia yang menjalin hubungan kasih dengan manusia.
Santo Paulus mengajarkan: iman datang dari pendengaran.(Bdk. Roma 10:17).
Pengetahuan yang terkait dengan firman selalu merupakan pengetahuan pribadi, pengetahuan itu mengenali suara orang yang berbicara, terbuka kepada orang itu dengan bebas dan mengikutinya dalam ketaatan.
Santo Paulus juga mengajarkan tentang ketaatan iman (bdk. Roma 1:5; 16:26).
Iman juga merupakan pengetahuan yang terikat pada perjalanan waktu, karena kata-kata membutuhkan waktu untuk diucapkan dan itu adalah pengetahuan yang hanya akan nampak bermakna dan berbuah sepanjang "perjalanan kemuridan".
Saudaraku,
pengalaman mendengar dapat membantu memperjelas ikatan antara pengetahuan dan kasih.
Dan kadang-kadang, dalam hal pengetahuan tentang kebenaran, pendengaran telah dipertentangkan dengan penglihatan.
Jika terang memungkinkan perenungan tentang keseluruhan yang selalu diidamkan umat manusia, tampaknya terang juga tidak memberi ruang bagi kebebasan, karena terang turun dari surga langsung ke mata, tanpa memerlukan respon.
"Terang" juga tampaknya menuntut semacam perenungan.
Didalam Perjanjian Lama, menggabungkan kedua jenis pengetahuan tersebut, sebab mendengar firman Tuhan harus disertai dengan keinginan.
Kita membutuhkan pendengaran dan penglihatan jika kita ingin mencapai pengetahuan iman dan pengetahuan kasih yang akan memungkinkan kita untuk bertumbuh secara individu, menjadi “Kristus-kristus kecil”, sehingga kita dapat bersatu sebagai tubuh pelayan dari “Kristus besar.”
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 2 April 2026
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Dan Engkau kuatkan kami supaya kami setia dijalanMu
Kami mohon rahmat kekuatan untuk melawan setiap godaan
Supaya setiap hari kami selalu bertumbuh
Sebab Engkau menghendaki kami semua berbuah
Sehingga belas kasih dan kuasaMu Engkau nyatakan dalam kehidupan kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 26:14-25;
Mat 26:14
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
Mat 26:15
Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Mat 26:16
Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Mat 26:17
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
Mat 26:18
Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."
Mat 26:19
Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
Mat 26:20
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Mat 26:21
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Mat 26:22
Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
Mat 26:23
Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
Mat 26:24
Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Mat 26:25
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
------------
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Saudaraku,
Yudas selalu menjadi topik perbincangan menjelang paskah, karena ia mengkhianatai Tuhan Yesus.
Pelajaran bagi iman dan pertumbuhan rohani kita, Kita perlu mengingat bahwa sangat penting untuk selalu mengingat tujuan akhir kita setiap hari saat bangun tidur, saat berdoa.
Dan itu haruslah doa yang berfokus pada melakukan kehendak Tuhan.
Begitu tujuan akhir kita, sasaran kita, jelas dan baik, maka kita akan lebih cenderung membuat keputusan yang tidak melanggar perintah dan membawa kita lebih dekat kepada belas kasih Allah.
Kita perlu menyadarai, setiap hari kita bisa "meniru Yudas".
Itulah sebabnya setiap hari, kita berdoa agar kita tidak tergoda dan dibebaskan dari kehendak jahat.
Dan kita mohon rahmat kekuatan untuk fokus pada kehendak Allah.
Saudaraku,
kita perlu mengingat bahwa sangat penting untuk selalu mengingat tujuan akhir kita setiap hari saat bangun tidur.
Itulah salah satu alasan yang baik untuk memiliki doa yang kita panjatkan setiap pagi.
Dan itu haruslah doa yang berfokus pada melakukan kehendak Tuhan.
Jika tujuan kita jelas dan baik, maka kita akan cenderung membuat keputusan yang pertama tidak melanggar perintah dan kedua tetap berada didalam belas kasih Allah.
Saudaraku,
Yudas melakukan sesuatu yang secara subyektif tampaknya mengarahkannya pada suatu tujuan yang ia anggap baik.
Tidak ada seorang pun yang melakukan kejahatan hanya untuk melakukan kejahatan.
Misalnya pencuri mencuri untuk meningkatkan kekayaannya.
Yudas, seperti kita semua, membuat keputusan buruk karena pemikiran yang bodoh.
Saudaraku,
jadi, dimanakah pelajaran bagi iman dan pertumbuhan rohani kita?
Kita perlu mengingat bahwa sangat penting untuk selalu mengingat tujuan hidup kita.
Itulah salah satu alasan yang baik untuk hidup dalam kasih karunia Allah.
Oleh karena itu jangan lupakan doa-doa kita, haruslah doa yang berfokus pada melakukan kehendak Tuhan.
Begitu tujuan akhir kita, sasaran kita, jelas dan baik, maka kita akan lebih cenderung membuat keputusan yang pertama tidak melanggar perintah dan kedua membawa kita lebih dekat kepada kepada Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 1 April 2026
Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu memelihara kehendak baik
Tuntunlah kami supaya kami tetap setia dijalanMu dan setia hidup dalam ketaatan
Kami sadar tanpa pertolonganmu, kami mudah disesatkan oleh segala bentuk cinta diri
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 13:21-33, 36-38
Yoh 13:21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Yoh 13:22
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
Yoh 13:23
Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Yoh 13:24
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
Yoh 13:25
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
Yoh 13:26
Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Yoh 13:27
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
Yoh 13:28
Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
Yoh 13:29
Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
Yoh 13:30
Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
Yoh 13:31
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Yoh 13:32
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
Yoh 13:33
Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
---------
Yoh 13:36
Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."
Yoh 13:37
Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
Yoh 13:38
Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
------------
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku
Saudaraku,
Tuhan Yesus menawarkan Yudas kesempatan terakhir untuk bertobat.
Yudas menerima roti itu, tetapi tidak melunakkan hatinya dan membawanya kepada pertobatan, roti itu justru mengeraskan hatinya.
'Terang bersinar di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak mengerti.'
Penting untuk diingat, bahwa cara suatu tindakan kebaikan diterima bergantung pada penerima, bukan selalu pada pemberi.
Ada kalanya, apa pun kebaikan yang kita lakukan, hati seseorang akan tetap keras.
Saudaraku,
Tuhan Yesus adalah Tuhan.
Ia berpaling kepada Yudas dan berkata: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera".
Tak seorang pun dari para murid mengerti apa artinya ini, bahkan Yohanes pun tidak.
Mereka mengira Ia pasti sedang berbicara tentang pergi berbelanja, karena Yudas yang memegang kas.
Tetapi Yudas mengerti, maka ia pergi keluar dan Yohanes memberi tahu kita, 'Saat itu malam hari.'
Jika kita membaca injil Yohanes dengan cermat, Yohanes memberi "pengajaran" yang sangat bermakna.
"Terang bersinar di dalam kegelapan, dan kegelapan tidak dapat mengalahkannya."(Bdk. Yoh 1:5)
Terang telah datang ke dunia, tetapi manusia lebih memilih kegelapan daripada terang, karena perbuatan mereka jahat."Bdk (Yoh 3:19)
Yudas memilih jalan kegelapan.
Saudaraku,
Tuhan Yesus" meninggalkan warisan" yang akan membantu kita ketika kita dikecewakan oleh orang lain, warisan yang akan menuntun kita, ketika kita merasa sendirian dan tanpa dukungan.
Tidak ada seorangpun manusia yang tidak pernah dikecewakan.
Dan Tuhan Yesus memmberikan teladan yang luar biasa, penuh kasih dan pengampunan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 31 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan belas kasih yang sempurna
Dan menjadi sumber kekuatan kami untuk memelihara dan menjaga hati yang penuh belas kasih dan pengampunan
Kami mohon rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam belas kasihMu
Dan bimbinglah setiap langkah kami supaya tetap berada dijalanMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 12:1-11;
Yoh 12:1
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
Yoh 12:2
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
Yoh 12:3
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Yoh 12:4
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
Yoh 12:5
"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
Yoh 12:6
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Yoh 12:7
Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Yoh 12:8
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
Yoh 12:9
Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
Yoh 12:10
Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
Yoh 12:11
sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
------------
Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?
Saudaraku,
minyak wangi yang digunakan Maria dan ditentang oleh Yudas, sangat langka dan mahal.
Maria benar-benar meninggalkan segalanya untuk mengikuti Tuhan Yesus.
Secara lahiriah, itu adalah tindakan yang luar biasa, tindakan syukur atas kebangkitan saudara laki-lakinya.
Maria menyatakan pengabdiannya yang total kepada Sang Guru, kesetiaannya yang total kepada-Nya, dengan memberikan segala yang dimilikinya untuk menghormati-Nya dan melakukannya dengan iman.
Saudaraku,
para pemimpin Yahudi menolak untuk percaya pada Mesias yang muncul entah dari mana ini karena mereka mengira mereka sedang menaati Hukum Musa.
Lagipula, Tuhan Yesus melakukan berbagai hal pada hari Sabat dan Musa mengatakan untuk tidak melakukan pekerjaan apa pun pada hari Sabat.
Mereka akhirnya bersekongkol untuk membunuh Tuhan Yesus dan bahkan membunuh Lazarus.
Saudaraku,
kita memiliki dua tokoh, Maria dan Yudas.
Maria bersyukur, penuh kasih dan murah hati.
Yudas marah, serakah dan penuh dendam, yang akhirnya berkhianat yang menyerahkan Tuhan Yesus ke tangan musuh-musuh-Nya.
Saudaraku,
Tuhan Yesus memberikan segalanya untuk kita agar kita "memiliki hidup".
Tuhan Yesus memberikan segalanya, kita pun diberi perintah untuk memberi juga.
Kita bisa memilih sikap seperti Maria dan menggunakan semua yang kita miliki untuk Tuhan dan penug belas kasih kepada orang-orang di sekitar kita.
Atau kita dapat memilih sikap seperti Yudas, memilih untuk menyimpan semuanya untuk diri sendiri dan menjauh dari Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 30 Maret 2026
Tuhan Yesus
Kami sangat-sangat sadar hidup ini tidak mudah
Setiap detik selalu dihadapkan oleh pilihan
Oleh karena itu, kami tidak ingin kehilangan kehadiranMu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendakMu
Terangilah hati kami dengan Roh Kudus
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia dijalanMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
