"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 5:1-20;

Saya kutip sebagian:

Mrk 5:2
Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
Mrk 5:3
Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
Mrk 5:4
karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
Mrk 5:5
Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
Mrk 5:6
Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
Mrk 5:7
dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Mrk 5:8
Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
--------
Mrk 5:12
lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"
Mrk 5:13
Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
--------

Seorang yang kerasukan roh jahat dan tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya

Saudaraku,
siapa yang mengendalikan hidup kita?

Saudaraku,
apabila kita mencermati "pentas manusia" di bumi ini, sangat-sangat jelas terlihat bahwa "roh jahat masih berkuasa".
Banyak kejadian yang apabila dilihat dari "mata kristiani", membuat kita prihatin dan sedih.
Kadang spontan terlintas dalam pikiran saya: begitu bodohkah manusia itu?
Mengapa saya berpikir manusia itu bodoh? Bukan berpikir manusia itu jahat atau buruk?
Karena manusia diciptakan sempurna sesuai dengan "gambar Allah".
Maka menurut saya manusia itu bukan makhluk yang jahat atau buruk tetapi mereka yang melakukan kejahatan adalah manusia yang bodoh, kena tipu muslihat iblis.

Saudaraku,
Rasul Paulus dalam surat Efesus mengingatkan kita untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan "tipu muslihat Iblis".(Bdk Ef 6:11)
Lalu pertanyaannya: apakah tipu muslihat Iblis itu?
1. Ekonomi atau keuangan.
Ada banyak kebodohan oleh karena uang, jabatan dan gengsi.
2. Kehormatan.
Ada banyak orang terlihat bodoh hanya untuk mengejar kehormatan dan pujian.
3. Eksistensi.
Ada banyak orang yang nampak bodoh hanya karena ingin "dihargai perannya".

Siapa yang kuat untuk menjinakkannya?

Saudaraku,
orang-orang yang terjerat tipu muslihat iblis itu, matanya menjadi buta dan telinganya menjadi tuli.
Sekalipun orang-orang dekatnya yang menegor atau mengingatkan, ia tidak peduli lagi.
Apa urusan-Mu dengan aku?
Maka jika perlu, "berdoa dan berpuasa" supaya kita terhindar dari tipu muslihat iblis.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 3 Februari 2020

Siapakah kami ini ya Bapa
Kami menerima anugerah yang besar
Rahmat-Mu selalu baru setuap pagi
Dan kasih-Mu yang tidak terukur

Menyadari belas kasih-Mu itu ya Bapa
Doronglah kami untuk selalu mempersembahkan yang terbaik dan yang berkenan bagi-Mu
Yaitu seluruh keinginan kami supaya hanya melakukan kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 2:22-32;

Saya kutip sebagian:

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Luk 2:24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
---------

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu

Saudaraku,
Simeon melihat bayi Yesus lebih dari seorang bayi.
Tentunya iman kita pun melihat Tuhan Yesus lebih dari seorang manusia dan lebih dari seorang nabi.
Orang dunia menyebut Ia nabi, tetapi kita melihat Yesus adalah Allah yang hidup.
Lalu apakah "penglihatan" itu sungguh-sungguh mampu menjaga langkah kaki kita tetap berada di jalan Allah?

Saudaraku,
Roh Kudus lah yang menjaga Simeon, sehingga ia dikenal sebagai orang yang benar dan saleh.
Dan Roh Kudus itu pula yang membawa ia ke Bait Allah sehingga ia bertemu dengan Mesias.
Saya yakin Roh yang sama yang membawa kita bertemu dengan Mesias.
Lalu permenungannya:
Apakah kita juga dikenal sebagai orang yang benar dan saleh?
Apakah kita juga melihat keselamatan?

Saudaraku,
Roh Kudus membimbing hidup Saudara dan saya.
Ia telah memberikan penglihatan akan tanda-tanda Allah supaya kita beroleh damai dan sejahtera dalam peziarahan kita di dunia ini.
Mata rohani kita melihat dengan sangat jelas tanda-tanda tersebut.
Dan menjadikan hidup kita berbuah dan buah-buah Roh itu terwujud nyata dan dirasakan oleh setiap orang di sekitar kita.

Saudaraku,
jangan bertanya kepada diri sendiri apakah kita orang baik.
Jangan bertanya kepada diri sendiri apakah kita mengasihi sesama.
Jangan bertanya kepada diri sendiri apakah kita rajin beramal.
Jangan bertanya kepada diri sendiri apakah kita rajin ibadat.
Tetapi mari kita tanya kepada diri sendiri apakah kita melihat Tuhan Yesus?
Sebab jika mata kita melihat Tuhan Yesus pasti kita menjadi orang baik, mengasihi sesama, suka beramal dan pasti rajin pula ibadat.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 2 Februari 2020

Allah Bapa kami
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu
Perbuatan tangan-Mu Engkau nyatakan setiap hari
Kami ingin selalu menyatu dengan Engkau
Supaya terjadilah apa yang Engkau kehendaki
Sebab rencana-Mu lah yang terbaik untuk kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 4:35-41;

Mrk 4:35
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
Mrk 4:36
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Mrk 4:37
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Mrk 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Mrk 4:39
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Mrk 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Mrk 4:41
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
--------

Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

Saudaraku,
apabila dalam hidup kita mengalami ketidaknyamanan bukan berarti Allah tidak mengasihi kita.
Bukan berarti Allah marah kepada kita dan bukan berarti Tuhan mempermainkan kita.
Terkadang ketidaknyamanan itu oleh karena ulah kita sendiri.
Maka lebih baik melihat diri sendiri terlebih dulu, jangan pernah sedikitpun terpikir untuk "menyalahkan orang lain".
Kita hidup dalam ketidakpastian dan setiap orang menghadapi hal yang baik dan hal yang buruk.
Dengan kata lain, baik dan buruk bisa terjadi kapan saja dan kepada siapapun.
Yang paling utama harus selalu menyadari bahwa kita "punya Allah yang hidup".

Saudaraku,
mungkin ada yang pernah merasa sendirian ditinggalkan Tuhan Yesus atau sepertinya Tuhan Yesus tertidur dan tidak peduli dengan keadaan kita.
Mengapa tidak percaya kita punya Allah yang setia?
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.(Yoh 14:16)
Setiap orang bisa saja mengalami berbagai persoalan yang sangat berat dan saya kira tidak ada satupun manusia yang tidak mempunyai masalah.
Walaupun merasa telah percaya Tuhan Yesus namun bukti kepercayaan itu akan sangat mudah dibuktikan dengan cara bagaimana menyikapi setiap ketidaknyamanan itu.
Jika selalu menyalahkan orang lain, saya sangat-sangat yakin bahwa ia tidak percaya kepada Tuhan Yesus.
Memang untuk bergaul dengan Tuhan Yesus tidak mudah.
Dan tidak semua orang nyaman berada dalam "satu perahu" dengan Tuhan Yesus.

Maka mari dengan berbagai cara berusaha untuk membarui hubungan kita dengan Allah dan tetap rendah hati.
Supaya kita selalu menikmati penghiburan ilahi, kuat dalam segala keadaan dan tidak mudah berkeluh kesah.
Dan mari selalu sadar bahwa "si jahat tidak pernah tidur dan daging ini pun belum mati" supaya kita terhindar dari badainya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 1 Februari 2020

Kami bersyukur untuk semua pemberian-Mu ya Bapa
Kami pun berbahagia oleh karena rahmat-Mu yang besar itu
Dan selanjutnya kami serahkan rencana dan hidup kami kepada-Mu
Karena hanya Engkaulah sumber segala pengharapan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 4:26-34;

Saya kutip sebagian:

Mrk 4:26
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mrk 4:27
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Mrk 4:28
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Mrk 4:29
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Mrk 4:30
Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Mrk 4:31
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Mrk 4:32
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
--------

Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah

Saudaraku,
biji sekecil apapun akan nampak kedahsyatannya ketika jatuh ditanah.
Saya sangat yakin para ahli tanaman, tidak akan pernah bisa mengungkap seluruh proses saat benih tumbuh menjadi tanaman.
Menurut saya ada "campur tangan Allah" yang tidak akan mungkin dipahami oleh manusia.
Maka jika kita manusia ingin mengalami bagaimana Tangan Allah bekerja, satu-satunya cara adalah "menjadi tanah yang subur" untuk benih Firman Tuhan.

Saudaraku,
Firman Allah harus diterima dengan rendah hati.
Boleh saja kita hafal banyak ayat kitab suci tetapi jangan mengharapkan supaya dianggap sebagai seorang yang "ber-ilmu" atau supaya untuk "dihormati" dan terlihat suci.
Dan ada baiknya tidak menganggap remeh "isi kitab suci", sebab para penulis itu tidak mungkin menulis tanpa alasan.
Dan apabila Firman Allah tidak mampu mengubah hidup kita menjadi semakin benar dihadapan-Nya dan tidak sanggup memaksa langkah kita, ada baiknya "buka telinga" dan jangan terlalu banyak bicara.
Mengapa para kudus, orang-orang suci bisa mencapai kesempurnaan yang begitu tinggi?
Karena mereka berusaha dengan sekuat tenaga "menjaga mata dan telinganya" hanya untuk Firman Allah.

Saudaraku,
didalam diri kita ada benih yang ditanam oleh Allah, untuk menjadi makanan yang menghidupi kehidupan batin kita.
Ada baiknya kita selalu menyadari bahwa ada pula "hama" yang tertarik dengan benih itu, dan menantikan benih itu tumbuh, untuk merusaknya.
Kita yang dipilih oleh Allah mampu menidentifikasi hama itu, yaitu segala kehormatan dan kenikmatan daging.
Maka mari mohon kekuatan Allah supaya kita terhindar dari keinginan-keinginan itu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 31 Januari 2020

Bapa
Kami orang buta dan mudah tertipu oleh kesia-siaan
Hampir semua ketidaknyamanan yang kami alami
Oleh karena kebodohan kami sendiri
Tetapi kami ini lebih suka berkeluh kesah dan menuduh
Ampunilah kami ya Bapa
Dan kami mohon
Doronglah kami untuk mencintai Firman-Mu
Sebab kami percaya dalam Firman-Mu ada kekuatan dan penghiburan baru setiap hari
Dan mampu menjaga kami agar tetap setia di jalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 4:21-25;

Mrk 4:21
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Mrk 4:22
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Mrk 4:23
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Mrk 4:24
Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Mrk 4:25
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
--------

Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!

Saudaraku,
saya punya banyak teman guru, mereka bercerita tantangan terberat dalam mengajar bukan bagaimana membuat anak menguasai materi yang diajarkan.
Namun menumbuhkan motivasi anak untuk belajar dan supaya mereka memiliki "daya juang".

Saudaraku,
setiap kita telah mendengar firman Tuhan, namun pertanyaannya apakah Firman itu mampu menumbuhkan motivasi dan kita memiliki daya juang hidup dalam kehendak Allah?
Saya kira itulah yang dimaksud Tuhan Yesus, siapa bertelinga hendaklah mendengar!
Firman ada dan hidup dalam diri kita, menerangi langkah kaki kita.
Tetapi "godaan untuk menyimpang" lebih lantang bersuara dan terlihat lebih terang.
Maka jika kita tidak memiliki daya juang, pasti akan kalah.
Sebab dunia itu nyata namun Firman Tuhan hanya "katanya", kata Romo atau Pendeta.
Jika demikian akan terjadi "sakit kepala" di dalam hati.
Sadar kepalanya sakit, tetapi yang merasakan hatinya, maka tidak akan ada dokter yang bisa menyembuhkannya.

Saudaraku,
Di dalam Kristus, jalan Tuhan jalan kebenaran itu sangat jelas terlihat dan rintangannya pun jelas terlihat.
Untuk melaluinya membutuhkan ketaatan supaya menumbuhkan daya juang terus menerus.
Oleh karena itu mari tetap bersatu dengan Tuhan Yesus, dengan berbgai cara.
Dan janganlah biarkan diri kita "diancam oleh dunia", saat kita "disuguhi kekurangan-kekurangan kita" lalu kita dibuatnya cemas.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 30 Januari 2020

Allah Bapa kami
Hampir setiap saat kami mendengar suara-Mu
Setiap hari kami melihat kuasa-Mu
Ampunilah kami ya Bapa
Sebab seringkali kami lebih percaya oleh pikiran kami sendiri
Karena jalan-Mu terlihat sulit untuk dilalui

Ya Bapa
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Supaya kami tidak lagi peduli dengan kata manusia
Sehingga Firman berkuasa atas kehendak kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin