"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 6:45-52;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 6:47
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Mrk 6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
Mrk 6:49
Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
Mrk 6:50
sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mrk 6:51
Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
--------

Banyak yang mengikuti Tuhan Yesus karena mukjizat-Nya, namun hanya sedikit yang sampai ke salib hinaan.
Banyak yang mencintai Tuhan Yesus selama tidak mengalami kesukaran.
Banyak yang menerima Tuhan Yesus karena memperoleh penghiburan, namun disaat mengalami kesulitan sedikit saja mulailah berkeluh kesah.

Saudaraku,
ada yang merasa ditinggalkan Tuhan lalu datanglah berbagi godaan untuk tidak taat.
Kita sebagai anak-anak Allah tidaklah bersikap demikian dan tetap setia bersama Kristus.
Sebab Allah kita adalah Allah yang setia dan penuh belas kasih, dan akan segera memberikan pertolongan saat kita mengalami kesulitan.
Dalam perjalanan hidup kita di dunia ini, kita tidak mungkin menghindari kesulitan.
Tidak ada seorangpun yang pernah hidup didunia ini yang tidak mengalami kesulitan
Sia-sialah kita jika mencari-cari cara untuk menghindar.
Atau lebih menyedihkan lagi jika ada yang larut dalam keluh kesah dan penyesalan.
Lalu ada juga yang menyalahkan orang lain.

Saudaraku,
kita memiliki Tuhan yang bukan hanya mengajar tetapi karena kasih-Nya kepada kita, Ia sendiri menjadi manusia.
Mengalami ancaman, celaan, hinaan, tuduhan bahkan mati di kayu salib.
Tidak kurang-kurangnya Ia memberi teladan agar kita  bertekun dalam iman, supaya kita tidak dicobai oleh keinginan diri.
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.(Yak 1;14)
Mari tetap mengarahkan mata dan telinga kita kepada-Nya, sebab Ia tidak henti-hentinya menyapa kita.
Sehingga tidak ada sedikitpun keraguan atau kebimbangan dan kita tetap berada di jalan-Nya

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 9 Januari 2019

Berbicaralah ya Bapa
Hamba-mu ini selalu siap mendengar
Buatlah kami mengerti dan mengetahui peringatan-peringatan-Mu
Buatlah kami rindu mendengarkan suara-Mu
Sebab hanya Engkaulah yang sanggup menguatkan kami
Hanya Engkau sumber penghiburan kami

Bapa di surga
Kami mengucap syukur untuk penghiburan dan pertolongan-Mu
Engkau pula yang mencukupkan kebutuhan kami setiap hari
Terimalah puji dan syukur kami ya Bapa
Dan kami mohon Engkau tetap ada di dekat kami
Sebab bersama-Mu hati kami merasa kedamaian dan ketenangan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 6:34-44;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Mrk 6:35
Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
Mrk 6:36
Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
Mrk 6:37
Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
Mrk 6:38
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
-------
Mrk 6:41
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
Mrk 6:42
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
--------

karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.

Saudaraku,
tanggal 17 April 2019 kita akan memilih wakil-wakil rakyat DPR/DPD/DPRD dan memilih presiden dan wakil presiden.
Jangan golput kita punya tanggung jawab untuk memilih pemimpin yang baik.

Beginilah firman Tuhan ALLAH:
Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?
Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.
Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.
(Yeh 34:2-4)

Mari kita lihat Tuhan Yesus gembala kita, pertama-tama Tuhan memberikan pengajaran, lalu baru menyediakan makanan.
Kita memilih pemimpin yang hidupnya bisa menjadi teladan hidup dalam Tuhan, karena teladan adalah pengajaran.

Saudaraku,
diri kita sendiri sebagai anak-anak Allah dimanapun kita ditempatkan, hidup kita harus mampu menjadi pengajaran belas kasih Allah, dan menyediakan makanan bagi yang membutuhkan.
Dengan sikap seperti itu maka kita akan selalu hati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatan.
Kita adalah anak-anak terang, tidak lagi berjalan dalam kegelapan.(Bdk Yoh 8:12).
Dan kita telah dibebaskan dari ketulian dan kebutaan hati.
Bukan nyanyian yang merdu, bukan kalimat yang indah, bukan dengan kekayaan yang kita miliki, karya Allah adalah belas kasih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 8 Januari 2019

Bapa di surga
Kami selalu rindu mendengar suara-Mu
Kami rindu pengajaran-Mu
Mata kami telah Engkau buat melihat
Dan telinga kami telah Engkau buat mendengar
Tetapi seringkali kami dibutakan dan tuli oleh kesombongan
Kami tidak mampu mengendalikan diri
Selalu ingin diperhatikan dan dihargai

Kami mohon ya Bapa
Ajar kami untuk tetap rendah hati
Sadarkanlah kami selalu bahwa hidup kami adalah karya kasih-Mu
Dengan demikian kami selalu semangat untuk mewujudkan kasih dan kebaikan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 4:12-17, 23-25;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 4:12
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
Mat 4:13
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
--------
Mat 4:17
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
--------
Mat 4:23
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Mat 4:24
Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
--------

Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!

Saudaraku,
ketika Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan mesir, mereka merasakan kebebasan.
Tetapi dalam waktu yang tidak lama mereka mulai bersungut-sungut.
Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang!
(Bdk Kel 16:2-3)
Mereka merasa nyaman menjadi budak, sebab masih tersedia daging dan roti.
Nah.. kita harus menyadari bahwa bertobat dari perbudakan dosa harus diikuti kerja keras, siap menghadapi perubahan.
Sebab selama dalam perbudakan dosa, rasanya seperti selalu diberi kenikmatan.
Dan jika tidak hati-hati bisa-bisa malah menyalahkan Tuhan.
Mengikut Tuhan kok hidup tambah susah.

Saudaraku,
Rasul Paulus mengatakan dalam Ibrani 12:4-6;
Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
Apabila kita sungguh-sungguh mengenal Allah, kita akan semakin tahu bahwa apa yang kita perbuat untuk Allah tidak sebanding atau terlalu kecil dengan apa yang telah kita terima dari Allah.
Contohnya: sedikit saja mengalami kesulitan langsung mengeluh, tetapi saat semuanya lancar lupa bahwa Allah terlibat dan lupa untuk berterimakasih.

Saudaraku,
kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa dan dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, mari selalu bersyukur dan teguh di jalan Allah.
Semoga kita sampai dengan selamat dan hidup dalam damai dan sukacita bersama Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 7 Januari 2019

Bapa terkasih
Kami berusaha untuk berkenan kepada-Mu
Kami pun berusaha untuk tidak membiarkan pikiran melayang tak menentu
Kami berusaha mengarahkannya kepada-Mu
Dan terkadang terasa sangat berat
Sebab karena kami merasa terhibur

Ya Bapa
Engkau yang berkuasa atas hidup kami
Kami mohon masukklah ke dalam hati dan pikiran kami
Berikanlah kami kekuatan untuk melawan segala penghiburan semu
Kami ingin dengan setia hati mempersebahkan hidup yang terbaik kepada-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 2:1-12;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 2:1
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
Mat 2:2
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
Mat 2:3
Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
Mat 2:4
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
Mat 2:5
Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
Mat 2:6
Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
-------

Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.

Saudaraku,
Allah memberikan tanda kepada setiap orang untuk datang kepada-Nya.
Tentang orang majus yang dibimbing menggunakan bintang untuk sampai kepada Tuhan Yesus sangat berkesan mendalam bagi saya.
Saya tidak lahir di keluarga katolik.
Saya tidak tahu yang saya sebut bahasa gereja walaupun waktu itu saya sekolah di SD Kanisius.
Ternyata Tuhan Yesus sangat mengasihi saya, dan mata hati saya dibuatnya melihat tanda kasih-Nya.
Tidak harus seperti orang majus yang harus berjalan jauh dan mungkin dengan disertai pergumulan dan keraguan.
Tetapi Tuhan Yesus hadir dan mendekat kepada saya dan setiap hari saya melihat dan merasakan kasih-Nya melalui anak-anak-Nya yang ada dikehidupan saya.
Apakah Saudaraku yakin seorang kristen?
Apakah Saudara menjadi tanda Allah?
Kristen bukan tentang aturan atau hukum agama atau kepercayaan.
Kristen adalah kehadiran Allah, penampakan Allah kepada manusia yang dikasihi-Nya.
Mungkin diantara kita ada yang memiliki pengetahuan injil yang mendalam.
Tetapi apa gunanya jika tidak mampu menghadirkan Allah di kehidupannya, jika tidak mampu menjadi tanda Allah.
Barangsiapa tinggal dalam kasih maka tidak akan membenci.
Barangsiapa tinggal dalam damai tidak pernah memicu pertengkaran atau berpikiran jahat atau curiga terhadap orang lain.

Saudaraku,
cintailah Allah maka Allah tidak hanya memberikan tanda namun lebih dari itu.
Akan dinyatakan dihadapan kita perkara-perkara Ilahi.
Sehingga perkara-perkara duniawi tidak lagi menarik dan setiap hari hidup kita untuk kemuliaan-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 6 Januari 2019

Bapa yang penuh kasih
Kami mohon pandanglah kami
Bagaimana keadaan kami
Tegurlah kami apabila kami menyimpang
Engkau tidak pernah meninggalkan kami
Terimakasih setiap hari Engkau mendorong kami untuk hidup benar di hadapan-Mu
Untuk menghadirkan kasih-Mu
Untuk membawa damai-Mu
Terimakasih pula atas rahmat kekuatan ang Engkau berikan disaat kami mulai lelah
Kami mohon Roh Kudus-Mu selalu memberikan semangat
Supaya hidup kami menjadi tanda kasih dan kebenaran-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Yohanes 1:43-51;

Yoh 1:43
Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
Yoh 1:44
Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.
Yoh 1:45
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
Yoh 1:46
Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
Yoh 1:47
Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
Yoh 1:48
Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
Yoh 1:49
Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
Yoh 1:50
Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
Yoh 1:51
Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
--------

Saudaraku,
ungkapan spontan dari Natanael menanggapi Tuhan Yesus yang bisa melihat dan mengatakan tentang dirinya: Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!
Ada orang yang sangat percaya dengan orang pinter atau dukun yang punya kemampuan menebak seseorang.
Karena dianggap memiliki kemampuan lebih, maka percaya dengan berbagai saran atau perintah dukun tersebut.
Dan ada yang berpendapat, apabila tidak bertentangan dengan ajaran Tuhan ya tidak apa-apa.
Bagaimana pendapat Saudaraku?
Saya tidak akan menilai itu benar atau tidak.
Namun pagi ini saya mengajak untuk lebih peka terhadap karya-karya Allah, dalam perjalanan hidup kita.
Dari hal-hal yang paling sederhana saja misalnya: studi, karir dan usahanya lancar apakah itu semata-mata hanya ketekunan kita?
Pernahkah kita berpikir karena ada dukungan dari orang-orang disekitar kita?
Pernahkah kita berpikir Tuhan lah yang mengirimkan orang-orang yang baik untuk kita?
Lalu kita bisa mengucapkan: Ya Tuhanku dan Allahku?

Saudaraku,
banyak karya-karya Tuhan yang ajaib dalam hidup kita, apabila kita mau melihatnya.
Hindarilah pikiran-pikiran buruk yang hanya membuahkan kegelisahan dan kekuatiran.
Pengalaman Ayub bisa kita jadikan kekuatan sehingga kita tetap setia dan teguh hidup dalam Kristus.
Setelah semua pergumulan yang ia alami, ini ungkapan Ayub:
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.(Ayb 42:5)
Mari membiasakan memandang dan menyikapi segala kejadian dari dimensi anak-anak Allah.
Dengan demikian ucapan dan perbuatan kita adalah selalu untuk kemuliaan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 5 Januari 2019

Allah Bapa kami
Saat kami mengalami kesulitan
Kami merasa terpuruk
Dan terkadang secara tidak langsung kami menyalahkan Engkau
Seolah-olah itu adalah suatu hukuman
Ampunilah kami ya Bapa
Kami menyikapi kesulitan dengan ketakutan
Padahal kami memiliki Engkau
Allah yang penuh kasih dan yang berkuasa atas hidup kami

Kami mohon ya Bapa
Roh Kudus-mu memberikan kekuatan kepada kami
Sehingga kami mampu menyikapi kesulitan dengan keberanian
Oleh karena kuasa-Mu karya-Mu terwujud dalam hidup kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin