"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 1:1-18;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Yoh 1:2
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Yoh 1:3
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Yoh 1:4
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
-------
Yoh 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
-------

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
(Fil 2:4-6)

Saudaraku,
apabila ada yang masih berucap, bersikap dan berbuat hanya untuk kepentingannya sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain, maka segeralah bertanya kepada diri apakah sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus.
Sebab Allah orang Kristen adalah Allah yang hadir.
Bukan Allah yang hanya memberikan pengajaran, perintah, aturan atau hukum.
Dan bukan Allah yang jauh di gunung atau dilangit dan tidak terjangkau.
Bukan Allah yang sekedar nama, namun Allah yang menampakkan wajah dan kuasa-Nya di hadapan manusia.

Saudaraku,
dengan berbagai cara Allah memelekkan mata kita dan membuat telinga kita mendengar.
Janganlah begitu buta atau begitu acuh bahkan tuli sehingga gagal menyadari kehadiran-Nya.
Tetapi mari berusaha mengarahkan hati kepada Allah setiap saat dan selalu mengucap syukur.
Jika kita rendah hati kita akan sadar bahwa Dia lah yang telah menganugerahi kita ini dan itu.
Maka dengan demikian pasti ingin mengucapkan banyak-banyak terimakasih.
Yaitu dengan cara memperhatikan kepentingan orang lain, mengasihi orang lain dengan tulus hati.
Dan tidak pernah lelah berdoa untuk:
Semua orang yang masih membenci sesamanya, yang masih menghakimi sesamanya, yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan kelompoknya, supaya mereka sungguh-sungguh mengenal Allah yang benar.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 31 Desember 2018

Saat kami merenungkan kemuliaan-Mu ya Bapa
Kami sadar betapa hinanya diri ini
Namun demikian Engkau sangat mengasihi kami
Engkau mendekati kami
Dan menuntun langkah hidup kami
Menuju kepada keselamatan

Sungguh kami mengucap syukur ya Bapa
Engkau membuat orang miskin menjadi kaya
Engkau membuat orang yang banyak hartanya menjadi rendah hati
Dan rahmat-Mu selalu baru setiap pagi

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 2:41-42;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 2:41
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Luk 2:42
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Luk 2:43
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
--------
Luk 2:46
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Luk 2:47
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Luk 2:48
Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Luk 2:49
Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
--------

Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?

Saudaraku,
pagi ini saya awali dengan satu pertanyaan untuk Saudara dan saya:
Tidakkah kita tahu, bahwa kita harus mempersiapkan diri untuk berada di dalam rumah Bapa?

Saudaraku,
tidak semua kejadian yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari semuanya baik dan berguna.
Misalnya:
Berdebat atau membicarakan tentang hal-hal yang tidak perlu, ngegosip, walaupun hanya di medsos.
Demikian pula jangan mudah percaya dan tidak mudah terpengaruh omongan orang.
Siapakah yang dapat menjaga diri sendiri dengan hati-hati, sehingga tidak pernah mengalami kesulitan?
Adakalanya kita harus tuli dan buta, dan lebih memikirkan hal-hal yang membawa kedamaian.

Saudaraku,
di dunia ini tidak ada yang pasti, ada banyak hal dan kejadian yang bisa datang tiba-tiba.
Sampai hari ini, berapa persen dari rencana kita yang terwujud?
Maka sebagai anak-anak Allah, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.(Bdk Mat 6:33)
Sebab kita akan tinggal dalam rumah Bapa.
Di rumah Bapa, hanya ada segala yang baik.
Di rumah Bapa, kehendak kita menyatu dengan kehendak Bapa.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 30 Desember 2018

Sungguh damai kami rasakan
Saat mata kami hanya tertuju kepada karya-Mu ya Bapa
Sungguh kemenangan kami dapatkan
Saat kami hidup rendah hati

Bapa di surga
Kami mohon supaya Sabda-Mu bisa lebih dalam lagi masuk dalam hidup kami
Dah kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami berani lebih tajam memperhatikan diri kami sendiri
Sehingga semakin hari hidup kami semakin berkenan dihadapan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 2:22-35;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Luk 2:24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
Luk 2:31
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
--------

sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu

Saudaraku,
Bunda Maria dan St. Yusuf sangatlah istimewa bagi saya.
Walaupun mereka adalah orang pilihan Allah, mereka tetap rendah hati.
Tetap taat kepada hukum Allah, tetap menjadi hamba Allah padahal mereka mengetahui bahwa Anak-nya adalah Anak Allah.
Mereka tetap mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan.

Saudaraku,
apa yang kita alami setiap hari jangan dilewatkan begitu saja, jadikanlah bahan permenungan.
Apa yang dilakukan orang lain bisa kita jadikan cermin bagi kita.
Lalu kita harus berani menilai dan menghakimi diri kita sendiri dengan Firman Tuhan.
Manusia membutuhkan makanan, pengertian, perhatian dan cinta.
Dan manusia mencari di dalam kehidupan dunia dengan caranya sendiri-sendiri.
Dan dunia menawarkan semuanya itu.
Bagi kita anak-anak Allah, Tuhan mengajarkan cara yaitu dengan rendah hati dan taat kepada perintah-Nya.
Sehingga mata kita tetap tertuju kepada keselamatan, bukan keserakahan.
Memberikan persembahan kepada Allah adalah ajakan untuk aktif memberikan diri untuk kebahagiaan dan kesejahteraan orang lain.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 29 Desember 2018

Kami bersyukur kepada-Mu ya Bapa
Sebab Engkau telah menjawab kami dan telah menjadi keselamatan kami
Kami tidak ingin jauh dari-Mu
Dan kami selalu ingin mendengar suara-Mu
Bersabdalah ya Bapa
Sebab Sabda-Mu adalah kekuatan
Sebab Sabda-Mu adalah penuntun langkah kami
Sebab Sabda-Mu sumber penghiburan kami
Dan hanya kepada-Mu lah kami berlindung

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 2:13-18;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 2:16
Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
Mat 2:17
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
Mat 2:18
"Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."
--------

Saudaraku,
hari ini gereja katolik menghormati anak-anak kecil dan bayi sebagai martir.
Walaupun mereka tidak dibaptis dan belum nalar, tetapi mereka mati untuk Kristus.
Layak dihormati sebagai kanak-kanak suci.
Semua orang yang mengorbankan nyawanya untuk Kristus adalah martir dan layak dihormati sebagai orang kudus.

Menjadi bahan permenungan bahwa kita harus menyadari untuk hidup dalam cahaya pengharapan.
Dan ada banyak sekali usaha-usaha untuk memadamkan cahaya itu.
Kapan saja, dimanapun kita berada, dalam aktivitas dan pekerjaan kita.
Intinya kita harus menyadari selalu ada kuasa jahat yang berusaha memadamkan pengharapan kita di dalam Kristus.
Maka kita harus punya semangat menyalakan cahaya-cahaya di sekitar kita.
Dengan terlibat aktif menghalau potensi yang memadamkan pengharapan, membantu orang yang lemah, miskin dan tersingkir.
Apakah ada diantara kita yang terasa berat menyisihkan uang Rp 100.000 saja sebulan untuk donasi ke panti asuhan atau panti jompo?

Saudaraku,
mungkin terlalu sulit kita membayangkan untuk bisa menjadi martir, mati untuk Kristus.
Tetapi kita bisa menolong orang lain untuk keluar dari kegelapan dan melihat cahaya kasih Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 28 Desember 2018

Ya Tuhan Yesus
Cahaya dari cahaya yang kekal
Kami sungguh mengucap syukur
Engkau menjadi Terang untuk hidup kami
Sehingga kami berjalan menuju keselamatan
Dan Engkau mengajarkan kami tentang pengorbanan

Maka kami mohon ubahlah hati kami ya Tuhan menjadi seperti hati-Mu
Supaya kami pun mau berkorban untuk sesama
Sehingga cahaya cinta kasih-Mu selalu terpancar dalam hidup kami
Menerangi setiap orang di sekitar kami
Sehingga kami pun tidak hidup dalam kegelapan

Injil Yohanes 20:2-8;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 20:2
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Yoh 20:3
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Yoh 20:4
Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
--------
Yoh 20:8
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
--------

Yohanes adalah murid Yesus yang paling setia, bahkan berani mengikuti Yesus sampai ke gunung Kalvari dan mendampingi Bunda Maria sampai di bawah kaki salib Yesus.
Di bawah kaki salib itulah ia diserahi tugas oleh Yesus menjadi pengawal Bunda Maria (Yoh 19:27).
Sejak Pentekosta ia bekerja bersama dengan Petrus, baik di Yerusalem maupun di Samaria untuk mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang baru dipermandikan.
(Sumber: imankatolik.or.id)

Dalam bacaan Injil pagi ini murid yang lain, dipercaya adalah Yohanes.
Dan Yohanes melihat Tuhan Yesus di dalam kubur yang kosong.

Saudaraku,
percaya adalah melihat yang tidak kelihatan.
Saya sendiri memang tidak pernah melihat Tuhan Yesus, tetapi saya mengalami bersama Tuhan Yesus.
Ia memberikan kekuatan saat saya mulai lelah.
Ia memberikan pengharapan saat saya putus asa.
Ia menegur saat langkah kaki saya menyimpang.
Ia mengajar saya untuk selalu mengucap syukur.
Dan Ia membentuk hidup saya yang berorientasi kepada kasih Allah.

St. Yohanes dalam 1Yoh 2:5-6:
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Saudaraku,
memang kita tidak sempurna tetapi kita punya Allah yang selalu setia menyertai kita.
Dan yang selalu mendorong kita, memberikan kekuatan kepada kita untuk memperbaiki diri, setiap hari.
Mari kita selalu berusaha menguasai diri.
Mungkin ada diantara kita yang punya kuasa atas orang lain, tetapi itu adalah ke-sia-sia-an jika tidak mampu menguasai dirinya sendiri.
Sebab jika tidak mampu menguasai dirinya sendiri tidak akan mungkin bisa melihat Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 27 Desember 2018

Allah Bapa kami
Kepada-Mu kupercayakan diri kami sendiri dan segala apa yang ada pada kami
Sungguh kami mohon penyertaan-Mu ya Bapa
Kuduskanlah diri kami dan apapun yang telah Engkau percayakan kepada kami
Supaya membawa kami ke arah hidup yang kekal
Karena hanya Engkaulah penolong kami
Hanya Engkaulah penyelamat kami
Dan hanya kepada-Mu kami percaya

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin