Yohanes K. Sugiyarta
Injil dari Matius 13:16-17;
Mat 13:16
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Mat 13:17
Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
----
Saya pernah masuk ke ruangan operator radio komunikasi(populer dikenal dengan HT).
Ada yang suaranya jernih ada pula yang terdengar di telinga saya hanya krosok-krosok.
Yang luar biasa adalah, ada seorang operator yang buta mampu mengerti berita/kalimat walaupun lebih dominan suara krosok-krosok.
Lalu permenungannya:
Apakah semua orang mendengar suara Tuhan, diantara krosok-krosok dunia?
Saya yakin 100% semua orang mendengar.
Tetapi tidak mau memahami karena alasan keinginan diri.
Dikuasai oleh kepentingan pribadi atau kelompoknya.
Suara Tuhan yang sederhana:
Apabila kita tidak mau dicubit, tentunya kita juga tidak akan mencubit orang lain.
Apabila kita tidak mau ditipu, tentunya kita juga tidak akan menipu orang lain.
Dan lain sebagainya.
Seringkali saya mendengar orang berkata menjauh dari Tuhan.
Saudaraku setuju?
Apakah kita bisa menjauh dari Tuhan?
Seberapa jauh jarak kita dengan Tuhan?
Tuhan ada dalam diri kita masing-masing, sejak kita diciptakan.
Dan channel frekuensi tetap, tidak pernah pindah-pindah channel seperti radio atau televisi.
Dan channel atau frekuensi Allah, tidak dikuasai oleh agama, kepercayaan atau keyakinan tertentu.
Bukan seperti handphone 3G dan yg terbaru 4G. Yang sudah dialokasikan kepada operator seluler.
Yang terjadi sebenarnya:
Kita berpaling.
Kita menutup mata.
Kita menutup telinga.
Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia. (Luk 9:35)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 26 Juli 2017
Bapa di surga
Ketika kami berseru kepadaMu
Engkau selalu mendengar seruan kami
Namun terkadang kami tidak mampu mendengar jawabanMu
Oleh karena keraguan dan ketidak percayaan kami
Kami lebih sering mengikuti pemikiran kami sendiri
Ampunilah kami ya Bapa
Tuntunlah kami dijalanMu
Bukalah mata dan telinga kami
Dan ajarilah kami
Agar kami mampu jujur terhadap diri sendiri
Menyadari akan setiap kekurangan dan kelemahan kami
Sehingga kami selalu bersandar kepada kuasaMu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matius 20:20-28;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 20:20
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Mat 20:21
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
-------
Mat 20:25
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Mat 20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
Mat 20:27
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Mat 20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
-------
Saudaraku ada yang suka kopi?
Apakah ada diantara Saudara yang suka minum kopi sejak anak-anak?
Saya bisa merasakan nikmatnya kopi saat umur 20 tahun.
Dan sejak saat itu, hampir setiap pagi minum kopi hitam dengan gula sedikit.
Suka minum kopi bukanlah sesuatu yang tiba-tiba.
Melalui sebuah proses, mungkin berawal dari cerita teman atau melihat orang yang yang minum kopi.
Melayani sesama juga melalui sebuah proses.
Dan mungkin tidak semua orang tertarik.
Sebab manusia selalu punya kecenderungan ingin dilayani dan mencari pujian.
Melayani sesama dengan kasih harus diawali dengan kerendahan hati.
Kita harus selalu menyadari bahwa hidup kita selalu membutuhkan sesuatu dari luar diri.
Kita tidak mampu menyediakan semua kebutuhan kita sendirian.
Sebagian orang ada yang bisa hidup sendirian tanpa orang lain.
bertahun-tahun menyendiri di tengah hutan, tetapi lihatlah untuk tetap hidup manusia membutuhkan alam yang menyediakan makanannya.
Cobalah perhatikan:
Saat telinga kita mendengar pujian atas segala keberhasilan kita.
Dengarkanlah pula suara-suara dari hati, yang dengan tertawa mengatakan kelemahan dan kekurangan kita.
Bila kita sungguh-sungguh mengenal dan memahami diri kita sepenuhnya,
Maka kerendahan hati dan melayani sesama dengan penuh kasih akan menjadi sebuah kesukaan.
Bukan lagi melakukannya seperti perintah kepada orang beragama demi mendapatkan surga.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 25 Juli 2017
Bapa di surga
Kami mengetahui dan merasakan kebaikanMu
Melalui semua orang dalam kehidupan kami
Engkau mengasihi semua orang
Kami berterimakasih kepadaMu
Sebab mata kami melihat
Dan telinga kami mendengar
Sehingga kami mampu menyadari
Mampu merasakan
Mampu mengakui
Mampu mensyukuri
Apapun yang kami terima saat ini
Dengan demikian hidup kami penuh sukacita
Engkau mengajar
Dan Engkau memberi teladan
Memberi dari kekurangan
Melayani semua orang dengan tulus hati
Maka kami mohon ya Bapa
Kebaikan dan teladanMu
Yang selalu menjadi semangat kami
Membakar hati kami sepanjang waktu
Supaya hidup kami sungguh-sungguh berguna bagi sesama
Melalui hidup kami pula namaMu dumuliakan
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matius 12:38-42;
Mat 12:38
Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
Mat 12:39
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Mat 12:40
Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
Mat 12:41
Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!
Mat 12:42
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"
-----
Saat membaca Injil pagi ini, terlintas dipikiran saya tentang kata _mukjizat_.
Arti dalam kamus besar bahasa indonesia(KBBI): kejadian (peristiwa) ajaib yg sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia.
Telah banyak mukjizat yang dibuat oleh Tuhan Yesus, namun ahli Taurat dan orang Farisi masih meminta tanda.
Lalu pertanyaannya bagi kita:
Apakah kita yakin tidak lagi meenuntut tanda kepada Tuhan Yesus???
Seberapa besar keyakinan kita kepada Tuhan Yesus?
Mari saya ajak masuk dalam permenungan:
Apakah kita telah bisa memaafkan?
Apakah kita merasa sangat senang saat dipuji?
Apakah kita masih suka menilai orang lain?
Apakah kita masih ingin menang sendiri?
Apakah kita hanya memikirkan kepentingan diri sendiri?
Apakah kita bisa dengan ikhlas berbagi?
Apakah gerak hidup kita dikendalikan oleh hawa nafsu?
Bagaimana hubungan kita, dengan suami/istri, anak-anak, saudara dan orang tua?
Bagaimana hubungan kita, dengan teman atau sahabat?
Bagaimana hubungan kita dengan atasan?
Bagaimana hubungan kita dengan bawahan?
Lalu pertanyaannya untuk diri kita masing-masing:
Apakah kita yakin tidak lagi menuntut tanda kepada Tuhan Yesus?
Jika ya, maka tentunya hidup kita selalu menuruti perintah dan kehendak-Nya.
Dan menjadi tanda kehadiran Allah bagi banyak orang.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rm 12:2)
Cukuplah kita tidak menjadi serupa dengan dunia.
Keluarga harmonis, ditengah dunia KDRT dan perceraian.
Tulus mengasihi, ditengah dunia yang hanya mencintai kelompoknya.
Itulah mukjizat, dan tanda bahwa kita mengikuti Allah yang benar.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 24 Juli 2017
Bapa di surga
Engkau adalah kekuatan kami
Tangan kananMu yang selalu melindungi kami
KasihMu yang selalu menghibur kami
Kami mengawali pekerjaan dan aktivitas kami
Kami percaya Engkau selalu menyertai kami
Kami mohon ya Bapa
Agar semakin hari hidup kami semakin benar dihadapanMi
Kami tidak lagi hidup setengah-setengah
Tak lagi menuntut tanda apapun dariMu
Dan dengan iman kami percaya kepadaMu
Supaya hidup kami bisa menjadi tanda kebaikan dan kasihMu bagi semua orang
Ajarilah kami untuk selalu memperbaiki diri
Kehidupan rohani kami semakin bertumbuh
Dan terus menerus mengejar kebaikan
Menghindari dan mampu mengatasi segala sesuatu yang merusak hubungan kami denganMu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matisu 13:24-43;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 13:24
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
Mat 13:25
Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
Mat 13:26
Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
Mat 13:27
Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
Mat 13:28
Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
Mat 13:29
Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
Mat 13:30
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
-------
Perumpamaan dalam Injil pagi hari ini, adalah favorit saya.
Dan setiap membacanya, saya selalu teringat tentang penghakiman terakhir ketika kambing dan domba dipisahkan.
Terkadang saya juga berpikir tentang diri saya sendiri, mungkin saya termasuk kambing atau lalang.
Dan banyak orang dalam pikirannya juga memberikan penilaian, mana kelompok yang baik dan mana kelompok yang buruk.
Gandum dan lalang, domba dan kambing.
Nah pagi ini saya mengajak Saudaraku..
Melihat makna yang mendalam dalam perumpamaan gandum dan lalang ini.
Kasih Tuhan yang begitu besar kepada manusia.
Tuhan tidak mencabut lalang supaya gandum tidak hilang atau ikut tercabut.
Tuhan menyediakan segala kebutuhan untuk gandum dan lalang itu bertumbuh dan berbuah.
Lalu kemudian maka kita harus berbuah.
Sebab melalui buahmyalah akan dipisahkan antara gandum dan lalang.
Hendaklah kita jangan menghakimi orang lain baik atau buruk.
Jangan pula seperti hamba tuan ladang itu, yang ingin mencabuti lalang.
Pandanglah dengan cara Allah.
Karena Allah-lah yang berdaulat penuh atas kehidupan ini.
Dan cukuplah kita berusaha dengan sungguh-sungguh agar berbuah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 23 Juli 2017
Bapa di surga
Engkau tak henti-hentinya mengampuni kesalahan kami
KasihMu nyata dalam kehidupan kami
Engkau menyayangi kami
Pagi ini kmai kembali datang ke baitMu
Bersama keluarga dan anak-anakMu
Sebagai wujud hormat dan syukur kami
Wujud kerinduan kami untuk memuji dan memuliakan engkau bersama Gereja-Mu
Sungguh kami percaya kepadaMu
Engkau tidak akan memalingkan wajahMu
Untuk itu kami mohon ya Bapa
Terimalah persembahan hidup kami
Pandanglah kami
Tegurlah kami apabila kami menjauh dariMu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matius 12:1-8;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 12:1
Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
Mat 12:2
Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."
--------
Mat 12:5
Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
Mat 12:6
Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
Mat 12:7
Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
Mat 12:8
Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
-----
Hukum Tuhan untuk manusia bertujuan untuk kebaikan manusia itu sendiri.
Agar memiliki hidup yang damai, bahagia, penuh kasih, berguna bagi sesama, bermartabat, dll.
Ilustrasi:
Saya mengatakan pada anak saya, kalau pergi jangan pulang malam, maksimal pukul 21.
Tentunya semua anak akan bertanya: kenapa?
Bahkan menjawab dengan berbagai alasan.
Misalnya saya sudah besar ya pak, sudah bisa menjaga diri.
Saya mengatakan:
Kamu pergi naik sepeda motor, apabila ban motor-mu kempes/bocor tidak ada lagi tukang tambal ban yang masih buka.
Kamu mau nuntun sepeda motor sampai rumah?
Hukum Tuhan harus kita pahami lebih bijaksana.
Memandang dari sisi Allah dan kasih Allah kepada kita manusia.
Allah tidak pernah memaksa.
Allah tidak menghendaki manusia mengalami kesulitan.
Allah sangat mengasihi kita, menyayangi kita anak-anakNya.
Marilah membaca Kitab Suci supaya memiliki perjalanan hidup yang menyenangkan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 21 Juli 2017
Pujian dan syukur kami persembahkan kepadaMu ya Bapa
Engkau menghargai hidup kami
Engkau mengasihi kami
Sehingga Engkau tidak ingin kami ini binasa
Melalui Injil-Mu
Engkau mengajar kami
Dan melalui Putera-Mu dan orang-orang kudus
Engkau memberikan telada kepada kami
Kami mohon ya Bapa
Semoga kami bisa lebih bersungguh-sungguh mengerti dan melakukan kehendakMu
Mata kami melihat karya-karya kudusMU dalm kehidupan ini
Dan hati kami penuh dengan Sabda-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
