"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil dari Matius 13:1-23;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 13:16
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Mat 13:17
Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
Mat 13:18
Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
Mat 13:19
Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
Mat 13:20
Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
Mat 13:21
Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
Mat 13:22
Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mat 13:23
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."
-------

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar

Kebahagiaan yang diperoleh dari hal-hal duniawi selalu diikuti kesedihan.
Kebahagiaan sejati ada pada hati nurani yang bersih.
Hati nurani yang bersih berbuahkan kebaikan.
Kebaikan yang menghasilkan kebahagiaan sejati.
Kebaikan yang bukan hanya untuk dirinya sendiri.
Kebaikan yang akhirnya akan membahagiakan orang lain.
Dan tumbuh secara naluri, seperti pohon yang tumbuh ditanah yang subur dan menghasilkan buah.
Dan Lalu ada yang bertanya:
Kebaikan itu seperti apa?

Saya sedih jika mendengar pertanyaan seperti itu.
Apakah kita pernah berpikir apa yang terjadi jika petani tidak menanam padi?
Lalu apakah kita bisa melihat bahwa itu suatu kebaikan?
Atau dengan sombongnya kita berbicara: ya memang takdir-nya petani kok.
Banyak orang yang terlibat dalam hidup kita, sehingga sampai saat ini kita masih hidup.

Apabila hati nurani sudah dikotori dengan segala keinginan maka mata akan menjadi buta dan telinga menjadi tuli.
Keinginanpun timbul dari penglihatan dan pendengaran.
Maka sangat sederhana sebenarnya untuk dimengerti.
Apapun yang kita lihat dan kita dengar, jika hanya menjadikan kita mementingkan diri sendiri akan cenderung merusak kemurnian.

Semoga kita semua yang beriman kepada Tuhan Yesus, Ia telah memberikan banyak teladan tentang *kehendak baik*.
Dimampukan untuk selalu menjaga kemurnian hati, supaya membawa kebaikan bagi semua orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 16 Juli 2017

Bapa di surga
Engkau menyuburkan tanah
Sehingga berbuah dengan limpah
Sungai-sungai penuh dengan air
Dan sawah-sawah tercukupi
Sehingga tersedia makanan bagi kami

Engkau yang selalu menaburkan benih-benih kebaikan
Kami mohon mampukan kami
Jadikanlah kami tanah yang subur
Sehingga hidup kami menghasilkan banyak buah
Yang akan memberikan hidup bagi banyak orang

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Hari Minggu Pekan Biasa XXXIII

Injil dari Matius 25:14-15, 19-21;

Mat 25:14
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Mat 25:15
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
------
Mat 25:19
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Mat 25:20
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Mat 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu
------

Menggunakan dengan baik apa yang telah diberikan Allah kepada kita.
Bukankah kita semua ingin mendengar Tuhan berkata kepada kita:
hai hambaku yang baik dan setia?

Jika semua orang menyadari dan bisa memahami bahwa pencapaian atau kesuksesan atau kekayaan dan barang-barang dunia yang ia miliki adalah pemberian dan milik Allah, maka:
Tidak akan pernah ada istilah pelit.
Tidak akan pernah ada istilah koruptor.
Panti asuhan tidak akan pernah kekurangam dana.
Badan amal tidak perlu ber-iklan.

Kita semua telah menerima.
Dan marilah kita selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan adalah kepunyaan Allah.
Supaya hati kita terbebas dari rasa memiliki dan hati kita tidak dikuasai oleh semua pencapaian usaha kita.
Janganlah kekayaan, jabatan dan kekuasaan menjadi penjara hidup kita.

Marilah menggunakan apa yang telah kita terima dari Allah, dengan baik, sungguh-sungguh dan dengan kejujuran hati.
Ibrani 6:10-12;
Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,
agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Allah telah menaruh: harta-Nya ditangan kita.
Dan.. akan kembali untuk menilai kesetiaan kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 19 November 2017

Bapa di sorga
Kami mohon jauhkanlah kami dari keinginan mencari kepentingan diri sendiri
Engkau menghendaki kesetiaan kami
Maka hanya kepada-Mu kami menaruh segala harapan kami

Kami tidak bisa bersembunyi dari hadapan-Mu
Engkau-pun selalu menuntun kami
Selalu menegur kami
Supaya kami tetap berada dijalan-Mu

Ampunilah kami ya Bapa
Apabila kami malas
Apabila kami sering mengeluh
Atau bahkan kami lebih percaya dengan pemikiran dan kekautan kami sendiri
Sehingga kami berpaling dari-Mu

Kami kembali berserah diri kepada-Mu ya Bapa
Melalui ibadat kami
Melalui doa-doa kami
Sembuhkanlah kami
Dan segarkanlah kami dengan Roh-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Dengan ini Saudara setuju menjadi anggota kitadiutus.org.
Kami menjaga privasi data Saudara.

Injil dari Lukas 18:1-8;

Luk 18:1
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Luk 18:2
Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
Luk 18:3
Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
Luk 18:4
Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
Luk 18:5
namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
Luk 18:6
Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Luk 18:7
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Luk 18:8
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
-------

Bagi saya *DOA* adalah: *KESADARAN AKAN KEHADIRAN ALLAH*.
Rahmat-Nya akan memberikan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.
Dengan kesadaran terus menerus dan konstan.
Kita bukan hanya akan memperoleh pengetahuan manusiawi.
Namun pengetahuan surgawi/ilahi yang menjadi semangat kita untuk bertekun dalam Tuhan.

_TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar._(Mzm 146:8)

Marilah kita bersyukur kepada Allah.
Karena Allah telah membantu kita, membuka mata kita.
Dan marilah kita bersukacita karena kita adalah orang-orang pilihan-Nya.
Dan ingatlah bahwa kita orang-orang kristen berdoa kepada *BAPA* kita.

Iman tidak akan bertumbuh dan tidak akan berbuah hanya dengan terang Allah.
Tetapi membutuhkan upaya-upaya pribadi, walaupun mungkin kecil tapi dilakukan dengan konstan.
Dan...... rahasia ketekunan dan kegigihan adalah *CINTA*.
Berbahagialah kita yang mengerti apa artinya mencintai Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Sabtu 18 November 2017

Bapa,
Kami ingin selalu berada di dekat-Mu
Merasakan kasih dan kemurahan-Mu
Engkaulah yang mencukupkan kebutuhan kami
Dan Hanya Engkaulah yang mampu menolong kami

Untuk itu kami mohon ya Bapa
Dengan segenap daya upaya dan doa-doa kami
Teguhkanlah kami agar hanya melakukan kehendak-Mu
Sebab..
Setelah kemarau, tibalah musim hujan
Sehabis malam, datanglah siang
Tuntunlah kami agar tidak terpenjara oleh rutinitas dunia
Tetapi kami tetap mengasihi-Mu dan kasih-Mu kepada kami tetap selama-lamanya

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil dari Lukas 17:26-37;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 17:26
Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
Luk 17:27
mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
Luk 17:28
Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
Luk 17:29
Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
Luk 17:30
Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
Luk 17:31
Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
Luk 17:32
Ingatlah akan isteri Lot!
Luk 17:33
Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
--------

Makan, minum, membeli, menjual memang kebutuhan dan aktivitas hidup manusia.
Namun yang perlu dicermati dengan hati-hati adalah ketika:
Makanan, minuman dan bisnis/usaha/pekerjan berubah menjadi BERHALA.
Bukan tentang makanannya.
Bukan tentang minumannya.
Bukan tentang pekerjaannya.
Tetapi itu semua ada dalam diri, menguasai diri dan menjadi berhala diri.
Orang menjadi diperintah oleh makanan, minuman dan pekerjaan.
Sehingga kemudian menjadi rakus dan terkadang dengan segala cara mengusahakannya.
Apalagi jika mengabaikan kejujuran dan kerja keras.

Memelihara nyawanya adalah berhala diri.
Masih lebih baik orang yang jujur dan rendah hati walaupun berdoa dibawah pohon beringin, sebab mereka tidak mengenal tuhannya.
Marilah kita melihat diri sendiri dari luar.
Dengan kacamata kejujuran dan kemurnian.
Kejujuran harus ada dalam setiap rencana dan usaha kita.
Kemurnian hati mencintai Allah dan sesama.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 17 November 2017

Allah Bapa di dalam sorga
Melalui kejadian-kejadian dalam keseharian
Engkau menyatakan kebaikan-Mu

Engkau adil dan penuh kasih
Engkau tidak pernah menghukum
Kesusahan dan kesulitan ataupun penderitaan yang kami alami
Karena keinginan diri menjadi berhala dalam hidup kami
Hati kami menjadi tawar
Dan lalu mencari dan lebih suka dengan penghiburan dunia

Bapa di sorga
Kami mohon teguhkanlah kami
Sehingga kami mampu membersihkan kelemahan-kelemahan kami
Bakarlah hati kami dengan Api Roh-Mu
Supaya tidak ada karat-karat yang tertinggal
Melebur menjadi satu hidup dalam perintah kasih-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin.