Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 12:24-26;
Yoh 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Yoh 12:25
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Yoh 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
---------
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya
Saudaraku,
bagi yang percaya kepada "kebangkitan", hidup yang sesungguhnya adalah tentang kematian,
Jadi jika kita tidak pernah membangun kesadaran akan kematian sesungguhnya kita tidak benar-benar hidup.
Sebab untuk hidup kita harus mati.
Saudaraku,
kita semua pernah, bahkan seringkali kita berdiri BUKAN ditempat kita berdiri, kita duduk BUKAN dikursi yang kita duduki.
Dengan kata lain, seringkali kita "mengingkari" atau "menolak" keberadaan kita.
Hidup seperti itu adalah hidup yang sia-sia, sebab saat itu juga sesungguhnya engkau mati, karena engkau tidak berguna untuk dirimu sendiri ataupun untuk orang lain.
Bukan mati seperti itu yang dikehendaki Tuhan Yesus.
Kita harus "mematikan cinta diri", mematikan kehendak daging, yaitu semua keinginan yang tidak teratur.
Kita harus berkuasa atas diri kita sendiri, supaya tidak dikuasai oleh nafsu kekuasaan.
Maka jika kita tidak sanggup untuk "matiraga" setiap hari, sesungguhnya kita mati.
Saudaraku,
jangan pernah sakit hati atau merasa tidak nyaman oleh karena segala sesuatu yang "diluar kendalimu".
Sebab itu adalah kesia-siaan.
Tetapi kita harus "sangat peka" terhadpap segala godaan hawa, nafsu, rasa yang timbul di diri kita.
Sebab jika kita tidak menolak dari awal, sesngguhnya kita sendiri yang memilih berada di jalan kematian.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami dan berilah kami kekuatan untuk matiraga setiap hari
Dan hanya berserah diri kepada kuasa Roh Kudus
Sehingga kami tidak mudah disesatkan oleh berbagai tipu daya daging
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 16:24-28;
Mat 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Mat 16:25
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Mat 16:27
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Mat 16:28
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."
---------
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku
Saudaraku,
Tuhan Yesus mempunyai banyak pengikut, tetapi tidak semua pengikutnya mengikuti-Nya sampai di kayu salib.
Banyak orang yang memohon penghiburan kepada Tuhan Yesus, tetapi hanya sedikit orang yang sanggup menderita di jalan-Nya.
Banyak orang yang ingin bersukacita dengan Tuhan Yesus, tetapi hanya sedikit orang yang mau menderita sengasara bersama-Nya.
Saudaraku,
salib adalah kunci pintu surga.
Salib adalah keselamatan.
Salib adalah kehidupan
Dan dengan salib kita berlindung dari segala macam kejahatan.
Tidak ada jalan lain selain salib untuk menuju kehidupan dan kedamaian batin.
Salib mengajarkan kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk "matiraga" setiap hari.
Maka:
Jangan pernah marah atau memaki atas semua ketidaknyamanan yang dilakukan orang lain kepada kita.
Sebab sesungguhnya orang itu "menyucikan" kita.
Dan setiap kali kita punya kesempatan "mengalah", jangan pernah sia-siakan kesempatan itu.
Saudaraku,
taklukanlah dirimu setiap hari "sedari awal".
Arahkanlah tekadmu kepada salib Tuhan Yesus.
Jika engkau ingin melalui harimu dalam belas kasih dan kuasa Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Salib-Mu lah yang menjadi kekuatan kami saat kami mengalami berbgai macam pencobaan
Kami selalu ingat bahwa Engkau telah mengalahkan salib
Dan kami percaya bersama-Mu, kami akan kuat dan sampai kepada kebangkitan dan kehidupan kekal
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu mengarahkan hati kami kepada salib-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 16:13-23;
Ayat 13-20:
Mat 16:13
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
Mat 16:14
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Mat 16:15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Mat 16:20
Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
---------
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Saudaraku,
sesungguhnya Tuhan Yesus juga bertanya kepada kita: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Jawaban kita akan sangat mempengaruhi hidup kita.
Banyak orang mengatakan agama semua sama.
Tetapi tidak, bagi yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus, tidak semua agama sama.
Saudaraku,
Tuhan Yesus bukan hanya sekedar "tokoh agama", tetapi Ia adalah Anak Allah yang hidup.
Melalui kemanusiaan-Nya, mata kita melihat dan telinga kita mendengar kehendak dan kuasa Allah dengan sangat-sangat nyata.
Tuhan Yesus bukan hanya mengajarkan firman Tuhan, Dia adalah Firman itu sendiri, Firman yang menjadi manusia.
Seperti Dia dengan Bapa adalah satu, Tuhan Yesus juga mengajak kita menjadi satu dengan Dia.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.(Yoh 15:4)
Nah jika hidup keagamaanmu MASIH SEPERTI orang-orang yang percaya kepada "tokoh agama" atau "pembawa agama", berarti engkau belum mengenal Tuhan Yesus.
Saudaraku,
Tuhan Yesus menjadi manusia seperti kita, supaya Tuhan Yesus dapat menjadikan kita seperti Dia.
Yaitu sebagai anak-anak Allah yang hidup.
Oleh karena itu marilah kita selalu "hidup dalam kesadaran bahwa kita adalah anak-anak Allah", supaya kita tidak menjadi anak-anak dunia.
Sehingga setiap orang yang ada dalam hidup kita, bukan hanya melihat Allah tetapi mengalami Allah yang hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah membawa kami kepada Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau memilih kami supaya hidup kami menjadi perwujudan belas kasih dan kuasa-Mu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendak-Mu
Supaya dalam keadaan apapun, Kau dapati kami setia melakukan kehendak-Mu
Hidup sebagai anak-anak Allah
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 15:21-28;
Mat 15:21
Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
Mat 15:22
Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
Mat 15:23
Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
Mat 15:24
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Mat 15:25
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
Mat 15:26
Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Mat 15:27
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Mat 15:28
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
---------
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya"
Saudaraku,
jika kita mau dengan sungguh-sungguh merenungkan jawaban perempuan itu, ada hal yang menarik yaitu: *iman membawa kita kepada kerendahan hati dan ketekunan*.
Dan Tuhan Yesus pun mengajarkan:
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.(Mat 7:7)
Namun kita juga harus ingat, iman juga mendorong kita untuk "menyesuaikan" hidup kita dengan kehendak Allah.
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.(Mzm 119:10)
Saudaraku,
setiap orang bisa memulai tetapi tidak semua orang "tekun" sampai akhir.
Oleh karena jangan pernah tinggalkan doa-doamu dan lakukanlah apa yang engkau dapat lakukan untuk memperolehnya.
Perhatikan, ketekunan hati adalah "pelindung" yang kuat, supaya kita tidak menyimpang dari "jalan Allah".
Dan bersyukurlah kepada Allah atas apa yang sekarang ada ditanganmu.
Saudaraku,
ada begitu banyak orang yang "kalah sebelum perang".
Bukan mereka tidak mampu, tetapi mereka tidak bisa mengalahkan dirinya sendiri.
Perhatikan, "keinginan-keinginan yang tidak teratur merusak ketekunan."
Maka jangan pernah abaikan perkara-perkara rohani sebab itu adalah benteng yang kuat untuk melindungi kita dari keinginan-keinginan yang tidak teratur.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami percaya Engkau pasti menjawab doa-doa kami
Kami mohon buatlah telinga kami mendengar dan mata kami melihat
Dan berilah kami keberanian dan kekuatan untuk untuk menyesuaikan hidup kami dengan apa yang kami dengar dan kami lihat dari-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:2-10;
Mrk 9:2
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
Mrk 9:3
dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
Mrk 9:4
Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
Mrk 9:5
Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Mrk 9:6
Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
Mrk 9:7
Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
Mrk 9:8
Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.
Mrk 9:9
Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.
Mrk 9:10
Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."
--------
Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati"
Saudaraku,
Kadang kala, percaya kepada Tuhan berarti kita tidak menuruti perasaan kita.
Misalnya ketika Abraham mengangkat pisau untuk membunuh putera satu-satunya, ia tidak bertindak berdasarkan perasaan.
Ia bertindak berdasarkan "kepercayaan" yang penuh kasih dan hanya menginginkan apa yang baik bagi kita.
Saudaraku,
percaya kepada Tuhan, terkadang kita harus membuat keputusan yang bertentangan dengan emosi dihati kita.
Tetapi tentunya kita harus tetap percaya dan percaya bahwa kehendak Tuhan lah yang terbaik.
Sebab kita adalam manusia yang penuh dengan keterbatasan.
Kita hidup dengan tubuh yang tidak sempurna, pekerjaan yang tidak memuaskan dan teman-teman kita juga tidak sempurna.
Iman kitapun tidak menjamin hidup kita bebas dari rasa khawatir.
Tetapi iman memberi keyakinan bahwa Tuhan itu baik.
Dan iman mengajarkan kepada kita bahwa Allah yang mengendalikan dunia.
Saudaraku,
Jika Tuhan Yesus TIDAK bangkit dari antara orang mati, hari ini kita tidak mengenal Allah.
Dan tentunya kita semua tidak ada bedanya dengan binatang, setelah mati selesai.
Oleh karena itu marilah kita selalu hidup dalam semangat kebangkitan.
Supaya kita tidak mudah disesatkan oleh berbagi macam keinginan yang membawa kita kepada kematian kekal.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami
Engkau pun dengan sabar mengajar dan menuntun kami supaya kami selalu berada dijalan-Mu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan setiap hari
Supaya kami selalu setia hidup dalam ketaatan
Sehingga kami tidak tergoyahkan oleh godaan-godaan kedagingan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
