Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 24:35-48;
Saya salin ayat 35-40:
Luk 24:35
Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Luk 24:36
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Luk 24:37
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Luk 24:38
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
Luk 24:39
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
Luk 24:40
Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
-------------
Damai sejahtera bagi kamu!
Saudaraku,
Tuhan Yesus menyapa kita setiap pagi, Damai sejahtera bagi kamu!
Apakah Saudara mendengar salam itu? atau salam yang lain?
Berbahagialah telinga yang mendengar dan berbahagialah jiwa yang mendengarkan Tuhan yang bersabda di dalam hatinya.
Saudaraku,
siapa yang ketika melek mata langsung melihat ponsel?
Langsung membuka beberapa aplikasi medsos atau aplikasi berita..
Adakah yang langsung membaca Injil?
Adakah yang langsung menyapa Tuhan?
Saudaraku,
dalam sekejap mata, hati itu bisa terpengaruh dan terjerat dalam hal-hal yang tidak berguna.
Ada orang sering terlibat dalam pembicaraan-pembicaraan yang tidak perlu?
Ada orang sering terseret dalam bacaan-bacaan yang tidak perlu?
Dan lalu menyesal saat menyadarinya.
Mengapa orang tetap melakukannya, padahal percakapan itu, bacaan itu justru membuka hati dan pikiran orang menjadi tidak tenteram.
Misalnya hoax tentang hal yang menakutkan, diawali dengan kalimat, awas hati-hati dan diikuti dengan kalimat hoax yang sangat indah.
Ada pula yang tertipu oleh berbagai macam kuis atau undian berhadiah.
Mengapa orang-orang suci dapat mencapai kesempurnaan yang begitu tinggi, sehingga damai dan sejahtera yang berkuasa atas hidupnya?
Karena mereka, orang-orang suci mengawali harinya dengan mendengarkan sapaan dari Tuhan: Damai sejahtera bagi kamu!
Dan dalam DAMAI itu mereka tidak lagi membutuhkan hiburan-hiburan dari dunia., tidak membutuhkan pujian-pujian dari dunia.
Oleh karena itu mereka juga mencapai hubungan yang sangat erat dengan Tuhan Yesus dan sabda Tuhan mampu memurnikan hatinya.
Marilah kita sadari dengan sungguh-sungguh, bahwa sesungguhnya kita telah menerima damai dari Tuhan.
Supaya kita tidak mudah disibukkan dan dikacaukan oleh hal-hal duniawi.
Dan sesungguhnya kita mampu membuat DAMAI diri kita sendiri dan menyediakan sukacita kepada orang lain.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 18 April 2021
Tuhan Yesus
Setiap pagi kami merindukan sapaan-Mu
Setiap pagi kami merindukan sabda-Mu
Dan kami tidak membutuhkan hiburan-hiburan yang lain
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Supaya kami tidak lagi tempat untuk pikiran-pikiran yang jahat
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 6:16-21;
Yoh 6:16
Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
Yoh 6:17
dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
Yoh 6:18
sedang laut bergelora karena angin kencang.
Yoh 6:19
Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
Yoh 6:20
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"
Yoh 6:21
Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.
-----------
Mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu
Saudaraku,
mengawali permenungan hari ini, saya mengajak Saudaraku semua untuk bertanya kepada diri sendiri:
Apakah kita menyadari dan berani mengakui kelemahan atau kekurangan kita?
Saudaraku,
sulit untuk melihat kuasa dan kemuliaan Tuhan, jika kita tidak mau mengakui kekurangan dan kelemahan kita, terlebih bagi mereka yang merasa tidak pernah mergalami kesulitan dalam hidupnya.
Memang bisa saja mengakui adanya Tuhan, tetapi ia tidak pernah merasa membutuhkan Tuhan.
Dan pencapaiannya selama ini adalah hasil dari kerja kerasnya sendiri.
Sebaliknya seseorang yang berani mengakui kekurangan dan kelemahan dirinya, setiap hari ia mengalami mujizat.
Segala kesombongan hanyut dalam kuasa dan putusan-Nya.
Lalu ia tidak hanya melihat Tuhan Yesus berjalan diatas air, Tuhan Yesus mengatasi semua keinginannya, dan lebih besar dari itu, yaitu mengalami hidup bersama Tuhan Yesus.
Bukan hanya sekedar latah sedikit-sedikit bicara dalam nama Yesus, tetapi setiap orang disekitarnya melihat kuasa Tuhan Yesus yang hidup.
Saudaraku,
memang tidak mudah menetapkan roh baik atau roh jahat yang mendorong setiap keinginan.
Dan banyak orang yang pada akhirnya tertipu, oleh yang pada awalnya nampak baik.
Oleh karena itu marilah kita tempatkan Allah diatas segala sesuatu.
Supaya kita tidak terjebak dan terjerat oleh pemujaan diri.
Sebab ada orang yang sangat aktif dalam segala pelayanan, membawa Tuhan Yesus kemana-mana dan dimana-mana, tetapi bukan menghadirkan Tuhan Yesus, tetapi membawa dirinya sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 17 April 2021
Tuhan Yesus Kristus
Kuasa-Mu nyata dalam hidup kami
Engkau menghendaki supaya hidup kami menjadi kabar baik bagi semua orang
Sehingga kuasa-Mu nyata di seluruh bumi
Maka kami mohon rahmat-Mu bekerja dengan kami setiap hari
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 6:1-15;
Saya salin ayat: 5, 9-14:
Yoh 6:5
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
----------
Yoh 6:9
"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Yoh 6:10
Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Yoh 6:11
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
Yoh 6:12
Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
Yoh 6:13
Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
Yoh 6:14
Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia."
-----------
Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia
Saudaraku,
iman adalah anugerah dari Tuhan Yesus untuk setiap orang yang mengakui dosa-dosanya.
Iman akan jadi penguasa hidupnya ketika seseorang telah membuang sampah-sampah yang menghalangi pandangannya kepada Tuhan Yesus.
Jadi seseorang yang hidupnya telah dikuasai oleh iman itu, ia selalu didorong untuk berbuah.
Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati, seperti tubuh tanpa roh adalah mati.(Bdk Yak 2:26)
Saudaraku,
mata roh kita dengan sangat jelas melihat karya-karya Tuhan dan kitapun memiliki telinga yang mendengar suara Tuhan.
Jadi seorang kristiani tidak lagi berjalan dalam keraguan, tetapi jalan itu jalan yang benar dan ada jaminan kepastian.
Jalan itu adalah Tuhan Yesus.
Maka mari arahkan mata dan telinga kita kepada Tuhan Yesus, bukan kepada diri sendiri.
Dan perhatikanlah, jalan yang selalu mengajak untuk sibuk dengan dirinya sendiri adalah jalan yang sesat.
Tuhan Yesus datang untuk membawa kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, *penguasaan diri.*(Bdk Gal 5:22-23)
Orang yang kenyang makan roti dan ikan dalam Injil Yohanes pagi ini, belum tentu semua melihat sebagai sebuah "mujizat".
Tidak semua melihat: Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.
Demikian pula hidup kita akan dikuasai kehendak diri, jika kita menolak menyadari kehadiran Allah.
Tetapi jika kita selalu menyadari kehadiran-Nya, kita tidak akan lagi menampilkan kebodohan dan langkah kaki kita aman dijalan menuju kehidupan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 16 April 2021
Tuhan Yesus
Mata kami melihat banyak orang yang selalu berusaha hidup berkenan kepada-Mu
Telinga kami pun mendengar kabar sukacita dari orang-orang yang hidup dalam kehendak-Mu
Bahkan kami mengerti bahwa bersama Engkau kami akan hidup dan tidak berkekurangan
Namun daging ini ketakutan oleh karena kerakusannya
Maka kami mohon pertolongan-Mu ya Tuhan Yesus
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 3:31-36;
Yoh 3:31
Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
Yoh 3:32
Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu.
Yoh 3:33
Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.
Yoh 3:34
Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
Yoh 3:35
Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
Yoh 3:36
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
-----------
Barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup
Saudaraku,
apakah yang dimaksud taat kepada Anak?
Taat adalah tunduk kepada perintah-Nya, lalu apa perintah-Nya?
Dengan sangat jelas Tuhan Yesus mengatakan:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
(Bdk Mat 22: 37, 39)
Jika seseorang tidak melakukan itu, maka ia tidak akan melihat hidup.
Saudaraku,
pagi ini saya tidak akan menulis tentang apa dan bagaimana itu mengasihi, saya sangat percaya kita semua telah memahaminya.
Tetapi apakah kita juga sadar dan memahami bahwa sebagai wujud kita mengasihi Tuhan dan sesama, kita bukan hanya membenci dosa tetapi juga mengasihi orang berdosa?
Setiap orang bisa mengatakan mengasihi Tuhan, tetapi itu hanya omong kosong jika tidak sanggup mengampuni sesama atau setiap hari selalu curiga kepada setiap orang bahkan ada pula yang selalu menuduh dan mengahakimi.
Hati-hati menuduh walaupun hanya dipikiran sama saja menghakimi, menghakimi orang lain sama saja dengan membenci.
Adakah sesuatu yang baik dalam diri kita yang pantas kita banggakan di hadapan Allah?
Bukankah justru setiap hari kita harus memohon pengampunan-Nya.
Maka sesungguhnya kita harus selalu sadar untuk membuang segala pikiran yang jahat.
Saudaraku,
tanpa Tuhan kita tidak memiliki sesuatu yang patut dibanggakan.
Ia berkenan mengulurkan tangan-Nya, membantu kita untuk *menolak hiburan daging yang menipu dan menyesatkan*.
Sebab ada orang yang merasa terhibur dan merasa paling baik ketika melihat kekurangan atau salah orang lain.
Jika demikian bagaimana ia bisa berkata mengasihi Allah dan mengasihi sesama?
Maka biarlah orang-orang dunia mencari dirinya sendiri, tetapi kita hanya mencari kehormatan Allah, supaya kita hidup.
Sebab hal-hal duniawi adalah fana, sia-sia dan suatu kebodohan yang mengantar kepada kematian.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 15 April 2021
Tuhan Yesus Kristus
Jika memperhatikan diri kami sendiri
Kami mudah tertipu oleh kesia-siaan
Maka setiap hari kami memerlukan pertolongan-Mu
Bukalah mata kami supaya melihat-Mu
Dan bukalah telinga kami supaya mendengar
Sebab mata ini mudah buta oleh gemerlapnya dunia
Dan telinga ini sering tertutup oleh merdunya kesombongan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 3:16-21;
Yoh 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:17
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Yoh 3:18
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Yoh 3:19
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Yoh 3:20
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
Yoh 3:21
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."
-----------
Barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah
Saudaraku,
pagi ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk menyadari bahwa "kegelapan" itu ada.
Supaya kita tidak terjabak hidup dalam kegelapan itu.
Kita pun diajak menyadari bahwa setiap hari kita hidup dalam pergumulan, memilih kegelapan atau memilih terang.
Setiap hari ada konflik dalam diri kita, sebab hampir setiap detik kita dihadapkan dengan pilihan.
Dan hati-hati, Tuhan Yesus mengatakan bahwa manusia cenderung menyukai kegelapan daripada terang.
Maka sesungguhnya ''musuh" yang perlu diwaspadai adalah diri kita sendiri.
Sebab bukan orang lain ataupun keadaaan yang membuat manusia masuk kedalam kegelapan.
Bukankah kita bebas menentukan pilihan?
Saudaraku,
cobalah perhatikan, bukankah kita merasa sangat bahagia saat dicintai orang lain?
Lalu mengapa ada saja orang yang memilih membenci orang lain? Menyakiti orang lain?
Apakah karena ia tidak pernah dicintai orang lain?
Tidak, ia sendiri yang membiarkan dirinya dikuasai oleh kejahatan dan kebencian.
Lalu ia takut datang kepada terang, takut kejahatannya dan pikirannya yang jahat itu nampak.
Saudaraku,
hidup didalam terang itu tidak selalu mudah, membutuhkan kerja keras, tekad dan ketekunan.
Sebab selama kita masih ada di bumi ini, kegelapan itu ada dan berkeliaran dengan sangat bebas.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.(1Pet 5:8)
Segala keinginan jahat, keinginan mementingkan diri sendiri, keinginan mencintai diri sendiri, berkeliaran disekitar kita dan setiap saat bisa menelan kita.
Maka setiap hari kita membutuhkan pengertian baru dan kekuatan baru supaya kita mengenal keingingan jahat dan berani untuk menolaknya.
Mari kita undang Tuhan Yesus masuk kedalam hati kita, Ia telah mengalahkan kegelapan dengan salib.
Ijinkan Terang itu masuk ke hati kita, membersihkan sudut-sudut yang berdebu dan melepaskan diri dari kebiasaan buruk.
Dan setiap hari Ia memberikan kekuatan baru untuk menolak segala keinginan yang jahat, walaupun pilihan itu membuat kita menderita tetapi Ia akan setia menopang kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 14 April 2021
Tuhan Yesus Kristus
Kami sungguh sangat berbahagia
Sebab terang-Mu senantiasa menerangi langkah kami
Sehingga kami aman berjalan dijalan-Mu
Engkau buka mata dan telinga kami dengan sabda-Mu
Sehingga mata kami dengan jelas melihat dan telinga kami mendengar dengan sangat jelas
Supaya kami tidak tertipu oleh segala yang jahat
Tetapi daging ini lemah
Maka kami dengan sungguh-sungguh memohon kekuatan-Mu
Dan kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan belas kasih dan kehendak-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
