"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 15:1-3, 11-32;

Saya salin ayat 1-3, 11-14, 17-20:

Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
----------
Luk 15:11
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
------------
Luk 15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Luk 15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Luk 15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Luk 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
------------

Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka

Saudaraku,
Injil Lukas pagi ini mengajarkan kepada kita tentang pengampunan.
Mengampuni bagi umat kristiani adalah sebuah kesadaran bukan tentang ajaran atau perintah.
Setiap hari kita bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang.
Oleh sebab itu penting bagi kita umat kristiani harus menyadari pentingnya pengampunan.
Dalam hubungan apapun bisa saja terjadi beda pendapat dan terkadang salah paham.
Dan apabila kita perhatikan hampir setiap hari kita mengalami ketidaknyamanan.
Ada orang yang menyeberang jalan sembarangan, parkir sembarangan, berkendara ugal-ugalan, knalpot bising dan lainnya.
Di kantor sudah kerja dengan baik masih tidak dipercaya oleh atasan.
Di keluarga terkadang suami/istri sangat bawel, anak-anak tidak patuh dengan orangtua.
Dan lain sebagainya.
Bagi orang-orang dunia, ketidaknyamanan seperti itu ditanggapi dengan keluh kesah dan terkadang dengan caci maki.
Bagi kita umat kristiani kita wajib memberi pengampunan dan menyikapi segala ketidaknyamanan dengan belas kasih.

Saudaraku,
kita umat kristiani pasti siap mengampuni dan berani dengan tulus hati mengakui kesalahan dan meminta pengampunan.
Orang-orang dunia lebih memilih membangun tembok pemisah daripada memberi pengampunan atau meminta maaf.
Sebab memang manusia cenderung cinta diri, maka tanpa iman yang benar, manusia tidak pernah bisa mengampuni dengan tulus hati.
Jika tidak sungguh-sungguh hidup dalam Allah, mengampuni, memaafkan hanya sekedar mematuhi perintah supaya dilihat orang, sesungguhnya hatinya menolak.
Maka mari janganlah kiranya kita selalu memikirkan perbuatan yang salah, tidak ada gunanya sama sekali, hanya akan menambah beban hidup.
Tidak ada seorangpun yang tidak pernah terluka, jika luka itu tidak lagi kita sentuh, luka itu akan cepat sembuh dan tidak lagi berbekas.
Dan menyadari itu, janganlah melukai apapun dan siapapun, walaupun nampaknya mempunyai alasan untuk melakukan itu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 6 Maret 2021

Tuhan Yesus Kristus
Terimakasih Engkau menerima kami
Terimakasih Engkau mengampuni dosa-dosa kami
Terimakasih Engkau memenuhi kami dengan belas kasih
Sehingga hidup kami berlimpah pengampunan
Kami hidup dalam damai dan sukacita di dalam Engkau
Maka setiap hari kami ucapkan puji dan syukur
Dan menyerahkan setiap rencana kami kepada-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 21:33-43, 45-46;

Saya salin ayat: 33-42

Mat 21:33
"Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Mat 21:34
Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Mat 21:35
Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
Mat 21:36
Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
Mat 21:37
Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
Mat 21:38
Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Mat 21:39
Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
Mat 21:40
Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
Mat 21:41
Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
Mat 21:42
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
-------------

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita

Saudaraku,
apapun yang ada dihidup kita saat ini bukan milik kita.
Semuanya milik Tuhan dan kita hanyalah penggarap-penggarap.
Dan pada saatnya nanti Tuhan akan datang untuk meminta hasil.
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.(Bdk Mzm 24:1)
Maka ada baiknya setiap rencana dan setiap kehendak dan gerak hidup kita, tujuan utamanya bukan untuk diri sendiri namun untuk Allah.

Saudaraku,
perumpamaan dalam Injil Matius pagi ini sangat menarik bagi saya, mari Saudara saya ajak untuk melihat di kitab Mazmur 118:
TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!
Lalu permenungannya bagi kita:
Jalan Tuhan itu keras, tidak mudah dan tantangannya adalah diri sendiri yaitu kenikmatan dan keserakahan, namun itulah yang harus kita usahakan supaya kita sampai kepada keselamatan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 5 Maret 2021

Allah Bapa kami
Setiap hari Engkau menyatakan kuasa-Mu dalam hidup kami
Namun kesombongan lebih dekat dan selalu nampak lebih nyata
Lalu kami tergoda untuk memilih jalan sendiri
Ampunilah ya Bapa ampunilah kami
Kami datang bersujud dihadapan-Mu
Menyerahkan seluruh rencana dan keinginan kami kepada kuasa-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 16:19-31;

Luk 16:19
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Luk 16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
Luk 16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Luk 16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Luk 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Luk 16:24
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Luk 16:25
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Luk 16:26
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
Luk 16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
Luk 16:28
sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Luk 16:29
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Luk 16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Luk 16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
------------

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham

Saudaraku,
begitu hidup di dunia ini berakhir, kita akan hidup dengan hasil dari keputusan yang kita buat dalam hidup ini.
Tidak ada seorangpun manusia mengetahui kapan hidupnya di dunia ini berakhir, tidak tahu pula waktu yang tersisa sebelum berakhir.
Maka cara bagaimana kita menjalani hidup kita di dunia ini menjadi sangat penting.

Saudaraku,
ada banyak hal di dunia ini yang membuat kita menjadi sangat sibuk, sehingga kita tidak mendengar Tuhan berbicara.
Sedangkan waktu kita hanya di dunia ini saja untuk mengumpulkan bekal yang akan kita bawa dalam kehidupan kekal.
Maka ada baiknya selalu membangun kesadaran agar selalu mengusahakan kesucian hidup.
Yaitu dengan menempatkan Tuhan Yesus dalam segala hal.
Membiasakan mengarahkan hati kepada-Nya dan mengucap syukur atas penyertaan dan pemeliharaan-Nya.
Sehingga rencana-Nya yang terjadi bukan rencana kita dan bukan kehendak kita yang terjadi tetapi kehendak-Nya.
Ingat bahwa mata kita telah dibuatnya melihat dan telinga kita telah dibuatnya mendengar.
Jadi umat kristiani tidak mungkin tidak mengetahui kehendak Allah.
Orang dunia melihat permukaannya saja, tetapi kita umat kristiani mampu melihat dari dimensi Allah.
Mari bersemangatlah mengurus perkara-perkara jiwa kita, supaya saat kita mati nanti, kita dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Lagipula kita akan memiliki iman yang hidup dan aktif, sehingga kita akan mampu melewati setiap halangan-halangan dalam hidup ini.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 4 Maret 2021

Terpujilah Engkau ya Bapa untuk selama-lamanya
Oleh karena kasih-Mu yang besar itu
Engkau menghendaki kami selamat sampai kehidupan yang kekal dan hidup dalam sukacita-Mu
Pandanglah kami hamba-Mu ini
Yang datang menghadap-Mu dengan penuh kepercayaan dan hormat
Dan dengan segenap hati memohon kepada-Mu untuk memperbaiki kelemahan kami
Supaya dalam segala keadaan Kau dapati kami setia

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Matius 20:17-28;

Saya salin ayat 17-21, 25-28;

Mat 20:17
Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
Mat 20:18
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Mat 20:19
Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."
Mat 20:20
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Mat 20:21
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
-------------
Mat 20:25
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Mat 20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
Mat 20:27
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Mat 20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
-------------

Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani

Saudaraku,
Anak Manusia, Tuhan kita Yesus Kristus datang untuk melayani dan kita harus melakukan hal yang sama.
Dan untuk melakukan hal itu tidak ada jalan lain selain melalui salib, sanggup mengalahkan keinginan diri sendiri.
Pelayan tidak pernah membedakan pekerjaan kecil atau besar.
Pelayan tidak pernah mencari pujian atau penghargaan.
Pelayan tidak memandang siapa yang dilayani.
Pelayan melayani dengan sederhana dan setia.
Mari perhatikan dalam perjalanan hidup kita, setiap hari kita disuguhi dengan kritik dan persaingan.
Persaingan untuk memperoleh pujian dan penghargaan.
Persaingan untuk memperoleh prioritas pelayanan.
Persaingan untuk memperoleh kekuasaan.
Dan ada yang dengan cara melontarkan kritik-kritik kasar terhadap pesaingnya bahkan ada yang sampai menjatuhkan pesaingnya dengan cara yang jahat.

Saudaraku,
untuk menjadi pelayan diperlukan sikap tunduk dan rendah hati.
Bagaimana mungkin bisa melayani jika tidak tunduk kepada perintah?
Dan bagimana mungkin bisa melayani jika dalam segala sesuatu hanya mencari pengakuan?
Maka marilah kita senantiasa mengusahakan supaya kepercayaan kita kepada Allah semakin sempurna.
Supaya kita memperoleh kebebasan hati yang murni.
Tidak lagi mencari dirinya sendiri namun hidup untuk melayani Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 3 Maret 2021

Tuhan Yesus Kristus
Sungguh sangat berat untuk melepaskan diri dari kepentingan diri sendiri
Namun kami percaya Engkau memandang setiap usaha kami untuk memperbaiki diri
Tolonglah kami ya Tuhan
Kami membutuhkan Engkau setiap hari
Kami mohon cukupkanlah kami dengan belas kasih-Mu
Supaya kami tidak rakus akan hal-hal duniawi
Dan hanya tunduk dan setia kepada kehendak-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 23:1-12;

Saya salin ayat 1-3, 5-6, 10-12;

Mat 23:1
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
Mat 23:2
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Mat 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
-----------
Mat 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Mat 23:6
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
----------
Mat 23:10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Mat 23:11
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Mat 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
-------------

Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang

Saudaraku,
dalam perkara-perkara duniawi, manusia menggolongkan kehidupan tinggi rendah, besar kecil, kaya miskin dan lainnya.
Ada pula istilah senioritas dibeberapa lingkup pekerjaan.
Sehingga lalu ada kecenderungan membandingkan satu dengan yang lainnya dan tidak hanya berhenti membandingkan tetapi cenderung diikuti dengan perlakuan yang tidak adil.
Dan selalu ada orang yang menentukan tempat orang lain.

Saudaraku,
dengan sangat jelas Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk menghormati orang lain tanpa melihat "kotak-kotak yang diciptakan manusia".
Dan Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk rendah hati.
Janganlah pedulikan jika orang lain dihormati, sedangkan kita dihina atau diremehkan.
Sebab kehormatan, kekuasaan, kekayaan tidak serta merta memberi ketentraman batin.
Dan jika kita menggantungkan ketentraman kepada seseorang atau hal-hal duniawi, akan selalu diikuti kekecewaan.
Maka marilah kita belajar untuk mengarahkan pandangan kita hanya kepada Allah.
Sehingga apapun yang kita lakukan dan kerjakan dengan tujuan untuk kemuliaan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 2 Maret 2021

Allah Bapa kami
Terang-Mu menguasai setiap orang yang rendah hati
Sehingga melihat kemuliaan sejati
Maka kami mohon ya Bapa
Bimbinglah kami agar kami tidak mencari kehormatan dunia
Menerima dengan tulus hati segala hinaan
Dan meletakkan segala pengharapan hanya kepada-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin