"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 4:1-11;

Saya kutip sebagian:

Mat 4:1
Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Mat 4:2
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
Mat 4:3
Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
Mat 4:4
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
--------
Mat 4:10
Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
Mat 4:11
Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
--------

Enyahlah, Iblis!

Saudaraku,
selama kita hidup di bumi ini, kita tidak mungkin luput dari godaan.
Oleh karena itu kita harus selalu waspada terhadap godaan-godaan dan berjaga-aga serta berdoa.
St. Petrus dalam 1 Ptr 5:8-9:
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Saudaraku,
manusia dilahirkan di dalam keinginan daging.
Oleh karena itu godaan terberat adalah godaaan yang berasal dari dalam diri.
Godaan dari luar diri mudah dikenali, tetapi yang dari dalam diri sulit untuk dikenali dan yang seriing terjadi justru pembenaran-pembenaran sebab "takut menderita".
Prapaskah adalah waktu yang tepat untuk merenungkan penderitaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Belum juga Tuhan Yesus memulai misinya di bumi, lebih dulu dihadang dengan berbagai godaan.
Godaan satu berlalu, langsung timbul pencobaan-pencobaan yang lain.
Apakah kita tidak menyadari bahwa setiap kali kita akan mengikuti kehendak Tuhan, selalu diikuti alasan-alasan penolakan?

Saudaraku,
apabila kita memberikan diri kepada pencobaan-pencobaan itu maka akan terjadi "penolakan terhadap Allah".
Jangan salah, penolakan terhadap Allah bukan tentang "kafir".
Misalnya jika kita mengetahui bagaimana berbuat baik, tetapi karena alasan kepentingan diri lalu tidak melakukannya, bukankah sama dengan menolak Allah?
Maka janganlah menolak untuk berbuat baik, dengan alasan apapun.
Dengan membiasakan sikap seperti itu, iblis akan meninggalkan kita.
Dan hidup kita akan ditemani oleh malaikat-malaikat Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 1 Maret 2020

Kami sadar bahwa setiap keinginan kami untuk setia melakukan kehendak-Mu
Godaan datang begitu hebat dan rasanya sangat sulit untuk menghindar
Oleh karena itu kami mohon ya Bapa
Ajarilah kami untuk selalu merendahkan diri dibawah pimpinan-Mu ya Bapa

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 5:27-32;

Saya kutip sebagian:

Luk 5:29
Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
Luk 5:30
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Luk 5:31
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
Luk 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."
--------

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat

Saudaraku,
apakah aktivitas spiritual kita sampai dengan hari ini telah membawa kita sampai ke "pertobatan"?
Saya suka dengan Mazmur Daud:
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
Setiap ingat Mazmur tersebut rasa-rasanya saya memang "pantas dihukum" dan kehidupan rohani saya masih terus menerus diperjuangkan.

Saudaraku,
mari saya ajak memeriksa diri perlahan-lahan dan dengan penuh keberanian.
Rasa-rasanya setiap perbuatan saya yang menyimpang, diakibatkan oleh ketakutan saya dalam memutuskan "jerat yang tersembunyi".
Dan memang "umpan didalam jerat" itu terlihat sangat menggiurkan dan menarik hati.

Saudaraku,
pertobatan sejati adalah saat hidup kita "dikuasai Roh Kudus".
Maka mari hadirkan Allah dalam segala situasi dan jangan mencoba tawar-menawar dengan keinginan diri, sebab saya sangat-sangat yakin kita akan kalah.
Dan mari coba perhatikan setiap ketidaknyamanan yang kita alami disebabkan oleh terlalu seringnya kita hidup seolah-olah Tuhan itu ada di langit bersama bintang-bintang.
Kita lupa bahwa Ia setia disisi kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 29 Februari 2020

Kami mohon kepada-Mu ya Bapa
Jagalah diri kami terhadap godaan-godaan iba terhadap diri sendiri
Dan kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami kuat bertahan dalam kesabaran
Penuhilah kami dengan cinta kasih-Mu
Dan kami mohon tangan-Mu membimbing dan menuntun kami agar tetap tegak berjalan diantara jerat-jerat yang tersembunyi

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 9:14-15;

Mat 9:14
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
Mat 9:15
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
--------

Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?

Saudaraku,
puasa adalah salah satu "disiplin spiritual", bagi orang yang "percaya kepada Tuhan".
Tuhan Yesus juga berpuasa dan resep puasanya sangat jelas bahwa puasa bukan untuk dilihat manusia namun untuk dilihat Bapa dari tempat yang tersembunyi(Bdk Mat 6:16)
Aktivitas spiritual adalah untuk "kesehatan jiwa/batin", bukan untuk dipamerkan ke orang lain.
Seseorang yang jiwa/batinnya sehat, pasti hidupnya menampilkan "karya Allah", hidupnya adalah kabar baik bagi setiap orang.

Saudaraku,
"untuk hidup, orang harus mati".
"Hidup" itu sederhana yaitu saat kita mampu bersyukur dengan tulus hati.
Orang yang tidak bisa bersyukur sebenarnya ia mati, yang hidup hanya "dagingnya saja".
Karena semua geraknya adalah perintah daging.
Oleh karena itu janganlah lemah, buanglah jauh-jauh "rasa kasihan terhadap diri sendiri".
Dan coba perhatikan, seluruh "kebahagiaan atau kenikmatan" dunia ini selalu meninggalkan "kepahitan".

Saudaraku,
mari mengarahkan tekad untuk kesehatan dan keselamatan jiwa.
Kita tahu penghalang utamanya adalah "keinginan daging".
Dan sebagai orang kristiani kita tahu ada "Roh Kudus dalam hidup orang percaya" yang memberikan kekuatanĀ untuk "mengalahkan diri sedari awal".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 28 Februari 2020

Orang lumpuh berjalan dan orang mati Engkau bangkitkan
Ya Bapa kami mohon berikanlah kekuatan kepada kami
Keberanian dan kekuatan untuk melepaskan diri dari jerat keinginan daging
Dan jadikanlah hidup kami sebagai sarana untuk menghadirkan belas kasih dan kebaikan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 9:22-25;

Saya kutip sebagian:

Luk 9:22
Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Luk 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Luk 9:24
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Luk 9:25
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
--------

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku

Saudaraku,
banyak orang yang mengikuti Tuhan Yesus sampai saat Ia memecah-mecah roti, tetapi hanya sedikit yang mengikuti-Nya sampai ke kaki salib.
Padahal sebagai orang kristiani kita mengetahui dibalik salib itu lah jalan ke surga, dalam salib itu ada keselamatan dan kehidupan.
Dan kesempurnaan hidup bisa diperoleh apabila sesesorang sanggup menyalibkan keinginan diri.

Saudaraku,
tidak seorangpun yang pernah hidup di dunia ini jalan hidupnya selalu rata.
Setiap orang memiliki permasalahannya sendiri dan ada dihadapannya seumur hidupnya.
Dan mari coba perhatikan, setiap kita berusaha meningkatkan kehidupan rohani, saat itu pula jalan nampak lebih terjal dan berbelok-belok.
Daging ini melawan dengan berbagai macam tipu muslihat dan senjata yang sangat lengkap.
Lalu muncul berbagai macam alasan-alasan "pembenaran diiri".
Semakin kita mesra dengan Allah, salib itu terasa semakin berat.

Saudaraku,
hanya dengan cara mengalahkan "cinta diri", agar bisa memperoleh kedamaian hidup dalam Kristus.
Dan akan menari-nari diatas semua persoalan hidup, salib bukan lagi beban namun menjadi sumber penghiburan.
Wujud nyata sesorang yang hidup dalam Kristus adalah tanpa keluh kesah dan tidak lagi menyalahkan atau menghakimi orang lain dalam segala keadaan.
Tanpa salib tidak ada seorangpun mampu memahami hal-hal surgawi.
Maka marilah kita menundukkan diri untuk "menderita dalam Kristus".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 27 Februari 2020

Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Setiap hari Engkau kuatkan kami
Setiap hari Engkau menasihati kami
Dan Engkau selalu mendorong kami agar tetap bertekun dalam doa
Hidup di dalam iman dan selalu berharap hanya kepada-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 6:1-6, 16-18;

Saya kutip sebagian:

Mat 6:1
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Mat 6:2
Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Mat 6:3
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
-------
Mat 6:16
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Mat 6:17
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
Mat 6:18
supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
--------

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik

Saudaraku,
puasa dalah suatu bentuk usaha "bermatiraga" dan bermatiraga sejatinya adalah "olah diri", bukan untuk dilihat orang supaya "nampak suci".
Rabu Abu mengawali masa prapaskah dengan pantang dan puasa, gereja menegaskan kembali pentingnya bermatiraga.
Seringkali saya menulis bahwa "daging ini harus diberi sedikit kurang" daripada apa yang dibutuhkannya.
Kalau tidak ia akan memenjara hidup kita bahkan jika dibiarkan bisa saja membunuh kehidupan jiwa kita.

Saudaraku,
pantang dan puasa bukan "ritual agama" untuk dilihat orang supaya terlihat taat dan suci.
Namun lebih "membawa diri" ke hadapan Allah, menyerahkan diri dalam segala hal sehingga "menjadi persembahan hidup" dihadapan-Nya.
Maka marilah dalam masa prapaskah ini kita dengan sungguh-sungguh memeriksa diri.
Adakah sesuatu dalam diri kita yang menjadi penghalang hubungan kita dengan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 26 Februari 2020

Allah Bapa kami
Kesombongan bisa muncul setiap saat
Dan kesombongan bisa saja menjadi langkah awal menyimpang dari jalan-Mu
Dalam masa prapaskah ini ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu supaya kami mampu menaklukkan diri

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin