"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 18:8-14;

Luk 18:9
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
Luk 18:10
"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
Luk 18:11
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
Luk 18:12
aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
Luk 18:13
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
Luk 18:14
Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
----------

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan

Saudaraku,
saya pernah mendengar seseorang berkata kepada saya: "jangan menilai buku dari sampulnya".
Sesaat saya terkejut mendengar itu, memang terkadang saya sering "menilai" sesorang walaupun hanya dalam "pikiran".
Walau dalam pikiran tentunya akan mempengaruhi sikap saya terhadap orang tersebut.
Sejak saat itu saya selalu berhati-hati dalam menyikapi sesuatu, bahkan kata kawan saya, saya dinilai terlalu "lembek".
Dan katanya lagi: jika sikapnya selalu lembek tidak akan bisa tegas, orang seperti saya tidak cocok menjadi pebisnis.

Saudaraku,
sesungguhnya saya merasakan mengikut Tuhan Yesus itu sangat berat.
Tidak akan pernah bisa kita membuat garis tegas antara urusan Tuhan dan urusan dunia.
Seperti yang sering saya ungkapkan dalam renungan harian, sebagai seorang kristiani kita harus selalu sadar bahwa seolah-olah "kita adalah seorang nabi".
Sehingga sikap ataupun ucapan kita: tidak sombong, "tidak menghakimi orang lain" dan tidak menyakiti orang lain.

Saudaraku,
melalui Injil Lukas pagi ini, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa bukan apa yang kita lakukan namun sikap kita di hadapan Allah yang dilihat-Nya.
Berdoa memang baik, namun jika doa itu tidak mampu mengubah sikap kita di hadapan Allah, itu hanya kesia-siaan.
Mari selalu berupaya menjaga sikap kita di hadapan Allah dan tetap rendah hati, jaganlah terlalu menghiraukan apa dan siapa supaya kita tidak menjadi bimbang.
Janganlah marah jika orang lain mengetahui dan mengungkapkan keburukan-keburukan dan kekurangan kita.
Allah yang mengetahui waktu dan caranya, Ia yang akan membantu kita melawan kesombongan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 21 Maret 2020

Allah Bapa kami
Engkau memberitahukan hal-hal yang tersembunyi kepada orang yang rendah hati
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon kuatkanlah kami supaya dalam segala keadaan
Kami tetap menyadari penyertaan-Mu
Dan mata kami tetap tertuju kepada karya-karya-Mu
Sehingga kami tidak mudah tergoda oleh tipu daya dunia

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 18:28-34;

Saya kutip sebagian:

Mrk 12:28
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
Mrk 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Mrk 12:30
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Mrk 12:31
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
---------

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu

Saudaraku,
berulang kali saya menulis bahwa "daging ini lemah", menjadi kuat jika mata kita melihat Allah.
Yaitu di saat hati kita, ingatan kita dan pikiran kita dipenuhi oleh "karya-karya Allah".
Keadaan seperti itu hanya bisa dipahami, bisa dimengerti oleh orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi Allah.

Saudaraku,
hampir setiap detik terjadi peperangan dalam diri kita, perang antara benar dan salah.
Oleh karena itu sesungguhnya hidup ini berat.
Terkadang semua terlihat salah dan terkadang semua terlihat benar.
Tak hanya itu saja, sedikit-sedikit daging ini berteriak-teriak ketakutan.
Dan bisa saja menjadi penghambat untuk berbuat kasih.

Saudaraku,
bagi kita orang kristiani, "hukum kasih" didengar dan dikenal oleh orang-orang dunia.
Setiap mata dunia menatap orang-orang kristiani, ingin menyaksikan "hukum kasih" itu hidup dalam hidupnya.
Lalu permenungannya: apakah kita orang kristiani telah bertindak sebagai orang kristiani?
Yang mengasihi Allah dan mengasihi sesama.

Saudaraku,
mengkritik, merusak, mencela, mencaci itu pekerjaan orang murahan, pekerjaan orang rendahan.
Tetapi "membangun" adalah pekerjaan yang membutuhkan keahlian.
Mari kita selalu ingat itu, kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah untuk "membangun cinta kasih" di bumi ini.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 20 Maret 2020

Terimakasih Ya Bapa
Engkau dengan ramah dan penuh kasih mendekat kepada kami
Engkau nyatakan belas kasih-Mu setiap hari

Ya Bapa
Dalam kesederhanaan hati kami
Dan yang telah Engkau penuhi dengan kasih-Mu
Kami datang kepada-Mu
Memohon pertolongan-Mu
Agar kami selalu bertindak sebagai anak-anak-Mu

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 1:16, 18-21, 24;

Saya kutip sebagian:

Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
--------

Malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu

Saudaraku,
mungkin ada yang merasa telah hidup baik, banyak berdoa, mendengarkan Tuhan dan meminta kepada Tuhan sesuatu yang kita tahu adalah baik dan benar dan telah menyusun rencana dengan teliti namun hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.
Jika memang demikian ada baiknya tidak mengeluh dan tetap berdoa dan mengucap syukur kepada-Nya.
Sebab pasti rencana Tuhan lebih baik daripada rencana kita.
Saya yakin St. Yusuf hidup benar dihadapan Tuhan dan rencana menjadikan Maria sebagai istrinya adalah baik.
Namun Tuhan punya rencana yang lebih besar untuk St. Yusuf, yaitu menjadi "ayah anak Allah".

Saudaraku,
tetaplah berharap kepada Allah, walaupun semua rencana kita tiidak berhasil dan rasanya setiap usaha kita nampak sia-sia.
Dan ada baiknya tidak "menolak Allah", tidak bersunggut-sunggut dan berkeluh kesah.
Dan "seriuslah" mengejar Allah, seperti besarnya semangat untuk melayani ambisi.
Sebab kita tidak akan sanggup mengalahkan dunia sendirian.
Mari coba sadari betapa rapuhnya daging ini dan coba perhatikan daging selalu menuntut lebih dari apa yang dibutuhkan, sehingga menghalangi kita untuk mengucap syukur kepada Allah dengan tulus hati.

Saudaraku,
Allah punya rencana besar atas hidup kita masing-masing.
Rencana Allah hanya membutuhkan orang-orang yang taat dan rendah hati.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 19 Maret 2020

Allah Bapa kami
Setiap saat kami memandang wajah-Mu
Mengarahkan semua keinginan dan rencana kami kepada-Mu
Kami percaya Engkau sangat mengasihi kami
Dan kami percaya Engkau memilih kami untuk menjadi saksi-Mu
Terimakasih ya Bapa
Kami akan selalu taat dan patuh dalam rencana-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 5:17-19;

Mat 5:17
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Mat 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Mat 5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
--------

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya

Saudaraku,
mungkin ada sebagian orang yang berpendapat hanya cukup percaya kepada injil, selesai.
Apakah setiap permasalahan yang kita hadapi ada di Injil?
Pertanyaan berikutnya, bukankah tidak semua dasar pengambilan keputusan hanya tentang benar dan salah?

Saudaraku,
Tuhan Yesus adalah Terang yang telah dijanjikan Allah melalui nubuat Nabi Yesaya.
Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.(Yes 53:11)
Oleh karena itu siapapun yang percaya kepada-Nya akan menerima "Terang Allah".
Dengan Terang itu kita mampu melihat hal-hal surgawi sehingga kita bukan lagi melihat "benar dan salah".
Tetapi Allah sendiri yang memimpin setiap keputusan kita sehingga kita menjadi pelaku-pelaku pekerjaan Allah.
Dengan demikian hidup seorang kristiani adalah perwujudan Sabda Allah.
Yang kemudian akan menjadi "jalan" bagi setiap orang yang mencari kebenaran.

Saudaraku,
mari selalu menyadari bahwa kita adalah "bagian" dalam penggenapan Injil.
Supaya kita dimanapun kita berada dan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan dapat menguasai diri dengan sempurna.
Sehingga hidup kita pun menjadi penggenapan atas janji-janji Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 18 Maret 2020

Ya Bapa
Tanpa rahmat kekuatan-Mu hidup ini sangat berat
Kami selalu merasakan seolah-olah seluruh isi dunia ini menolak-Mu
Godaan satu pergi godaan lainnya datang
Sungguh kami membutuhkan pertolongan-Mu ya Bapa
Sebab hanya Engkaulah sumber kekuatan kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 18:21-35;

Saya kutip sebagian:

Mat 18:21
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
---------

_*Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?*_

Saudaraku,
jika kita mau meluangkan waktu untuk mencatat kesalahan-kesalahan kita kepada Tuhan dan kepada orang lain, saya kira banyak sekali jumlahnya.
Jika kita mau melihat diri sendiri dengan jujur, mungkin saja kita ini termasuk orang yang membosankan.
Pemarah, rakus, sombong, kasar, sulit mendengarkan orang lain, dan lain sebagainya.
Ada yang tidak peduli dengan istri atau suaminya dalam hal sederhana misalnya pekerjaan rumah.
Lalu permenungannya: adakah diantara kita yang tidak membutuhkan pengampunan?

Saudaraku,
setiap hari kita harus hidup dalam cinta kasih, tanpa cinta kasih tidak ada jalan untuk mengampuni.
Orang yang memiliki cinta kasih, ia akan terbang, ia tidak akan pernah terikat oleh apapun di dunia ini.
Apalagi tentang sakit hati, tidak ada dalam pusataka hidupnya.
Ia tidak akan pernah mengampuni, sebab tidak pernah sempat membenci.

Saudaraku,
mari kita selalu berusaha supaya "tidak terikat apapun dengan hal-hal duniawi".
Sebab "keterikatan" itulah yang menimbulkan rasa benci bahkan permusuhan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 17 Maret 2020

Allah Bapa kami
Lapangkanlah hati kami dengan kasih-Mu yang besar itu
Supaya kami lebih melihat kebaikan-kebaikan
Dan menutup mata dan telinga kepada hal-hal yang buruk
Sehingga setiap hari kami menyanyikan kidung pujian cinta kasih

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin