"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 21:5-11;

Luk 21:5
Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
Luk 21:6
"Apa yang kamu lihat di situ?akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."
Luk 21:7
Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"
Luk 21:8
Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
Luk 21:9
Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
Luk 21:10
Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
Luk 21:11
dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
---------

Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?

Saudaraku,
akhir zaman menjadi topik hangat sepanjang sejarah keristenan.
Kita memiliki beberapa contoh dalam Perjanjian Baru yang menunjukkan fakta bahwa orang Kristen mula-mula mengharapkan kedatangan Kristus yang kedua akan segera terjadi.
Jadi, semua retorika tentang persiapan kedatangan sang Guru.
Injil hari ini adalah bagian dari retorika ini.
Dalam proses meramalkan kehancuran Bait Suci Yerusalem, Tuhan Yesus merujuk pada fakta bahwa Ia akan kembali pada akhir dunia.
Namun, Ia juga memberi tahu kita untuk tidak mengikuti nabi-nabi palsu yang mencoba menakut-nakuti kita tentang hal itu.
Hati-hati; jangan tertipu. Banyak orang yang mengaku berbicara atas namaKu akan datang dan berkata, 'Waktunya telah tiba!' Tapi jangan ikuti mereka."
Tuhan Yesus melanjutkan dengan mengatakan bahwa sebelum Ia kembali, para pengikut-Nya akan mengalami penganiayaan yang hebat.

Saudaraku,
saya tidak ingin tahu hari ini apa yang akan terjadi pada saya besok.
Jika sesuatu yang baik akan terjadi, saya ingin menerimanya sebagai berkat Tuhan.
Dan jika sesuatu yang buruk akan terjadi, saya tidak ingin menghabiskan hari ini mengkhawatirkannya.
Saya tidak bisa mengubahnya.
Dan inilah mengapa saya heran banyak orang melihat kolom horoskop di majalah dan di internet untuk mengetahui masa depan mereka.

Saudaraku,
ada satu hal tentang masa depan yang kita semua tahu pasti.
Yaitu bahwa hidup kita akan berakhir suatu hari nanti.
Dan ada satu hal tentang masa depan yang tidak kita ketahui pasti.
Yaitu apa yang akan terjadi pada kita setelah kematian kita.
Kesadaran ini mungkin akan membantu kita menjalani hidup ini dengan lebih baik.
Yaitu hidup sebagai anak-anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 25 Nopember 2025

Tuhan Yesus
Engkaulah yang berkuasa atas hari esok
Oleh karena itu setipa hari kami menyerahkan hidup kami kepadaMu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendakMu
Supaya dalam segala keadaan Kau dapati kami hidup dalam kekudusan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 21:1-4;

Luk 21:1
Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
Luk 21:2
Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
Luk 21:3
Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
Luk 21:4
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
--------

Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu

Saudaraku,
mengejar keduniawian tidak akan pernah memuaskan.
Kekuatan dunia ini dipimpin oleh si jahat dan rencananya untuk mengurangi pentingnya kehidupan abadi bersama Allah.
Segala keengganan, rasa puas diri atau kurangnya semangat untuk menepati janji kita kepada Tuhan Yesus adalah dosa yang secara halus menciptakan keretakan pada fondasi rohani kita.
Kunci untuk menjaga fondasi kita tetap kokoh adalah hidup yang dijalani dalam komitmen kepada Tuhan Yesus, yang menawarkan kemurahan hati menjadi semakin serupa dengan Bapa yang adalah kudus.

Saudaraku,
kemurahan hati didalam Kristus seringkali tidak masuk akal bagi orang-orang dunia.
Perhatikan kisah janda miskin itu, Tuhan Yesus merujuk pada pengorbanannya, sedangkan para pemimpin agama memamerkan kekayaan mereka.
Tuhan Yesus menyoroti kemurahan hatin janda itu karena tidak masuk akal secara finansial baginya untuk memberi lebih banyak, tetapi ia tetap melakukannya.
Para ahli Taurat punya uang untuk diberikan.
Mereka memberi karena takut akan pendapat orang lain.
Mereka memiliki kelimpahan duniawi dan memberi karena kelebihan.
Janda itu miskin di dunia, ia memberi karena kelimpahan hati.
Kedermawanan adalah tindakan hati, bukan pikiran.

Saudaraku,
jika kita memberi kepada seseorang dengan harapan mendapatkan balasan, kemungkinan besar kita bertindak berdasarkan keegoisan atau motif kepentingan diri.
Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan untuk mengharapkan imbalan apa pun atas setiap perbuatan baik kita.
Seluruh perbuatan baik kita seharusnya "tanpa syarat".
Tindakan-tindakan itu murni dan berasal dari hati Tuhan Yesus yang penuh belas kasih.
Maka kita harus berusaha untuk tetap terhubung dengan kuasa-Nya.
Kesadaran ini menjadi motivasi kita untuk terus mempraktikkan disiplin rohani yang mendekatkan kita kepada-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 24 Nopember 2025

Tuhan Yesus
Kami mohon jadikanlah hati kami menjadi seperti hatiMu
Dan kuasailah pikiran kami dengan kehendakMu
Supaya dimanapun kami berada dan apapun keadaan kami
Hidup kami menjadi perwujudan belas dan kuasaMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 23:35-43;

Luk 23:35
Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
Luk 23:36
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
Luk 23:37
dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
Luk 23:38
Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
Luk 23:39
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
Luk 23:40
Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Luk 23:41
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
Luk 23:42
Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Luk 23:43
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
---------

Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Saudaraku,
Tuhan Yesus Kristus Sang Raja di kayu Salib-Nya, menderita dan menderita, tetapi menunjukkan rahmat dan keagungan.
Tiga Salib Kalvari mengajarkan kita bahwa kesetiaan kepada Kristus Sang Raja menjamin keselamatan yang dijanjikan. Sesekali, kesetiaan kita kepada Kristus diuji melalui pertempuran fisik dan rohani.
Demas mengingatkan kita untuk tetap teguh meskipun kita mungkin dihadapkan dengan kebencian dan kemarahan.
Injil juga mengingatkan kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertobat.
Selama masih ada kehidupan, undangan Tuhan Yesus untuk memasuki pelataran-Nya mengetuk hati kita, karena Salib Penebusan melampaui waktu.

Saudaraku,
Tuhan Yesus memerintah sebagai Raja dari takhta-Nya di Salib Suci.
Di sana, tepat di luar gerbang Yerusalem, takhta pengadilan-Nya yang baru, takhta bagi Raja keturunan Daud, didirikan oleh bangsa Romawi.
Dan kata-kata pertama-Nya dari salib adalah penghakiman atas orang-orang yang telah secara tidak adil menempatkan-Nya di takhta yang kasar itu: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Hakim Ilahi menerima permohonan dari salah satu penjahat, yang menirukan sindiran sarkastis dari para prajurit di bawah, "Bukankah Engkau Kristus? Maka selamatkanlah diri-Mu dan kami."
Ironisnya, dengan bertobat, pencuri yang jahat itu sebenarnya bisa mendapatkan pengampunan dosa dan keselamatan, tetapi ia menolaknya.
Pencuri yang lain mengingatkan rekan terhukumnya akan kesalahan mereka sendiri dan ketidakbersalahan Yesus sepenuhnya.
Ia kemudian meminta untuk diingat di kerajaan Kristus dan dijanjikan penebusan dan kehidupan kekal di Firdaus.

Saudaraku,
yang Tuhan Yesus harapkan hanyalah kata-kata pertobatan, kata-kata iman akan kuasa penyelamatan-Nya.
Kita harus menyalibkan segala bentuk keterikatan pada keduniawian.
Dan hidup sepenuhnya didalam Kristus yang penuh belas kasih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 23 Nopember 2025

Tuhan Yesus
Kami mohon selamatkanlah kami dan ampunilah doas-dosa kami
Dan berilah kami setiap hari rahmat kekuatan untuk menyalibkan segala bentuk keinginan daging dan cinta diri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 20:27-48;

Luk 20:27
Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
Luk 20:28
"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
Luk 20:29
Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
Luk 20:30
Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,
Luk 20:31
dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.
Luk 20:32
Akhirnya perempuan itupun mati.
Luk 20:33
Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
Luk 20:34
Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
Luk 20:35
tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
Luk 20:36
Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
Luk 20:37
Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
Luk 20:38
Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."
Luk 20:39
Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali."
Luk 20:40
Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
-----------

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup

Saudaraku,
Orang Saduki mencoba mengejek Tuhan Yesus dengan pertanyaan bodoh tentang apa yang terjadi di surga.
Jawaban Tuhan Yesus bukan tentang bagaimana, melainkan mengapa.
Jika kita tidak percaya akan kehidupan setelah kematian, kita tidak akan memiliki tujuan hidup di bumi.

Saudaraku,
kebangkitan terjadi karena Allah adalah Allah yang hidup.
Allah telah menciptakan kita untuk hidup.
Allah tidak meniupkan kita ke dalam kehidupan seperti gelembung, hari ini ada, besok tiada.
Tidak, Allah menganugerahkan kita kehidupan bahkan setelah kehidupan duniawi ini berakhir.

Saudaraku,
Orang-orang sering melihat horoskop.
Kita takut akan ketidakpastian.
Entah bagaimana, kita ingin mengendalikan masa depan kita atau setidaknya memiliki gambaran tentang apa yang akan terjadi agar kita dapat mempersiapkannya.
Jika kita begitu peduli dengan masa depan kita di dunia ini, semakin besar pula alasan kita untuk peduli dengan apa yang akan terjadi setelah kita mati.
Keyakinan kita akan kehidupan setelah kematian, memberi kita cukup alasan untuk menjalani kehidupan yang baik di dunia ini.
Terlebih kita percaya Tuhan kita Yesus Kristus telah bangkit dan mengalahkan maut.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 22 Nopember 2025

Tuhan Yesus
Engkau telah mengalahkan maut
Kami pun percaya Engkau juga akan memberikan hidup kepada kami
Kami mohon tuntunlah dan bimbinglah kami supaya setia dalam kehendakMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 19:45-48;

Luk 19:45
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
Luk 19:46
kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Luk 19:47
Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
Luk 19:48
tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.
---------

Rumah-Ku adalah rumah doa

Saudaraku,
Lukas tidak banyak membahas para pedagang yang berdagang merpati dan kambing untuk kurban.
Namun, ia mengutip perkataan nabi: "Rumah-Ku akan menjadi rumah doa", tetapi kamu telah menjadikannya sarang penyamun."(Bdk Yes 56:7)
Perbuatan tidak ada artinya tanpa doa.
Doa lebih berarti dengan pengorbanan.
Doa adalah dasar dari bangunan rohani.
Dan tanpa doa betapa sulitnya mengikuti Tuhan Yesus.

Saudaraku,
terkadang kita tidak tahu bagaimana berdoa dengan baik.
Tempatkan diri kita di hadirat Tuhan, dalam keheningan batin, kita telah berada dalam doa.
Doa-doa lisan yang singkat dan seruan-seruan permohonan, menjaga nyala api doa kita.
Dan jika perlu bawalah catatan-catatan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.
Kata-kata yang menyentuh hati saat berdoa, ukirlah dalam ingatanmu dan daraskanlah perlahan-lahan berulang kali sepanjang hari.

Saudaraku,
kita harus memberikan Allah "tempat ibadah" yang layak "dalam hidup kita".
Ia ingin memiliki hati kita, supaya hati kita tidak menjadi "sarang penyamun".
Supaya hati kita dipenuhi ucapan syukur, doa dan penyembahan.
Maka marilah kita selalu hidup dalam kewaspadaan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 21 Nopember 2025

Tuhan Yesus
Jadikan kami rumah doaMu
Sehingga dalam hari-hari yang kami lalui, kami tidak kehilangan kehadiranMu
Penuhilah kami dengan penghiburanMu
Dan kami mohon kuatkanlah kami melalui doa-doa kami kepadaMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa