Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 5:1-32;
ayat 1-10:
Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Luk 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Luk 15:5
Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
Luk 15:6
dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Luk 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
Luk 15:8
"Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
Luk 15:9
Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
Luk 15:10
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
---------
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat
Saudaraku,
dalam keragu-raguan untuk memulai sesuatu, kita sering mendengar ungkapan; "tidak ada kata terlambat."
Ungkapan itupun biasa digunakan untuk belajar hal-hal yang baru.
Perumpamaan domba yang hilang adalah "kisah harapan", bagi kita semua.
Dan perhatikan Tuhan Yesus secara aktif mencari dombanya yang tersesat.
Saudaraku,
jika kita semua berani jujur, saat kita sedikit saja menyimpang dari Allah, hati kita gelisah.
Seringkali kita berusaha untuk "mengabaikannya", dengan berbagai macam alasan yang telah disodorkan oleh daging.
Lingkungan di sekitar kita pun sangat berpengaruh, maka bijaksanalah dalam menyikapi apa yang kita dengar dan kita lihat.
Kebingungan, ya, jika kita jauh dari kawanan domba Allah.
Hati-hati "kawanan kambing dunia" memiliki seribu wajah dan seringkali nampak seperti kawanan domba Allah.
Mari kita melihat diri kita saat ini, segeralah bertobat jika saat ini tidak berada dalam kawanan domaba Allah.
Ikutilah suara Sang Gembala sejati, Yesus Kristus Tuhan dan Gembala kita.
Tuhan Yesus selalu melihat kita apa adanya, mengasihi kita terus menerus dan dengan berbagai cara mendorong kita untuk bertobat saat kita tersesat.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 11 September 2022
Tuhan Yesus
Kami sadar daging ini selalu menyesatkan
Saat daging merasakan kenikmatan, pikiran dan perasaan ini menderita
Kami pun mengetahui satu-satunya jalan adalah dengan menyalibkan daging
Maka kami mohon selamatkanlah kami ya Tuhan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 6:43-49;
Luk 6:43
"Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
Luk 6:44
Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
Luk 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
Luk 6:46
"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Luk 6:47
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya?Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan?,
Luk 6:48
ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Luk 6:49
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."
--------
Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Saudaraku,
pasrah... menyesuaikan diri dengan kehendak Allah.
Menerima perintah Allah dengan tulus ikhlas pasti membawa sukacita dan kedamaian.
Sering kali kita lantang berseru Tuhan.. Tuhan..
Namun ketika Tuhan menjawab dan memerintahkan sesuatu, rasanya sangat berat untuk melaksanakannya.
Saudaraku,
kita percaya bahwa menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendan Allah selalu membawa kedamaian dan kebahagiaan.
Tetapi kenyataannya kehendak sendiri, pendapat sendiri selalu merisaukan hati.
Saya punya cara yang sederhana dan sangat ampuh, sebelum memulai sesuatu saya bertanya kepada diri sendiri: apakah yang Allah kehendaki dariku dalam hal ini?
Jika kepentingan diri sendiri lebbih dominan, saya berusaha dengan sangat keras untuk menghentikannya segera.
Saudaraku,
adalah baik untuk memuliakan Allah tanpa mencari terlebih dahulu "kenikmatan diri".
Saya ingatkan kembali bahwa daging ini harus diberi sedikit kurang dari apa yang dibutuhkannya.
Sebab jika tidak, akan menjadi jerat.
Hanya diperlukan sedetik saja sebelum memulai segala sesuatu.
Apakah yang Allah kehendaki dariku dalam hal ini?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 10 September 2022
Tuhan Yesus
Kami hanya ingin memuliakan Engkau
Dan kami percaya tidak pernah kekurangan rahmat
Tetapi godaan selalu datang tanpa henti
Kami mohon murnikanlah hati dan pikiran kami
Supaya kami sanggup menolak pertimbangan-pertimbangan manusiawi
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 6:39-42;
Luk 6:39
Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
Luk 6:40
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Luk 6:41
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Luk 6:42
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
--------
Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
Saudaraku,
tentunya yang dimaksud oleh Tuhan Yesus adalah kebutaan rohani.
Kita diajak untuk melihat dan menyikapi segala sesuatu di dunia ini dari "dimensi Allah".
Sering kali kita menilai suatu perkara sesuai dengan kepentingan diri kita sendiri.
Sering kali kita "mencari diri sendiri" dalam segala sesuatu yang kita ucapkan dan kita kerjakan.
Selama segala sesuatu "berjalan menurut kehendak dan keinginan kita", kita merasa senang.
Saudaraku,
kita umat kristiani pengikut Tuhan Yesus, hidup dalam Roh Kudus.
Roh Kudus harus menguasai hati dan pikirnan kita.
Supaya kita melihat apa yang Tuhan inginkan untuk kita lihat dan mendengar apa yang Tuhan inginkan untuk kita dengar.
Maka mari arahkan pandangan kita kepada diri kita sendiri.
Apakah hidup kita mengikuti penglihatan kita atau penglihatan Allah?
Apakah hidup kita mengikuti pendengaran kita atau pendengaran Allah?
Sesungguhnya umat kristiani adalah umat yang berbahagia, sebab tidak lagi hidup oleh karena dirinya sendiri tetapi hidup oleh karena Roh.
Allah telah memilih kita, supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat Allah.
Maka mari kita tunduk hanya kepada Roh Kudus.
Saya ingatkan kembali jika ada umat kristiani tidak mendengar dan tidak melihat keinginan Roh, sesungguhnya ia sedang menipu dirinya sendiri, hanya demi menuruti hawa nafsu daging.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 9 September 2022
Tuhan Yesus
Engkau menghendaki hidup kami menjadi kabar baik
Oleh sebab itu Engkau penuhi hidup kami dengan kasih-Mu
Kami mengucap syukur kepada-Mu
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu dan Roh Kebijaksanaan-Mu
Supaya hidup kami tidak bersandar kepada akal budi
Tetapi selalu taat dan tunduk kepada kebijaksanaan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 1:1-16, 18-23;
Ayat: 18-23:
Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Mat 1:22
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
Mat 1:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" ?yang berarti: Allah menyertai kita.
--------
Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
Saudaraku,
hari ini gereja merayakan kelahiran Bunda Maria.
Seorang perempuan muda yang dipilih oleh Allah untuk melahirkan Putera-Nya.
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.(Yes 7:14)
Saudaraku,
seperti Bunda Maria yang telah ditentukan oleh Allah, untuk melahirkan Tuhan Yesus.
Kita umat kristiani adalah umat pilihan Allah yang ditentukan untuk "menghadirkan Tuhan Yesus".
Tuhan Yesus adalah keajaiban.
Bunda Maria mengalami keajaiban.
Jika kita hidup didalam Kristus, hidup kita pasti akan penuh dengan keajaiban.
Dan bunda Maria adalah "guru pengorbanan":Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.(Bdk Luk 1:38)
Saudara mencintai Tuhan Yesus, cintailah pula Bunda Maria.
Saudara akan memperoleh kekuatan untuk berserah diri kepada Allah dan mengutamakan rencana dan kehendak Allah.
Ingat Bunda Maria tadalah Bunda kita.
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.(Yoh 19:27
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 8 September 2022
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memberikan Bunda-Mu menjadi bunda kami
Bunda Maria yang sabar dan penuh kasih membimbing kami untuk berdoa
Bunda Maria yang selalu mendoakan kami
Bunda Maria yang selalu memeluk kami dan memberikan semangat dan kekuatan kepada kami
Kami mohon kuasilah hati dan pikiran kami
Sesungguhnya kami ini adalah hamba-Mu
Pakailah hidup kami untuk rencana-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 6:20-26;
Luk 6:20
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
Luk 6:21
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
Luk 6:22
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
Luk 6:23
Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
Luk 6:24
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
Luk 6:25
Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
Luk 6:26
Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
--------
Saudaraku,
jika ada teman atau sahabat yang sedang berkeluh kesah, tentunya kita berusaha menghibur.
Namun hampir semua menanggapi seperti ini: "kamu tidak ngrasain sih", jadi kamu bisa aja ngomong gitu.
Saudaraku,
sesungguhnya bisa saja kita TIDAK pernah mengalami dan merasakan "ketidaknyamanan".
Sebab menurut saya, 100% tergantung kita sendiri.
Bukankah kita tidak punya sedikitpun kuasa atas segala sesuatu diluar diri?
Terlebih bagi kita umat kristiani yang harus hidup dalam belas kasih Allah.
Belas kasih-Nya menjadi kekuatan, penghiburan dan selalu memelihara kita supaya selalu menyikapi segala sesuatu dengan baik dan berbuat baik.
Orang dunia berkata berbahagialah yang kaya, yang cantik, yang ganteng dan lainnya.
Tetapi kita anak-anak Allah berbahagia karena kita dipilih untuk terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan Allah.
Yaitu membawa belas kasih dan keselamatan, baik dalam keadaan miskin ataupun berkecukupan.
Mari kita perhatikan bahwa keadaan miskin dan lapar tidak lantas bisa berserah diri kepada pemeliharan Allah.
Demikian pula keadaan kaya atau kenyang, lalu pasti bisa bersyukur dan memuliakan Allah.
Ada orang miskin yang lebih jahat daripada orang kaya dan sebaliknya.
Saudaraku,
Rasul Paulus mengjarkam kepada kita:
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.(1Kor 13:3)
Maka marilah kita hidup dengan lapar akan belas kasih Allah, supaya kita termasuk umat Allah yang berbahagia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 7 September 2022
Tuhan Yesus
Terimakasih oleh karena belas kasih-Mu senantiasa memuaskan hidup kami
Sehingga kami tidak tergoda oleh segala penghiburan duniawi
Kami hanya memikirkan hal-hal surgawi
Supaya Roh-Mu berkuasa atas hidup kami
Kami mohon bantulah kami untuk melepaskan diri lahir dan batin dari hal-hal keduniawian
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
