Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 20:17-28;
Ayat 20-21, 25-28:
Mat 20:20
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Mat 20:21
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
---------
Mat 20:25
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Mat 20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
Mat 20:27
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Mat 20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
---------
Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu
Saudaraku,
seorang ibu pasti menghendaki anak-anaknya menjadi anak yang baik dan sukses dengan apa yang dicita-citakan.
Dan Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang sangat luar biasa, menjadi orang baik dan sukses itu harus tetap rendah hati, bukan untuk dilayani tetapi melayani.
Di dunia lebih kesuksesan nampak beriringan dengan kesombongan.
Ada yang dengan sombong memamerkan kekayaannya dan hidupnya yang waaah dengan terang-terangan, contohnya crazy rich yang saat ini sedang viral, karena penipuan.
Ada juga yang "mengungkapkan kesombongannya dengan sedikit lebih sopan", tidak pamer terang-terangan namun hidupnya setiap hari dalam segala hal menuntut dilayani.
Saudaraku,
janganlah telinga kita hanya mendengar tepuk tangan kemenangan dan kesuksesan.
Tetapi dengarkanlah juga gelak tawa yang timbul karena sesungguhnya kita ini tidak berkuasa sedikitpun atas hidup kita.
Hari ini ada, esok bisa tiada.
Janganlah lupa bahwa tubuh kita ini hanya seonggok daging yang bisa dengan tiba-tiba membusuk.
Maka mari kita gunakan setiap detik waktu kita dan setiap tarikan nafas kita hanya untuk kemuliaan Allah.
Jangan tunduk kepada perintah akal budi dan dorongan hati.
Tetapi pertimbangkanlah segala sesuatu dari dimensi Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 16 Maret 2022
Tuhan Yesus
Ajarilah kami kerendahan hati
Dan kami mohon doronglah kami untuk selalu mengenal diri-sendiri
Supaya kami tidak haus akan tepuk tangan dan pujian
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 23:1-12;
Mat 23:1
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
Mat 23:2
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Mat 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Mat 23:4
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Mat 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Mat 23:6
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
Mat 23:7
mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Mat 23:8
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
Mat 23:9
Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Mat 23:10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Mat 23:11
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Mat 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
---------
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya
Saudaraku,
masih saja ada sampai hari ini, orang yang selalu mengatakan orang lain salah, tetapi dirinya sendiri melakukan hal yang sama.
Mereka merasa dirinya sendiri begitu baik, lalu menilai orang lain dengan perasaannya itu.
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita:
karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
(Fil 22-3)
Saudaraku,
hidup kristiani bukan melihat orang lain tetapi melihat diri sendiri, menjaga diri sedemikian rupa supaya hidupnya adalah wujud dari kehadiran Allah.
Allah yang penuh belas kasih, bukan Allah yang menghukum.
Saat kita "menilai orang lain" sesungguhnya kita sedang menghakimi orang tersebut.
Dengan sangat jelas Tuhan Yesus mengajarkan dan memberikan teladan kepada kita untuk lebih memikirkan orang lain daripada diri kita sendiri.
Mari kita teliti setiap keinginan hati, arahkan selalu hanya kepada kehendak Allah.
Jangan menyandarkan diri kepada keinginan yang kita kejar, sebab terkadang nampak baik tetapi ternyata hanya menjadi hamba cinta diri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 15 Maret 2022
Tuhan Yesus
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk bertindak keras terhadap segala keinginan cinta diri
Kami sadar segala bentuk cinta diri bisa saja menjadi beban bagi orang lain bahkan bisa menyakiti orang lain
Dan kami mohon berilah kami kekuatan untuk menjaga keinginan daging
Sehingga dalam segala keadaan kami tetap mengucap syukur dan rendah hati
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 6:36-38;
Luk 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Luk 6:37
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk 6:38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
--------
Ampunilah dan kamu akan diampuni
Saudaraku,
Injil hari ini harus ditanggapi dengan sangat serius.
Pengampunan dan penyembuhan adalah karunia yang ditawarkan oleh Tuhan terus menerus kepada kita.
Jadi apabila kita tidak mau mengampuni, susungguhnya kita menolak Allah.
Saudaraku,
jika hati dan pikiran kita selalu diisi dengan hal-hal negatif tentang orang lain, sesungguhnya diri kitalah yang sakit.
Jika kita menyimpan kebencian dan dendam, sesungguhnya diri kitalah yang membutuhkan pengampunan.
"Kebencian adalah beban", jadi jika kita selalu memandang orang lain salah, sesungguhnya kita sedang mengumpulkan beban.
Dan sesungguhnya kita terpisah dari Allah, sebab Allah adalah kasih.
Pada akhirnya kita sendiri yang akan menderita karena mengasihi diri sendiri.
Saudaraku,
kegembiraan sejati hanya bisa diperoleh dalam hati nurani yang bersih.
Oleh sebab itu mari kita jaga agar hati kita tidak dikuasai oleh kecurigaan dan kebencian.
Saya sangat sedih dikehidupan saya sehari-hari masih saya temukan orang-orang yang katanya percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi selalu curiga dan memandang rendah orang lain.
Bahkan menyalahkan saya ketika saya tidak pernah menaruh curiga pada siapapun dan mudah percaya kepada orang lain.
Apabila hati kita penuh kasih, kasih itulah yang akan memuaskan kita "dalam segala keadaaan".
Jadi kita tidak akan pernah sempat membenci dan menyalahkan siapapun.
Sikapi segala ketidaknyamanan dengan tulus ikhlas, dan sesungguhnya itu adalah wujud belas kasih yang paling sederhana.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 14 Maret 2022
Tuhan Yesus
Segala pujian tidak akan membuat orang semakin suci
Segala celaan tidak akan membuat orang menjadi jahat
Kami sadar bahwa kami harus menjaga agar hati ini tetap bersih
Maka setiap hari kami datang kepada-Mu memohon pertolongan-Mu
Bersihkanlah hati kami dari niat yang jahat
Dan cukupkanlah dan puaskanlah kami dengan belas kasih-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 9:28-36
Luk 9:28
Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Luk 9:29
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
Luk 9:30
Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
Luk 9:31
Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
Luk 9:32
Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
Luk 9:33
Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
Luk 9:34
Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
Luk 9:35
Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."
Luk 9:36
Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.
--------
Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia
Saudaraku,
mendengarkan itu sangat-sangat penting untuk kehidupan rohani kita.
Tuhan Yesus pun berkata demikian: Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Jangan remehkan perintah itu, sungguh gunakanlah telinga ini untuk mendengar "suara Allah", jika ingin selamat.
Saudaraku,
di negara kita ini masih banyak perlintasan kereta api yang sebidang, yang tidak ada palang dan tidak ada penjaga.
Tentunya jika melintasi perlintasan itu harus hati-hati.
Jika Roh Kudus, tidak kita pelihara dengan baik, hidup kita seperti melintasi perlintasan kereta api tanpa penjaga, setiap detik kita harus waspada.
Atau hidup dengan berbagai macam peraturan-peraturan seperti bangsa Israel, tidak makan ini dan itu, melakukan berbagai macam ritual, taat hari sabat dan lainnya.
Berbahagialah kita yang telah dipilih, sebab Allah meberikan kepada kita Roh-Nya.
Roh itu yang akan menjaga kita, berbicara kepada kita supaya kita tidak celaka dalam setiap perlintasan.
Setiap detik kita dihadapkan dengan 2 pilihan, taat kepada dunia atau taat kepada Roh.
Dan jika kita selalu mengarahkan mata dan telinga kepada Roh, sesungguhnya Ia selalu memberikan tanda supaya kita tidak menuju jalan yang berbahaya.
Saudaraku,
kita semua yang telah dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus tidak lagi hidup sendirian.
Roh Kudus ada dan hidup dalam diri kita, DENGARKANLAH DIA, abaikan suara daging.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 13 Maret 2022
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah membuka mata dan telinga kami
Sehingga kami melihat dan mendengar tanda-tanda dari-Mu dan memahami perintah-Mu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk taat
Supaya kami selamat sampai pada kehidupan kekal bersama-Mu dalam kerajaan-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Matius 5:20-26;
Mat 5:43
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Mat 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Mat 5:45
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Mat 5:46
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Mat 5:47
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
Mat 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
--------
Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu
Saudaraku,
mengasihi musuh adalah "karakter ilahi", seperti Tuhan mnerbitkan matahari hari dan mnurunkan hujan kepada orang yang benar dihadaannya dan yang tidak.
Tuhan Yesus mengajak kita untuk memelihara karakter ilahi itu agar tetap tumbuh dalam hidup kita.
Tuhan Yesus memerintahkan kepada kita untuk mengasihi musuh.
Namun kita harus bisa lebih dari itu, janganlah punya musuh.
Saat kita mengalami ketidaknyamanan, sesungguhnya "rasa" itu 100% dalam kewenangan kita sendiri, bukan sesuatu diluar diri.
Jika kita mau sungguh-sungguh taat kepada Tuhan dengan memelihara cinta kasih, maka kita tidak pernah merasa punya musuh.
Ketidaknyamanan hanya seperti kerikil kecil dijalan yang kita lalui.
Saudaraku,
sampai hari ini saya tidak pernah merasa punya musuh.
Sampai hari ini saya mampu mengendalikan diri saat menerima ketidaknyamanan.
Bagi saya ketidaknyamanan itu seperti salib-salib kecil menuju golgota, untuk memperoleh kehidupan kekal bersama Tuhan Yesus.
Maka mari saya ajak untuk membangun semangat *mati raga* setiap hari.
Mati raga bukan tentang puasa, namun kita harus berani bermati raga atas semua ketidaknyamanan hidup.
Kalahkan daging, kalahkan pancaindra.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 12 Maret 2022
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau nyatakan perkara-perkara ilahi dihapan kami setiap hari
Semua karya-karya-Mu menjadi sumber kekuatan kami
Sehingga kami tetap setia hidup dalam belas kasih-Mu
Kami mohon kuasailah kami ya Tuhan
Supaya dimanapun kami berada mebawa kabar sukacita dan kesembuhan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
