"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 28:1-10;

Mat 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Mat 28:2
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Mat 28:3
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
Mat 28:4
Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
Mat 28:5
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Mat 28:6
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Mat 28:7
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
Mat 28:8
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Mat 28:9
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Mat 28:10
Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
-------------

Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya

Saudaraku,
tidak ada seorangpun di dunia ini yang luput dari berbagai macam kesulitan dan tidak ada seorangpun di dunia ini yang luput dari kesedihan.
Dan jika kita perhatikan rasa sakit, kesedihan dan kesulitan ada disekitar hidup kita setiap saat, dan siapakah manusia yang bisa mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya nanti 10 menit lagi atau esok hari?
Oleh sebab itu berbahagialah kita umat kristiani, sebab melalui Kristus dan di dalam Kristus, kesulitan dan kesedihan menjadi bermakna.
Bersama Kristus kita mampu melihat setiap kejadian dengan "mata Allah" sehingga kita tidak akan pernah merasakan kesakitan dan tidak pernah mengeluh karena kesulitan-kesulitan.
Tantangan terberatnya adalah: "tubuh ini selalu meminta lebih".
Oleh karena itu jika seseorang bisa menaklukan dirinya sendiri, ia telah bangkit dari kematian bersama Tuhan Yesus.
Sebab dunia tidak lagi berkuasa atas hidupnya.

Saudaraku,
apabila kita ingin sungguh-sungguh "hidup baru" di dalam Kristus, jangan lagi menuruti segenap keinginanmu, melainkan jauhkanlah dirimu dari segala nafsumu(Sir 18:30).
Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.(Mzm 37:4).
Karena itu, kalau kita telah dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.(Bdk Kol 3:1-3)

Saudaraku,
dalam peringatan Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus ini, baiklah kita berani melihat diri sendiri.
Adakah "kebiasaan lama" yang selalu "melawan" keinginan kita untuk hidup baru dalam kristus.
Jika ada usirlah dengan doa dan alihkan dengan "kebiasaan baik yang bermanfaat".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 11 April 2020

Allah Bapa kami
Kami selalu sadar bahwa alangkah pendeknya semua kesenangan dunia ini
Kami selalu menyadari bahwa dunia ini penuh dengan tipuan
Namun masih saja kami terjebak di dalamnya
Oleh karena itu ya Bapa
Kami selalu mohon penyertaan Roh-Mu
Menerangi hati dan pikiran kami
Supaya keinginan kami selaras dengan rencana dan kehendak-Mu
Karena Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Yohanes 18:1 - 19:42;

Saya kutip sebagian:

Yoh 19:16
Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. (19-16b) Mereka menerima Yesus.
Yoh 19:17
Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
Yoh 19:18
Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.
Yoh 19:19
Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
Yoh 19:20
Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.
-------------
Yoh 19:38
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
Yoh 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
-------------

Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak

Saudaraku,
Tuhan Yesus mempunyai banyak pengikut tetapi tidak semua pengikutnya sanggup memikul salib bersama-Nya.
Memang tidak mudah mengabdi kepada Tuhan Yesus tanpa pamrih.
Jarang ditemukan orang yang begitu tinggi hidup batinnya sehingga mampu melepaskan diri dari ikatan duniawi.
Tetapi setiap pengikut-Nya harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari.(Bdk Luk 9:23)
Lalu permenungannya: apakah kita saat ini masih termasuk "pengikut Tuhan Yesus"?

Saudaraku,
sebagai pengikut Kristus, hidup kita harus mengikuti sabda salib.
Hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri sebab Kristus pun hadir di dunia ini supaya manusia tidak binasa karena kejahatannya sendiri.
Memiliki hidup yang selalu siap memberi.
Memiliki hidup yang selalu siap berkorban.
Memiliki hidup yang selalu siap menderita untuk salib.
Permenungannya: mari saya ajak bertanya kepada diri sendiri:
Apakah kita justru terasa berat saat memberi?
Apakah kita justru mengeluh saat berkorban?
Apakah kita justru menderita saat dihina atau tidak dianggap?
Jika jawabannya ya, saat ini juga kita harus bersujud dibawah kaki salib Kristus, memohon pengampunan dan mohon rahmat Tuhan Yesus supaya diberikan kekuatan untuk bertobat.

Saudaraku,
tidak ada yang mudah hidup di dunia ini.
Namun berbahagialah karena kita bersama Tuhan Yesus, sebab Ia telah mengalahkan dunia.
Maka cintailah salib, Ia akan membimbing kita sampai kepada kebangkitan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 10 April 2020

Allah Bapa kami
Engkau mengetahui bahwa kami manusia ini lebih cenderung untuk mengabdi kepada diri sendiri
Sebab daging ini tidak tahan menderima ejekan
Sebab daging ini terpesona dengan kehormatan
Sebab daging ini mudah terikat oleh kenikmatan
Oleh karena itu kami mohon aya Bapa
Janganlah kiranya Engkau meninggalkan kami
Rahmat kekuatan-Mu kami perlukan setiap hari

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Yohanes 13:1-15;

Saya kutip sebagian:

Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
-----------
Yoh 13:12
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
Yoh 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Yoh 13:14
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
Yoh 13:15
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
------------

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu

Saudaraku,
mengawali permenungan pagi ini saya kutipkan pula dari Filipi 2:3-4;

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;_

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Kemarin saya mendapat kiriman renungan dari seorang Romo/Pastor, saya tersentuh dengan kalimat dalam renungan tersebut:
Keberbedaan itu membuat kita perlu membangun hidup dalam kebersamaan.
Dan ini tanggapan saya:
Ya seandainya itu disadari dengan sungguh-sungguh oleh setiap pribadi.
Sebab sesungguhnya itulah tantangan kita setiap hari sebagai pengikut Kristus.
Namun kenyataannya untung rugi lebih nampak nyata dan lebih menarik disajikan oleh dunia setiap hari.
Terlebih kebanyakan manusia "ketakutan menderita" itu sungguh teramat besar.

Saudaraku,
akibat dari kesombongan, seseorang mengira sanggup mengerjakan segala sesuatu sendirian.
Lalu jika terpaksa membutuhkan orang lain pun tidak serta merta bisa "menghargai" dan cenderung mencari kekurangan-kekurangan dengan apa yang telah dikerjakannya.
Tidak pernah menyadari apalagi mengakui bahwa kelebihan yang satu akan melengkapi kekurangan yang lainnya.
Kenyataan itu tidak mudah diterima oleh setiap orang.

Saudaraku,
pagi ini saya ajak untuk "mengenal diri sendiri", hanya dengan cara itu yang mampu menghantar kita ke kerendahan hati.
Sebab tanpa kerendahan hati tidak akan pernah bisa tergerak atau terlibat dalam *kebersamaan* dan saling membasuh kaki.
Kemudian lanjutkanlah *bercermin dengan Firman Tuhan*.
Lalu akuilah dan terimalah dengan jujur dan jantan apa yang terlihat melalui cermin itu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 9 April 2020

Kepada-Mu ya Bapa
Sesal penuh rendah hati atas kesalahan dan kekurangan kami jadi kurban persembahan kami
Kami mohon pandanglah hamba-Mu ini
Kasihanilah dan bantulah kami
Supaya kami berani memberbaiki kekurangan kami
Sehingga semakin hari hidup kami semakin berkenan dihadapan-Mu

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 26:14-25;

Saya kutip sebagian:

Mat 26:14
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
Mat 26:15
Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Mat 26:16
Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
------------
Mat 26:24
Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Mat 26:25
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
------------

Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?

Saudaraku,
ketika seseorang memilih hidup untuk dunia maka ia hanya akan puas dan terhibur dengan hal-hal duniawi.
Ia hanya bisa merasa tenang jika memiliki uang di rekeningnya dan ia baru bisa merasakan kegemberiaan jika keinginannya terpenuhi.
Ada banyak orang yang "memberi makan tubuhnya" dengan "mengorbankan hidup batinnya".

Saudaraku,
adakalanya kita telah melakukan perbuatan yang baik namun tidak dihargai.
Adakalanya kita menghormati seseorang dengan tulus namun diremehkan.
Bagi anak Allah memang tidak mencari penghiburan duniawi, apapun yang terjadi harus disadari bahwa anak-anak Allah harus tetap melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah.
Kedamaian hidupnya tidak tergantung kepada seseorang, kedudukan, kehormatan ataupun kekayaan.
Ia sadar bahwa kedamaian hanya diperoleh saat selalu menyadari rahmat Allah yang hadir dalam hidupnya dan merasakan Roh Kudus yang selalu mengajarkan untuk tetap rendah hati.

Saudaraku,
marilah kita belajar untuk mengalahkan diri sendiri dalam segala hal.
Sebab dengan cara itu kita bisa sungguh-sungguh memperoleh "pengetahuan tentang Allah".
Yang menjadi sumber kekuatan untuk kehidupan batin kita.
Sehingga tidak mudah tergoda oleh kehormatan dunia.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 8 April 2020

Ya Bapa
Engkau mendengar suara hati setiap orang
Maka kami mohon terangilah hati kami dengan firman-Mu
Supaya tidak ada sedikitpun keinginan yang jahat
Kami pun memohon terang Roh Kudus-Mu
Untuk menerangi langkah kaki kami
Supaya kami tidak tersesat

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 13:21-33, 36-38;

Saya kutip sebagian:

Yoh 13:21
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Yoh 13:22
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
Yoh 13:23
Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Yoh 13:24
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
Yoh 13:25
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
Yoh 13:26
Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Yoh 13:27
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
Yoh 13:28
Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
-------------

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis

Saudaraku,
cahaya mampu mengusir kegelapan.
Namun adakalanya masih tersisa sudut kecil yang tak terjangkau oleh cahaya itu.
Tidak semua orang berani "telanjang" dihadapan Tuhan, ada yang merasa berat menyerahkan sudut kecil di dalam hatinya, dengan alasan-alasan tertentu.
Dan banyak yang terjadi lalu posisinya bergeser sedikit- demi sedikit dari arah cahaya itu, maka sudut kecil itu semakin lama semakin membesar dan akhirnya hampir seluruh ruang hatinya menjadi gelap.

Saudaraku,
jangan pernah membenarkan diri sedikit saja kesalahan kita dihadapan Tuhan dengan alasan apapun.
Memang lidah merasakan pahit namun itu hanya sesaat jika dibandingkan kegeteriran yang dialami jiwa kita saat kita berpaling dari Allah.
Oleh karena itu "hukumlah tubuh ini dengan sukarela", supaya jiwa kita tidak binasa oleh "kelemahannya".

Saudaraku,
mari jernihkanlah penglihatan kita dengan kerendahan hati.
Hilangkanlah sudut-sudut gelap itu dengan mengarahkan seluruh keinginan kita kepada Allah.
Supaya terang Kristus masuk dan menguasai hati kita.
Maka akan nampak "siapa" diri kita sesungguhnya, dan terimalah itu apa adanya.
Supaya kita tidak lagi "diperbudaknya".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 7 April 2020

Allah Bapa kami
Berikanlah kami keberanian untuk memeriksa diri
Dan terus menerus kami mohon terang-Mu
Supaya tidak ada lagi yang tersembunyi dalam hati kami
Sehingga Kau dapati kami tidak ada satupun kekurangan
Dan kami layak menerima mahkota surgawi

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin