"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 25:31-46;

Saya kutip sebagian:

Mat 25:31
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Mat 25:32
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
Mat 25:33
dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
---------
Mat 25:41
Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Mat 25:42
Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
Mat 25:43
ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
Mat 25:44
Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
Mat 25:45
Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
Mat 25:46
Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."
---------

Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku

Saudaraku,
Injil mengajarkan bahwa semua "perbuatan" kita tidak luput dari perhatian Allah.
Sebagai umat kristiani kita harus bersyukur sebab mata kita telah dibuatnya melihat dan telinga kita telah dibuatnya mendengar.
Terlebih Roh Kudus menyertai kita sehingga kita "mengerti dengan sangar-sangat jelas" mana yang dikehendaki Allah dan mana yang tidak.
Sebab bagi orang-orang dunia kehendak Allah hanyalah "tafsir" dan cenderung mementingkan diri sendiri.
Dalam Injil Matius pagi ini, implementasinya sangat jelas bahwa percaya kepada Allah dan dibaptis tidaklah cukup!
Percaya kepada Allah tetapi tidak melakukan pekerjaan Allah adalah hal yang mustahil, namun nyata di bumi ini, setiap hari mata kita melihat orang-orang yang munafik.
Dan orang yang mengaku percaya kepada Allah tetapi buta terhadap penderitaan sesamanya lebih parah daripada orang kafir.

Saudaraku,
kita dipanggil untuk selalu membawa makanan dan memberikan kepada mereka yang kelaparan.
kita dipanggil untuk selalu membawa pakaian dan memberikan kepada mereka yang telanjang.
Bukan untuk "mengekpos" kekurangan mereka, untuk membenarkan diri sendiri.
Bukankah mata kita melihat, banyak orang atau kelompok mengekpos kelaparan, kehausan dan ketidakadilan hanya demi orang itu atau kelompoknya supaya terlihat eksis dan ada pula untuk kepentingan politik sesorang atau kelompok.
Dan bahkan supaya "terlihat suci!"
"Berbahagialah jika mata kita melihat dan telinga kita mendengar!"

Saudaraku,
sebagai orang kristiani kita dipilih untuk menjadi "pengharapan" dan membawa kabar baik bagi sesama.
Jangan biarkan hidup menjadi sia-sia, jadilah manusia yang berguna.
Dan selalu berusaha agar hidup kita memancarkan cahaya iman dan cinta kasih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 2 Maret 2020

Terimakasih ya Bapa
Jalan-Mu nyata dihadapan kami
Dan Engkau menghendaki kesempurnaan hidup kami
Dengan memakai hidup kami untuk mewujudkan belas kasih-Mu
Maka hanya kepada-Mu ya Bapa
Kami menaruh segala pengharapan kami
Supaya hidup kami pun menjadi pengharapan bagi setiap orang di kehidupan kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 4:1-11;

Saya kutip sebagian:

Mat 4:1
Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Mat 4:2
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
Mat 4:3
Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
Mat 4:4
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
--------
Mat 4:10
Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
Mat 4:11
Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
--------

Enyahlah, Iblis!

Saudaraku,
selama kita hidup di bumi ini, kita tidak mungkin luput dari godaan.
Oleh karena itu kita harus selalu waspada terhadap godaan-godaan dan berjaga-aga serta berdoa.
St. Petrus dalam 1 Ptr 5:8-9:
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Saudaraku,
manusia dilahirkan di dalam keinginan daging.
Oleh karena itu godaan terberat adalah godaaan yang berasal dari dalam diri.
Godaan dari luar diri mudah dikenali, tetapi yang dari dalam diri sulit untuk dikenali dan yang seriing terjadi justru pembenaran-pembenaran sebab "takut menderita".
Prapaskah adalah waktu yang tepat untuk merenungkan penderitaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Belum juga Tuhan Yesus memulai misinya di bumi, lebih dulu dihadang dengan berbagai godaan.
Godaan satu berlalu, langsung timbul pencobaan-pencobaan yang lain.
Apakah kita tidak menyadari bahwa setiap kali kita akan mengikuti kehendak Tuhan, selalu diikuti alasan-alasan penolakan?

Saudaraku,
apabila kita memberikan diri kepada pencobaan-pencobaan itu maka akan terjadi "penolakan terhadap Allah".
Jangan salah, penolakan terhadap Allah bukan tentang "kafir".
Misalnya jika kita mengetahui bagaimana berbuat baik, tetapi karena alasan kepentingan diri lalu tidak melakukannya, bukankah sama dengan menolak Allah?
Maka janganlah menolak untuk berbuat baik, dengan alasan apapun.
Dengan membiasakan sikap seperti itu, iblis akan meninggalkan kita.
Dan hidup kita akan ditemani oleh malaikat-malaikat Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 1 Maret 2020

Kami sadar bahwa setiap keinginan kami untuk setia melakukan kehendak-Mu
Godaan datang begitu hebat dan rasanya sangat sulit untuk menghindar
Oleh karena itu kami mohon ya Bapa
Ajarilah kami untuk selalu merendahkan diri dibawah pimpinan-Mu ya Bapa

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 5:27-32;

Saya kutip sebagian:

Luk 5:29
Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
Luk 5:30
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Luk 5:31
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
Luk 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."
--------

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat

Saudaraku,
apakah aktivitas spiritual kita sampai dengan hari ini telah membawa kita sampai ke "pertobatan"?
Saya suka dengan Mazmur Daud:
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
Setiap ingat Mazmur tersebut rasa-rasanya saya memang "pantas dihukum" dan kehidupan rohani saya masih terus menerus diperjuangkan.

Saudaraku,
mari saya ajak memeriksa diri perlahan-lahan dan dengan penuh keberanian.
Rasa-rasanya setiap perbuatan saya yang menyimpang, diakibatkan oleh ketakutan saya dalam memutuskan "jerat yang tersembunyi".
Dan memang "umpan didalam jerat" itu terlihat sangat menggiurkan dan menarik hati.

Saudaraku,
pertobatan sejati adalah saat hidup kita "dikuasai Roh Kudus".
Maka mari hadirkan Allah dalam segala situasi dan jangan mencoba tawar-menawar dengan keinginan diri, sebab saya sangat-sangat yakin kita akan kalah.
Dan mari coba perhatikan setiap ketidaknyamanan yang kita alami disebabkan oleh terlalu seringnya kita hidup seolah-olah Tuhan itu ada di langit bersama bintang-bintang.
Kita lupa bahwa Ia setia disisi kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 29 Februari 2020

Kami mohon kepada-Mu ya Bapa
Jagalah diri kami terhadap godaan-godaan iba terhadap diri sendiri
Dan kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami kuat bertahan dalam kesabaran
Penuhilah kami dengan cinta kasih-Mu
Dan kami mohon tangan-Mu membimbing dan menuntun kami agar tetap tegak berjalan diantara jerat-jerat yang tersembunyi

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 9:14-15;

Mat 9:14
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
Mat 9:15
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
--------

Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?

Saudaraku,
puasa adalah salah satu "disiplin spiritual", bagi orang yang "percaya kepada Tuhan".
Tuhan Yesus juga berpuasa dan resep puasanya sangat jelas bahwa puasa bukan untuk dilihat manusia namun untuk dilihat Bapa dari tempat yang tersembunyi(Bdk Mat 6:16)
Aktivitas spiritual adalah untuk "kesehatan jiwa/batin", bukan untuk dipamerkan ke orang lain.
Seseorang yang jiwa/batinnya sehat, pasti hidupnya menampilkan "karya Allah", hidupnya adalah kabar baik bagi setiap orang.

Saudaraku,
"untuk hidup, orang harus mati".
"Hidup" itu sederhana yaitu saat kita mampu bersyukur dengan tulus hati.
Orang yang tidak bisa bersyukur sebenarnya ia mati, yang hidup hanya "dagingnya saja".
Karena semua geraknya adalah perintah daging.
Oleh karena itu janganlah lemah, buanglah jauh-jauh "rasa kasihan terhadap diri sendiri".
Dan coba perhatikan, seluruh "kebahagiaan atau kenikmatan" dunia ini selalu meninggalkan "kepahitan".

Saudaraku,
mari mengarahkan tekad untuk kesehatan dan keselamatan jiwa.
Kita tahu penghalang utamanya adalah "keinginan daging".
Dan sebagai orang kristiani kita tahu ada "Roh Kudus dalam hidup orang percaya" yang memberikan kekuatanĀ untuk "mengalahkan diri sedari awal".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 28 Februari 2020

Orang lumpuh berjalan dan orang mati Engkau bangkitkan
Ya Bapa kami mohon berikanlah kekuatan kepada kami
Keberanian dan kekuatan untuk melepaskan diri dari jerat keinginan daging
Dan jadikanlah hidup kami sebagai sarana untuk menghadirkan belas kasih dan kebaikan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 9:22-25;

Saya kutip sebagian:

Luk 9:22
Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Luk 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Luk 9:24
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Luk 9:25
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
--------

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku

Saudaraku,
banyak orang yang mengikuti Tuhan Yesus sampai saat Ia memecah-mecah roti, tetapi hanya sedikit yang mengikuti-Nya sampai ke kaki salib.
Padahal sebagai orang kristiani kita mengetahui dibalik salib itu lah jalan ke surga, dalam salib itu ada keselamatan dan kehidupan.
Dan kesempurnaan hidup bisa diperoleh apabila sesesorang sanggup menyalibkan keinginan diri.

Saudaraku,
tidak seorangpun yang pernah hidup di dunia ini jalan hidupnya selalu rata.
Setiap orang memiliki permasalahannya sendiri dan ada dihadapannya seumur hidupnya.
Dan mari coba perhatikan, setiap kita berusaha meningkatkan kehidupan rohani, saat itu pula jalan nampak lebih terjal dan berbelok-belok.
Daging ini melawan dengan berbagai macam tipu muslihat dan senjata yang sangat lengkap.
Lalu muncul berbagai macam alasan-alasan "pembenaran diiri".
Semakin kita mesra dengan Allah, salib itu terasa semakin berat.

Saudaraku,
hanya dengan cara mengalahkan "cinta diri", agar bisa memperoleh kedamaian hidup dalam Kristus.
Dan akan menari-nari diatas semua persoalan hidup, salib bukan lagi beban namun menjadi sumber penghiburan.
Wujud nyata sesorang yang hidup dalam Kristus adalah tanpa keluh kesah dan tidak lagi menyalahkan atau menghakimi orang lain dalam segala keadaan.
Tanpa salib tidak ada seorangpun mampu memahami hal-hal surgawi.
Maka marilah kita menundukkan diri untuk "menderita dalam Kristus".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 27 Februari 2020

Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Setiap hari Engkau kuatkan kami
Setiap hari Engkau menasihati kami
Dan Engkau selalu mendorong kami agar tetap bertekun dalam doa
Hidup di dalam iman dan selalu berharap hanya kepada-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin