"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 7:1-13;

Saya kutip sebagian:

Mrk 7:5
Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
Mrk 7:6
Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Mrk 7:7
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Mrk 7:8
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
Mrk 7:9
Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
Mrk 7:10
Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
Mrk 7:11
Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban?yaitu persembahan kepada Allah?,
Mrk 7:12
maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.
--------

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku

Saudaraku,
Injil mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia baik adanya, tetapi manusia yang baik "terinfeksi virus dosa".
Dosa adalah penolakan manusia terhadap Allah.
Orang-orang Farisi bukanlah orang yang menolak Allah, bukanlah orang jahat.
Di zaman Tuhan Yesus. orang Farisi adalah kelompok orang awam hukan imam yang membantu orang-orang biasa dalam menjalankan hukum Allah dalam Perjanjian Lama.
Orang Farisi mengajarkan tingkat kepatuhan yang tinggi yang mereka sebut hukum Allah, misalnya ritual mencuci tangan.
Namun mereka "gagal fokus", akhirnya mereka bukan menyembah Allah, tapi menyembah ritual cuci tangan dan aturan-aturan lain yang mereka buat.

Saudaraku,
kadang-kadang kita tidak jauh berbeda dari orang Farisi, "menerjemahkan ajaran Tuhan sesuai rasa kita" atau hanya dipermukaannya saja.
Misalnya:
Mengasihi sesuai selera.
Menyimpan dendam atau kebencian.
Memberi masih dengan pertimbangan untung rugi.
Aktif pelayanan di gereja supaya terkenal.
Dan lain sebagainya.
Melakukan kegiatan rohani dan menjalankan ajaran Tuhan "dengan pertimbangan manusia dan untuk manusia"
Padahal Injil dengan sangat jelas mengajarkan:
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.(Ams 4:23)
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Saudaraku,
mari pandang hati kita masing-masing dan nilailah hati kita.
Katakan dengan jujur bagaimana "keadaan hati kita" dihadapan Allah: apakah suatu persahabatan atau belenggu?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 11 Februari 2020

Ya Bapa
Saat kami bersama-Mu
Betapa nyata jalan-Mu itu
Dan sangat jelas pula rintangan-rintangan yang ada di depan kami
Engkaupun menyediakan banyak sarana untuk melewati rintangan itu
Namun seringkali kami memilih dengan cara kami sendiri
Lalu kami datang kepada-Mu dengan keluh kesah
Ampunilah kami ya Bapa ampunilah kami
Kami bawa hati kami kepada-Mu
Kuasailah dengan Firman-Mu
Supaya kami sungguh-sungguh hidup dalm kuasa-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 6:53-56;

Mrk 6:53
Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
Mrk 6:54
Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
Mrk 6:55
Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
Mrk 6:56
Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
---------

Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit

Saudaraku,
telah lama kita mengikuti Tuhan Yesus, rajin ibadat dan mengikuti kegiatan rohani.
Pertanyaan buat Saudara dan saya: untuk siapa? Apakah untuk kepentingan diri kita sendiri?
Walaupun kita percaya bahwa Tuhan Yesus punya "andil" dalam hidup kita, misalnya jodoh, rejeki, kesehatan dan lainnya.
Jika hal itu yang membuat kita mengikuti Tuhan Yesus, menurut saya itu alasan yang kurang tepat.
Ketika suatu saat ada masalah keluarga, ketika suatu saat ada masalah keuangan, ketika suatu saat ada masalah kesehatan, maka akan sangat mudah meninggalkan Tuhan Yesus.
Jika kita mengikuti Tuhan Yesus hanya untuk kepentingan duniawi dan diri sendiri, suatu saat pasti akan kecewa.
Injil pagi ini orang-orang datang kepada Tuhan Yesus "mengusung orang-orang sakit".
Mereka datang kepada Tuhan Yesus bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Saudaraku,
Keluarga kita rukun dan damai, untuk menjadi berkat keluarga yang lain.
Keuangan kita dicukupkan, untuk berbagi kepada orang lain yang kekurangan.
Kesehatan kita baik, untuk melakukan kehendak Allah.
Jika demikian seandainya ada persoalan keluarga, keuangan dan kesehatan kita pun tidak lantas dengan mudah menyalahkan orang lain dan Tuhan Yesus.
Hati dan pikiran bersih sehingga tetap melihat "jalan Tuhan" dan akan teguh menjalani kehidupan dengan damai, sukacita dan tanpa keluh kesah.

Saudaraku,
mari bawa dalam doa: tetangga kita, teman-teman kerja, keluarga, semua orang yang ada di kehidupan kita dan semua orang di dunia yang membutuhkan pertolongan Tuhan Yesus.
Setelah itu berdoalah untuk permohonan kita sendiri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 10 Februari 2020

Terima kasih ya Bapa
Engkau menghadirkan orang-orang baik dalam kehidupan kami
Kami berdoa untuk semua orang yang ada dihidup kami
Keluarga kami
Saudara-saudara kami
Orangtua kami
Tetangga kami
Lingkungan kami
Semua umat dan pastor gereja kami
Teman-teman sekerja kami
Siapapun yang terlibat dalam hidup kami
Siapapun yang merasa kami sakiti atau kami rugikan
Dan untuk yang membenci kami
Kiranya berkat-Mu tercurah atas mereka
Belas kasih-Mu melimpah untuk mereka
Dan Engkau pelihara mereka dalam rahmat Roh Kudus
Supaya hidup mereka damai, sukacita dan berkelimpahan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 5:13-16;

Mat 5:13
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Mat 5:14
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Mat 5:15
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Mat 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
--------

Kamu adalah garam dunia, kamu adalah terang dunia

Saudaraku,
"garam dan terang" melambangkan kualitas integritas personal.
Sebagai murid--murid kristus memberikan kontribusi kepada orang-orang di sekitarnya adalah "keharusan".
Harus membawa kebaikan bukan hanya sekedar keadilan.
Kebaikan adalah memberi "tanpa" menggunakan timbangan, layak atau tidak layak, untung atau rugi, apa dan siapa.

Saudaraku,
perhatikan dengan jujur, setiap kali akan berbuat kebaikan selalu "tersaji alasan-alasan" agar kita "tidak melakukannya".
Dan saya kira sangat sulit menolak alasan-alasan itu dan jadi tantangan yang sangat berat karena "menghadapi diri sendiri".
Rasul Paulus dalam Roma 12:21
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Dan...
jika kita mau, selalu ada alasan untuk memaafkan orang lain.
Jika kita mau, selalu ada alasan untuk memberi.
jika kita mau, selalu ada alasan untuk menolong.
jika kita mau, selalu ada alasan untuk murah hati.
Maka marilah hindari berpikir buruk tentang orang lain, walaupun "pikiran" memberikan cukup alasan untuk itu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 9 Februari 2020

Allah Bapa kami
Kami mohon ajarilah kami
Untuk menyandarkan diri kepada kehendak dan rencana-Mu
Semangat hidup kami digerakkan oleh kuasa-Mu
Supaya hidup kami menjadi alat-Mu
Dan kami dijauhkan dari segala kejahatan

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa

Injil Markus 6:30-34;

Mrk 6:30
Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
Mrk 6:31
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Mrk 6:32
Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
Mrk 6:33
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Mrk 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
--------

Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka

Saudaraku,
di zaman Tuhan Yesus, pengetahuan manusia masih terbatas dan biasanya belajar hanya kepada guru, seperti para ahli taurat.
Zaman sekarang ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat, kita bisa belajar dengan berbagai cara.
Tetapi disisi lain hal-hal yang berpengaruh buruk juga tersedia dalam berbagai kemasan.
Dan telah sering terjadi orang mengira ia membawa sebuah buku pengetahuan tetapi ternyata hanya setumpuk sampah.

Saudaraku,
kita sebagai murid-murid Kristus harus menjadi garam dan terang dunia maka kita memerlukan pengetahuan dan kemampuan.
Maka setiap saat, setiap hari, kita gunakan setiap kesempatan untuk belajar dan membarui diri terus menerus.
Menyingkirkan kebiasaan mengeluh, sebab perlahan-lahan bisa membunuh tekad belajar.
Ibarat menimba air jika ember tidak tenggelam maka tidak akan mendapatkan air.
Belajar ataupun bekerja harus tenggelam dalam kegiatan itu, tidak bisa hanya dipermukaan saja.

Saudaraku,
setiap hari Tuhan Yesus mengajar kita dalam banyak hal, arahkan pandangan kita kepada-Nya.
Sebab kita tidaklah cukup menjadi orang "terpelajar" tetapi juga menjadi orang "kudus".
Yaitu orang yang "berperilaku sebagai anak-anak Allah".
Lihatlah orang yang mencari kepuasan dirinya sendiri pada akhirnya hanya menjadi bahan tertawaan.
Maka mari menyadari dan mengakui kekurangan-kekurangan kita supaya "telinga kita terbuka" dan mendengar "pengajaran Tuhan Yesus".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 8 Februari 2020

Apabila kupandangi dunia dengan Firman-Mu
Terlihat begitu jahatnya manusia itu
Ada yang menyebut nama-Mu namun melakukan kejahatan

Ya Bapa
Engkau Allah yang penuh belas kasih
Saat kami berusaha untuk hidup benar dihadapan-Mu
Engkau nyatakan dihadapan kami mana yang baik dan mana yang buruk
Dan engkau mengajar kami setiap hari
Dan memberikan Roh-Mu supaya kami kuat dan teguh melakukan kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 6:14-29;

Saya kutip sebagian:

Mrk 6:22
Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
Mrk 6:23
lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
Mrk 6:24
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
Mrk 6:25
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
Mrk 6:26
Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
_______

Lalu sangat sedihlah hati raja

Saudaraku,
ada bermacam-macam "tekanan" dalam hidup kita, misalnya tanggung-jawab pekerjaan atau permasalahan yang lainnya.
Terkadang kita datang ke teman dan mengajak diskusi dengan harapan untuk sedikit memberikan kelegaan.
Kita sering dengar ungkapan: ngomong gampang tetapi ngejalaninnya susah!
Terkadang memang demikian tetapi yang lebih susah dan berat adalah menjaga "ucapan dari mulutnya sendiri".
Dalam Injil Markus pagi ini, Herodes termakan oleh ucapannya sendiri lagipula dia tidak ingin kehilangan kehormatan.
Maka dia tetap membunuh Yohanes Pembaptis, walaupun hatinya menolak.

Saudaraku,
terkadang persoalan dan tekanan yang terjadi dalam hidup kita adalah buah dari sikap, tindakan atau ucapan kita sendiri.
Dan lalu kita harus melakukan sesuatu yang sebenarnya kita tidak ingin lakukan.
Maka ada baiknya menghindari percakapan-percakapan yang tidak perlu.
Tentunya termasuk percakapan-percakapan di medsos dan lebih hati-hati sebab kita tidak pernah mengetahui siapa yang akan membaca ucapan atau tulisan kita.
Sebab percakapan-percakapan tentang kejadian-kejadian di dunia, itu pengaruhnya sangat besar dan lebih cenderung merugikan, bahkan sekalipun dengan maksud baik.
Terbukti banyak orang yang hanya hitungan detik bisa terpengaruh dan terjerat hal-hal yang tidak berguna.

Saudaraku,
janganlah mencari penghiburan dari "percakapan-percakapan" itu apalagi mengharap bisa melepaskan persoalan dan tekanan hidup.
Sebab hiburan lahiriah semacam itu tidak akan pernah bertahan lama.
Lebih baik kita gunakan mulut kita untuk berbicara kepada Tuhan.
Dengan demikian kehidupan rohani kita akan selalu bertumbuh dan melindungi kita dari segala tekanan duniawi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 7 Februari 2020

Allah Bapa kami
Setiap saat kami selalu berusaha untuk mengarahkan telinga hanya kepada-Mu
Namun kami pun tidak bisa terhindar dari kebisingan dunia
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami pun tidak ikut-ikutan latah dan menambah kebisingan dunia
Tetapi hidup kami membawa kidung pujian dan kabar sukacita surga

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin