Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 15:1-6;
Yoh 15:1
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
Yoh 15:2
Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Yoh 15:3
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Yoh 15:4
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Yoh 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Yoh 15:6
Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Yoh 15:7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Yoh 15:8
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu
Saudaraku,
tinggal didalam Tuhan Yesus, saya memahaminya selalu terhubung dengan Tuhan Yesus.
Menurut saya ada 4 hal utama yang harus kita jaga supaya tetap terhubung: kasih, doa, kesabaran dan komitmen.
Kasih, itu modal kekuatan yang sangat besar.
Lihat saja orang yang sedang jatuh cinta, akan melakukan apapun untuk orang yang dicintainya.
Doa, adalah sarana atau media untuk terhubung dengan Tuhan Yesus.
Kesabaran, seperti hubungan dalam keluarga, tanpa kesabaran maka akan mudah emosi apabila ada sedikit saja ketidaknyamanan.
Komitmen, setia dan taat melakukan kehendak-Nya.
Saudaraku,
dapat bertahan dalam persatuan dengan Tuhan Yesus tidaklah mudah, dibutuhkan usaha terus menerus yaitu menjauhi pandangan ke dunia luar.
Memang tidak mudah karena manusia sangat sulit untuk meninggalkan dirinya sendiri.
Oleh karena itu Tuhan Yesus harus hidup dan menjadi yang utama dengan cara hidup rendah hati dan suka damai.
Tuhan Yesus memang memiliki banyak pengikut, namun hanya sedikit yang taat sampai akhir.
Banyak yang duduk makan bersama Tuhan Yesus, namun hanya sedikit yang merasa kenyang.
Tidak ada orang yang lebih kaya daripada orang yang mengesampingkan segala-galanya untuk tetap menempatkan dirinya menjadi ranting-ranting Pokok Anggur.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 22 Mei 2019
Terimakasih Bapa
Engkau mengajar dan menerangi hati kami
Engkau selalu menjawab doa-doa kami
Engkau memberikan pertolongan untuk melakukan kehendak-Mu
Engkau memberi kekuatan untuk melalui jalan-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 14:27-31;
Yoh 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Yoh 14:28
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
Yoh 14:29
Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
Yoh 14:30
Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
Yoh 14:31
Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."
---------
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu
Saudaraku,
walaupun hampir seluruh dunia berusaha melawan namun terorisme tetap ada sampai hari ini, dan masih banyak orang yang hidup dalam kecemasan.
Yang bisa menghentikan hanya Tuhan Yesus, sebab hanya KASIH yang mampu mengalahkan terorisme.
Sumber terorisme adalah kebencian, KASIH menghilangkan kebencian.
Saya sering membayangkan kapan damai seperti ini terwujud:
Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.
Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.
(Yes 11:6-7)
Begitu jahatkah manusia itu, sehingga mudah sekali membenci sesamanya?
Dan apakah untuk merasakan kedamaian kita harus menunggu akhir zaman dan hidup dalam langit yang baru dan bumi yang baru(Bdk Why 21:1), seperti yang dibuatkan Yohanes dalam Kitab Wahyu?
Saudaraku,
jika kita menyalahkan orang-orang yang melakukan teror dan yang menebar kebencian, berarti sama saja kita memelihara kebencian.
Dan itu tidak dilakukan oleh anak-anak Tuhan yang taat dan setia dan hidup dalam perintah-Nya.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.(Mat 5:9)
Kita dipanggil untuk membawa damai sejahtera kepada semua orang, jadi jangan ikut membeci dan jangan pula hanya berdiam diri.
Mari kita hidup dengan memelihara kasih dalam segala keadaan dan selalu berdoa untuk memohon rahmat kekuatan Allah.
Orang yang hidupnya damai, sedikitpun tidak berpikiran buruk kepada orang lain.
Kita harus berani menyalahkan diri sendiri jika kita melakukan kesalahan dan HARUS memaafkan orang lain, TANPA SYARAT.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Salasa 21 Mei 2019
Allah Bapa kami
Kami mohon peliharah hidup kami dengan kasih dan Firman-Mu
Dengan memberikan rahmat kekuatan-Mu
Sehingga setiap saat kami sadar bahwa kami adalah anak-anak-Mu
Supaya tidak mencemarkan nama-Mu
Juga supaya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain
Dan kami mohon
Roh-Mu selalu menerangi kami
Supaya nyata kekurangan-kekurangan kami
Dan kami sungguh-sungguh percaya
Bersama-Mu kami mampu mengalahkan keinginan diri
Dan hidup kami menjadi kabar sukacita dan damai sejahtera bagi setiap orang
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 14:21-26;
Yoh 14:21
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Yoh 14:22
Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"
Yoh 14:23
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
Yoh 14:24
Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
Yoh 14:25
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
Yoh 14:26
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
---------
Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu
Saudaraku,
Roh Kuduslah yang selalu berbicara kepada kita apa yang harus kita lakukan dan yang selalu mengingatkan kita akan Sabda-Nya.
Inilah yang seringkali saya sampaikan, bahwa inti kekristenan adalah hubungan kita dengan Tuhan Yesus.
Tidak ada di ajaran manapun, seperti apa yang kita imani, kita punya Allah yang sangat dekat dan Roh-Nya berkenan tinggal dalam diri kita.
Saudaraku ingat bagaimana Allah berbicara dengan Ayub?
Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub(Ayb 38:1)
Jika Allah menyapa kita melalui badai, pasti banyak yang lari ketakutan.
Maka pantaslah kita mengucap syukur sebab begitu besar kasih Allah kepada kita.
Sehingga Ia memberikan Putera-Nya Tuhan kita Yesus Kristus, mendekat kepada kita, mengajar, memberi teladan, menyembuhkan kita dan membawa kita kepada kehidupan kekal.
Saudaraku,
Rasul Paulus dalam Roma 8:26
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Lalu permenungannya:
Bagaimanakah cara kita menanggapi Roh Kudus itu?
Tentunya Roh Kudus memberikan perspektif baru yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
Dan itulah yang kemudian mengubah hidup kita, hidup baru bersama Tuhan Yesus, hidup yang taat kepada perintah Roh.
Mari saya mengajak untuk menutup mata rapat-rapat, dah arahkanlah pandangan ke dalam diri.
Apakah Roh Kudus hidup dalam hidup kita?
Jika ya, pasti semakin hari kita akan semakin lebih baik, bagi orang-orang di sekitar kita.
Karena Roh Kudus selalu mendorong kita untuk memperbaiki diri setiap hari, itulah yang harus menjadi usaha terus menerus supaya hidup kita semakin mengasihi sesama dan semakin kudus dihadapan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 20 Mei 2019
Kami bersukacita karena Roh-Mu hidup dalam diri kami
Sabda-Mu menjadi penjaga hati kami
Sabda-Mu sumber penghiburan kami
Kami mohon buatlah kami mengerti ya Bapa
Supaya ketetapan-ketetapan-Mu menjadi peringatan untuk kami
Apabila langkah kami mulai menyimpang
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 13:31-33a, 34-35 ;
Yoh 13:31
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Yoh 13:32
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
Yoh 13:33
Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
Yoh 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Yoh 13:35
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
---------
supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi
Saudaraku,
kasih itu berawal dari rumah kita dan sampai ke ujung bumi.
Mengapa dari rumah?
Mustahil kita bisa mengasihi orang lain apabila kita tidak mengasihi istri/suami, anak, orangtua dan orang yang bekerja atau tinggal di rumah kita.
Dan pagi ini, saya ajak Saudara jujur, seberapa egoiskah kita?
Pertanyaan berikutnya seberapa sering kita dibodohi oleh pikiran kita sendiri?
Bernarkah cinta kasih itu datang dari hati?
Apakah bukan dari pikiran kita?
Sebagai seorang kristiani, yang artinya sanggup melaksanakan perintah Tuhan Yesus untuk saling mengasihi, mengapakah ada yang menyimpang?
Karena dalam pikirannya muncul alasan-alasan pembenaran diri dan untung rugi,
Saudaraku,
kasih itu peka, contoh sederhana tanpa diminta dan dengan tulus membantu pekerjaan rekannya.
Jika kita tidak punya waktu untuk orang lain, lalu apa yang kita punya?
Kasih itu tidak berpikir buruk tentang orang lain.
Jika pikiran kita sibuk memikirkan keburukan orang lain, kapan hidup kita damai?
Kasih itu tidak menghakimi.
Jika kita sadar pikiran kita terbatas dan ada banyak sudut kehidupan, dengan dasar apa kita menghakimi?
Saudaraku,
memang tidak ada seorangpun manusia bebas dari kecenderungan menuruti keinginan diri, bebas dari harapan balas jasa, bebas dari nafsu mencari keuntungan.
Namun kita adalah anak-anak Allah, hidup kita telah diubahkan oleh kasih Kristus.
Sehingga kita berani mengakui kekurangan dan kelemahan kita, sadar bahwa tidak ada seorangpun tanpa kekurangan, tidak seorangpun mampu mencukupi kebutuhan sendiri.
Oleh karena itu kita wajib saling menolong dan menghibur.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 19 Mei 2019
Allah Bapa kami
Yang mengasihi-Mu adalah orang-orang yang melakukan perintah-Mu
Kami sangat-sangat berterimakasih kepada-Mu ya Bapa
Sebab Engkau lebih dulu mengasihi kami
Dan dari tangan-Mu sendiri kami menerima kasih-Mu yang besar itu
Kami mohon penuhilah pikiran kami dengan sabda-Mu
Supaya tidak ada tempat lagi bagi kami untuk mengharapkan balas jasa
Dalam setiap perbuatan baik kami kepada siapapun
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 14:7-14;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 14:11
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Yoh 14:12
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
Yoh 14:13
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Yoh 14:14
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
---------
Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan
Saudaraku,
kita berbeda satu sama lain, beda kepribadian, beda pekerjaan, beda kesenangan, dan lainnya.
Namun kita serupa dalam wajah Kristus, sebab kita adalah anak-anak-Nya.
Yaitu satu wajah yang menampilkan pekerjaan-pekerjaan Allah.
Apa pekerjaan Allah itu?
Kita bisa melihat apa yang dikerjakan Tuhan Yesus selama berada di dunia.
Tuhan Yesus menyembuhkan berbagai macam penyakit, memelekkan mata orang yang buta, yang tuli menjadi mendengar, memberi makan, mengajar, memberikan semangat dan juga BERDOA.
Tuhan Yesus telah memberi teladan bagaimana:
Mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Saudaraku,
kita harus tunduk dengan rendah hati kepada Allah supaya pekerjaan-pekerjaan itu menjadi ringan.
Sebab Ia sendiri lah yang akan bekerja dalam diri kita.
Tetapi apabila kita mengikuti kemauan diri kita sendiri, hidup kita akan selalu berat, sebab manusia selalu dikuasai oleh ketidak puasan diri.
Sebesar apapun pekerjaan itu jika kita bersama Tuhan akan ringan.
Sekecil apapun pekerjaan itu jika kita kerjakan dengan hati yang tulus dan murni akan memuliakan Tuhan.
Dan ketahuilah, Allah menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Saudaraku,
selalu ada dorongan-dorongan kesombongan dan dorongan-dorongan hawa nafsu, lawanlah semua itu dengan rahmat Ilahi.
Dan kita tidak akan pernah kekurangan rahmat itu jika kita tetap terhubung dengan Allah.
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?
Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 18 Mei 2019
Kupersembahkan segala kemuliaan hanya kepada-Mu ya Bapa
Kami mohon kuasailah kemauan kami
Supaya kami hanya menginginkan pekerjaan-pekerjaan-Mu
Dan kami mohon murnikanlah selalu niat kami
Sehingga kami tidak mencari pujian dan hormat
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
