"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 6:44-51;

Yoh 6:44
Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Yoh 6:45
Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
Yoh 6:46
Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
Yoh 6:47
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
Yoh 6:48
Akulah roti hidup.
Yoh 6:49
Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
Yoh 6:50
Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
Yoh 6:51
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
--------

Saya pernah membaca tulisan tentang perbincangan 2 orang kristiani begini:
Si A dan Si B

Si A: B kamu percaya kalau Yunus benar-benar bertahan hidup di perut ikan selama 3 hari?
Si B: Saya sih tidak percaya.
Si A: Lah.. kenapa kalau gak percaya kamu tetap membaca kitab suci?
Si B: Saya membaca kitab suci untuk mencari jalan ke sorga, supaya nanti kalau sampai di surga, saya bisa bertanya kepada Yunus.
     
Saudaraku, kembali saya ajak untuk mengucap syukur, sebab Allah lah yang membuka mata dan telinga kita sehingga kita melihat dan mendengar sorga.
Tanpa iman pernyataan Tuhan Yesus bahwa Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga, hanya lucu-lucuan.
Kehadiran Kristus dalam diri kita menjadikan kita hidup, sampai di sorga.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Rabu 18 April 2018

Kami memuji Engkau dan mengucap syukur kepadaMu ya Bapa
Engkau buka mata kami untuk melihat sukacita sorga
Engkau buka telinga kami untuk mendengar kidung pujian para malaikat

Kami memohon kepadaMu
Roh Kudus-Mu menuntun hidup kami
Dan memberikan kekuatan kepada kami
untuk melalu jalan yang sempit itu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 6:30-35;

Yoh 6:30
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
Yoh 6:31
Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
Yoh 6:32
Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
Yoh 6:33
Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
Yoh 6:34
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
Yoh 6:35
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
--------

Tentu sangat memprihatinkan jika melihat seseorang ataupun diri kita sendiri sadar, sedang duduk satu meja dengan Allah, namun kelaparan.
Padahal Tuhan telah mengundang perjamuan makan dengan cuma-cuma alias gratis.
Mungkin saja alasan untuk hadir hanya karena perasaan tidak enak, atau sekedar untuk rasa hormat.
Saudaraku, apakah kegiatan rohani yang kita jalani membuat batin kita kenyang?
Atau mungkin hanya membuat kenyang hidup jasmani, misalnya ibadat di gereja karena malu atau jaim, orang kristiani hari minggu kok tidak ibadat.
Atau kegiatan rohani hanya untuk mencari sesuatu yang lain.

Saudaraku, setuju atau tidak setuju manusia sejak kecil lebih cenderung kepada kejahatan.
Apabila makanan ilahi yaitu Roti dari sorga tidak lagi merubah hidup kita menjadi kudus, sudah sangat jelas kita tidak akan pernah sampai ke sorga atau berakhir dalam kematian.
Sorga bukanlah kematian, namun kehidupan baru dengan tubuh kebangkitan dan itu nyata sebab Tuhan Yesus sendiri sudah membuktikannya.

Saudaraku, Tuhan Yesus mengundang dan bahkan menjemput untuk makan bersama di rumah-Nya.
Ia menyambut dengan kasih dan kebaikan-Nya dan memberikan penghiburan yang istimewa bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Umat manakah yang menerima anugerah sedemikian besarnya seperti umat kristiani?
Lalu perntanyaannya: adakah diantara kita yang masih lapar?

Mari saya ajak merenungkan Injil Lukas 15:16-18:
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Kita adalah anak-anak Allah, makan satu meja dengan Allah.
Hendaklah kita tidak bertindak bodoh, sibuk mencari makanan diluar atau bertindak seperti orang upahan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Selasa 17 April 2018

Bapa di sorga
Terimalah kerinduan kami untuk memuji Engkau
Sebab Engkau telah menyediakan kebutuhan kami
Kupersembahkan hidup kami kepada-Mu ya Bapa
Sebagai tanggapan kami atas rahmat dan cinta kasih-Mu

Allah Bapa yang Mahakuasa
Jauhkanlah kejahatan-kejahatan ynag mengacaukan hidup kami
Dan kami mohon rahmat kekuatan Roh-Mu
Agar kami tidak menjadi lemah

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 6:22-29;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 6:25
Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
Yoh 6:26
Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
Yoh 6:27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Yoh 6:28
Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
Yoh 6:29
Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
--------

Saudaraku, kita pernah mendengar peribahasa mulutmu harimaumu.
Orang kristen adalah pribadi yang utuh, tidak cukup hanya menjaga ucapan.
Namun seluruh tubuh kita ini harus menjadi perwujudan kasih dan kebaikan Allah.
Bukan pula tentang makanan untuk memuaskan lidah dan perut, yang akhirnya mmembuat pelit dan serakah.
Bukan pula hanya untuk hari ini atau esok.
Namun selama hidup kita di bumi ini, harus menjadi pewarta kabar baik.

Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.(Kis 6:8)

Karunia dan kuasa yang ada di hidup St. Stefanus, juga ada dalam diri pribadi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.
Tidak perlu berpikir segala sesuatu yang luar biasa, hidup benar dihadapan Allah dan penuh kasih adalah tanda, adalah mujizat.
Sebab semakin hari bumi ini semakin dipenuhi dengan kebencian dan permusuhan.
Dan setiap orang bisa berbuat baik, bisa mengasihi sesama, bisa mengasihi tuhannya bahkan orang atheis pun bisa.
Ada yang untuk dipuji, ada yang sekedar untuk aturan agama dan lainnya.
Namun bagi orang Kristen lebih daripada itu, seluruh kasih dan kebaikan dalam hidup kita adalah kebenaran karya Allah dan yang akan membawa kita kepada kehidupan kekal.

Saudaraku, kita adalah anak-anak Allah, mari selalu hidup bersama Roh Kudus, dan selalu mengusahakan hidup agar seperti malaikat-malaikat Allah.

Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.(Kis 6:15)

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Senin 16 April 2018

Allah Bapa di sorga
Engkau selalu memperhatikan kami dan menuntun langkah kami
Peringatan-peringatan-Mu menjadi penasihat kami

Kami mohon
Jadikanlah kami seperti malaikat-Mu ya Bapa
Supaya dimanapun kami Engkau tempatkan
Hidup kami membawa kebaikan bagi setiap orang

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 24:13-35;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 24:35
Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Luk 24:36
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Luk 24:37
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Luk 24:38
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
------------

Damai sejahtera bagi kamu!

Perasaan dan pikiran para murid masih galau.
Belum lama ditinggal wafat oleh Sang Guru, lalu mendengar kabar bahwa Sang Guru hidup.

Saudaraku, kembali saya ajak untuk bersyukur dan berbahagia pagi ini.
Oleh karena kita memiliki Allah yang penuh kasih dan mengerti setiap hati anak-anakNya.
Ia bukan seperti raja yang memerintah rakyatnya dengan segala macam aturan dan larangan.
Ia bukan seperti hakim yang menghukum.
Ia adalah Allah yang mengasihi semua orang dan memberi pengampunan bagi mereka yang datang kepadaNya.
Pengampunan-Nya tidak seperti hakim, namun pengampunan yang memberikan hidup baru penuh kedamaian.
Ia akan menunjukkan jalan, agar setiap orang yang datang kepadanya tidak lagi ada keraguan.
Setiap keraguan mengakibatkan gelisah, galau sehingga tidak ada kedamaian.

Saudaraku, selama kita masih hidup di bumi ini, kita harus siap menghadapi perubahan.
Ada yang hari ini gembira tetapi esok mungkin bersedih hati.
Hari ini sangat rajin, tiba-tiba esok malas.
Kita harus siap berdiri diatas perubahan.
Bersama Tuhan Yesus, kita akan mendapatkan rahmat kebijaksanaan.
Sehingga kita tak mudah tergoyahkan oleh karena perasaan-perasaan.
Tak mudah menyebarkan kabar-kabar yang bertema: hati-hati, waspada, dan tema lain yang sebenarnya tidak kita sadari bisa menyebarkan bibit ketakutan dan kegelisahan.
Dan ingatlah selalu kita adalah pewarta kabar baik, yaitu kasih dan pengampunan Allah.
Bukan kabar yang lain.

Dan Mari selalu mengarahkan pandangan kita kepada Kristus.
Damai sejahtera bagi kamu!

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Minggu 15 April 2018

Allah Bapa di dalam sorga
Kami mohon murnikanlah hati dan pikiran kami
Sehingga kami hidup bersahaja dan tulus
Tidak mudah terpengaruh oleh segala perubahan
Pancarkanlah Cahaya-Mu dari dalam hati kami
Sehingga kami dengan mudah menerobos kegelapan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 6:16-21;

Yoh 6:16
Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
Yoh 6:17
dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
Yoh 6:18
sedang laut bergelora karena angin kencang.
Yoh 6:19
Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
Yoh 6:20
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"
Yoh 6:21
Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.
--------

Kembali para murid menyaksikan keajaiban, Tuhan Yesus berjalan di atas air.
Sebelumnya menyaksikan mujizat 5 roti 2 ikan.
Para murid bersama Tuhan Yesus tidak lama, hanya sekitar 2-3 tahun.
Mereka mendapatkan pengajaran dan menyaksikan keajaiban-keajaiban.
Lalu permenungannya: sudah berapa lama saya dan Saudaraku mengikuti Tuhan Yesus?
Apakah kita menerima pengajaran dan melihat keajaiban-keajaiban?
Lalu apakah kebersamaan kita dengan Tuhan Yesus menjadikan kita sebagai seorang murid?

Saudaraku, saya yakin dan sangat yakin kita semua ingin bertindak baik dihadapan Allah.
Tetapi...
Janganlah dilupakan bahwa:
Semua gerak dan perbuatan kita disaksikan dan dinilai oleh orang-orang disekitar kita SECARA MANUSIAWI.
Oleh sebab itu, kita harus memberikan teladan yang baik bagi semua orang disekitar kehidupan kita.
Itulah PEMURIDAN.
Hidup orang kristen harus mampu menjadi pengajar kasih dan kebaikan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Sabtu 14 April 2018

Allah Bapa yang di sorga
Puji dan syukur kasih-Mu memenuhi hidup kami
Firman-Mu mengajar kami setiap hari

Ya Bapa
Kami mohon rahmat-Mu
Dalam aktivitas kami
Dalam kesibukan kami
Kami selalu menyadari bahwa kami ini murid-Mu
Yang telah menerima pengajaran dan keajaiban
Sehingga hidup kami adalah pengajaran kasih dan kebaikan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin