Yohanes K. Sugiyarta
Injil dari Lukas 13:10-17;
Luk 13:10
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Luk 13:11
Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
Luk 13:12
Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
Luk 13:13
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
Luk 13:14
Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
Luk 13:15
Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
Luk 13:16
Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
Luk 13:17
Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.
------
Kekristenan bukan agama.
Kekristenan adalah hubungan atau relasi.
Hubungan antara manusia dengan Allah dan hubungan dengan sesama.
Agama justru sering menjadi pembatas hubungan yang intim dengan Allah.
Sebab banyak orang lalu menjadi sekedar menjalankan aturan-aturan.
Dan gagal masuk kedalam pemaknaan rohani.
Ada pula yang menjadi pagar antara kelompok satu dan kelompok lainya.
Kita semua mendengar panggilan Allah.
Allah mengajak kita semua untuk _bersama-sama_ menjaga relasi dengan-Nya.
Tidak sebagai hamba dan tuan, namun sebagai anak dan Bapa.
Sebagai anak bukan lagi takut dihukum.
Namun melakukan segala perintah-Nya karena mengasihi Allah.
Maka hidup kita semua harus menjadi perwujudan kasih Allah.
Tanpa dibatasi segala aturan dan perbedaan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 30 Oktober 2017
Bapa di surga
Kami mengucapkan syukur dan terimakasih
Oleh karena Engkau melepaskan kami
Dari segala beban yang memenjarakan kami
Kasih-Mu menjadi sumber kekuatan kami
Sehingga kami tidak lagi terikat oleh keinginan jahat
Kehendak-Mu lah yang hidup dalam kehidupan kami
Kami mohon rahmat-Mu
Agar kasih-Mu dalam hidup kami bertumbuh dan berbuah
Sehingga semakin banyak orang merasakan kebaikan-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matius 22:34-40;
Mat 22:34
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
Mat 22:35
dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
Mat 22:36
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
Mat 22:37
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Mat 22:38
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Mat 22:39
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mat 22:40
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
-----
Orang Farisi dan ahli taurat bukan hanya mengetahui tentang hukum Allah
Namun mereka juga menyelidiki, menghafal dan menjaga hukum itu di Kitab Ulangan 6.
Ul 6:1
"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya,
Ul 6:5
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Ul 6:
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Cinta sejati tidak pernah menghitung berapa banyak apa yang telah dilakukannya untuk cinta.
Dan selalu berpikir akan selalu memberi dan memberi lebih banyak lagi.
Bayangkanlah apa yang terindah di dunia ini, apa yang memuaskan pikiran kita, apa yang menyenangkan kita,
apa yang memberikan kesenangan pada pancaindera kita, semua itu akan berlalu bahkan tidak berarti dan tidak berharga sedikitpun.
Bayangkan pula perbuatan cinta kasih yang terkecil di dunia ini, sangatlah berarti dan tidak akan usang melewati masa.
Kita tersingung oleh ucapan atau perbuatan orang lain? Berarti kita kekurangan cinta
Hendaklah tidak berpikir buruk kepada siapapun, walaupun kata-kata atau perbuatannya memunculkan alasan untuk berbuat demikian.
Dan usahakanlah untuk selalu mengampuni sejak awal.
Supaya si jahat tidak ada celah untuk menjerat.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 29 Oktober 2017
Ya Bapa-ku
Engkau adil dan penuh kasih
Engkau telah membuktikan dalam hidup kami
Kami mencintai-Mu
Namun ajarilah kami untuk mencintai
Ajarilah kami
Supaya kami tidak menimbang, mengukur atau menakar
Dalam mengasihi Engkau dan mengasihi sesama
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Lukas 6:12-19;
Luk 6:12
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Luk 6:13
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
Luk 6:14
Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
Luk 6:15
Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
Luk 6:16
Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Luk 6:17
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
Luk 6:18
Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Luk 6:19
Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
---
Di media sosisal, di situs-stus berita elaktronik kita mendengar, kita melihat, kita membaca:
- Ketidakadilan
- Keserakahan
- Adu domba
- Menyebarkan hoax
- Menyebarkan ketakutan
- Ujaran kebencian
- dll
Bahkan mungkin ada diantara kita yang ikut meneruskan, ikut berkomentar ada pula yang mungkin ikut mencela.
Sebagai ungkapan ketidak setujuan tetapi ada juga yang untuk mencari semacam dukungan atas pandangannya tentang hal-hal tersebut.
Banyak yang hatinya berkobar, berteriak tanda tidak setuju.
Lalu pertanyaanya:
Apa gunanya kita ikut berteriak-teriak, dengan cara itu?
Untuk ketidaksetujuan akan apa yang kita pandang tidak baik,
Tidakkah kita tergerak untuk memberikan teladan yang baik untuk setiap orang di sekitar kita?
Dengan selalu menebarkan benib-benih yang baik yaitu cinta kasih Allah.
Kita adalah pekerja-pekerja, murid-murid yang telah dipilih oleh Allah.
Mari kita berdoa kepada Allah dan selalu melayani semua orang dengan teladan dan kata-kata sebagai murid Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 28 Oktober 2017
Allah Bapa di dalam surga
Sabda-Mu menggema di seluruh dunia
Perkataan-Mu sampai ke ujung bumi
Kami mengucapkan syukur
Sebab Engkau membuka mata dan telinga kami
Sehingga kami mendengar suara-Mu
Dan kami menjadi mengerti kehendak-Mu
Ajarilah kami untuk menyikapi dengan baik
Menyikapi segala sesuatu dengan kasih-Mu
Saat kami melihat segala hal buruk dan jahat
Supaya kami tidak ikut-ikutan mencela dan menghakimi
Kami selalu berdoa
Memohon kepadamu
Jadikanlah kami murid-murid-Mu
Dengan hidup yang mampu memberikan teladan baik
Dan yang berbicara dengan penuh kasih
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Lukas 12:54-59;
Luk 12:54
Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
Luk 12:55
Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
Luk 12:56
Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
Luk 12:57
Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
Luk 12:58
Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
Luk 12:59
Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."
----
Saya pernah mengalami putus asa karena takut memikirkan masa depan.
Saya punya cita-cita ingin kuliah di Teknik Elektro ITB.
Namun saat di bangku SMA kelas 2, orang tua saya mulai kesulitan mencari biaya sekolah.
Melihat itu saya takut dan menjadi malas sekolah dan malas belajar.
Buat apa saya sekolah jika pada akhirnya saya tidak bisa kuliah.
Sampai pada suatu hari Romo(Pastur) pamong sekolah mengatakan kepada saya demikian:
Buat apa memikirkan besok?
Besok adalah hari yang tidak tentu, kita tidak tahu bahwa esok kita masih hidup.
Lakukanlah tanggung-jawab-mu hari ini dengan sebaik-baiknya.
Allah akan menuntun langkahmu untuk mencapai cita-cita.
Banyak tanda dari Allah tentang kehidupan kekal.
Ada kehidupan kekal setelah kematian.
Banyak orang takut mati, takut menghadapi kematian.
Apabila kita memiliki hati yang bersih dan taat kepada Allah tidak akan takut mati.
Lebih baik menjauhkan diri dari dosa daripada memikirkan kematian.
Besok adalah hari yang tidak tentu, lebih baik melakukan yang baik dan terbaik hari ini.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 27 Oktober 2017
Bapa di sorga
Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik
Sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu
Engkau Mahabaik
Dan kami telah merasakan kebaikan-Mu
Kami mohon rahmat-Mu
Menjadi kekuatan dalam hidup kmai
Supaya kami selalu menjauhkan diri dari dosa
Dan berusaha hidup sedemikian rupa
Sehingga saat kami Engkau panggil
Kami hidup dalam kasih setia-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Lukas 12:49-53;
Luk 12:49
"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
Luk 12:50
Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
Luk 12:51
Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
Luk 12:52
Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
Luk 12:53
Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."
----
Sejak awal dan sampai hari ini pun, dunia menentang ajaran Tuhan Yesus.
Iman bukan tentang logika.
Misalnya tentang kebangkitan orang mati.
Iman bukan hanya sekedar upah.
Jika berbuat baik maka akan mendapatkan upah atau pahala.
Iman bukan tentang untung rugi.
Jika melakukan kewajiban agamanya akan mendapatkan ini dan itu.
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?(Yes 53:1)
Seperti yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, manusia menolak kehadiran Tuhan Yesus, menolak kehadiran Allah.
Manusia lebih mencintai upah.
Marilah kita perhatikan dengan seksama, keinginan dunia bertentangan dengan rahmat Allah.
Semua orang tentunya ingin berbuat baik, dalam kata-kata dan perbuatannya.
Tetapi hati-hati banyak orang yang tertipu oleh sesuatu yang tampak luarnya saja baik.
Keinginan dunia itu cerdik dan menarik, ia telah berhasil menipu banyak manusia sehingga terjerat oleh kepentingan diri.
Maka marilah kita selalu waspada dan hati-hati.
Kita sebagai anak-anak Allah, ijinkanlah Roh Kudus yang memimpin langkah kita.
Dan konsekuensinya kita akan ditolak oleh dunia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 26 Oktober 2017
Allah Bapa di dalam sorga
Cahaya-Mu menerangi langkah kami
Itulah anugerah yang istimewa
Engkau mengangkat kami dari keduniawian
Dan membawa kami kedalam kasih-Mu
Kami sungguh berbahagia dan mengucap syukur
Dan kami selalu memohon kekuatan Roh-Mu
Agar kami sanggup dan kuat melawan keinginan dunia
Doa syukur dan permohonan kami ini
Kami persembahkan kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami
Amin
