"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 10:17-22;

Saya kutip sebagian:

Mat 10:17
Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
Mat 10:18
Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Mat 10:19
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
Mat 10:20
Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
---------

Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir

Saudaraku,
tidak semua umat kristiani mengalami penganiayaan seperti yang dialami para martir.
Namun apakah lantas tidak ada badai penganiayaan jenis lain?
Ada atau tidak dan apakah badai itu menerpa kita atau tidak, sebagai murid-murid Kristus kita wajib menyiapkan diri dengan membangun hidup yang berakar dalam Kristus.
Seandainya badai itu ada dan menerpa kita, tidak akan mungkin tercabut sampai ke akarnya, hanya ranting-ranting kering saja yang berjatuhan.
Dan memang ranting-rating kering harus jatuh.
Maka ada baiknya kita berani memeriksa diri sendiri adakah "ranting-ranting kering" dalam hidup kita.
Yaitu bagian diri kita yang tidak dihidupi oleh Roh Kudus karena sembunyi dari Cahaya Ilahi, seperti ranting yang kering.
Dan walaupun semua ranting berbuah, tetap saja ada kemungkinan angin kencang atau badai datang dan itulah kenyataan hidup.
Wajib kita sadari supaya kita tetap teguh bertahan dalam Kristus.

Saudaraku,
marilah menerima ketidaknyamanan atau mungkin kesengsaraan dengan sikap jantan, jangan jadi pengecut sebab kita akan kehilangan kegembiraan dan kedamaian.
Mengapa demikian? Pengecut sebenarnya sudah menyerah sebelum bertanding.
Seorang atlit yang sudah berusaha maksimal walaupun kalah tetap memperoleh kegembiraan lain.

Saudaraku,
selalu ada "keuntungan rohani" dalam keadaan apapun apabila kita tetap setia di jalan Allah.
Dan menjadi pundi-pundi, buah iman, sebagai persembahan kita kepada Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 26 Desember 2019

Sungguh kami berbahagia ya Bapa
Sebab kami mengerti artinya mengasihi-Mu
Kami serahkan hidup kami hanya untuk rencana-Mu
Sebab dengan berbagai cara Engkau memelihara kami
Dan Engkau selalu menopang kami dalam segala keadaan
Firman-Mu menerangi hati dan pikiran kami
Sehingga kami tidak jatuh oleh karena keinginan-keinginan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 2:15-20;

Luk 2:15
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
Luk 2:16
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Luk 2:17
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Luk 2:18
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Luk 2:19
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Luk 2:20
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
--------

Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana

Saudaraku,
saya berandai-andai jika Tuhan Yesus lahir di dunia pada zaman ini dan kabar kelahirannya itu diterima oleh generasi milennial.
Apakah Tuhan Yesus lahir di kandang domba?
Dan apakah kaum milennial itu lantas percaya seperti para gembala?

Saudaraku,
hampir setiap natal saya bertanya kepada diri saya sendiri: apakah Tuhan Yesus sungguh-sungguh lahir?
Pertanyaan itu saya buat refleksi diri saya sendiri, melihat diri sendiri apakah "Tuhan Yesus hidup dihidup saya".
Sebab Tuhan Yesus lahir untuk orang hidup, Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.(Bdk Mat 22:32)
Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya "HIDUP".
Jadi bukan tentang kematian, bukan pula tentang segala aturan untuk surga atau neraka.
Tetapi bagaimana "hidup seorang kristiani berguna bagi sesama".
Dalam bahasa jawa lebih pas dan menarik: "Migunani tumraping liyan".

Saudaraku,
kaum milennial berapa lama kalian menghabiskan waktu dengan internet?
Dan berapa sering kalian memikirkan kebaikan untuk teman-temanmu?
Tuhan Yesus lahir dalam keadaan yang sangat sederhana, tidak perlu berpikir hal-hal yang besar untuk melakukan kebaikan kepada orang lain.
Banyak hal-hal sederhana yang bisa menjadi sangat luar biasa apabila dibungkus dengan kasih.
Maka "peliharalah kasih" supaya tetap hidup dalam hidup kita.
Dengan demikian hidup kita walaupun dalam kesederhanaan pasti akan menjadi kabar gembira bagi setiap orang.

SELAMAT NATAL

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 25 Desember 2019

Saat kami merenungkan kebaikan-Mu ya Bapa
Rasanya kami belum cukup banyak berbuat baik
Seringkali kami hanya memikirkan diri kami sendiri
Dan takut kehilangan kenyamanan

Terimakasih Ya Bapa
Engkau memberikan teladan kepada kami
Engkau hadir dalam kesederhanaan

Kami mohon Roh Kudus-Mu
Menjadi kekuatan kami
Penuntun kami
Sehingga tidak lagi memikirkan diri sendiri
Mendorong kami untuk lebih banyak berkarya dalam kebaikan untuk sesama

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 1:67-70;

Saya kutip sebagian:

Luk 1:67
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
Luk 1:68
"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
--------
Luk 1:76
Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
Luk 1:77
untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
Luk 1:78
oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
Luk 1:79
untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."
--------

Untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera

Saudaraku,
Gereja dibangun dari Firman Tuhan.
Umat kristiani selalu mendapatkan kekuatan, penghiburan dan pengharapan dalam Firman Allah.
Dengan demikian Gereja hadir sebagai cahaya dalam kegelapan, membawa kabar gembira dan menyatakan kehidupan kekal.

Saudaraku,
kita adalah anak-anak Allah, hidup kita telah dipilih Allah untuk "membuat jalan menuju damai sejahtera".
Untuk mewujudkan Firman Allah dalam hidup kita sehari-hari dengan "pimpinan Roh Kudus".
Tanpa Roh Kudus, Firman Allah tidak akan hidup dan Injil cenderung hanya dianggap sebagi jimat dan bisa saja hanya seperti buku dongeng atau sejarah.
Lihatlah para rasul, dengan segala kekurangannya dan kesederhanaannya, mereka membuka jalan menuju Tuhan Yesus.
Sebagai anak Allah kita pasti telah menerima sarana-sarana yang cukup, pakailah itu, supaya tidak diambil lagi oleh-Nya.

Saudaraku,
marilah berusaha untuk hidup sedemikian rupa sehingga dalam segala keadaan, kita mampu mengendalikan diri "tetap tampil sebagai anak-anak Allah".
Doa mampu menjadi selubung untuk menutupi panca indra, sehingga tidak mudah tergoda untuk menyimpang.
Maka jika perlu berdoalah dalam setiap kesempatan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 24 Desember 2019

Kebesaran-Mu nyata dalam hidup kami ya Bapa
Kuasa-Mu selalu Engkau nyatakan di depan mata kami
Kami memerlukan kekuatan Roh Kudus-Mu ya Bapa
Untuk melawan keinginan-keinginan kami
Oleh karena itu ya Bapa
Dengan sungguh hati kami mohon
Roh-Mu yang menghidupi kami
Supaya hidup kami mampu menjadi cahaya dan membawa kabar gembira

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 1:57-66;

Saya kutip sebagian:

Luk 1:57
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
Luk 1:58
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
--------
Luk 1:62
Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
Luk 1:63
Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.
Luk 1:64
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
Luk 1:65
Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
Luk 1:66
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
--------

Namanya adalah Yohanes

Saudaraku,
saya percaya keberadaan saya adalah rencana Allah dan saya juga percaya Allah "memberi nama" kepada saya.
Karena Allah pasti punya rencana untuk semua ciptaan-Nya, namun tidak semua manusia taat kepada "pendengaran ilahi"
Zakharia dibuat bisu saat "meragukan pendengarannya".
Menjadi bisu adalah "stempel Allah", tanda Allah, sekaligus supaya Zakharia tidak lagi terganggu oleh "suaranya sendiri" dan telinganya fokus untuk mendengar suara Allah.

Saudaraku,
Allah memberikan tanda kepada kita setiap hari bahkan setiap saat, apalagi saat kita menghadapi pilihan sorga atau dunia.
Ada yang taat adapula yang tidak taat dan akhirnya binasa oleh keinginannya sendiri.
Tuhan Yesus adalah "tanda terbesar Allah" untuk manusia yang dikasihi-Nya, sekaligus menjadi bukti nyata kasih itu.
Dan Roh-Nya menyertai setiap orang yang percaya kepada-Nya, dan membuat "mulutnya" hanya mengucapkan kabar sukacita dan damai sejahtera.

Saudaraku,
orangtua kita memberi nama kepada kita, tentunya memiliki makna dan pengharapan yang baik.
Maka marilah kita hanya mewujudkan pengharapan yang baik itu bersama Allah.
Dengan taat kepada "tanda" dari Allah sumber segala kebaikan, sebab Tangan Allah menyertai setiap orang yang taat kepada-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 23 Desember 2019

Apakah sebabnya Engkau selalu mendekati kami ya Bapa?
Kalau bukan karena kasih-Mu
Oleh karena itu kami ucapkan syukur kepada-Mu ya Bapa
Dan kami akan mempersembahkan hidup yang terbaik
Supaya kami selamat dan hidup dalam kasih-Mu selama-lamanya

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 1:18-24;

Saya kutip sebagian:

Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Mat 1:22
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
Mat 1:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" ?yang berarti: Allah menyertai kita.
Mat 1:24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
---------

Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita, Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka

Saudaraku,
sebagai umat kristiani kita percaya kepada Allah yang hidup, Imanuel, Allah yang menyertai.
Tetapi terlalu sering kita hidup seakan-akan Allah berada di langit.
Kita sering lupa bahwa Allah ada dan hidup di sisi kita.

Saudaraku,
tentunya setiap kejadian bisa disikapi atau dilihat dari banyak sudut bahkan dari banyak dimensi.
Saya sering menulis bahwa seorang kristiani memiliki kemampuan untuk melihat dari dimensi Allah.
Dan tantangan atau konsekuensinya sangat-sangat jelas, mematikan daging dan ditolak oleh dunia.
Namun Allah memang luar biasa, Ia memberikan pahlawan teladan yang sempurna yaitu Bunda Maria dan Bapa Yusuf.
Yang dengan "tulus menyerahkan hidupnya" untuk karya penyelamatan Allah.

Saudaraku,
bukankah kita merasa gembira apabila memperoleh perlakuan baik.
Maka marilah "hidup dalam kehadiran Allah", dan kita akan menjadi "mesin kebaikan".
Sebab tidak akan ada lagi keinginan jahat dan kehadiran-Nya melindungi kita dari segala yang jahat dan memberikan kekuatan kepada kita untuk menahan rasa sakit.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 22 Desember 2019

Allah Bapa di sorga
Mata kami melihat para kudus hidup bahagia di sorga
Telinga kami mendengar kidung pujian surgawi yang memuliakan nama-Mu
Dan selalu menyadarkan kami bahwa kami adalah anak-anak-Mu
Yang melakukan kehendak-Mu dan mewujudkan rencana keselamatan-Mu

Allah Bapa kami
Kami mohon pakailah hidup kami
Kuasailah keinginan kami
Dan jika perlu paksalah tangan kami untuk menghadirkan karya-Mu
Sebab kami melihat
Tanpa Engkau kami akan binasa

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin