"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 21:5-11;

Saya kutip sebagian:

Luk 21:9
Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
Luk 21:10
Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
Luk 21:11
dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
---------

Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit

Saudaraku,
sampai hari ini masih banyak orang kehilangan nyawanya karena Kristus.
Dan tidak sedikit orang yang hidup dalam tekanan karena imannya kepada Tuhan Yesus.
Walaupun peradaban manusia semakin baik, ternyata tidak serta merta kehidupan batinnya semakin baik.
Hidup yang seharusnya sederhana dibuatnya menjadi sulit.
Bukankah manusia lahir bukan seperti ayam yang langsung bisa berjalan sendiri?
Dan mengapa tidak semua orang menyadari realitas itu?

Saudaraku,
akan bangkit bangsa melawan bangsa, demikianlah penolakan manusia terhadap dirinya sendiri.
Manusia tidak berani mengakui keadaan dirinya sendiri, kesombongannya menutupi kekurangannya.
Jika dengan dirinya sendiri tidak mampu berdamai, bagaimana mungkin ada kedamian dalam hidupnya?
Jika dengan dirinya sendiri saja tidak sanggup menerima, apakah mungkin manusia bisa menerima tanda-tanda dari bumi ini?

Saudaraku,
akal budi adalah penasihat yang buruk, pemandu yang tidak cakap, ia tidak melihat peta Allah, jadi bagaimana mungkin kita jadikan pengemudi jiwa kita?
Ia hanya melihat peta hidupnya sendiri maka bersiaplah untuk tersesat jika hidup dikemudikan oleh akal budi.
Akal budi tidak akan sanggup menghadapi badai dan topan.
Maka mari biarlah Roh Kudus yang menjadi pengemudi kita, Ia melihat yang tidak terlihat dan Ia punya kuasa untuk menghentikan badai.
Yaitu dengan menjaga hati dan pikiran tetap bersih, dengan cara selalu menjauhkan dari hamba diri.
Supaya tanda-tanda Allah menjadi nyata dalam hidup kita, sehingga kita sampai kepada keabadian bersama Bapa di surga.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 26 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Ampunilah kami ya Bapa oleh karena kesombongan kami
Seringkali kami mengabaikan tanda-tanda dari-Mu
Dan lebih menuruti pendapat kami sendiri

Kami mohon jamahlah kami ya Bapa
Angkatlah kami dari lumpur dunia
Dan bawalah kami masuk ke dalam bait-Mu yang kudus
Sehingga kuasa-Mu nyata dalam hidup kami
Dan setiap orang yang melihat menuji dan memuliakan nama-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 21:1-4;

Luk 21:1
Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
Luk 21:2
Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
Luk 21:3
Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
Luk 21:4
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
--------

Janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya

Saudaraku,
hal memberi bukan tentang berapa banyak dan ikhlas atau tidak namun yang dipandang oleh Allah adalah ada nilai "pengorbanan".
Berkorban adalah memberi tanpa harapan, seperti lirik lagu "hanya memberi tak harap kembali".
Bahkan jangan pula berharap pemberian kita atau kebaikan kita kelak akan memperoleh balasan dari orang lain.

Saudaraku,
pertimbangan orang tentang keadaan hal-hal lahiriah selaras dengan perasaan hatinya.
Demikian pula dalam hal memberi, jika memiliki hati yang murni, murni pula pemberiannya.
Maka tidak akan pernah mencari "penghiburan" dalam pemberian itu.
Sebaliknya apabila tidak murni hatinya tidak mungkin mau berkorban.
Sebab dikuasai oleh rasa takut dan cemas akan segala sesuatu.

Saudaraku,
memberi bukan hanya tentang uang.
Memberi kemampuan yang terbaik dalam pekerjaan.
Mengatur waktu yang terbaik juga wujud dari sebuah pemberian, sebab setiap detik kita bisa melakukan yang terbaik untuk siapapun, teman, keluarga dan tanggung jawab kita lainnya.

Salib adalah pengorbanan.
Maka hidup seorang kristiani adalah pengorbanan bukan kesenangan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 25 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Tanpa Engkau tangan kami tidak akan tulus memberi
Tanpa Engkau kami selalu haus penghiburan duniawi, pujian dan kehormatan

Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus Engkau memberikan teladan yang terbaik dalam berkorban
Dan Engkau nyatakan dalam hidup kami setiap hari
Sampai hari ini begitu banyak orang yang rela memberikan hidupnya bagi banyak orang
Sehingga kami mengerti bahwa kemurnian hidup hanya bisa diperoleh dengan pengorbanan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 23:35-43;

Saya kutip sebagian:

Luk 23:35
Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
Luk 23:36
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
Luk 23:37
dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
Luk 23:38
Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
---------

Jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah

Saudaraku,
apakah kita sungguh-sungguh percaya Yesus adalah Allah?
Mari saya ajak melihat-lihat diri sendiri, apakah masih ada kata "jika".
Percaya kepada Tuhan Yesus adalah berserah diri kepada-Nya dan melakukan kehendaknya tanpa syarat.

Saudaraku,
setiap orang suka melakukan kehendaknya sendiri dan tertarik kepada mereka yang sepaham dengannya.
Mengikut Tuhan Yesus harus berani mengesampingkan "diri sendiri", dalam pendapat dan keinginan.
Mengasihi kepada orang yang membenci, bagi orang dunia tidak masuk akal!
Rendah hati, bagi dunia tidak masuk akal, lama-lama bisa diinjak-imjak!
Allah yang menjadi manusia dan mati disalibkan, bagi dunia adalah kebodohan! Memang Allah tidak punya cara lain!

Saudaraku,
daging ini selalu meminta syarat dan tidak mudah ditaklukkan, menjadi sumber dari segala kecemasan.
Dan kelemahan itu selalu dimanfaatkan oleh si jahat untuk memunculkan kata "jika".
Supaya kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus Kristus terkikis sedikit demi sedikit.

Saudaraku,
marilah kita menyadari bahwa hidup adalah sebuah pertempuran.
Bertempur melawan diri sendiri, mengalahkan segala keinginan.
Oleh karena itu mari mohon pertolongan kepada Allah, dan Ia pasti akan memberikan kekuatan kepada kita, supaya tidak ada lagi kata "jika" dalam melakukan kedendak-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 24 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Penghiburan kami hanya ada pada-Mu
Hati dan pikiran kami tertuju hanya kepada-Mu
Supaya kami tidak tergoda oleh kenikmatan dan kecemasan

Kami menyadari tanpa Engkau kami tidak mampu bertahan
Oleh karena itu ya Bapa
Kami hanya percaya kepada-Mu
Roh yang sama yang hidup dalam orang-orang kudus-Mu
Akan hidup pula dalam diri kami jika kami taat kepada-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 20:27-40;

Saya kutip sebagian:

Luk 20:36
Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
Luk 20:37
Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
Luk 20:38
Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."
---------

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup

Saudaraku,
motif yang paling menonjol bagi para martir adalah keyakinan mereka akan kebangkitan badan.
Ya... kita semua akan sampai saatnya.
Maka permenungannya adalah:
Seperti daun-daun kering yang berguguran, demikian jiwa-jiwa gugur dalam keabadian setiap hari.
Suatu hari, daun yang gugur itu adalah kita sendiri.
Akankah kita biarkan begitu saja setiap hari berlalu tanpa sedikit saja persembahan kepada Allah?

Saudaraku,
Ia akan mengadili orang hidup dan mati, semoga kita tidak lupa akan pengadilan ini.
Oleh karena itu motivasi para martir sangatlah membantu kita, supaya kita juga mampu bertahan sampai kesudahannya.
Sebab semakin banyak manusia yang hanya memuaskan telinganya, dan menolak teguran Allah.
Memang benar Allah adalah Maha Pengampun, Maha Pengasih, namun ingat Ia juga "Maha Adil"

Saudaraku,
apakah yang kita cari di dunia ini?
Bukankah dunia ini cepat berlalu?
Bahkan setiap kesenangan itu telah berlalu sebelum kita sempat menikmatinya.
Tetapi jika kita melakukan kehendak Allah, pekerjaan itu akan abadi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 23 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Engkau yang membuat orang miskin kaya kebajikan
Dan Engkaupun punya kuasa membuat orang kaya bisa rendah hati

Kami mohon penuhilah hati kami dengan penghiburan-Mu setiap hari
Supaya kami tidak tergoda oleh penghiburan duniawi
Supaya telinga kami tidak mencari kepuasan karena sanjungan
Dan kami memang pantas menerima anugerah dari-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 19:45-48;

Luk 19:45
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
Luk 19:46
kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Luk 19:47
Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
Luk 19:48
tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.
---------

Rumah-Ku adalah rumah doa

Saudaraku,
gereja adalah tempat orang mencari pengampunan dan penyembuhan.
Dan gereja menjadi tempat bagi mereka yang tersesat dan bagi mereka yang lemah.
Maka hidup setiap orang kristiani, memmbawa pengampunan, penyembuhan, menolong yang lemah dan wujud kehadiran Allah.

Saudaraku,
Allah bertahta diatas altar dan dikelilingi oleh malaikat-Nya.
Allah bertahta di setiap hidup orang kristiani, sehingga tidak lagi hidup sebagai "pedagang" yang hanya memikirkan untung rugi.
Tidak sedikit orang yang hanya memikirkan berkat, berkat dan berkat.
Tidak ada yang salah dengan berkat, sebab Allah pasti akan memberkati kita karena Allah menjadikan kita untuk menjadi berkat bagi semua orang.
Namun banyak orang menjadi salah fokus dan lupa bahwa "kebangkitan" itu ada karena kematian.
Sehingga banyak orang yang tertipu oleh "keindahan mazmur" dan lupa salib.
Lalu ada banyak gereja nampak seperti pasar atau mall yang menyediakan sarana untuk berdagang.

Saudaraku,
hidup orang kristiani adalah Gereja Allah.
Jadi seorang kristiani adalah untuk membawa kesembuhan, pengampunan dan menolong yang lemah.
Bukan "PEDAGANG", lalu mencari keuntungan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 22 Nopember 2019

Allah bapa kami
Kepada-Mu kami serahkan segala yang baik
Kupersembahkan pula hidup kami kepada-Mu
Pakailah untuk rencana-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin