"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 24:37-44;

Saya kutip sebagian:

Mat 24:37
"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Mat 24:38
Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
Mat 24:39
dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
---------
Mat 24:42
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Mat 24:43
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
Mat 24:44
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
---------

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang

Saudaraku,
minggu pertama adven kita menyalakan lilin pertama warna unggu yang maknanya "harapan".
Pengharapan yang berasal dari Alah yang kita peroleh melalui rahmat iman, yaitu pengharapan akan kehidupan kekal.
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan.(Bdk Rm 4:18)
Pengharapan itulah yang senantiasa menjadi kekuatan kita sehingga kita selalu terjaga.
Supaya dalam segala sesuatu dan yang dihadapkan kepada tangan kita adalah hasil dari pengabdian kita kepada Allah.
Dan dipercayakan kepada kita untuk kemuliaan-Nya.
Sehingga dalam segala sesuatu kita tidak mudah berpaling dari pandangan Allah.

Saudaraku,
pengharapan itu pula yang membuat kita sanggup memupuk dan memelihara cita-cita mulia.
Sehingga saat akhir nanti kita membawa buah-buah yang melimpah dihadapan-Nya.
Kecemasan, ketakutan adalah musuh dari ketekunan kita dalam berharap, maka lawanlah sejak dari awal.
Tidak mudah memang, buktinya masih banyak orang yang langsung percaya dengan berita bohong.
Tidak sedikit orang kristiani yang langsung meneruskan "berita kecemasan", yang berhubungan dengan sakit penyakit, penipuan, perampokan dan lainnya.
Selama kita setia menjaga norma-norma kesalehan sesuai dengan firman Tuhan, masih adakah alasan takut dengan perangkap-perangkap itu?
Bukankah mati atau hidup itu adalah kuasa-Nya? Lagi-lagi pembenarannya: cemas itu manusiawi!
Menurut saya kata "manusiawi" itu adalah termasuk salah satu perangkap iblis, yang berusaha melemahkan kita.
Atau apakah sebenarnya kita memang takut kehilangan kenikmatan diri?

Saudaraku,
mari tetap "terjaga", supaya ketekunan kita tidak tergoyahkan oleh karena kelemahan kita atau kelemahan-kelemahan orang lain.
Kasih.. cinta.. adalah rahasia dari ketekunan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 1 Desember 2019

Allah Bapa kami
Disaat kami lemah
Kami ingat kebaikan-Mu
Disaat kami cemas
Kami ingat kuasa-Mu
Disaat kami kesepian
Kami ingat besarnya kasih-Mu

Puji dan syukur ya Bapa
Engkau tidak pernah membiarkan kami sendirian
Engkau menyertai kami dalam segala keadaan

Kami mohon ya Bapa
Bebaskanlah hati dan pikiran kami dari semua rintangan yang menghalangi wajah-Mu
Sehingga cahaya wajah-Mu menjauhkan kami dari kecemasan dan dari segala keinginan yang jahat

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 4:18-22;

Mat 4:18
Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Mat 4:19
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Mat 4:20
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
Mat 4:21
Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
Mat 4:22
dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
--------

Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia

Saudaraku,
jika telinga kita mendengar panggilan Allah adalah rahmat yang terbesar, sekaligus tantangan yang besar.
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.(Bdk Mat 22:14)
Karena tidak mengenakan pakaian pesta.
Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.(Bdk Mat 22:12)

Saudaraku,
apakah ada yang tidak "berkobar" saat mendengar panggilan itu?
Jika kita mau dengan sungguh-sungguh melihat karya Allah dalam diri kita, akan sangat malu ternyata selama ini kurang mengucap syukur.
Atau mungkin ada yang sudah merasa "kenyang" dengan caranya sendiri.
Apakah kenal Yesus? Mungkin hanya sebatas seperti mengenal artis atau tokoh melalui media.
Saat ibadat di gereja pun hanya seperti menonton pertunjukkan.

Saudaraku,
jika pergi ke pesta kita berpakaian pesta dan pakai seragam sekolah saat pergi ke sekolah.
Permenungannya: apakah kita telah berusaha menggunakan semua sarana dalam menanggapi panggilan Allah itu?
Menggunakan semua sarana adalah sebagai wujud penguasaan diri.
Sebab Allah telah menyediakan semua yang kita butuhkan untuk mengikuti panggilan-Nya.
Maka janganlah biarkan "banguna rohani" kita mengambang atau bahkan "reyot" mudah roboh, pandanglah sekitar kita, Allah telah menyediakan semuanya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 29 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Kami mendengar suara-Mu
Dan kami mengerti kehendak-Mu
Ampunilah kami apabila kami terlalu lambat untuk melakukan perintah-Mu
Dan kami mohon mujizat-Mu selalu menyertai langkah kami
Sehingga kami selalu aman dijalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 21:29-33;

Luk 21:29
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
Luk 21:30
Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
Luk 21:31
Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Luk 21:32
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
Luk 21:33
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
---------

Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat

Saudaraku,
walaupun negara kita indonesia tercinta ini bukan "negara agama" namun agama sering kali dipakai untuk menghakimi sesamanya.
Apabila ditimbang-timbang memang tampak sangat menyedihkan, yang katanya beragama namun perbuatannya menyimpang.
Lagi-lagi ungkapan "ya namanya manusia" menjadi semacam pembenaran.
Jika seorang atheis saya anggap bermata satu, tentunya seorang pemeluk agama bisa saya anggap bermata dua, satu mata manusia  dan satu mata Allah.
Di alam raya ini Allah berkarya setiap hari, lalu mengapa manusia tidak melihatnya?

Saudaraku,
satu hal yang perlu kita sadari, sispakah kita manusia ini yang begitu takut akan kehilangan dunia?
Bukankah yang hari ini ada, belum tentu esok masih ada?
Mengapa tidak takut kepada Allah yang berkuasa atas hari ini dan hari esok?

Ada banyak orang yang mudah terpengaruh oleh kata-kata, sehingga istilah "penodaan" atau "penistaan" menjadi sangat populer.
Banyak orang yang merasa "diadili atau dihakimi" dengan kata-kata.
Kita sebagai orang kristiani pasti dengan sangat mudah memaafkan karena kita hidup oleh belas kasih Allah.
Namun saya tidak suka menggunakan kata memaafkan, saya terbiasa menyikapi bahwa sesuatu yang datang dari luar diri cukup mudah untuk ditaklukkan, isitilah saya: tidak sempat tersakiti, terhina atau ternodai.
Justru lebih baik fokus dengan apa yang datang dari dalam diri, supaya apa yang keluar dari dalam diri yaitu perkataan dan perbuatan kita adalah tanda bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Saudaraku,
mari arahkanlah pandangan kita kepada Allah, sebab Ia berkuasa membebaskan kita dari segala kenistaan.
Ia akan memberikan anugerah kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya.
Maka tinggalkanlah dirimu dan engkau akan melihat tanda itu dan engkau akan aman dijalan-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 29 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Memang terkadang sangat berat untuk berserah diri kepada-Mu
Tubuh ini seolah-olah telah terikat oleh dunia
Kami sadar bahwa Engkau curahkan rahmat yang berlimpah
Namun seringkali tanda dunia terlihat jauh lebih menarik

Kami mohon murnikanlah hati kami dengan Roh-Mu
Supaya kami bisa terlepas dari kepentingan diri sendiri
Sehingga kehendak-Mu yang terwujud dalam hidup kami
Menjadi tanda bagi banyak orang bahwa Engkau adalah Allah yang hidup

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 21:20-28;

Saya kutip sebagian:

Luk 21:25
"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Luk 21:26
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Luk 21:27
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Luk 21:28
Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
-------

Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini

Saudaraku,
permenungan pagi ini saya awali dari Kitab Mazmur 119:104-105:
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Daud "hidup dalam pengertian dari titah-titah Allah" dan Firman Allah menjadi pelita bagi kakinya.
Darimana diperoleh "pengertian-pengertian Allah", jika seseorang tidak bergaul dengan Allah?

Saudaraku,
senjata para atlit untuk menang dalam pertandingan adalah berlatih setiap hari dan terus menerus.
Tidak hanya sekedar melatih fisik namun juga belajar strategi bertanding.
Demikian pula dalam hal "iman", Tuhan Yesus telah mengatakan kepada kita bahwa hanya orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.(Bdk Mat:24:13)
Kecemasan dan ketakutan ada dalam diri setiap orang setiap detik.
Manusia selalu takut kehilangan dirinya.
Menyadari hal itu tidak akan mungkin ada damai tanpa Allah.
Lihatlah banyak orang yang hidupnya berlimpah uang dan harta, dan apa yang telah diperolehnya itu tidak berkuasa menghilangkan kecemasan.

Saudaraku,
Mari kita hanya bergaul dengan Allah, janganlah berusaha berdebat dengan dunia, sebab hal itu hanya kesia-siaan.
Namun bersikaplah tegas kepada dunia dengan "pengertian Allah" dan dengan "iman yang hidup".
Dengan demikian hidup kita akan damai sampai kepada kesudahannya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 28 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Kami selalu sadar bahwa kami tidak mungkin terhindar dari godaan
Dunia menyajikan kebimbangan-kebimbangan

Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon kuatkanlah kami dengan Sabda-Mu
Supaya akal budi ini hanya tunduk kepada Roh-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 21:5-11;

Saya kutip sebagian:

Luk 21:12
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
Luk 21:13
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
---------
Luk 21:17
dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
Luk 21:18
Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.
Luk 21:19
Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.
---------

Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi

Saudaraku,
menjadi seorang kristiani tanpa keluh kesah, apakah mungkin?
Ada satu ungkapan yang saya sering dengar: "namanya juga manusia!"
Lalu pertanyaannya: pantaskah kita berkata demikian?

Saudaraku,
apabila hidup kita sesuai dengan yang kita harapkan, masihkah kita ingat bersyukur?
Nampaknya orang tidak pernah lupa berkeluh kesah saat hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Padahal baik atau buruk adalah kenyataan yang akan dihadapi setiap manusia.
Coba pandanglah di sekitar kita, ada yang berusaha sedikit dan berbuah banyak, ada pula yang berbuat banyak namun tidak berbuah.

Saudaraku,
tidak kurang-kurangnya Allah mengajar kita dan tidak bosan-bosannya Allah mendekat kepada kita.
Melalui setiap kejadian Allah berbicara kepada kita, oleh karena belas kasih-Nya supaya kita selamat.
Beranikah kita memandang setiap kejadian dari dimensi sebagai anak Allah?
Sebab Tuhan Yesus menginginkan kita untuk menjadi saksi-Nya.
Mari kita selalu berusaha untuk bijaksana dalam tingkah laku, tidak mudah percaya oleh perkataan dan keinginan.
Dan mempertimbangkan tiap-tiap perkara, dengan sadar bahwa kita adalah anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 27 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Pantaslah kami bangga saat kami melakukan kehendak-Mu
Kami mohon pandanglah hamba-Mu ini
Terangilah sudut-sudut hati kami dengan Cahaya Roh-Mu
Supaya tidak ada sedikit pun hal-hal yang tersenbunyi
Sehingga karya-Mu nyata dalam kehidupan kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin