Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 11:42-46;
Luk 11:42
Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Luk 11:43
Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.
Luk 11:44
Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya."
Luk 11:45
Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga."
Luk 11:46
Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.
---------
Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat
Saudaraku,
kata-kata Tuhan Yesus yang sangat keras itu, bukan untuk pencuri atau pelacur, tetapi untuk ahli Taurat dan orang Farisi.
Melalui Injil kita mengetahui bahwa ahli Taurat dan orang Farisi adalah "orang-orang relijius" jika dilihat dari luarnya saja.
Dan memang di zaman itu orang-orang Yahudi sangat menghormati mereka.
Saudaraku,
orang-orang Farisi dan ahli Taurat mengajarkan hukum Allah, itu baik.
Namun yang tidak baik adalah "upaya-upaya pembenaran diri".
Dan mereka lebih mengutamakan bentuk daripada subtansi, lebih mengutamakan penampilan daripada kenyataan.
Mereka melakukan kewajiban agamanya hanya untuk dilihat orang.
Memang sangat mudah melihat kemunafikan orang lain, tetapi tidak mudah untuk melihat diri sendiri.
Saudaraku,
baiknya kita jangan mudah percaya kepada diri kita sendiri.
Sebab kadang-kadang kita digerakkan oleh dorongan hawa nafsu.
Maka lebih baik memperhatikan diri sendiri daripada memperhatikan soal-saol lainnya.
Sebab dengan cara itulah kita memperoleh damai dan persatuan yang benar dengan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 12 Oktober 2022
Tuhan Yesus
Kami mengetahui tidak ada gunanya mencari kesaksian dunia
Maka kami berusaha untuk hidup benar dihadapan-Mu
Dan kami ingin selalu berada didekat-Mu
Kami mohon ajarilah kami untuk taat
Supaya kami tidak terjebak dalam tipu daya daging
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 11:37-41;
Luk 11:37
Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
Luk 11:38
Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
Luk 11:39
Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
Luk 11:40
Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
Luk 11:41
Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.
---------
Kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan
Saudaraku,
kemurnian hati bukanlah usaha sekejap.
Kita harus selalu waspada dalam menjaga pintu hati.
Setiap detik, "keinginan-keinginan" mencoba untuk membuka pintu gerbang hati kita.
Hati-hati jangan biarkan kebusukkan hawa nafsu itu masuk kedalamnya.
Ingatlah "kepuasan sesaat" selalu meninggalkan "endapan" dalam diri kita.
Saudaraku,
janganlah "menjajakan hati".
Janganlah menganggap hati sebagai barang dagangan.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.(Ams 4:23)
Lepaskanlah dari segala keduniawian.
Coba perhatikan, dorongan hati selalu cenderung mencari pegangan di dunia ini.
Maka jika kita tidak hati-hati, bisa menjadi rantai yang akan memperbudak kita.
Saudaraku,
terang Roh Kudus dan Firman Tuhan, senantiasa menjaga hati kita.
Jadi jangan pura-pura tidak tahu.
Sebab bagi kita anak-anak Allah, melihat dan mengerti dengan sangat-sangat jelas segala hal yang menyesatkan hati.
Maka yang kita butuhkan adalah "ketaatan".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 11 Oktober 2022
Tuhan Yesus
Engkau melihat hati kami
Dan Engkapun memenuhi hati kami dengan pertimbangan-pertimbangan-Mu
Sungguh kami mengucap syukur
Dan kami mohon ajarilah kami untuk taat
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 11:29-32;
Luk 11:29
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Luk 11:30
Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Luk 11:31
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
Luk 11:32
Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
---------
Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini
Saudaraku,
Tuhan Yesus menjelaskan kepada kita, orang Niniwe "yang tidak bertuhan" mendengar Firman Tuhan, bertobat dan melakukan penebusan dosa.
Orang-orang di zaman Tuhan Yesus, melihat keajaiban yang dibuat Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak percaya.
Lalu permenungannya: kita telah mendengar "Firman kehidupan", apakah pendengaran itu mampu menjaga kita tetap berada di jalan Allah?
Saudaraku,
jika kita ingin maju dalam hal kerohanian hendaklah kita tetap takut akan Allah.
Lebih suka memperhatikan kehidupan jiwa kita daripada kehidupan badan kita.
Bagi orang yang sungguh-sungguh mengutamakan hidup kebatinan, tidak terpenjara oleh kebutuhan-kebutuhan badani.
Jangan pernah berpikir untuk "menunggu lain waktu", sebab bisa saja kita tidak lagi mampu mendengar suara Tuhan.
Karena telinga kita tertutup oleh kenikmatan dan kemewahan duniawi.
Maka marilah kita bangkit, sekaranglah saatnya untuk berjuang.
Jangan sampai kita terlena oleh "kedamaian palsu" dari dunia.
Sebab ada banyak orang yang terlena oleh "upah dunia", yang merasa berkat dunia yang ia terima adalah upah dari ketataannya.
Lihatlah tidak sedikit orang kristiani yang rajin ibadat dan rajin ikut kegiatan rohani, hidupnya pelit.
Sesekali memang ia berbuat baik, tetapi hanya untuk dilihat orang.
Sesekali ia memang nampak suci, tetapi hanya untuk pencitraan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 10 Oktober 2022
Tuhan Yesus
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan sabda-Mu
Jagalah mulut dan tangan kami dengan belas kasih-Mu yang besar itu
Supaya kami beroleh kemenangan setiap hari
Sebab kami sadar selama daging ini masih ada, hidup ini adalah perjuangan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 17:11-19;
Luk 17:11
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
Luk 17:12
Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
Luk 17:13
dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
Luk 17:14
Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
Luk 17:15
Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
Luk 17:16
lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
Luk 17:17
Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Luk 17:18
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
Luk 17:19
Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
---------
Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring
Saudaraku,
saya yakin kita sangat hafal tentang sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus dan hanya 1 orang sadar untuk mengucap syukur dan terima kasih.
Dan saya yakin kita seperti 1 orang kusta itu.
Lalu tentunya hidup kita BUKAN hanya memuliakan Allah karena telah disembuhkan tetapi kita hidup oleh IMAN.
Iman menjaga kesadaran kita bahwa bukan hanya kita berhutang kepada Allah atas kebaikannya.
Tetapi membangkitkan kesadaran untuk menyerahkan hidup kita kepada kuasa Allah.
Dan Allah telah memilih kita untuk "menjadi pembawa kesembuhan".
Saudaraku,
kita hidup didalam Kristus untuk melakukan kehendak-Nya bukan untuk "mencari hadiah".
Jika kita hidup dalam kehendak-Nya, apa yang kita peroleh akan nampak "sebagai hadiah" bagi orang-orang dunia.
Kita pasti hidup dalam keajaiban setiap hari.
Misalnya:
Orang dunia mengatakan bencilah musuhmu, tetapi didalam Kritus kita tidak pernah bisa membenci.
Orang-orang dunia penuh keluh kesah, kita tetap bisa mengucap syukur.
Orang-orang dunia saling membenci dan menghakimi, kita kenyang dengan belas kasih Allah.
Saudaraku,
saat kita berjalan "dijalanan kehidupan", kita menemukan banyak orang membutuhkan pertolongan.
Kita jumpai banya orang yang lemah, miskin dan tersingkir.
Kita dapat membantu mereka, jika kita mau, sebab kita telah dipilih.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 9 Oktober 2022
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyembuhkan kami
Sehingga kami melihat keselamatan
Kami mohon berilah kami kekuatan untuk hidup setia kepada penglihatan itu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 11:27-28;
Luk 11:27
Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."
Luk 11:28
Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."
---------
Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya
Saudaraku,
dengan berbagai cara Allah bersabda kepada kita.
Tentunya kita semua ingin hidup taat kepada sabda Tuhan itu.
Namun keadaannya bisa saja menjadi sulit sebab manusia cenderung tertarik dengan kehendaknya sendiri.
Jadi bagi umat kristiani bukan lagi tentang mendengar namun tentang ketaatan,
Saudaraku,
seharusnya kita bersyukur, sebab orang-orang dunia ingin mendengar apa yang kita dengar dan melihat apa yang kita lihat.
Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.(Bdk Mat 13:16)
Namun sayang sering kali kita lebih tertarik dengan hiburan lahiriah.
Mari kita lihat diri kita sendiri, seberapa sering kita "membicarakan Sabda Tuhan?."
Saudaraku,
jika kita ingin kehidupan rohani kita bertumbuh dan berbuah, biasakanlah "membicarakan" firman Allah.
Dan bacalah firman Allah dengan perlahan-lahan, pasti Allah berbicara kepada kita tentang segala sesuatu yang kita pikirkan dan rencanakan.
Sesungguhnya kita akan merasa lebih tenteram.
Firman itu pula akan menjadi "terang" untuk pikiran dan hati kita.
Sekaligus memurnikan hati kita.
Sehingga kita tidak mudah tergoda oleh "perkara-perkara duniawi yang melintas" dipikiran kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 8 Oktober 2022
Allah Bapa kami
Kami mohon berbicaralah ya Bapa, kami mendengar
Kami ingin firman-Mu menjadi terang dan penuntun langkah kami
Dan kami mohon bersabdalah sepatah kata untuk menghibur jiwa kami dan untuk memperbaiki hidup kami
Sebab kami ingin hidup kami ini hanya untuk kemuliaan-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
