"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 16:15-20;

Mrk 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Mrk 16:16
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Mrk 16:17
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
Mrk 16:18
mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Mrk 16:19
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
Mrk 16:20
Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
---------

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja

Saudaraku,
bergembiralah apabila melihat orang lain bekerja dalam larya-karya kerasulan dengan baik, setia dan tekun.
Dan mari kita berdoa untuk mereka supaya Allah melimpahkan rahmat-Nya.
Lalu setelah itu.. lihatlah jalan yang sekarang kita tempuh, apa yang telah kita kerjakan sebagai rasul Kristus?

Saudaraku,
jika tidak pernah melakukan, janganlah mencela apapun itu.
Dan jika pernah melakukan, hargailah setiap usaha itu sebab kita pun tidak pernah bisa sempurna dalam segala hal.
Singkirkan segala pikiran yang tidak berguna, sebab itu hanya membuang-buang waktu saja dan sama saja membuka pintu bagi keinginan dunia.
Namun jangan pula meremehkan hal-hal yang kecil yang membantu kita untuk semakin menyatu dengan Allah.
Dan selalu sadar bahwa tidak lagi membawa diri, namun menghadirkan Allah dalam segala hal.

Saudaraku,
tidak perlu malu jika kita kurang update tentang hal-hal duniawi atau kurang eksis.
Ada baiknya hanya fokus sebagai abdi Allah bukan pelayan dunia.
Sehingga memiliki kehidupan rohani yang baik, pendoa dan penuh pengurbanan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 3 Desember 2019

Ya Bapa
Selama-lamanya Engkau tetap adil, kudus dan penuh kasih
Kami mengucap syukur ya Bapa
Engkau memilih kami untuk menyatakan belas kasih-Mu itu kepada dunia
Engkau mengulurkan tangan-Mu untuk membantu kami dalam menghadirkan kerajaan-Mu
Setiap hari Firman-Mu menyalakan hati dan menerangi budi
Dan jalan-jalan-Mu semakin nyata di hadapan kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 8:5-11;

Saya kutip sebagian:

Mat 8:5
Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
Mat 8:6
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
Mat 8:7
Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
Mat 8:8
Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
-------
Mat 8:10
Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
--------

Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh

Saudaraku,
menurut Rasul Paulus iman adalah adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.(Ibr 11:1)
Sebagai seorang kristiani kita berjalan dalam iman setiap hari.
Oleh karena itu hendaknya jangan menghalangi karya Roh kudus dalam batin kita.
Dan menyatu dengan-Nya dalam segala keadaan yaitu dalam hinaan ataupun dalam sanjungan.
Tusukan-tusukan duri tidak mungkin kita hindari, namun Tuhan kita Yesus Kristus telah mengalami-Nya.
Ia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya kesakitan sendirian.

Saudaraku,
dunia tidak pernah memahami tentang pengorbanan, nampak keserakahan dan kesombongan yang selalu menguasai panggung.
Kita sebagai anak-anak Allah tidak bisa santai-santai, dan selalu semangat meuwujudkan karya Allah, yaitu belas kasih dan kerendahan hati.
Dengan harus berani menyangkal diri dalam segala hal dan menyerahkan diri dalam segala hal kepada Allah.
Dunia memang melawan Allah, tetapi Allah tidak membutuhkan "pembelaan manusia".
Allah menginginkan kita yang tidak lagi buta dan tidak lagi tuli untuk mewujudkan belas kasih dan mewartakan kabar gembira.
Maka mari taklukanlah diri kita setiap hari, "sedari awal" sebelum kita terjebak ke dalam panggung dunia.
Dan supaya karya Allah terwujud melalui hidup kita, membawa kabar sukacita dan kesembuhan bagi setiap orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 2 Desember 2019

Allah Bapa kami
Dengan penuh pengharapan kami memohon kepada-Mu
Kiranya Roh-Mu dan rahmat kekuatan-Mu senantiasa menyertai kami
Menyadarkan kami supaya kami tidak hanyut dalam perintah penguasa dunia

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 24:37-44;

Saya kutip sebagian:

Mat 24:37
"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Mat 24:38
Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
Mat 24:39
dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
---------
Mat 24:42
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Mat 24:43
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
Mat 24:44
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
---------

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang

Saudaraku,
minggu pertama adven kita menyalakan lilin pertama warna unggu yang maknanya "harapan".
Pengharapan yang berasal dari Alah yang kita peroleh melalui rahmat iman, yaitu pengharapan akan kehidupan kekal.
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan.(Bdk Rm 4:18)
Pengharapan itulah yang senantiasa menjadi kekuatan kita sehingga kita selalu terjaga.
Supaya dalam segala sesuatu dan yang dihadapkan kepada tangan kita adalah hasil dari pengabdian kita kepada Allah.
Dan dipercayakan kepada kita untuk kemuliaan-Nya.
Sehingga dalam segala sesuatu kita tidak mudah berpaling dari pandangan Allah.

Saudaraku,
pengharapan itu pula yang membuat kita sanggup memupuk dan memelihara cita-cita mulia.
Sehingga saat akhir nanti kita membawa buah-buah yang melimpah dihadapan-Nya.
Kecemasan, ketakutan adalah musuh dari ketekunan kita dalam berharap, maka lawanlah sejak dari awal.
Tidak mudah memang, buktinya masih banyak orang yang langsung percaya dengan berita bohong.
Tidak sedikit orang kristiani yang langsung meneruskan "berita kecemasan", yang berhubungan dengan sakit penyakit, penipuan, perampokan dan lainnya.
Selama kita setia menjaga norma-norma kesalehan sesuai dengan firman Tuhan, masih adakah alasan takut dengan perangkap-perangkap itu?
Bukankah mati atau hidup itu adalah kuasa-Nya? Lagi-lagi pembenarannya: cemas itu manusiawi!
Menurut saya kata "manusiawi" itu adalah termasuk salah satu perangkap iblis, yang berusaha melemahkan kita.
Atau apakah sebenarnya kita memang takut kehilangan kenikmatan diri?

Saudaraku,
mari tetap "terjaga", supaya ketekunan kita tidak tergoyahkan oleh karena kelemahan kita atau kelemahan-kelemahan orang lain.
Kasih.. cinta.. adalah rahasia dari ketekunan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 1 Desember 2019

Allah Bapa kami
Disaat kami lemah
Kami ingat kebaikan-Mu
Disaat kami cemas
Kami ingat kuasa-Mu
Disaat kami kesepian
Kami ingat besarnya kasih-Mu

Puji dan syukur ya Bapa
Engkau tidak pernah membiarkan kami sendirian
Engkau menyertai kami dalam segala keadaan

Kami mohon ya Bapa
Bebaskanlah hati dan pikiran kami dari semua rintangan yang menghalangi wajah-Mu
Sehingga cahaya wajah-Mu menjauhkan kami dari kecemasan dan dari segala keinginan yang jahat

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 4:18-22;

Mat 4:18
Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Mat 4:19
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Mat 4:20
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
Mat 4:21
Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
Mat 4:22
dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
--------

Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia

Saudaraku,
jika telinga kita mendengar panggilan Allah adalah rahmat yang terbesar, sekaligus tantangan yang besar.
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.(Bdk Mat 22:14)
Karena tidak mengenakan pakaian pesta.
Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.(Bdk Mat 22:12)

Saudaraku,
apakah ada yang tidak "berkobar" saat mendengar panggilan itu?
Jika kita mau dengan sungguh-sungguh melihat karya Allah dalam diri kita, akan sangat malu ternyata selama ini kurang mengucap syukur.
Atau mungkin ada yang sudah merasa "kenyang" dengan caranya sendiri.
Apakah kenal Yesus? Mungkin hanya sebatas seperti mengenal artis atau tokoh melalui media.
Saat ibadat di gereja pun hanya seperti menonton pertunjukkan.

Saudaraku,
jika pergi ke pesta kita berpakaian pesta dan pakai seragam sekolah saat pergi ke sekolah.
Permenungannya: apakah kita telah berusaha menggunakan semua sarana dalam menanggapi panggilan Allah itu?
Menggunakan semua sarana adalah sebagai wujud penguasaan diri.
Sebab Allah telah menyediakan semua yang kita butuhkan untuk mengikuti panggilan-Nya.
Maka janganlah biarkan "banguna rohani" kita mengambang atau bahkan "reyot" mudah roboh, pandanglah sekitar kita, Allah telah menyediakan semuanya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 29 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Kami mendengar suara-Mu
Dan kami mengerti kehendak-Mu
Ampunilah kami apabila kami terlalu lambat untuk melakukan perintah-Mu
Dan kami mohon mujizat-Mu selalu menyertai langkah kami
Sehingga kami selalu aman dijalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 21:29-33;

Luk 21:29
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
Luk 21:30
Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
Luk 21:31
Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Luk 21:32
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
Luk 21:33
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
---------

Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat

Saudaraku,
walaupun negara kita indonesia tercinta ini bukan "negara agama" namun agama sering kali dipakai untuk menghakimi sesamanya.
Apabila ditimbang-timbang memang tampak sangat menyedihkan, yang katanya beragama namun perbuatannya menyimpang.
Lagi-lagi ungkapan "ya namanya manusia" menjadi semacam pembenaran.
Jika seorang atheis saya anggap bermata satu, tentunya seorang pemeluk agama bisa saya anggap bermata dua, satu mata manusia  dan satu mata Allah.
Di alam raya ini Allah berkarya setiap hari, lalu mengapa manusia tidak melihatnya?

Saudaraku,
satu hal yang perlu kita sadari, sispakah kita manusia ini yang begitu takut akan kehilangan dunia?
Bukankah yang hari ini ada, belum tentu esok masih ada?
Mengapa tidak takut kepada Allah yang berkuasa atas hari ini dan hari esok?

Ada banyak orang yang mudah terpengaruh oleh kata-kata, sehingga istilah "penodaan" atau "penistaan" menjadi sangat populer.
Banyak orang yang merasa "diadili atau dihakimi" dengan kata-kata.
Kita sebagai orang kristiani pasti dengan sangat mudah memaafkan karena kita hidup oleh belas kasih Allah.
Namun saya tidak suka menggunakan kata memaafkan, saya terbiasa menyikapi bahwa sesuatu yang datang dari luar diri cukup mudah untuk ditaklukkan, isitilah saya: tidak sempat tersakiti, terhina atau ternodai.
Justru lebih baik fokus dengan apa yang datang dari dalam diri, supaya apa yang keluar dari dalam diri yaitu perkataan dan perbuatan kita adalah tanda bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Saudaraku,
mari arahkanlah pandangan kita kepada Allah, sebab Ia berkuasa membebaskan kita dari segala kenistaan.
Ia akan memberikan anugerah kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya.
Maka tinggalkanlah dirimu dan engkau akan melihat tanda itu dan engkau akan aman dijalan-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 29 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Memang terkadang sangat berat untuk berserah diri kepada-Mu
Tubuh ini seolah-olah telah terikat oleh dunia
Kami sadar bahwa Engkau curahkan rahmat yang berlimpah
Namun seringkali tanda dunia terlihat jauh lebih menarik

Kami mohon murnikanlah hati kami dengan Roh-Mu
Supaya kami bisa terlepas dari kepentingan diri sendiri
Sehingga kehendak-Mu yang terwujud dalam hidup kami
Menjadi tanda bagi banyak orang bahwa Engkau adalah Allah yang hidup

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin