Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 21:20-28;
Saya kutip sebagian:
Luk 21:25
"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Luk 21:26
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Luk 21:27
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Luk 21:28
Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
-------
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini
Saudaraku,
permenungan pagi ini saya awali dari Kitab Mazmur 119:104-105:
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Daud "hidup dalam pengertian dari titah-titah Allah" dan Firman Allah menjadi pelita bagi kakinya.
Darimana diperoleh "pengertian-pengertian Allah", jika seseorang tidak bergaul dengan Allah?
Saudaraku,
senjata para atlit untuk menang dalam pertandingan adalah berlatih setiap hari dan terus menerus.
Tidak hanya sekedar melatih fisik namun juga belajar strategi bertanding.
Demikian pula dalam hal "iman", Tuhan Yesus telah mengatakan kepada kita bahwa hanya orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.(Bdk Mat:24:13)
Kecemasan dan ketakutan ada dalam diri setiap orang setiap detik.
Manusia selalu takut kehilangan dirinya.
Menyadari hal itu tidak akan mungkin ada damai tanpa Allah.
Lihatlah banyak orang yang hidupnya berlimpah uang dan harta, dan apa yang telah diperolehnya itu tidak berkuasa menghilangkan kecemasan.
Saudaraku,
Mari kita hanya bergaul dengan Allah, janganlah berusaha berdebat dengan dunia, sebab hal itu hanya kesia-siaan.
Namun bersikaplah tegas kepada dunia dengan "pengertian Allah" dan dengan "iman yang hidup".
Dengan demikian hidup kita akan damai sampai kepada kesudahannya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 28 Nopember 2019
Allah Bapa kami
Kami selalu sadar bahwa kami tidak mungkin terhindar dari godaan
Dunia menyajikan kebimbangan-kebimbangan
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon kuatkanlah kami dengan Sabda-Mu
Supaya akal budi ini hanya tunduk kepada Roh-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 21:5-11;
Saya kutip sebagian:
Luk 21:12
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
Luk 21:13
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
---------
Luk 21:17
dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
Luk 21:18
Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.
Luk 21:19
Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.
---------
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi
Saudaraku,
menjadi seorang kristiani tanpa keluh kesah, apakah mungkin?
Ada satu ungkapan yang saya sering dengar: "namanya juga manusia!"
Lalu pertanyaannya: pantaskah kita berkata demikian?
Saudaraku,
apabila hidup kita sesuai dengan yang kita harapkan, masihkah kita ingat bersyukur?
Nampaknya orang tidak pernah lupa berkeluh kesah saat hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Padahal baik atau buruk adalah kenyataan yang akan dihadapi setiap manusia.
Coba pandanglah di sekitar kita, ada yang berusaha sedikit dan berbuah banyak, ada pula yang berbuat banyak namun tidak berbuah.
Saudaraku,
tidak kurang-kurangnya Allah mengajar kita dan tidak bosan-bosannya Allah mendekat kepada kita.
Melalui setiap kejadian Allah berbicara kepada kita, oleh karena belas kasih-Nya supaya kita selamat.
Beranikah kita memandang setiap kejadian dari dimensi sebagai anak Allah?
Sebab Tuhan Yesus menginginkan kita untuk menjadi saksi-Nya.
Mari kita selalu berusaha untuk bijaksana dalam tingkah laku, tidak mudah percaya oleh perkataan dan keinginan.
Dan mempertimbangkan tiap-tiap perkara, dengan sadar bahwa kita adalah anak Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 27 Nopember 2019
Allah Bapa kami
Pantaslah kami bangga saat kami melakukan kehendak-Mu
Kami mohon pandanglah hamba-Mu ini
Terangilah sudut-sudut hati kami dengan Cahaya Roh-Mu
Supaya tidak ada sedikit pun hal-hal yang tersenbunyi
Sehingga karya-Mu nyata dalam kehidupan kami
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 21:5-11;
Saya kutip sebagian:
Luk 21:9
Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
Luk 21:10
Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
Luk 21:11
dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
---------
Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit
Saudaraku,
sampai hari ini masih banyak orang kehilangan nyawanya karena Kristus.
Dan tidak sedikit orang yang hidup dalam tekanan karena imannya kepada Tuhan Yesus.
Walaupun peradaban manusia semakin baik, ternyata tidak serta merta kehidupan batinnya semakin baik.
Hidup yang seharusnya sederhana dibuatnya menjadi sulit.
Bukankah manusia lahir bukan seperti ayam yang langsung bisa berjalan sendiri?
Dan mengapa tidak semua orang menyadari realitas itu?
Saudaraku,
akan bangkit bangsa melawan bangsa, demikianlah penolakan manusia terhadap dirinya sendiri.
Manusia tidak berani mengakui keadaan dirinya sendiri, kesombongannya menutupi kekurangannya.
Jika dengan dirinya sendiri tidak mampu berdamai, bagaimana mungkin ada kedamian dalam hidupnya?
Jika dengan dirinya sendiri saja tidak sanggup menerima, apakah mungkin manusia bisa menerima tanda-tanda dari bumi ini?
Saudaraku,
akal budi adalah penasihat yang buruk, pemandu yang tidak cakap, ia tidak melihat peta Allah, jadi bagaimana mungkin kita jadikan pengemudi jiwa kita?
Ia hanya melihat peta hidupnya sendiri maka bersiaplah untuk tersesat jika hidup dikemudikan oleh akal budi.
Akal budi tidak akan sanggup menghadapi badai dan topan.
Maka mari biarlah Roh Kudus yang menjadi pengemudi kita, Ia melihat yang tidak terlihat dan Ia punya kuasa untuk menghentikan badai.
Yaitu dengan menjaga hati dan pikiran tetap bersih, dengan cara selalu menjauhkan dari hamba diri.
Supaya tanda-tanda Allah menjadi nyata dalam hidup kita, sehingga kita sampai kepada keabadian bersama Bapa di surga.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 26 Nopember 2019
Allah Bapa kami
Ampunilah kami ya Bapa oleh karena kesombongan kami
Seringkali kami mengabaikan tanda-tanda dari-Mu
Dan lebih menuruti pendapat kami sendiri
Kami mohon jamahlah kami ya Bapa
Angkatlah kami dari lumpur dunia
Dan bawalah kami masuk ke dalam bait-Mu yang kudus
Sehingga kuasa-Mu nyata dalam hidup kami
Dan setiap orang yang melihat menuji dan memuliakan nama-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 21:1-4;
Luk 21:1
Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
Luk 21:2
Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
Luk 21:3
Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
Luk 21:4
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
--------
Janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya
Saudaraku,
hal memberi bukan tentang berapa banyak dan ikhlas atau tidak namun yang dipandang oleh Allah adalah ada nilai "pengorbanan".
Berkorban adalah memberi tanpa harapan, seperti lirik lagu "hanya memberi tak harap kembali".
Bahkan jangan pula berharap pemberian kita atau kebaikan kita kelak akan memperoleh balasan dari orang lain.
Saudaraku,
pertimbangan orang tentang keadaan hal-hal lahiriah selaras dengan perasaan hatinya.
Demikian pula dalam hal memberi, jika memiliki hati yang murni, murni pula pemberiannya.
Maka tidak akan pernah mencari "penghiburan" dalam pemberian itu.
Sebaliknya apabila tidak murni hatinya tidak mungkin mau berkorban.
Sebab dikuasai oleh rasa takut dan cemas akan segala sesuatu.
Saudaraku,
memberi bukan hanya tentang uang.
Memberi kemampuan yang terbaik dalam pekerjaan.
Mengatur waktu yang terbaik juga wujud dari sebuah pemberian, sebab setiap detik kita bisa melakukan yang terbaik untuk siapapun, teman, keluarga dan tanggung jawab kita lainnya.
Salib adalah pengorbanan.
Maka hidup seorang kristiani adalah pengorbanan bukan kesenangan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 25 Nopember 2019
Allah Bapa kami
Tanpa Engkau tangan kami tidak akan tulus memberi
Tanpa Engkau kami selalu haus penghiburan duniawi, pujian dan kehormatan
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus Engkau memberikan teladan yang terbaik dalam berkorban
Dan Engkau nyatakan dalam hidup kami setiap hari
Sampai hari ini begitu banyak orang yang rela memberikan hidupnya bagi banyak orang
Sehingga kami mengerti bahwa kemurnian hidup hanya bisa diperoleh dengan pengorbanan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 23:35-43;
Saya kutip sebagian:
Luk 23:35
Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
Luk 23:36
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
Luk 23:37
dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
Luk 23:38
Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
---------
Jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah
Saudaraku,
apakah kita sungguh-sungguh percaya Yesus adalah Allah?
Mari saya ajak melihat-lihat diri sendiri, apakah masih ada kata "jika".
Percaya kepada Tuhan Yesus adalah berserah diri kepada-Nya dan melakukan kehendaknya tanpa syarat.
Saudaraku,
setiap orang suka melakukan kehendaknya sendiri dan tertarik kepada mereka yang sepaham dengannya.
Mengikut Tuhan Yesus harus berani mengesampingkan "diri sendiri", dalam pendapat dan keinginan.
Mengasihi kepada orang yang membenci, bagi orang dunia tidak masuk akal!
Rendah hati, bagi dunia tidak masuk akal, lama-lama bisa diinjak-imjak!
Allah yang menjadi manusia dan mati disalibkan, bagi dunia adalah kebodohan! Memang Allah tidak punya cara lain!
Saudaraku,
daging ini selalu meminta syarat dan tidak mudah ditaklukkan, menjadi sumber dari segala kecemasan.
Dan kelemahan itu selalu dimanfaatkan oleh si jahat untuk memunculkan kata "jika".
Supaya kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus Kristus terkikis sedikit demi sedikit.
Saudaraku,
marilah kita menyadari bahwa hidup adalah sebuah pertempuran.
Bertempur melawan diri sendiri, mengalahkan segala keinginan.
Oleh karena itu mari mohon pertolongan kepada Allah, dan Ia pasti akan memberikan kekuatan kepada kita, supaya tidak ada lagi kata "jika" dalam melakukan kedendak-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 24 Nopember 2019
Allah Bapa kami
Penghiburan kami hanya ada pada-Mu
Hati dan pikiran kami tertuju hanya kepada-Mu
Supaya kami tidak tergoda oleh kenikmatan dan kecemasan
Kami menyadari tanpa Engkau kami tidak mampu bertahan
Oleh karena itu ya Bapa
Kami hanya percaya kepada-Mu
Roh yang sama yang hidup dalam orang-orang kudus-Mu
Akan hidup pula dalam diri kami jika kami taat kepada-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
